19 April 2026
Beranda blog Halaman 41718

Yayasan Aids: Baru 35 Persen Anak Muda di Indonesia Tahu Aids

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komite Yayasan AIDS Indonesia dr. Sarsanto W Sarwono, SPOG mengatakan baru 35 persen anak muda di Indonesia yang mengetahui HIV/AIDS.

“Padahal target MDGs tahun 2015, ada 95 persen yang tahu,” kata Sarsanto di Jakarta, Senin.

Menurut Sarsanto, salah satu yang menjadi penyebab baru 35 persen remaja yang tahu HIV/AIDS adalah ketidakpedulian.

Untuk itu, ia menilai lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada remaja.

Ia berharap anak muda Indonesia bebas HIV/AIDS, narkoba dan kehamilan yang tidak diinginkan.

“Yang penting, ‘say no to free sex’ dan ‘say no to drugs’,” kata Sarsanto.

Ia melanjutkan target yang ingin dicapai oleh YAI tahun ini adalah nol infeksi, nol diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan nol kematian karena HIV.

Tetapi, ia merasa target tersebut cukup sulit dicapai karena baru 20 persen, sekitar 150.246, orang yang terdaftar mengidap HIV/AIDS.

“80 persen masih di bawah, ini fenomena gunung es,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Mardiasmo Targetkan Perkecil “Shortfall” Penerimaan Pajak

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Mardiasmo berjanji untuk mengupayakan agar kekurangan realisasi penerimaan pajak dari target (shortfall) dapat diperkecil hingga akhir 2014 jika dibandingkan dengan besaran perkiraan kekurangan sebelumnya.

“Kan kemarin Pak Fuad bilang realisasi penerimaan diperkirakan 94 persen. Pak Menteri ingin lebih dari itu dong. Nah, ini sudah kami catat. Kami akan lihat satu per satu. Nanti akan saya petakan, mana yang yang kurang, saya ingin ‘one on one’ langsung dengan kepala kantor wilayah (kakanwil),” kata Mardiasmo di Jakarta, Senin (1/12).

Mardiasmo menargetkan kisaran optimistis bahwa kekurangan dapat tertutupi sehingga penerimaan pajak dapat terealisasi 100 persen. Namun, dia mengakui bahwa tantangan otoritas pajak dalam satu bulan terakhir menjelang tutup tahun sangatlah berat karena realisasi penerimaan pajak per 14 November 2014 saja baru mencapai 75,73 persen atau Rp812,1 triliun.

“Ya, kalau target (penerimaan), sih, pengennya 100 persen. Saya akan lihat ‘case by case’ celahnya di mana? Kekurangannya di mana?” kata dia.

Setelah dilantik Senin siang ini, Mardiasmo mengaku akan langsung menggelar rapat internal dengan jajaran Direktorat Jenderal Pajak dan jajaran pimpinan Kementerian Keuangan untuk mengevaluasi kelemahan dalam upaya meingkatkan penerimaan pajak, baik dari sisi metodenya maupun kinerja aparatur pajak.

Dirinya juga akan menghubungi langsung para kepala kantor wilayah untuk mengetahui hambatan selama ini, dan terobosan apa yang akan dilakukan untuk melipatgandakan penerimaan pajak ke depannya, mengingat Presiden Joko Widodo sudah meminta penerimaan pajak dapat mencaai Rp1.200 triliun pada tahun 2015.

“Saya ingin tahu hambatannya apa? Masalahnya apa? Kalau masalah pada eksternal, Presiden kan sudah janji akan ‘back up’. Jadi, kondisi di lapangan seperti apa?” ujarnya.

Mardiasmo enggan berspekulasi mengenai kemungkinan masih besarnya kekurangan penerimaan pajak pada akhir 2014.

Dia mengatakan bahwa kemungkinan kekurangan itu ada. Namun, aparatur pajak juga sudah mengantisipasi agar besaran kekurangan itu tidak makin besar.

“Saya belum bisa sampaikan sekarang karena kan masih baru. Ini saya akan rapat dulu hingga malam. Nanti baru deh berikan waktu, ya, tiga hari atau dua hari. Kira-kira kakanwil mana yang akan sangat didorong,” ujarnya.

Hingga 14 November 2014, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp812,1 triliun. Dengan target dalam APBN Perubahan sebesar Rp1.072,3 triliun, berarti Ditjen Pajak, dalam satu setengah bulan harus memperoleh penerimaan pajak sebesar Rp260,2 triliun.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan optimistis bahwa pada bulan Desember 2014, seperti tren-tren pada tahun sebelumnya, setoran pajak dapat bertambah drastis.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri Rini Setuju Pertamina Jual Obligasi di Lantai Bursa

Jakarta, Aktual.co —   Agar menjadi perusahaan plat merah yang transparan, Menteri BUMN Rini Soemarno mengusulkan Agar PT Pertamina (Persero) masuk ke pasar saham. Akan tetapi, Pertamina tidak akan menjadi perusahaan terbuka (Tbk), hanya menjadi emiten obligasi.

“Saya setuju kalau Pertamina mengeluarkan obligasi utang ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadi Pertamina akan lebih terbuka untuk masyarakat,” kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (1/12).

Kendati demikian, lanjut dia, untuk mencapai transparansi sebetulnya Pertamina tidak harus menjadi listed company di lantai bursa, cukup dengan melaporkan manajemen keterbukaan setiap tiga bulan.

“Manajemen keterbukaan memang harus dilakukan. Tapi karena Pertamina utangnya juga besar, saya rasa tidak ada salahnya menjual utang obligasinya,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemko Banda Aceh Musnahkan Ribuan Botol Miras

Banda Aceh, Aktual.co — Pemerintah Kota Banda Aceh memusnahkan 1.531 botol/kaleng minuman keras (Miras) di halaman Balai Kota Banda Aceh seuasi apel gabungan PNS, Senin (1/12).
Pemusnahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Hj Illiza Saaduddin Djamal. Setelah itu, ribuan miras ini dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat.
“Saya apresiasi kinerja Satpol PP dan WH. Ini menunjukkan aparatur pemerintah siap berhadapan dengan siapa saja yang melanggar aturan di Banda Aceh,” kata Wali Kota.
Disebutkan, pihanya sangat prihatin karena ternyata masih banyak orang-orang yang mencoba mengambil keuntungan dengan jalan merusak generasi muda kita. 
Untuk itu, Satpol PP dan WH diminta konsisten melakukan upaya penertiban dan penegakan Syariat Islam sehingga mampu memberikan efek jera bagi pelaku dan mampu menyelamatkan keluarga, lingkungan dan generasi muda dari pengaruh barang haram itu.
Kepala Satpol PP Banda Aceh Rita Pujiastuti mericinkikan minuman itu disita dari sejumlah hotel, cafe, restoran, kios dan swalayan di tepi Krueng Aceh dan Pasar Peunayong, Banda Aceh. 
“Pemiliknya tidak bisa kita proses dengan qanun syariat, karena non muslim,” kata Rita. 
Pihaknya telah menegur pemilik usaha itu dan jika membandel akan menutup usaha tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Vaksin, Polisi Sita Tanah 91 Hektar Milik Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Direktorat Tipikor Bareskrim Polri melakukan penyitaan tanah seluas 91 hektar terkait kasus korupsi pengadaan vaksin flu burung di Kementerian Kesehatan, Senin (1/12).
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan tanah yang disita tersebut merupakan milik tersangka Tunggul P. Sihombing.
“Hari ini kembali dilakukan penyitaan tanah dan bangunan di Blok Cempaka l, Kampung Nyak Lindung, Desa Pabuaran, Suka Makmur, Jonggol, Kabupaten Bogor,” kata Agus di Mabes Polri, Senin (1/12).
Sebelumnya, penyidik juga telah menyita beberapa unit tanah dan bangunan milik seseorang bernama Tunggul. Dalam penyitaan tersebut, polisi menyita tujuh unit rumah dengan luas tanah 942 meter persegi dan dua bidang tanah masing-masing seluas 340 meter persegi dan 640 meter persegi beralamat di Jalan Ceger Raya Kompleks Iwapi Jurangmangu, Pondok Aren, Tangsel.
“Pelaksanaan penyitaan aset berupa tanah dan bangunan ini disertai dengan tindakan pemasangan papan tanda penyitaan,” kata Arief di Mabes Polri, Jumat (28/11).
Tunggul merupakan Pejabat Pembuat Komitmen di Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek Pekerjaan Pengadaan Peralatan Pembangunan Fasilitas Produksi, Riset, dan Alih Teknologi Vaksin Flu Burung untuk Manusia pada tahun anggaran 2008-2010.
Tersangka memberikan kemudahan pada vendor yakni PT Anugrah Nusantara, perusahaan milik Muhammad Nazaruddin yang mengerjakan pembangunan fasilitas produksi, riset, dan alih teknologi vaksin flu burung. Dalam kasus tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp 740 miliar.
Dalam pengembangan kasus, penyidik telah memeriksa 44 orang saksi dan melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, salah satunya rumah Tunggul di Tangerang Selatan.
Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa peralatan untuk produksi vaksin flu burung, sejumlah dokumen, serta uang hasil pengembalian sebesar Rp 224 juta dan 47.600 dolar Amerika.
Atas perbuatannya, Tunggul dikenakan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.
Selain itu, tersangka juga akan dikenakan Pasal 33 UU No. 25/2003 tentang Tindak Pidan Pencucian Uang dengan ancaman hukuman kurungan pidana 5-15 tahun dan denda Rp 100 juta hingga Rp 15 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Tanggapan Akbar Tandjung soal LPJ Ical

Denpasar, Aktual.co — Laporan pertanggungjawaban Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014 telah disampaikan kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) ke IX, di Bali, Snin (1/12).

Untuk selanjutnya, peserta Munas akan memberi tanggapannya terhadap LPJ Ical.

Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung sudah memiliki penilaian tersendiri soal LPJ Ical.

“Laporan pertanggungjawaban disampaikan lengkap dan komprehensif sekitar 1,5 jam menggambarkan langkah yang dilakukan DPP dalam waktu lima tahun,” kata Akbar di lokasi Munas Golkar, di Nusa Dua, Bali, Senin (1/12).

Namun Akbar mengakui jika ada kekurangan selama Ical menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar. Khususnya berkaitan perolehan suara dalam membawa anggota legislatif dan mengakui ketidakberhasilan sebagai calon presiden dan wakil presiden.

“Disampaikan secara jujur. Tetapi juga menyampaikan dari segi prestasi politik pemilihan kepala daerah, prestasi menggembirakan. Target 51 persen,” kata Akbar.

Selain itu, selama kepemimpinan Ical, keberadaan Golkar di Koalisi Merah Putih sangatlah strategis. Yaitu berhasil mendudukkan kadernya sebagai pimpinan DPR dan MPR.

“Golkar bersama KMP telah menduduki jabatan politik di berbagai kelembagaan DPR baik di pusat dan MPR,” kata Akbar.

“Golkar menjadi kekuatan penyeimbang.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain