12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41513

Aksi PRT Mogok Makan dan Merantai Diri

Puluhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang tergabung dalam Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), melakukan aksi mogok makan dan merantai diri di depan gedung DPR, Selasa (25/11/2014). Dalam aksi tersebut para Pembantu Rumah Tangga (PRT) menuntut Penetapan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga & Ratifikasi Konvensi ILO 189 Situasi Kerja Layak dalam Prioritas Prolegnas 2015 & Pembahasan Segara. AKTUAL/MUNZIR

Ekonom: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen Susah Tercapai

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi dari Institur Pertanian Bogor (IPB), Suhana mengatakan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro sebesar 5,8 persen pada 2015 mustahil dicapai.

Mengingat kondisi ekonomi saat ini dalam keadaan yang belum stabil, target tersebut susah untuk dicapai.

“Kalau melihat kondisi sekarang, agak susah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,8 persen. Inflasi sekarang sangat dipengaruhi kenaikan harga BBM,” ujar Suhana yang dihubungi wartawan Aktual, di Jakarta, Selasa (25/11).

Lebih lanjut dikatakan politik Indonesia masih jauh dari stabil. Pasalnya, hubungan antara pemerintah dan DPR yang sampai saat ini belum membaik akan berpengaruh pad pertumbuhan ekonomi mendatang.

“Ditambah lagi kondisi politik yang jauh dari kata stabil, hubungan pemerintah dengan DPR juga masih belum membaik. Ini akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tahun mendatang. Pasang target tinggi boleh, tapi harus realistis,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2014 sebanyak 5,1 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan pada kuartal ketiga tahun 2013 yang sebesar 5,8 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ratusan Bangunan Liar Di Bekasi Dibongkar

Sebanyak 190 bangunan liar semi permanen dirobohkan dengan alat berat jenis beko di sepanjang KH Noer Ali mulai dari Sumber Artha menuju Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/11/2014). Bangunan tersebut berdiri di atas lahan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II yang berdiri sudah puluhan tahun. Pembongkaran tersebut untuk penataan jalur pedestrian. AKTUAL/Azzi Yuphikatama

Pembahasan Perpu 1/2014 Dilakukan Awal Januari

Jakarta, Aktual.co — Pembahasan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota akan dibahas pada awal Januari 2015.
Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Husni Kamil Manik, di Jakarta, Selasa (25/11).
“KPU sudah menyampaikan bahwa akan konsentrasi pada berlakunya Perpu Nomor 1 dan 2 Tahun 2014 yang mengarah pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah secara langsung tahun 2015,” katanya.
Menurut Husni, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan diri untuk penyelenggaraan diskusi awal Januari 2015 tersebut, di mana masyarakat sipil pun harus melakukan pemantauan terhadap isi pembahasan di dalamnya.
“Dengan adanya pemantauan dari masyarakat sipil, maka praktek demokrasi, hak-hak sipil dan apa yang hendak diwujudkan dapat tercapai,” ujarnya.
Dia menuturkan pihaknya berterima kasih atas kontribusi semua pihak yang mau ikut serta dalam upaya penguasaan demokrasi.
“Perjuangan kita belum selesai walaupun pemilu 2014 sudah selesai, karena ada tugas baru yang harus diemban,” katanya lagi.
Dia menjelaskan perpu tersebut tidak hanya akan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetapi juga KPU dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).
“Kami akan memaksimalkan waktu yang ada untuk fokus pada satu opsi, karena kami belum memahami opsi dua yang dimaksud seperti apa dan ini membutuhkan waktu guna mendalami,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertemu Menteri Singapura, Ahok Bahas Kerjasama di Sektor Air dan Energi

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Jakarta Ahok bertemu dengan Menteri Negara Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura Teo Ser Luck untuk bertukar pengalaman mengenai negaranya masing-masing. Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Kota, Selasa (25/11).
“Kita membahas kemungkinan investasi Singapura di Jakarta,” ujar Ahok.
Ia mengatakan negara Singapura adalah negara yang maju, sehingga jika Jakarta ingin menjadi kota yang maju, bisa mencontoh Singapura yang notabene adalah negara tetangga Indonesia.
“Dia (Singapura) udah punya pengalaman, baik ngolah air atau limbah. Malah dia enggak punya sumber air minum kan. Dia tempatnya terbatas,” ujarnya.
Ia mengatakan Jakarta dan Singapura dapat bekerjasama dalam membangun kawasan industri, reklamasi, pengolahan air limbah, pembangkit listrik, dan lainnya.
Sementara itu, Teo Ser Luck mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan Ahok dan saling bertukar pikiran mengenai visi dan misi wilayahnya masing-masing.
“Kita sudah diskusi dengan Gubernur dan visi Beliau jelas. Sektor apa aja yang Beliau mau kita lihat dan bgmn Beliau mau bangun Jakarta sebagai kota yang seperti apa,” ujarnya.
Mr. Teo mengatakan kemungkinan pihaknya akan berkontibusi di Jakarta dalam sektor air dan energi.
“Kami memliki pengetahuan dan sudah kami terapkan dalam membangun Singapura. Kami berharap untuk mengulangi kesuksesan yg sama dari Singapura ke Jakarta,” ujarnya.
Selain membahas air dan energi yang merupakan kebutuhan mendasar. Mereka juga membahas menngenai logistik dan pelabuhan serta transportasi.
“Di Singapura, kami telah membangun kota kami selama 50 tahun. Kami membangun infrastruktur dan mengembangkan perusahaan-perusahaan. Kami berharap untuk membawa perusahaan-perusahaan ini untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dalami Kasus Wisma Atlet, KPK Periksa Forest Jieprang

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi terus melengkapi berkas penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna di Sumatera Selatan tahun 2010-2011.
Dalam rangka itu KPK memanggil Forest Jieprang yang merupakan Konsultan Perencana Gedung serbaguna yang dipersiapkan untuk SEA Games 2011.
“Forest Jieprang dipanggil untuk tersangka RA (Rizal Abdullah),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Selasa (25/11).
Diketahui pada November 2011 silam, Forest Jieprang pernah bersaksi untuk terdakwa kasus suap wisma atlet, Wafid Muharam di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Dalam kesaksiannya Forest mengaku mendapatkan fee sebesar Rp 1,651 miliar dari PT Duta Graha Indonesia  hanya dengan membuat gambar gedung Wisma Atlet SEA Games.
Sementara, Rizal Abdullah selaku Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet, disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Rizal diduga melakukan mark up atau pengelembungan anggaran pada kedua proyek tersebut. Kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 25 miliar

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain