13 April 2026
Beranda blog Halaman 39434

Terdesak Kebutuhan, Janda Anak Empat Nekat Edarkan Sabu

Jakarta, Aktual.co — Terdesak kebutuhan untuk menafkahi keluarga, janda beranak empat yang berusia 43 tahun yang diketahui bernama Sutiana terpaksa harus berurusan dengan polisi lantaran janda beranak empat tersebut nekat menjual narkotika jenis sabu, di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Palmerah, Kompol Darmawan bahwa tertangkapnya Sutiana berawal dengan ditangkapnya Nando. Dari mulut Nandolah polisi mengetahui kalau barang haram tersebut didapat dari seorang wanita yang tinggal di kawasan Kapuk.
“Kami awalnya menangkap Sonda di Tamansari,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/1).
Dikatakan Darmawan dari tangan tersangka Nando, pihaknya mengamankan dua paket sabu seberat 2,76 gram, uang Rp1 juta, dan satu unit telefon genggam. 
“Selanjutnya kami mengarah ke rumah Sutiana, karena menurut pengakuan tersangka sebagian barang sudah dijual kepada Sutiana,” katanya. 
Tak mau kehilangan buruannya, kata Darmawan pihaknya pun langsung menuju kediaman janda beranak empat tersebut. Dari hasil penggrebekan di rumah Sutiana, polisi menemukan sabu 12 gram dan uang hasil penjualan Rp500 ribu yang disimpan di dalam kantong celana.
“Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Palmerah guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Sementara itu menurut Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Khoiri bahwa janda beranak empat itu nekat menjual sabu lantaran untuk menghidupi empat orang anaknya yang sudah lama ditinggal oleh sang suami.  

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Saksi Sebut Gulat Manurung Palak PT Duta Palma

Jakarta, Aktual.co — Sidang lanjutan kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan dan lahan perkebunan di Riau, dengan terdakwa Gulat Mendali Emes Manurung kembali dilanjutkan, Kamis (29/1).
Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan saksi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher.
Saat memberikan kesaksian, Zulher menyebutkan sebagai syarat pengajuan revisi alih fungsi lahan yang akan diserahkan pada Gubernur Riau nonaktif, Anas Maamun, Gulat Manurung meminta sejumlah uang, saham dan kebun kepada PT Duta Palma untuk memuluskan revisi alih fungsi lahan dari hutan menjadi nonhutan.
Zuher mengaku mendapatkan informasi saat perwakilan PT Duta Palma, Surya Darmaji keluar dari ruang pertemuan dan mengeluh. Surya dikatakan Zulher mengeluhkan selain dimintai uang, dia juga dimintai bagian saham dan kebun oleh Gulat Manurung.
“Pembicaraan di dalam sekitar setengah jam. Surya Darmadi wajahnya kecewa, gila nih katanya. Banyak kali permintaan. Saya nggak nanya permintaan apa, nggak mau ikut campur,” ujar Zulher saat bersaksi di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.
Pertemuan antara Zulher, PT Duta Palma dan Gulat Manurung terjadi pada Agustus 2015. Saat ditanyakan oleh Majelis Hakim apakah Gulat Manurung meminta saham dan kebun kepada Duta Palama, Zulher mengamini.
“Selain minta uang, apakah anda tahu terdakwa meminta uang dan saham?” kata hakim Supriyono.
“Iya pak, betul pak,” jawab Zulher.
Sementara itu, Gulat Manurung membantah keras pernyataan Zulher yang menyebutnya meminta uang, saham dan kebun. Dia mengaku, dalam pertemuan dengan PT Duta Palma, dia sama sekali tidak meminta hal seperti yang diakui saksi.
“Pernahkah saya mengatakan meminta itu? untuk apa Gulat minta saham uang dan kebun? Saya tidak habis pikir kapan membicarakan itu,” kata Gulat.
Zulher pun menimpali pernyataan Gulat. Menurut dia, Gulat memang tidak secara langsung mengatakan hal tersebut melainkan melalui pendengaran dari perwakilan PT Duta Palma, Surya Darmadi saat keluar ruangan pertemuan yang mengakui Gulat meminta uang, saham dan kebun. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Sore Ini, Pertemuan Jokowi dengan Prabowo di Istana Negara

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo akan mengundang mantan capres, Prabowo Subianto. Pertemuan dijadwalkan berlangsung sore ini, pukul 17.00 WIB, di Istana Negara, Jakarta.
Hal ini disampaikan oleh politisi PDIP, Pramono Anung di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1).
“Tadi saya bicara dengan Muzani (Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra). Muzani bilang ada rencana pertemuan di Bogor dan diubah di Jakarta, pukul 17.00 WIB,” kata Pramono Anung.
Ia menyebutkan, Prabowo datang ke Istana Negara sebagai Ketua Umum Persatuan Pencak Silat Indonesia.
“Beliau sebagai Ketua Pencak Silat. Kalau mau pencak silat di Jakarta, ya udah,” sebut mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Satwa Primata Terancam Punah, Profauna Indonesia Gelar Aksi Simpatik

Malang, Aktual.co — Maraknya kasus penjualan dan pemeliharaan Primata di masyarakat membuat Profauna Indonesia resah. Bertepatan dengan hari Primata Dunia yang jatuh, besok tanggal 30 Januari, Profauna menggelar aksi demo simpatik di depan Balai Kota Malang.

Dalam aksi kali ini, Profauna menontonkan beberapa atraksi penjualan Primata yang dilakukan oleh anak muda.

“Primata kini sedang terancam, tren saat ini banyak anak muda yang memelihara Primata untuk prestis, ini sangat mengancam,” kata Swasti Prawidya Mukti, juru bicara Profauna Indonesia, kepada Aktual.co, Kamis (29/1) di Malang, Jawa Timur

Tren pemeliharaan Primata ini, lanjut dia, menumbuhkan ruang untuk jual beli Primata. Akibatnya, para pemburu hewan yang hampir punah ini gencar dilakukan beberapa oknum untuk mengeruk rupiah.

“Banyak komunitas pemelihara Primata adalah market dari mereka yang memburu dan menjual Primata,” tegasnya.

Data Profauna pada tahun 2014 setidaknya ada 35 yang melibatkan 400 ekor Primata. Hal ini sangat disayangkan, karena jual beli Primata dilakukan secara terang-terangan baik secara langsung maupun online

“Kami berharap kepada pemerintah agar segera menghentikan dan turut serta dalam menjaga Primata agar terhindar dari kepunahan,” imbuhnya.

Melansir fakta dari Data Lembaga Konservasi Internasional (IUCN) setidaknya lebih dari 440 jenis Primata di dunia, ternyata jenis Primata di Indonesia lebih rentan terancam punah. Kerusakan habitat (hutan) dan perdagangan ilegal menyebabkan, Primata di Indonesia saat ini kondisinya memprihatinkan.

“IUCN secara berkala juga menerbitkan 25 jenis Primata yang terancam punah di dunia termasuk di Indonesia,” papar Swasti.

Untuk diketahui, di Indonesia tiga jenis Primata sudah masuk dalam daftar punah, diantaranya yakni Kerdil (Tarsius Pumilus), Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus), dan Simakobu (Simias Concolor).

“Yang memprihatinkan lagi jenias primata tersebut malah sering diburu untuk dijadikan hewan pemeliharaan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Terapkan Sistem e-parkir, Ahok: sekarang kita adalah Preman baru

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menerapkan sistem parkir meter atau Terminal Parkir Elektronik (TPE). Dengan sistem ini, diharapkan pemasukan daerah dari parkir bisa lebih optimal.
“Jadi sekarang tidak ada lagi uang yang lari ke oknum tidak jelas,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Thajaja Purnama, Kamis (29/1).
Selain itu, dengan sistem e-parkir ini juga, Ahok berharap pengawasan lalu lintas di wilayah Jakarta bisa lebih maksimal, sebab ada CCTV disetiap TPE yang dipasang.
“Jadi nanti sepanjang jalan di Jakarta kalau terjadi kecelakaan, terjadi perampokan, pencurian, kami bisa ikuti yang rampok, yang nyuri motornya tuh darimana lari kemana,” ungkapnya antusias.
Lalu bagaimana nasib petugas parkir yang selama ini bertugas dibawah koordinasi Pemprov?
“Nanti sudah kontraknya jalan 2 kali UMP, kita lagi siapin KSO-nya,” tegas Ahok.
Nantinya, para pengendara mobil yang parkir dijalan (on the street) akan mendapat kartu tap e-money, sistem parkir meter akan langsung memotong saldo.
“Jakarta yang dulu hanya dapat Rp 500.000 ribu sekarang perhari bisa mendapat Rp 10 juta. Sekarang kami adalah preman baru,” kelakar Ahok

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DKI Berlakukan Bayar Parkir Dengan Uang Elektronik

Jakarta, Aktual.co — Masyarakat mulai dapat melakukan pembayaran parkir dengan menggunakan uang elektronik di Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat.

“Pembayaran dengan uang elektronik ini diharapkan dapat mengubah pengelolaan sistem perparkiran di pinggir jalan menjadi lebih modern,” kata Ketua Unit Pelaksana Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Kamis (29/1).

Ia mengatakan sistem “Parkir Meter” dengan menggunakan uang koin yang selama ini diterapkan, cukup mempersulit masyarakat mencari uang koin untuk membayar parkir.

Dengan membayar menggunakan uang elektronik, akan mempermudah masyarakat untuk membayar parkir dan juga mempermudah pengelolaan parkir.

Ia memperkirakan dengan pembayaraan parkir menggunakan uang elektronik, pendapatan parkir dari 11 unit Terminal Parkir Elektronik sepanjang Jalan Agus Salim dapat mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per hari.

“Sebelum ada sistem ‘Parkir Meter’ pendapatan parkir hanya Rp500 ribu per hari, namun setelah adanya sistem tersebut pendapatan dapat mencapai Rp10 juta dan saya rasa akan dapat meningkat setelah diberlakukan penggunaan uang elektronik,” kata dia.

Ia mengatakan akan ada waktu seminggu sebagai masa transisi dari pembayaran uang koin menjadi uang elektronik di Terminal Parkir Elektronik.

Gubernur DKI Jakarta Basuk Tjahja Purnama menyambut baik kerja sama anatara enam bank dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang melayani pembayaran parkir elektronik tersebut.

“Sistem ini dapat meningkatkan pendapatan Produk Domestik Bruto,” kata dia.

Ia mengharpkan kerja sama ini terus berkembang di berbagai sektor, seperti pembayaran makanan dan minuman pada pedagang kaki lima.

Setelah di Jalan Agus Salim, lokasi parkir lainnya yang dapat menggunakan pembayaran uang elektronik adalah di 90 unit di Kelapa Gading dan 13 unit di Jalan Falatehan.

Bank yang melayani pembayaran dengan uang elektronik adalah, BNI dengan kartu Tapcash BNI, Bank Mandiri dengan kartu mandiri e-money, Bank BRI dengan kartu BRI Brizzi, Bank Mega dengan kartu Mega Cash, BCA dengan kartu Flazz BCA dan Bank DKI dengan kartu JakCard.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain