18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39820

Harga BBM Turun Lagi?

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah berpeluang kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Febuari 2015 sekalipun baru saja menurunkan harga pada awal tahun 2015. “Besar kemungkinan, kita akan turunkan lagi harga BBM, tapi tunggu akhir bulan,” kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Rabu (7/1).

Ia mengatakan bahwa pemerintah masih menghitung harga yang tepat karena masih ditentukan berdasarkan harga rata-rata pada 25 Desember 2014 sampai 24 Januari 2015 serta kurs mata uang. Sebelumnya, Pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar mulai 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB menyusul penurunan harga minyak dunia.

Harga premium turun menjadi Rp7.600 per liter dan solar Rp7.250 per liter dari semula Rp8.500 dan solar Rp7.500. Kedua jenis BBM tersebut baru 18 November 2014 mengalami kenaikan dari sebelumnya premium Rp6.500 dan solar Rp5.500 per liter.

Pada kesempatan itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan sesuai kebijakan yang tertuang dalam peraturan pemerintah tersebut juga diputuskan harga BBM akan dievaluasi setiap bulan. Harga BBM 1 Januari 2015, asumsi yang dipakai adalah harga minyak 60 dolar AS per barel dan kurs Rp12.380 per dolar. Asumsi tersebut berdasarkan perhitungan periode 25 November 2014 hingga 24 Desember 2014.

Aceh Utara Minta 400 Ton Benih Padi untuk Korban Banjir

Banda Aceh, Aktual.co — Pemkab Aceh Utara meminta Kementerian Pertanian RI membantu 400 ton benih padi untuk korban banjir di kabupaten itu. 
Permintaan tersebut telah disampaikan melalui Dinas Pertanian Provinsi Aceh. Pasalnya, untuk meminta bantuan dari kementerian harus mendapatan rekomendasi dari dinas pertanian di tingkat provinsi.
“Total luas sawah yang terendam banjir, gagal panen itu sekitar 17.000 hektare. Kita ingin, minimal bisa memberikan bantuan benih untuk petani. Sehingga, benih itu bisa digunakan untuk menanam padi kembali,” kata Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib kepada Aktual.co, Rabu (7/1).
Pihaknya berharap Dinas Pertanian Aceh segera mengeluarkan rekomendasi tersebut agar bisa meminta Kementerian Pertanian untuk membantu petani di kabupaten itu.
Sekda Aceh Utara, Isa Anshari merincikan, kerugian banjir di sembilan sektor yaitu sosial keagamaan Rp1,629 miliar, perkebunan dan kehutan Rp.7.705 miliar lebih, pertanian dan peternakan Rp. 4.904 miliar lebih, kelautan dan perikanan Rp.218.219 miliar lebih, kesehatan Rp. 3.205 miliar lebih, Pendidikan Rp.52.740 miliar lebih.
Selanjutnya kerugian infrastruktur Bina Marga Rp270.019 miliar lebih, Cipta Karya Rp207.746 miliar lebih, Pengairan Rp71.897 miliar lebih, Perhubungan Rp7.430 miliar lebih dan Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Rp.7430 miliar. Total kerugian Rp845. 905.727.396.
“Kita harap, Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membantu Aceh Utara dalam mengatasi dampak banjir ini,” pungkas Isa Anshari. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dalam Enam Bulan, Jokowi Harus ‘Reshuffle’ Kabinet

 Jakarta, Aktual.co — Disaat publik lelah melihat politisi di era sebelumnya, masyarakat disegarkan presiden dan kabinet yang baru dalam pemerintahan. Dibalik itu, menuju seratus hari kerja Jokowi rakyat dibingungkan dengan naik-turunnya harga BBM. Agus Pambagio menilai ada sistem yang salah dalam pemerintahan.

Pemerintahan Jokowi dianggap rawan agenda yang tidak berhubungan dengan rakyat. “Jokowi perlu mengevaluasi kinerja kabinetnya. Setelah enam bulan Jokowi perlu mereshuffle kabinet kerja untuk menstabilkan kebijakannya”, jelas Agus, pemerhati kebijakan publik dan pemerhati sosial, Rabu (8/1), Jakarta.

Menurutnya, alasan evaluasi dilakukan dalam jangka waktu enam bulan untuk memonitor efektifitas kinerja kabinet. “Jika terlalu cepat dikhawatirkan munculnya masalah baru dalam pemerintahan”,  pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pabrik Petasan Rumahan Meledak, Pemilik Rumah Alami Luka Bakar

Jakarta, Aktual.co — Rumah sekaligus yang berfungsi sebagai pabrik petasan di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (7/1) meledak. Akibat ledakan tersebut merenggut korban, Samperi (65 tahun) yang mengalami luka bakar cukup serius.
Menurut saksi, Saibul Hanjali mengatakan, pada saat tiba di lokasi kejadian, korban sudah dalam kondisi duduk dan sekujur badannya mengalami luka bakar, termasuk rambut korban juga terbakar, namun masih dalam kondisi sadar.
“Ketika rumah tersebut meledak, hanya ada Samperi saja di dalam karena anggota keluarga lainnya sedang pergi,” kata di lokasi kejadian.
Setelah keluarganya datang, Samperi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
Sementara Sekretaris Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari Jun Eko Rakhmad, mengaku pada saat terjadi ledakan dia sedang berada di balai desa yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. 
Menurut dia, ledakan terdengar lebih dari dua kali, disusul dengan suara ledakan-ledakan kecil berdurasi sekitar 10 detik. Akibat ledakan tersebut, selain Samperi yang mengalami luka bakar, dua unit rumah juga mengalami kerusakan dan beberapa kaca rumah tetangganya pecah.
Sementara itu, kepolisian yang berada di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).”Hasil sementara, kami menemukan sisa-sisa bahan petasan,” kata Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto.
Kapolres mengaku, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab ledakan itu. Diduga, ada kecelakaan saat membuat petasan karena petugas menemukan banyak residu dan selongsong untuk petasan.
Selain itu, penyebab terjadinya kebakaran di rumah pembuat petasan diduga juga karena dua hal, yakni tekanan suhu yang kuat, atau percikan api rokok. Namun, dari hasil sementara olah TKP oleh Laboratorium Forensik Lapangan Polres Malang, dugaan rokok dikuatkan dengan temuan bungkus rokok dan korek didekat tempat meracik petasan.
Selain bungkus rokok, Labfor Polres Malang juga menemukan serbuk putih dan hitam yang diduga belerang, panci pembuat racikan, dan satu buah bondet. Menurut Kasatreskrim Kabupaten Malang AKP Wahyu Hidayat, hasil resmi olah TKP baru bisa dipastikan setelah Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur juga menyidik nantinya. “Saat ini, Tim Labfor Polda Jatim sedang dalam perjalanan menuju TKP,” kata dia.
Samperi, peracik petasan sekaligus korban ledakan tersebut sebenarnya sudah pernah digerebek Polres Kabupaten Malang dan Polsek Singosari. Namun pada saat penggebrekan itu, tidak ditemukan barang bukti sehingga tidak bisa dilakukan penangkapan.
“Sekitar 3 bulan lalu kami menggerebek lokasi ini, tapi tidak ada hasil,” kata Kapolsek Singosari AKP Deky.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kadin: Tim Faisal Basri Harusnya Sentuh Hulu Migas

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komite Tetap Hulu Migas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Firlie Ganinduto mengingatkan tim Reformasi Tata Kelola Migas RTKM agar tidak melulu menyasar permasalahan sektor migas di hilir.

“Harusnya mereka menyentuh sektor hulu juga, karena mafia migas itu bukan hanya di hilir tapi sumbernya di hulu juga,” kata Firlie saat ditemui di hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, sektor hulu yang mencakup penjualan minyak dan gas sangat berpotensi dimasuki mafia.

“Jadi harusnya menyentuh ke hulu dan hilir, harusnya menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar tim yang dipimpin Faisal Basri itu menyentuh tata kelola seperti bagaimana ke depannya lembaga adwork SKK Migas dan seperti apa pengelolaannya seperti.

“Jadi harus dilihat mana yang lebih baik pola pengaturan kepengawasan ini. Sehingga yang diutamakan itu agar eksplorasi migas kita tetap digalakan. Jangan merusak iklim investasi di Indonesia,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, wajar jika tim RTKM memprioritaskan masalah hilir, karena memang masalah yang dihadapi Pemerintah saat ini adalah masalah subsidi, masalah impor BBM. Ini cukup besar.

“Angka value nya cukup besar. Jadi memang menjadi prioritas. Dan mungkin juga karena alasan besarnya volume atau dampak kepada keuangan negara jadi menjadikan prioritas terhadap investigasinya mereka,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Tangkap Pemasok Narkoba Fariz RM

Jakarta, Aktual.co —  Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial MSA alias A (33) yang diduga sebagai pemasok narkoba kepada musisi Fariz Rustam Munaf.
“Bersadarkan pemeriksaan, ternyata pada tanggal 4 Januari 2015 pukul 14.00 WIB, tersangka MSA menawarkan barang kepada Fariz,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Hando Wibowo di Jakarta, Rabu (7/1).
Hendo menjelaskan penangkapan tersangka MSA terjadi pada hari Senin (5/1) pukul 23.30 WIB di sebuah pompa bensin di Jalan Veteran, Jakarta Selatan, atau sehari sebelum Fariz tertangkap pada Selasa (6/1).
Dari tersangka MSA, polisi berhasil mengamankan beberapa gram sabu, dua alat hisap, papir, beberapa gram ganja, sejumlah ekstasi, timbangan, uang, dan telepon genggam.
Sementara itu, barang yang diamankan dari Fariz yang membeli barang dari MSA berupa 0,5 gram heroin, lintingan ganja sisa terbakar seberat 0,5 gram, sebuah bong, dan delapan buah cangklong atau pipa pembakar tembakau.
“Itu adalah barang yg diberikan MSA kepada Fariz. Dari hasil pemeriksaan MSA biasa memberikan barang kepada Fariz,” kata Hando.
Selain itu, Hando menjelaskan dalam pemeriksaan tersangka, MSA mengaku mendapatkan narkoba di daerah Mampang, Jakarta Selatan, dari pria berinisial D dan Z yang masih dalam pengejaran polisi.
Hando menjelaskan pihaknya sengaja tidak mengumumkan penangkapan MSA pada Senin (5/1) guna kepentingan penyidikan sehingga lebih dahulu mengumumkan penangkapan Fariz RM.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain