17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39812

XL Tunjuk Dian Siswarini Jadi Wakil Presdir

Jakarta, Aktual.co — Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk mengangkat Dian Siswarini menjadi Wakil Presiden Direktur melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).

“Untuk selanjutnya, Wakil Presiden Direktur itu akan efektif menjalankan tugasnya sejak hari ini,” kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, di Jakarta, Rabu (7/1).

Menurut dia, pengangkatan Dian tersebut dilakukan seiring upaya perseroan guna menghadapi tantangan dan persaingan industri telekomunikasi di Tanah Air pada tahun 2015. Oleh sebab itu, perusahaan harus siap melakukan perubahan.

“Reorganisasi ini menjadi salah satu transformasi kami,” ujarnya.

Ia optimistis, pada tahun 2015 dan berikutnya perseroan dapat mengantisipasi berbagai tantangan. Khususnya untuk tetap berkompetisi dalam bisnis telekomunikasi.

“Contoh, kami dituntut untuk tanggap dan siap menghadapi segala hambatan bisnis,” ucapnya.

Bahkan, tambah dia, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis, peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, kesiapan menyediakan teknologi terkini, serta meningkatkan “shareholders value”.

“Terkait adanya perubahan susunan Direksi, pada RUPS LB ini kami juga menerima baik pengunduran diri Pradeep Shrivastava selalu anggota Direksi,” katanya.

Di samping itu, sebut dia, perusahaan juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya bagi Pradeep. Di sisi lain, sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi selama menjabat sebagai direksi.

“Dengan begitu, terhitung sejak ditutupnya RUPS LB sampai dengan RUPS Tahunan yang akan dilaksanakan tahun 2019 maka Presiden Komisaris dijabat oleh YBhg Tan Sri Dato’ Insinyur Muhammad Radzi Bin Haji Mansor, selaku Komisaris antara lain YBhg Dato’ Sri Jamaludin bin Ibrahim, Azran Osman-Rani, Chari TVT, Komisarin Independen antara lain Peter J Chambers dan Yasmin Stamboel Wirjawan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, mengemukakan, selama berkarir di perusahaan tersebut menjadi Direktur Network dan Services telah memperoleh kesempatan untuk pengembangan diri dan memberikan kontribusi terhadap perusahaan.

“Kami juga berharap dengan jabatan baru ini mampu membantu pemerintah memajukan industri telekomunikasi nasional. Khususnya dari sisi layanan data yang banyak diinginkan oleh masyarakat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dinas Tata Air DKI Bakal Ubah Sistem Pembuangan Air

Jakarta, Aktual.co — Dinas Pekerjaan Umum Tata Air DKI Jakarta berencana mengubah sistem saluran pembuangan air yang diterapkan di wilayah ibu kota.

“Dari hasil evaluasi banjir dan genangan air, sistem pembuangan air selama ini horizontal atau langsung dibuang ke laut. Ini yang mau kita ubah,” kata Kepala Dinas PU Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono di Jakarta, Rabu (7.

Dengan demikian, menurut dia, pihaknya berencana mengubah sistem pembuangan air yang selama ini dilakukan secara horizontal menjadi vertikal atau meresap kedalam tanah.

“Kerena menurut kami, drainase yang ada sudah tidak mampu menampung lebih banyak air lagi, sehingga sistem pembuangannya mau kita ubah menjadi vertikal,” ujar Agus.

Dia menuturkan masih munculnya titik-titik genangan air di wilayah ibukota disebabkan karena saluran drainase yang sudah tidak mampu lagi menampung air.

“Saluran drainase yang ada di jalan dan wilayah permukiman sekarang ini sudah tidak sanggup lagi menampung air. Faktor inilah yang menyebabkan masih adanya genangan air,” tutur Agus.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, kata dia, pihaknya akan membangun sumur resapan secara tersebar di sejumlah titik atau lokasi dengan anggaran sebesar Rp50 miliar dari dua dinas yang akan dilibatkan.

“Pembangunan sistem pembuangan air secara vertikal melalui sumur resapan itu nantinya akan dilakukan oleh Dinas PU Tata Air serta Dinas Binamarga,” kata Agus.

Selain membangun saluran pembuangan air, sambung dia, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pihaknya juga terus melakukan normalisasi Kali Ciliwung.

“Selain itu, bersama Pemerintah Pusat, kita berupaya mempercepat revitalisasi Pintu Air Manggarai dan Karet Tengsin. Semuanya kita lakukan untuk antisipasi banjir di Jakarta,” kata Agus. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dishub Banten Ragu Turunkan Tarif Angkutan Umum

Jakarta, Aktual.co —Meski harga BBM turun, namun tarif angkutan umum di Provinsi Banten kemungkinan besar tidak ikut turun. Karena dasar perhitungan kenaikan tarif melihat faktor harga komponen angkutan. Seperti onderdil mobil , bunga bank, dan komponen lain. 
“Sampai saat ini harga komponen masih tetap saja, meskipun BBM sudah turun,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, Cepi Safrul Alam, Rabu (6/1).
Dengan demikian, kata Cepi, belum ada kepastian apakah pihaknya akan meninjau kembali SK Kenaikan tarif Angkutan Umum Dalam Provinsi (AKDP) yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Namun pihaknya juga masih menunggu hasil survei harga komponen serta stabilitas harga minyak dunia.
“Sampai saat ini kami melihat belum ada stabilitas harga BBM dunia. Jadi kalau diturunkan tarif, khawatirnya nanti BBM naik lagi,” ujar dia.
Tetapi, jika melihat kepentingan masyarakat, Dishubkominfo mengharapkan tarif angkutan turun. 
Sebelumnya, Jumat (21/11) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Banten menyepakati kenaikan tarif angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) sebesar 30,95 persen untuk kendaraan pengguna premium, dan 27,43 persen untuk pemakai solar dampak naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
Kenaikan tarif AKDP tersebut atas hasil kesepakatan antara Dishub dan Organda Banten, berlaku untuk seluruh jenis angkutan baik bus sedang, bus besar maupun bus kecil.
Cepi mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan terhadap 10 komponen biaya pokok AKDP kelas ekonomi yang terkena dampak kenaikan BBM bersubsidi, diperoleh presentase kenaikan tarif sebesar Rp 30,95 persen untuk kendaraan berbahan bakar premium dan 27,43 persen untuk kendaraan berbahan bakar solar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pendaftaran Calon Ketum PSSI Resmi Dibuka

Jakarta, Aktual.co — Pendaftaran calon Ketua Umum (Ketum) PSSI periode 2015-2019 resmi dibuka. Keputusan tersebut diambil usai Komite Pemilihan (KP) PSSI, menggelar rapat pleno di kantor PSSI pada Rabu (7/1).

Dikatakan Ketua KP PSSI, Dhimam Jumaid Abror, terhitung Rabu (7/1) pukul 16.00 WIB, para calon Ketum PSSI sudah diperbolehkan untuk mengambil formulir pendaftaran.

“Sore ini (tadi) sudah mulai dibuka,” ungkap Dhimam kepada wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Rabu (7/1).

Pada rapat pleno tersebut, KP PSSI juga membahas sejumlah persyaratan yang harus diperhatikan oleh para calon Ketum. Kata dia, penentuan syarat akan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Syarat relatif standar, seperti minimal usia 30 tahun serta tidak bermasalah dengan hukum. Kami berharap para calon tidak punya jabatan di lembaga publik,” paparnya.

Selain itu, lanjut Dhimam, untuk batas pengembalian formulir atau penutupan bursa pendaftaran calon ketum, akan berakhir pada 20 Januari 2015.

Sehari setelah penutupan bursa pendaftaran, KP PSSI akan kembali menggelar rapat pleno. Rapat tersebut bertujuan untuk memverifikasi dokumen para calon Ketum.

“Komite Pemilihan akan kembali menggelar rapat pleno pada 21 Januari, 4 dan 16 Februari,” ungkapnya.

Seperti diketahui, para calon yang lolos nantinya akan berjuang pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, Jawa Timur pada 18 April 2015. Saat itu pula masa jabatan Djohar Arifin Husin sebagai Ketum PSSI periode 2011-2015 akan berakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Ada Instruksi Dishub, Organda Banten Pakai Tarif Lama

Jakarta, Aktual.co —Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Banten belum memutuskan untuk menurunkan tarif angkutan umum, menyusul turunnya harga BBM per 1 Januari lalu.
Ketua Organda Banten Emus Mustagfirin mengatakan pihaknya masih menunggu pembahasan tarif angkutan umum dalam provinsi (AKDP) dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten. 
Besok, pertemuan itu akan digelar. “Kami sifatnya hanya menunggu apa yang disampaikan Dishub,” ujar dia, di Serang, Rabu (7/1).
Sebelum ada kesepakatan, organda masih memberlakukan tarif AKDP lama, yang mulai diberlakukan saat harga BBM jenis premium naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500. 
“Kami tetap menyesuaikan dengan harga 10 komponen yang sampai saat ini harganya masih tetap. Karena belum ada hasil survei dari Dinas Perdagangan atas penurunan harga komponen angkutan itu,” kata Emus.
Namun, ujar dia, kalau memang kebijakan dari Dishub adalah harus menurunkan tarif, pihaknya akan patuh. “Tentunya dasar penurunan tarif itu harus jelas. Karena buktinya harga komponen angkutan itu tetap saja naik meskipun BBM turun lagi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Kompensasi, Shell Setuju Bayar Rp1 Triliun ke Nigeria

Jakarta, Aktual.co — Raksasa oli dunia Royal Dutch Shell setuju untuk membayar $84 juta atau lebih dari Rp1 Triliun sebagai kompensasi kepada masyarakat Bodo, di Delta Niger, atas dua tumpahan minyak besar yang menimpa komintas ini pada 2008 dan 2009.
Direktur anak perusahaan Shell di Negeria, SPDC,  Mutiu Sunmonu, mengaku menyesal atas dua tumpahan itu, sembari menegaskan bahwa kejadian tersebut akibat kegagalan operasional pipa. 
“Dari awal, kami telah menerima tanggung jawab untuk dua tumpahan minyak itu,” ujar Mutio,  seperti dikutip dari BBC.com, Rabu (7/1).
Meski demikian, Shell menegaskan bahwa polusi yang terjadi di daerah tersebut, lantaran pencurian minyak dan kilang ilegal.
Sementara itu, Pengacara Firma Hukum Leigh Day, sebagai kuasa hukum dari 15600 nelayan niger ini mengatakan, klien mereka akan menerima masing-masing $3,300 sebagai uang pengganti atas dua tumpahan minyak tersebut.
Dari jumlah uang tersebut, nantinya sekitar $30 juta akan diberikan untuk komunintas yang juga menderita kerugian berupa rusaknya ribuan hektar mangrove di Nigeria selatan.
Shell pun berjanji akan membersihkan Bodo selama beberapa bulan ke depan.
“Sangat mengecewakan bahwa Shell membutuhkan waktu enam tahun untuk membawa kasus ini dengan serius, dan mengakui kerusakan akibat tumpahan minyak tersebut yang mengakibatkan rusaknya mata pencaharian masyrakat,” kata Pengacara Martyn Day.
Laporan: Nebby

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain