13 April 2026
Beranda blog Halaman 39409

Polisi Selidiki Kemungkinan Kesalahan Prosedur Pengelola Kebun Raya

Jakarta, Aktual.co —Polres Bogor Kota menemukan ada perbedaan prosedur standar yang digunakan oleh petugas dari Kebun Raya Bogor dan Ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam meneliti kondisi pohon. Hal itu terkait tumbangnya pohon Damar di Kebun Raya Bogor yang beberapa waktu lalu menewaskan tujuh orang pengunjung.
Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota AKP Auliya Djabar mengatakan menurut saksi ahli yang didatangkan dari IPB untuk memeriksa kondisi pohon perlu dilakukan dengan pengamatan secara seksama kondisi pohon tersebut dari jarak dekat.
Sedangkan menurut petugas dari Kebun Raya Bogor, kata Auliya, pemeriksaan dilakukan cukup dengan pengamatan dari jarak 300 meter saja, dengan melihat warna daun pohon.
“Petugas (kebun raya) yang terakhir kali melakukan pengecekan kondisi pohon mengatakan, kondisi pohon tersebut masih sehat dilihat dari jarak 300 meter daunnya masih hijau. Pengecekan itu dilakukan pada tanggal 5 Januari,” kata dia, di Bogor, Kamis (29/1). 
Auliya mengatakan hingga kini pihaknya masih terus mengumpulkan data-data menelusuri apakah ada unsur kelalaian dari pihak pengelola dalam merawat pohon yang ada di Kebun Raya Bogor. Sehingga menyebabkan terjadinya kejadian pengunjung tewas tertimpa pohon.
Selain mendatangkan saksi ahli, Polres Bogor juga sudah mendapatkan data anggaran perawatan pohon di Kebun Raya Bogor. Dalam laporan itu diketahui biaya perawatan yang dilakukan. Meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya Bogor Didik Widyatmoko pernah mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeliharaan pohon. 
Dia mengatakan langkah pemeliharaan pohon di Kebun Raya Bogor dilakukan dengan tenaga ahli dan tenaga teknis serta peneliti. Jumlahnya ada 45 peneliti, termasuk peneliti kesehatan pohon yang rutin melakukan penelitian.
“Perawatan dan pengawasan dilakukan setiap hari. Dari 413 pegawai yang dimiliki sebagian besar bekerja di kebun yakni ada 219 orang, ada yang perawat kebun, perawat koleksi, membabat dan membersihkan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sepeninggal Raja Abdullah, Bagaimana Masa Depan Arab Saudi?

Riyadh, Aktual.co —Di Arab Saudi, mungkin sama juga seperti di tempat lain di dunia, kekuasaan sering kali adalah urusan keluarga. Namun, di Saudi, “bisnis keluarga” melibatkan keluarga yang lebih besar dengan nilai harta yang terlibat di dalamnya juga lebih besar.
Urusan keluarga ini terjadi di lingkungan yang semakin penuh kekerasan dan “busuk”, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jalal Iqbal. Musuh dan pengecam keluarga yang berkuasa di Arab Saudi memperkirakan, begitu Raja Abdullah bin Abdulaziz meninggal, ada kemungkinan besar akan terjadi kekacauan.
Namun, keluarga yang berkuasa sepertinya mengetahui hal yang harus dilakukan agar bisa tetap berkuasa. Penguasa yang lama dimakamkan dan raja baru, Salman bin Abdulaziz, langsung segera diangkat. Perundingan antara anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi tentang pembagian jabatan dan kekuasaan kemungkinan besar memang tidaklah mudah.
Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah penunjukan saudara tiri Raja Salman, Pangeran Muqrin, sebagai putra mahkota. Dia adalah mantan pemimpin badan intelijen dan anak laki-laki yang paling dan masih hidup dari pendiri negara. Kepastian Mohammed bin Nayef sebagai putra mahkota kedua juga merupakan isyarat penting.
Penunjukan kedua putra mahkota itu dipandang sebagai usaha untuk memastikan kesepakatan bagi generasi para cucu laki-laki selanjutnya, yang berusaha mendapatkan posisi pada masa depan. Namun, memang masih terlalu dini untuk mengetahui apa yang akan terjadi dan intrik tentang pergantian kekuasaan pada masa depan akan terus berlanjut.

Presiden Christian Wulff: Islam Adalah Jerman

Bremen, Aktual.co —Presiden Jerman Christian Wulff mengatakan Islam dan penganutnya mendapat tempat yang sah di Jerman. Pernyataan ini disampaikan di tengah lonjakan sentimen anti-muslim baru-baru ini di negara ini. Christian Wulff sebagai otoritas moral bagi negara itu mengeluarkan pernyataan pada Ahad, 25 Januari 2015, dalam pidatonya untuk merayakan dua dekade penyatuan kembali negara itu.
“Kristen tak diragukan lagi adalah milik Jerman. Yahudi tak diragukan lagi milik Jerman. Itu adalah sejarah Yahudi-Kristen kita. Tapi sekarang, Islam juga termasuk di Jerman,” ujar Wulff kepada penonton di Kota Bremen, Jerman utara. “Pertama dan terutama, kita perlu menerapkan sikap yang jelas: sebuah pemahaman bahwa bagi Jerman, kepemilikan tidak terbatas pada paspor, sejarah keluarga, atau agama,” tuturnya.
Pernyataan serupa sebelumnya disuarakan Christian Wulff dalam kunjungannya ke Turki pada Oktober 2010. Perayaan nasional untuk memperingati penyatuan kembali bagian barat dan timur Jerman pada 1990 setelah selama setengah abad terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Federal Jerman (BRD/Bundesrepublik Deutschland) dan Republik Demokratik Jerman (DDR/Deutsche Demokratische Republik), menyusul kekalahan dalam Perang Dunia II.

Pelanggan PDAM di Bogor Meningkat Hampir 10 Persen

Jakarta, Aktual.co —Jumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor, Jawa Barat meningkat 9,19 persen atau 10.888 pelanggan selama 2014. Alhasil, di 2014, jumlah pelanggan menjadi 129.312, dari 2013 yang hanya 118.424.
Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Untung Kurniadi mengatakan di 2014 sejumlah target PDAM Tirta Pakuan telah tercapai. 
Selain peningkatan pelanggan, perkembangan cakupan pelayanan juga ikut meluas. Dari 74,49 persen di 2013, jadi 78,41 persen di Desember 2014. “PDAM Tirta Pakuan juga sudah mampu meningkatkan jumlah sambungan rumah (SR),” kata dia.
Di 2013, Tirta Pakuan menargetkan sambungan rumah sebesar 7.000 dan raihan sambungan baru sebanyak 7.068 atau capaian 100,97 persen. Pada tahun 2014 target sambungan rumah sebesar 11.000 dengan raihan sambungan baru sebanyak 11.458 atau capaian 104,16 persen.
“Kami juga bisa menekan kehilangan air dari tahun 2009 hingga Desember 2014 sebesar 33,04 persen,” katanya.
Upaya menekan kehilangan air yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan dimulai sejak 2009 dari 34,33 persen turun di tahun 2010 menadi 33,87 persen. Pada tahun 2011 kehilangan air meningkat menjadi 33,98 persen, lalu pada 2012 berhasil ditekan menjadi 32,94 persen.
“Kita pernah kehilangan air sebesar 35,30 persen di tahun 2013, tapi di 2014 berhasil kita tekan menjadi 33,04 persen,” katanya.
Capaian berikutnya lanjut dia, kapasitas produksi juga meningkat dari 1.659 pada tahun 2013 menjadi 1.721 pada Desember 2014. Begitu juga dengan kapasitas desain mengalami peningkatan dari 2.050 menjadi 2.052.
“Capaian terbesar kita adalah laba kotor PDAM Tirta Pakuan mencapai Rp55 miliar, laba terbesar sepanjang sejarah PDAM pernah berdiri, dengan catatan tidak ada kenaikan tarif terhitung sejak 2012,” katanya.
Menurut Untung, peningkatan laba kotor PDAM Tirta Pakuan menunjukkan bahwa kinerja perusahaan air minum tersebut sudah tepat. 
“Tetapi masih di bawah 10 persen dari aktiva produksi karena berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang pendoman teknis tarif PDAM, disampaikan laba wajar PDAM adalah 10 persen dari aktiva produksi jadi kalau laba kotor Rp55 miliar dipotong pajak PPn 25 persen laba bersih sekitar Rp36 miliar,” katanya.
Untung mengatakan, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di 2015 menargetkan penambahan pelanggan sebesar 11.000 dan menekan angka kehilangan air menjadi 1,00 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Insiden MH370 Ditetapkan Kecelakaan oleh Malaysia

Kuala Lumpur, Aktual.co —Setelah 10 bulan hilang, Malaysia akhirnya secara resmi menetapkan insiden hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 adalah sebuah “kecelakaan”. Dengan ini, pihak maskapai dan asuransi bisa melanjutkan proses pemberian kompensasi bagi keluarga korban.
“Kami secara resmi mengumumkan penerbangan Malaysia Airlines MH370 adalah kecelakaan dan seluruh 239 penumpang dan kru di dalamnya telah kehilangan nyawa mereka,” kata Direktur-jenderal Badan Penerbangan Sipil Malaysia, DCA, Azharuddin Abdul Rahman, dikutip Reuters, Kamis (29/1), seperti yang dikuti dari CNN.
Pesawat Boeing 777 itu hilang dari radar pada 8 Maret tahun lalu sesaat setelah tinggal landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Hingga kini pencarian masih belum membuahkan hasil apapun. Diduga, MH370 memutar arah dan jatuh di perairan Samudera Hindia ribuan kilometer bagian barat Australia. Pencarian kini difokuskan pada dasar laut perairan tersebut.
Azharuddin mengatakan bahwa pengumuman ini telah sesuai dengan lampiran nomor 12 dan 13 dalam peraturan Badan Penerbangan Internasional. Sebelumnya, pemerintah Malaysia belum bisa memastikan apa yang terjadi dengan MH370 sehingga deklarasi kecelakaan belum dilakukan. Dengan pengumuman ini, maka pemberian kompensasi kepada keluarga korban dapat dilanjutkan. Sebelumnya tahun lalu, beberapa penumpang telah mendapatkan kompensasi awal sebesar US$50 ribu.
Penyidik internasional saat ini tengah mencari penyebab pesawat tersebut berbelok hingga ribuan kilometer dari rute seharusnya. Malaysia juga tengah menerapkan penyelidikan kriminal. “Kedua penyelidikan sama sekali tidak memiliki bukti fisik untuk saat ini, terutama rekaman penerbangan. oleh karena itu, tidak ada bukti sama sekali untuk berspekulasi soal penyebab kecelakaan,” ujar Azharuddin.
DCA berencana merisil laporan internal soal penyelidikan MH370 sehari sebelum setahun tragedi itu terjadi.  “Pengumuman ini tidak berarti pencarian dihentikan,” kata Azharuddin, menekankan bahwa pencarian akan terus dilakukan dengan bantuan Tiongkok dan Australia. 

Tak Kantongi Izin, Sebuah Tower Seluler di Semarang Dibongkar

Jakarta, Aktual.co —Sebuah tower atau menara di kawasan Karanganyar, Semarang Tengah, Kamis (29/1) dibongkar petugas Satpol PP. Tower provider seluler yang sudah berdiri sejak 2012 dibongkar lantaran tak kantongi izin. Selain itu, masyarakat setempat ternyata juga menolak keberadaan tower tersebut.
Semestinya pendirian tower mengantongi izin Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) serta Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang.
“Namun, izin itu belum keluar karena warga sekitar menolak bangunan tower itu. HO (Hinder Ordonantie – izin gangguan, red.) kan harus mendapat persetujuan warga,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang Kusnandir, di Semarang, Kamis (29/1).
Sebelum dilakukan pembongkaran, diakui Kusnandir, pihaknya sudah mengirim surat peringatan ke pemilik di awal Desember 2014. Namun tidak dapat respon.
“Kami kemudian memberi waktu 7×24 jam sejak diterbitkannya surat peringatan itu agar pemilik bangunan membongkar sendiri karena tower itu tak berizin, namun tidak dilakukan,” ucap dia.
Akhirnya, pembongkaran dilakukan terhadap tower di atas sebuah bangunan di Jalan Karanganyar Nomor 63, Karanganyar, Semarang Tengah itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain