12 April 2026
Beranda blog Halaman 41901

Siap Berjibaku Antisipasi Banjir, Ini Kesiapan Kondisi Pompa di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pengendali Banjir Dinas Pekerjaan Umum DKI, Warsito, mengakui ada 141 pompa untuk persiapan menghadapi banjir di DKI Jakarta yang rusak karena tersangkut sampah rumah tangga.
Secara umum dia membeberkan kesiapan pompa air di Jakarta saat ini.
Di wilayah Jakarta Barat, ada 149 pompa air dengan rincian 100 pompa stasioner, 45 pompa mobile, dan empat pompa underpass.‎ Dari ratusan pompa yang tersebar di 32 rumah pompa di delapan kecamatan, 104 berkondisi baik dan 45 pompa lainnya berkondisi rusak. 
‎Di wilayah Jakarta Pusat, kata dia, total pompa air berjumlah 120 unit. Yang terdiri dari 78 pompa stasioner, 24 pompa mobile, dan 18 pompa underpass. Pompa air yang dinyatakan masih dalam kondisi baik berjumlah 100 unit, sedangkan 20 unit rusak. 
‎”Pompa tersebut tersebar di 23 rumah pompa di wilayah Jakarta Pusat,” ujarnya, Senin (24/11).
Untuk Jakarta Selatan, 41 pompa berkondisi rusak dan 77 pompa dinyatakan masih baik. Jumlah pompa air di wilayah itu berjumlah 113 unit dengan rincian 66 pompa stasioner, 27 pompa mobile, dan 20 pompa underpass.
Di Jakarta Timur, tujuh unit pompa dalam kondisi rusak dan 49 dinyatakan baik. Total pompa di wilayah itu 56 unit, terdiri dari 28 pompa stasioner, 18 pompa mobile, dan 10 pompa underpass.
Sedangkan di Jakarta Utara, kata Warsito, total pompa air yang rusak tercatat ada 28 unit. Yang masih berkondisi baik ada 89 unit. ‎Total pompa air di wilayah itu 117 unit dengan rincian 100 pompa stasioner dan 17 pompa mobile. “Di Jakarta Utara tidak ada pompa underpass.”

Artikel ini ditulis oleh:

Buruh di DKI Jakarta Tak Terima Penetapan UMP

Jakarta, Aktual.co — Buruh yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya masih belum bisa menerima hasil penetapan terhadap upah minimum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta.
“Kami menolak dan tidak menerima hasil penetapan upah minimum tersebut karena tidak sesuai dengan kelayakan kehidupan buruh,” kata Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi di Jakarta, Senin (24/11).
Ia mengatakan, penetapan upah minimum di Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Tangerang, Serang, Provinsi Sumatera Utara, Kota Batam dan kota lainnya dianggap masih kecil dari yang diharapkan.
Untuk itu para buruh akan terus melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk perlawanan dan penolakan terkait upah yang telah ditetapkan tersebut.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menyatakan upah minimum yang ada di Indonesia saat ini harus naik 30 persen dari tahun-tahun sebelumnya.
“Upah minimum untuk para buruh di Indonesia saat ini kami nilai rendah apabila dibandingkan dengan negara lainnya,” tuturnya.
Untuk itu KSPI menuntut agar pemerintah mengambil langkah serius guna menaikkan upah minimum 2015 nantinya sebesar 30 persen. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan upah dengan negara lainnya.
Dikatakannya, Ia telah menganalisa terkait tiga masalah utama adanya upah murah di Indonesia yang pertama Jumlah komponen kebutuhan hidup layak (KHL) berjumlah 60 item dan itu masih jauh dari kebutuhan riil pekerja lajang, setidaknya masih ada 24 kebutuhan pekerja lajang yang belum masuk.
Kedua, penetapan KHL hanya berdasarkan pada survei hingga bulan Oktober dan tanpa menggunakan sistem proyeksi dan regresi untuk memproyeksikan kebutuhan hidup di tahun berikutnya.
Akibat dari survei KHL pada tahun sebelumnya digunakan untuk untuk kebutuhan hidup di tahun depan. Alhasil segala KHL yang telah disurvei oleh pemerintah pada tahun sebelum tidak berguna untuk tahun mendatang.
Ketiga, penetapan upah dengan KHL yang bermasalah itu semakin diperparah dengan adanya kebijakan penetapan upah minimum yang selama bertahun-tahun senantiasa ditetapkan jauh di bawah angka KHL.
“Tiga analisa itu efek dari permasalahan KHL dan sangat merugikan buruh di Indonesia karena selalu mendapat upah di bawah kehidupan layak mereka,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Latih Motorik dan Sensorik Anda dengan Gundam

Jakarta, Aktual.co — Berawal dari sebuah serie anime di Jepang yang bernama Mobile Suit Gundam, merakit Gundam dapat melatih sensor motorik dan sensorik. Pernyataan tersebut  dilontarkan oleh Head of Marketing MAP Active, Ade Sarah di ‘Indonesia Gunpla Builders World Cup Competition 2014’ (GBWC 2014) di Jakarta.

“Di Indonesia penggemar Gundam cukup banyak. Dan, beberapa manfaat ketika bermain Gundam, yakni dapat melatih motorik dan sensorik,” kata Ade Sarah, demikian seperti dikutip dari ANTARA.

 Pemilik salah satu komunitas Gundam Indonesia, Blublek Studio, Ifan Cusianto mengatakan merakit Gundam bisa menghilangkan stres. “Salah satu penelitian di Jepang menemukan bahwa bermain Gundam bisa menambah IQ seseorang. Karena perakit Gundam dituntut untuk berimajinasi,” beber  Ifan. “Selain itu, bisa melepaskan stress,” tambahnya.

Ifan kembali mengatakan Gundam merupakan tradisi di Jepang untuk mendidik anak-anak, tetapi dengan media berbeda. “Jepang berhasil dengan menggunakan metode belajar menyenangkan seperti ini, kenapa kita tidak mengikuti?,” katanya lagi.

Ifan mengaku tertarik dengan Gundam sejak 2011 lalu, ketika kecelakaan yang membuatnya harus istirahat selama tujuh bulan. Selagi mengisi waktu luang itu dia mencoba merakit Gundam. Kini anggota komunitasnya sudah mencapai 50 orang. “Belajar secara otodidak. Sementara untuk alat-alat bisa dicari lewat online, untuk pertanyaan bisa dilontarkan ke grup Gundam pasti akan di balas,” kata Ifan.

“Yang pasti jangan cepat puas, jangan berhenti belajar karena acuan kita adalah standar internasional, standar orang-orang Jepang,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menaker DatanginKPK, Serahkan LHKPN

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri saat keluar dari Lobby Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (24/11/2014). Hanif menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Hanif enggan menyebutkan total harta kekayaannya. Ia hanya memastikan kekayaannya tidak lebih dari Rp 5 miliar. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Pemerintah Telah Mengebiri Fungsi DPR

Jakarta, Aktual.co — Surat edaran yang dikeluarkan baik oleh Menteri BUMN Rini Soemarno maupun Sekertaris Kabinet (Seskab) Kerja Jokowi-JK, Andi Widjajanto untuk tidak hadir di DPR RI terus menuai kecaman.
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan larangan itu sudah mengebiri fungsi pengawasan kepada pemerintah yang dimiliki oleh parlemen.
“Itu menyalahi, karena DPR punya fungsi pengawasan. Kalau alasanya teknis, kami pahami. Tapi kalau substansi, itu menyalahi konstitusi. Itu bisa jadi celah digunakannya hak-hak DPR,” kata Fadli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Senin (24/11).
Lebih lanjut, sambung dia, seluruh pimpinan komisi sudah tersusun. Begitu juga Komisi VI yang merupakan mitra kerja BUMN.
“Kalau dia ngga mau bekerja dengan DPR (Rini Soemarno) memangnya dia hidup di negara mana?”, tanyanya.
Surat Menteri BUMN Kabinet Kerja Rini Soemarno yang meminta penundaan rapat dengan DPR seolah menjadi pemantik perseteruan lembaga wakil rakyat dengan Menteri BUMN baru. Sejumlah anggota DPR juga merespon berbagai macam terkait surat tersebut.
Selain itu, telah beredar di kalangan jurnalis Surat Edaran itu bernomor SE-12/Seskab/XI/2014 tertanggal 4 November 2014. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Seskab Andi Widjajanto dan ditujukan ke Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan, Kepala BIN, dan Plt Jaksa Agung.  
Merujuk pada surat edaran tersebut disebutkan jika Presiden Jokowi meminta agar para menteri dan pejabat setingkatnya agar menunda pertemuan dengan DPR sampai lembaga wakil rakyat tersebut dinyatakan benar-benar solid. Pekan lalu, DPR yang terbelah menjadi kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP)telah menandatangani islah, namun ada beberapa poin-poin kesepakatan islah yang belum dijalankan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Menaker: Buruh Jangan Cuma Minta Gaji Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menghimbau kepada perusahaan untuk memberikan tambahan uang insentif untuk buruh setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis Premium dan Solar.
“Terkait pengalihan subsidi dari awalnya konsumtif ke produktif, kita menghimbau dunia usaha sesuai kemampuan keuangan perusahaan masing-masing, untuk memberikan insentif tambahan terkait uang transport, dan juga uang makan,” kata Hanif di Gedung KPK, Senin (24/11).
Hal itu dilakukan, lanjut Hanif, untuk meningkatkan kesejahteraan buruh pasca dikuranginya subsidi BBM sehingga harga BBM jenis Premium naik menjadi 8.500 rupiah.
Selain itu Hanif berharap forum Bipartit antara pengusaha dan tenaga kerja, dapat membuahkan kesepakataan. “Mari kita dudukkan semuanya itu sesuai hak dan kewajiban masing-masing,” kata Hanif.
Hanif melanjutkan, buruh jangan hanya meminta upah yang tinggi, namun harus pula meningkatkan produktivitas kerja. Jangan sampai pengusaha telah menaikkan upah namun buruh malah kerja asal-asalan.
“Dan produktivitas itu kita dorong terus,” ujarnya.
Untuk jangka menengah yang akan dilakukan pihaknya, kata Hanif, adalah meningkatkan kesejahteraan buruh dengan mengajak seluruh stake holders dari ketenagakerjaan untuk tidak lagi berkonsentrasi pada upah yang selama ini kerap dipermasalahkan.
Laporan: Asep Nazmudin

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain