13 April 2026
Beranda blog Halaman 39437

Kasus Annas Maamun, KPK Periksa Kepala Bappeda Riau

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi suap pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun Anggaran (TA)2014 dan atau RAPBD-P TA 2015, dengan tersangka Annas Ma’mun.
Dalam penyelidikan kali ini, KPK memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan. Kedua saksi yakin pihak swasta, Solihin Dahlan serta Kepala Bappeda Provinsi Riau, M Yafi.
“Iya mereka diperiksa untuk tersangka AM,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Selasa (27/1).
Diduga, keduanya disinyalir akan dimintai kesaksiannya terkait suap untuk memulukan pembahasan anggaran RAPBD Riau yang diberikan Annas kepada anggota Komisi C DPRD Riau dari Fraksi Partai Amanat Nasiona (PAN), A Kujuhari.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Annas Maamun dan A. Kirjuhari sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Annas diduga telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubaha dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Sedangkan Kirjuhari disangka telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b aau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

‘Ngaku’ Terinspirasi Tayangan TV, Pemuda Ini Malah jadi Pelaku Curanmor

Jakarta, Aktual.co — Seorang pemuda asal Kabupaten Sarolangun, Jambi, nekad melakukan aksi pencurian sepeda motor karena terinspirasi dengan tayangan televisi yang menyiarkan cara pencurian sepeda motor.
“Tersangka M Arifin, 24 tahun, nekat mencuri motor di Kota Jambi, karena sering menonton tayangan televisi dalam aksi kejahatan pencurian sepeda motor,” kata Kapolsek Telanaipura Kompol Doni Wahyudi di Jambi, Kamis (29/1).
Pemuda yang mendapatkan ‘hadiah’ satu timah panas dibetis kaki kirinya itu mengaku telah melakukan aksinya sebanyak puluhan kali dan itu dilakukannya karena terinspirasi siaran televisi.
Pelaku yang pernah dijebloskan ke penjara selama satu tahun enam bulan dalam kasus pencurian itu, kini harus kembali masuk jeruji besi karena melakukan aksi curanmor yang sudah dilakukannya sebanyak tujuh kali di beberapa lokasi di Jambi.
Dari hasil kejahatannya polisi mendapatkan keterangan bahwa sudah ada sekitar lima sepeda motor terakhir yang berhasil dijarahknya dalam beberapa kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Untuk mendapatkan itu, pemuda asli Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun itu mengaku bahwa mengambil sepeda motor milik korbannya saat sedang terparkir di depan rumah atau tempat-tempat sepi.
Untuk mengambil motor itu, dia melakukan tidak sendirian, ada beberapa orang yang saat ini telah kabur dan saat ini pihak kepolisian masih memburu pelaku lainnya yang ikut bekerja sama dengan Arifin.
Tertangkapnya Arifin berasal dari hasil patroli Binmas dimana kala itu ada pemuda yang menabrak dan terjatuh dan setelah diselidiki ternyata dia merupakan pelaku curanmor. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman penjara diatas tujuh tahun karena tersangka merupakan residivis.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tertekan di Sektor Energi, Bursa AS Kembali Berakhir di Zona Merah

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Pada penutupan perdagangan pada Rabu (28/1) pukul 16.00 waktu New York (Kamis Dinihari WIB), bursa AS berakhir di zona merah dan  membawa indeks Dow Jones Industrial Average ke pelemahan terbesarnya dalam setahun terakhir.

Hal itu terjadi seiring dengan pelemahan sektor energi dan kekhawatiran resiko ekonomi Amerika dan lemahnya kinerja perusahaan multinasional.

Indeks Standard & Poor’s 500 turun 1,4 persen ke level 2.002,16. Adapun Dow Jones Industrial Average turun 195,84 poin atau 1,1 persen ke level 17.191,37.

“Orang-orang memperkirakan tidak ada pertumbuhan,” ujar Director of Equity Trading Conifer Securities LLC, Rick Fier, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (29/1).

Sektor energi turun 3,9 persen. Sementara itu, saham Apple Inc naik 5,7 persen, Boeing Co menguat 5,4 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

PDIP Retak, Pramono: Jangan Digeneralisir

Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mulai retak karena kader-kadernya yang memiliki perbedaan sikap dan pandangan terhadap pemerintah.
Sinyalemen itu terlihat dari beberapa statemen kader ‘Banteng’ yang saling berseberangan.
Misalnya, pernyataan anggota DPR RI PDIP, Effendi Simbolon, yang keras mengkritik pemerintahan Jokowi dan para pembantunya. Namun kader PDIP lainnya, Pramono Anung menilai apa yang disampaikan Effendi Simbolon bukan suara PDIP.
“Itu suara Effendi. Jangan digeneralisir,” kata Pramono di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1).
Sikap Effendi itu, kata Pramono, adalah sikap yang selama ini mengkritisi pemerintah saat jadi oposisi, yang tak mudah diubah ketika sudah berkuasa.
“Kita biasa mengkritisi. Mengubah dari kritisi ke dalam pemerintahan tidak mudah diubah. Yang jadi kritik Effendi dan kader lain baik-baik saja ,” katanya.
Namun di satu sisi, Pramono sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Effendi Simbolon dan harus menjadi perhatian Presiden Jokowi. “Substansi yang disampaikan Effendi harus menjadi perhatian presiden,” kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu.
Diakui, yang menjadi kelemahan pemerintah sekarang adalah para menterinya yang ikut-ikutan gaya presiden, yakni melakukan blusukan.
“Salah satu kelemahan sekarang, para menteri gayanya seperti Jokowi. Kalau blusukan, lihat persoalan, dijabarkan. Jangan seakan-akan seperti presiden. Biar presiden  yang dengarkan, misi disampaikan, lalu menteri mengeksekusi,” kata Pramono.

Artikel ini ditulis oleh:

Parkir di Jalan Agus Salim Kini Bayar Pakai E-money

Wanita cantik yang memakai seragam tukang parkir menunjukkan kartu e-money yang digunakan untuk transaksi pembayaran pada mesin parkir meter atau Tempat Parkir Elektronik (TPE) di Jalan Agus Salim, Sabang, Jakarta, Kamis (29/1/2015). Transaksi menggunakan sistem elektronik ini diharapkan dapat membantu petugas parkir serta mengurangi kesulitan mencari uang koin. AKTUAL/MUNZIR

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pusat Perbelanjaan Bravo

Jakarta, Aktual.co — Polres Blora, Jawa Tengah, masih menyelidiki penyebab kebakaran pusat perbelanjaan terbesar di Cepu, Kabupaten Blora yang terjadi, Kamis (29/1) dini hari.
“Hingga kini kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran Toko Swalayan Bravo yang ada di Desa Balun, Kecamatan Cepu, Jateng itu,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Asnanto ketika dihubungi.
Untuk memastikan penyebab kebakaran, kata dia, tentunya akan didatangkan tim ahli yang akan melakukan penyelidikan kejadian tersebut.
Kebakaran di Swalayan Bravo, kata dia, terjadi pada Kamis sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar isi barang dagangan ludes.
“Kalaupun ada barang dagangan yang selamat, jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, karena saat terbakar, toko dalam kondisi tutup. Saat ini, sambung dia, api berhasil dipadamkan, sedangkan tim pemadam kebakaran yang diterjunkan di lokasi masih memadamkan bara api.
Sebagai antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, kata dia, di lokasi diterjunkan sejumlah personel kepolisian. Meskipun swalayan tersebut mengalami kebakaran, beberapa pekerja tetap datang ke lokasi untuk mengetahui peristiwa tersebut.
Swalayan Bravo Cepu merupakan pusat perbelanjaan terbesar saat ini di Kecamatan Cepu. Pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Randublatung Tambakromo, Cepu tersebut, diperkirakan dibangun pada 2010.
Bravo menyediakan berbagai barang untuk keperluan rumah tangga, antara lain pakaian, kosmetik, dan peralatan dapur. Tim pemadam kebakaran yang diterjunkan, yakni dari Pemkab Blora, Pusdiklat Migas, BPBD, dan Pemkab Bojonegoro.
Anggoro, warga Cepu yang berada di lokasi kejadian mengatakan hingga saat ini masih muncul kepulan asap dari swalayan yang terbakar tersebut.
Peristiwa tersebut, kata dia, mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas hingga satu kilometer lebih karena banyak warga yang menonton proses pemadaman api.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain