21 April 2026
Beranda blog Halaman 41849

CEO PSIS: Hukuman Komdis Sangat Berat

Jakarta, Aktual.co — Chief Executive Officer (CEO) PT Mahesa Jenar Semarang selaku pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengakui hukuman yang diberikan Komisi Disiplin PSSI kepada para pemain PSIS memang sangat berat.

“Ketika didiskualifikasi oleh Komdis PSSI, kami menerima, kami legawa. Ternyata, hukumannya belum cukup, yakni ditambah larangan bermain kepada sejumlah pemain, pelatih, dan sebagainya,” ujar Yoyok di Semarang, Jawa Tengah, ditulis Kamis (27/11).

Bahkan, kata dia, masih ada ancaman hukuman yang bisa memperberat langkah PSIS, yakni degradasi dari Divisi Utama jika sampai ditemukan keterlibatan pihak luar dalam dugaan “match fixing” (pengaturan skor).

Ia menyatakan keberaniannya disumpah dengan cara apapun bahwa, tidak pernah memerintahkan untuk melakukan gol bunuh diri, apalagi sampai melakukan “match fixing” dalam pertandingan PSIS dan PSS Sleman.

“Itu spontanitas melihat kondisi yang tidak kondusif di lapangan. Namun, yang jelas, saya siap bertanggung jawab. Saya siap dihukum oleh Komdis PSSI. Jangan hukum para pemain PSIS,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eggi: Komisi III akan Gelar RDPU Kasus Tranjakarta

Jakarta, Aktual.co — Pengacara Eggi Sudjana telah mengirimkan surat perlindungan hukum dan pembentukan pansus Tranjakarta TA 2013.
Dalam surat bernomor 025/ESP-HA/PMHN/XI/2014 itu, Eggi Sudjana cs berharap anggota dewan mengkaji dan mencermati ketidakadilan hukum terhadap klien mereka, Udar Pristono, yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus pengadaan bus TransJakarta.
“Kami harap Komisi III membentuk panitia khusus (pansus) Bus TransJakarta untuk mengawal penanganan perkara yang kuat dugaan melibatkan Presiden Joko Widodo, yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta,” ujarnya, Rabu (26/11). 
Perlu diketahui, tambah Eggi, secara hukum harusnya ini kasus perdata tapi Kejaksaan Agung menjadikan kasus ini tipikor (tindak pidana korupsi). Maka konsekuensinya Jokowi harus jadi tersangka tipikornya.
Eggi juga menjelaskan, bahwa Komisi III sudah menerima suratnya dan akan akan menindaklanjuti kasus bus TransJakarta dengan menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) Selasa besok (2/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Walikota: Pikirkan Nasib Pemain PSIS

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengajak seluruh pihak terkait untuk memikirkan masa depan pemain PSIS Semarang, seiring sanksi yang diberikan Komisi Disiplin PSSI.

“Kalau toh nanti keputusan (sanksi, red.) tidak bisa diubah, yang paling penting terus nasib pemain ini (PSIS) siapa yang mikir? Ayo kita pikir bareng-bareng,” katanya di Semarang, Jawa Tengah, ditulis Kamis (27/11).

Hal itu diungkapkannya usai “Silaturahmi dan Ramah Tamah Pemkot Semarang dengan Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan Panitia Kejurprov Piala Gubernur Jateng XXXIV.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengakui beratnya sanksi yang diberikan Komdis PSSI terhadap PSIS, terutama sampai ada sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup yang dijatuhkan pada pemain.

“Daripada mendiskusikan hal-hal yang sudah lewat, yang paling penting ‘pie saiki carane, pie sing’ (bagaimana sekarang) dihukum seumur hidup kalau tidak ada keputusan yang lebih baik,” tukasnya.

Pemain yang terkena sanksi bermain dan beraktivitas sepak bola seumur hidup, kata dia, tentunya perlu dipikirkan kelangsungkan masa depannya, misalnya diberi pekerjaan untuk menopang hidup.

“Mereka ini ‘diurusine model piye?’ (diurusi model bagaimana?), dikasih pekerjaan model apa, supaya mereka bisa hidup. Kalau ‘ndak’ bisa, ya, percuma kita mendiskusikan hal-hal ini,” katanya.

Menurut dia, persoalan yang penting untuk dipikirkan adalah kelangsungan para pemain PSIS yang terkena sanksi seumur hidup ke depannya, termasuk pada pemain-pemain lain yang mungkin hanya korban.

“Jangan sampai, saya berharap tidak ada korban dari peristiwa ini. Maksudnya korban, adalah para pemain yang mestinya mereka tidak mempunyai beban kesalahan, tetapi harus menjadi korban,” pungkas Hendi.

Seperti diwartakan, Komdis PSSI memberikan hukuman bervariatif kepada pelatih, manajer, “official”, pemain di lapangan, hingga pemain cadangan PSIS dan PSS berupa larangan beraktivitas sepak bola dan denda.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Tak Transparan, Dasar Interpelasi DPR

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Eki Awal Muharram mengatakan bahwa salah satu alasan DPR RI menggunakaan hak interpelasi, karena menilai pemerintah tidak transparan terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.
Karena, pada saat pemerintah menaikkan harga tidak ada tekanan apapun yang dialami pemerintah.
“Justru itu yang akan kita tanyakan jadi pemerintah harus mau transparan, konsederan menaikan harga BBM. Karena pada saat ini tdak ada tekanan harga minyak dunia, tidak ada tekanan fiskal,” ucap dia, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
“Justru dampak dari kenaikan harga BBM ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi kita melambat dengan inflansi tinggi, dan jangan lupa tahun lalu kita sudah menaikan BBM sebesar Rp2 ribu juga, dampaknya masih terasa sampai sekarang,” tambah dia.
Salah satu inisiator penggalang hak interpelasi itu pun menjelaskan bahwa setiap kenaikan Rp1000 saja mengakibatkan inflasi sebesar 1,2 persen, apalagi kenaikan mencapai angka Rp2000 tentu 2,4 persen. Dan keadaan itu membuat harga barang-barang secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama terus-menerus.
“Akan tetapi untuk harga bahan pokok itu naiknya berlipat-lipat, sembako itu luar biasa (kenaikannya). Seharusnya pemerintah bisa melakukan terobosan untuk memperbaiki dahulu kebijakan energiya. Seperti terkait listrik, itu listrik Rp1 triliun lebih. Padahal PDIP juga punya buku putih, kenapa tidak di tes case kan dulu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Erdogan Kecam Kekerasan AS Menyangkut Suriah

Jakarta, Aktual.co — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam “kekasaran” Amerika Serikat menyangkut kemelut Suriah, menandakan perluasan ketegangan Washington dengan Ankara beberapa hari setelah pertemuannya dengan Wakil Presiden Joe Biden.

Hubungan AS dengan Turki tegang dalam beberapa bulan belakangan, karena keengganan pemimpin Turki melakukan campur tangan militer dalam gerakan pimpinan AS terhadap kelompok garis keras IS (Negara Islam), yang menguasai daerah luas di Irak dan Suriah.

Dalam satu indikasi ketegangan yang tetap ada antara dua sekutu NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) itu, Erdogan menuduh AS “kasar” karena mendesak Turki membantu menyelamatkan kota Kbane Suriah, yang terletak dekat perbatasan Turki.

“Mengapa mereka datang ke kawasan ini dari 12.000 km jauhnya,” kata Eerdogan dalam satu pidato pada satu kelompok pengusaha di Ankara, mengacu secara jelas AS, dikutip AFP, Kamis (27/11).

“Saya ingin anda mengetahui bahwa kita menentang kekasaran, kesemberonoan dan tuntutan-tuntutan yang tidak ada habis-habisnya,” katanya.

Biden secara langsung menyakitkan hati Erdogan bulan lalu dengan menyatakan kebijakannya mendukung pasukan pemberontak di Suriah telah membantu mendorong bangkitnya kelompok garis keras IS, satu pernyataan meremehkan yang membuat Erdogan memperingatkan bahwa hubungan dengan orang nomor dua AS dapat merupakan “sejarah”.

Washington mendesak Ankara menggunakan pangkalan udara Incirlik di Turki selatan dengan jet-jet AS melancarkan serangan-serangan terhadap IS.

Tetapi Turki menolak tunduk pada tekanan itu, dengan menetapkan beberapa syarat bagi peran lebih besar dalam koalisi itu.

“Mereka menonton ketika tiran (Presiden Bashar al-Assad) membunuh 300.000 orang. Mereka tetap bungkam dalam menghadapi kekejaman Bashar dan kini mereka melancarkan ‘unjuk hati nurani’ melalui Kobane,” kata Erdogan.

“Kita akan menyelesaikan masalah-masalah kami tidak dengan bantuan ‘negara adidaya” tetapi dengan bantuan rakyat kita,” katanya Biden mengakhiri kunjungan tiga harinya di Turki tanpa satu terobosan mengenai kerja sama militer dalam krisis Suriah.

Tetapi pernyataan-pernyataan Erdogan itu bertentangan dengan penilaian yang relatif tidak keras dari para pejabat AS bahwa pertemuan dengan Biden itu membawa posisi kedua negara itu lebih dekat.

Erdogan, menuduh Barat datang ke kawasan itu untuk “minyak”.

“Saya selalu bertemu dengan mereka tetapi itu tidak jauh ketimbang apa yang saya katakan. Mereka tidak memiliki kepekaan . Mereka hanya memiliki kepekaan: minyak, minyak, minyak” katanya.

Sejauh ini, dukungan satu-satunya Turki pada koalisi itu adalah mengizinkan satu kontingen pasukan peshmerga Kurdi Irak melintasi daerah Turki menuju Kobane untuk memerangi para petempur IS.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Minta PSSI Segera Evaluasi Diri

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi meminta PSSI segera melakukan evaluasi diri, seiring dengan prestasi kurang maksimal pada Tim Nasional Indonesia, baik junior maupun senior.

Timnas Indonesia U-19 yang digadang-gandang mampu lolos ke Piala Dunia U-20 gagal total. Begitu juga dengan Timnas Senior yang kalah telak 0-4 dari Filipina pada Piala AFF 2014 di Hanoi, Vietnam, Selasa (25/11).

“Ini adalah momentum yang tepat bagi PSSI untuk melakukan evaluasi diri. Kita akan menunggu apakah mau berubah atau tidak,” kata Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (26/11).

Selain evaluasi diri, kata dia, federasi sepak bola Indonesia juga harus instropeksi diri atas fenomena yang terjadi saat ini. Menurut dia, saat ini banyak masukan dari masyarakat yang menginginkan kebangkitan sepak bola Indonesia.

“Jangan seenaknya sendiri. Yang jelas, kami terus mendapatkan desakan dari masyarakat. Hingga saat ini ada 10 ribu mention yang saya terima,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Kekalahan Timnas Garuda dari Filipina merupakan hal yang cukup menyedihkan bagi pecinta sepak bola Indonesia. Betapa tidak, selama ini tim yang berjuluk The Azkals itu selalu mengalami kekalahan jika bertemu Timnas Indonesia.

Ditanya apakah Kemenpora akan melakukan tindakan tegas kepada PSSI, pengganti Roy Suryo itu belum memberikan pernyataan dengan tegas. Pihaknya masih akan menunggu hasil pertandingan terakhir fase grup melawan Laos, Jumat (28/11).

“Kita akan lihat dulu apakah PSSI akan melakukan evaluasi diri atau tidak. Untuk kebijakan lebih lanjut, kami terlebih dahulu akan melakukan koordinasi diinternal kami,” katanya menegaskan.

Timnas Indonesia saat ini dalam kondisi kritis karena baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan. Kemenangan melawan Laos merupakan harga mati meski belum tentu bisa membawa timnas menuju babak semifinal.

Jika ingin masuk babak selanjutnya, anak asuh Alfred Riedl harus mampu menang dengan banyak gol dengan catatan Vietnam harus kalah dari Filipina. Jika pertandingan Vietnam melawan Filipina berakhir seri maka pupus sudah langkah Timnas Garuda di Piala AFF 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain