8 April 2026
Beranda blog Halaman 41984

Munas Golkar Digelar Akhir November

Yogyakarta, Aktual.co — Salah satu hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke VII partai Golkar yang digelar di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Selasa (18/11) hingga Rabu (19/11) ini adalah diajukannya agenda waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke IX partai berlambang pohon beringin itu pada 30 November 2014 mendatang di Bandung Jawa Barat. 
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan keputusan tersebut telah dibahas dan disetujui oleh sidang komisi dan tidak bertentangan dengan konstitusi ataupun AD-ART partai. Sehingga seluruh kader partai dikatakan harus tunduk dan menerima keputusan tersebut.
“Selaku ketua umum saya akan loyal pada keputusan Rapimnas. Meskipun hal ini berbeda dari keputusan atau hasil sidang pleno DPP beberapa waktu lalu,” katanya.
Sebagaimana diketahui hasil sidang pleno DPP partai Golkar sebelumnya mengagendakan pelaksanaan Munas ke IX pada Januari 2015 mendatang. Namun dengan adanya pengajuan tersebut, ARB meminta semua pihak menghormati hasil Rapimnas ke VII yang diputuskan melalui sidang komisi maupun paripurna karena keputusannya bersifat mengikat.
“Rapimnas ini diikuti oleh 44 pimpinan daerah terdiri dari 34 DPD I dan 10 ormas dengan 2 sayap. Pasti ada perbedaan pandangan, namun keputusan harus tetap diambil. Meski tidak dapat memuaskan semua pihak, namun keptusan yang telah ditetapkan harus dapat diterima dan dilaksanakan bersama,” katanya.
Sementara itu petinggi Golkar, yang akan maju sebagai calon ketua umum, Priyo Budi Santoso mengaku sebenarnya tidak setuju dan menolak diajukannya Munas tersebut. Namun karena hal itu sudah menjadi keputusan partai, ia mengaku akan tetap menghormati keputusan tersebut.
“Sebenarnya saya menolak, namun karena ini sudah jadi keputusan partai maka harus kita hormati. Saya siap  untuk maju dan bersaing sebagai calon pimpinan partai dalam munas akhir November nanti,” katanya.
Saat ditanya adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu yang memang menginginkan pengajuan agenda munas demi kepentingan pencalonan salah satu calon ketua umum, Priyo hanya menjawab singkat.
“Ya semua sudah tahu lah. Ini semakin menunjukkan adanya penggiringan ke arah itu,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Tetap di KMP untuk Penyeimbang Jokowi

Yogyakarta, Aktual.co — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang digelar selama dua hari di hotel Melia Purosani Yogyakarta  menghasilkan 17 butir sikap politik. Salah satunya Partai Golkar menyatakan akan tetap menjadi penyeimbang bersama Koalisi Merah Putih (KMP) untuk memberi masukan dan solusi alternatif bagi bangsa ke depan.
Partai Golkar melalui ketua Umumnya Aburizal Bakrie juga menyatakan mengapresiasi 2 hal pokok yang disampaikan presiden Jokowi. Yakni terkait sambutan presiden ke 7 Indonesia itu mengenai konsep trisakti, serta sikap pemerintah RI di APEC dalam memperjuangkan kepentingan nasional dalam sistem perdagangan bebas. 
“Kita juga menyambut baik inisiatif baru pemerintah Jokowi-JK dengan menerbitkan Kartu Sehat, kartu pintar dsb. Namun program itu mestinya harus memiliki pondasi kebijakan yang baik dan disiapkan dengan seksama. Tidak terburu-buru atau asal cepat,” katanya, Rabu (19/11).
Golkar menilai jika hal semacam itu terjadi dikhawatirkan justru akan menimbulkan masalah dan menjasi sebuah Inisiatif yang prematur karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Terlebih hal itu dilalakukan tampa membicarakan proses pendanaan dengan parlemen.
ARB yang membacakan sikap politik Golkar juga menyoroti bertambahnya jumlah partai pada pemilu 2014 yang dinilai akan semakin menjauhkan penyerderhanan politik. Sehingga hal itu dikatakan harus disikapi dengan pembentukan koalisi sebagaimana telah terjadi saat ini yakni KMP dan KIH. 
“Golkar menyambut baik lahirnya dua koalisi tersebut.  Kita juga berharap KMP benar-benar dapat melakukan cek and balance atau counter balance,” katanya.
Sejumlah hal lain yang menjadi sorotan partai Golkar melalui rapimnas kemarin diantaranya adalah terkait kenaikan harga BBM hingga sejumlah aksi demo anarkis oleh sejumlah elemen masyarakat menyikapi kenaikan BBM belakangan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Bahas Dampak Penaikan BBM, Sejumlah Menteri Sambangi Kantor Sofyan Djalil

Jakarta, Aktual.co — Hari ini Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama Menteri lainnya untuk membahas dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Pantauan wartawan Aktual, beberapa menteri terlihat berdatangan seperti Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Kemaritiman Indroyono Susilo, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Sekretaris Negara Cahyo Kumolo, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

“Tadi dilakukan oleh tim pengendali inflasi ke pemerintah pusat dan kementerian-kementerian serta BI. Dibahas mengenai upaya dari dampak kenaikan harga BBM terhadap angkutan umum, dan juga upaya agar harga pangan strategis tetap terjaga,” ujar Agus di Kantor Kemenko Jakarta  Kamis (20/11).

Lebih lanjut dikatakan Agus, dirinya menyambut baik pertemuan tersebut dalam rangka mengatasi inflasi yang ada.

“Kami menyambut baik pertemuan ini dalam rangka mengatasi inflasi yang ada agar semua tetap terjaga,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Operator Diminta Cek Langsung Kualitas Bus Gandeng Transjakarta ke Tiongkok

Jakarta, Aktual.co —PT Transjakarta menjamin 59 unit bus Transjakarta gandeng (articulated) yang merupakan investasi dari Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) dalam kondisi baik. 
Jaminan itu disampaikan Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih di Balaikota, Kamis (20/11). Pihaknya juga sudah mengisyaratkan kepada pihak operator untuk mengecek langsung ke negara produsen. 
“Saya sudah mengisyaratkan semua operator mesti cek ke sana untuk melihat bus itu sesuai standar atau tidak,” ujarnya.
Pengecekan terpenting yakni di bagian karoseri dan pelapis kabel untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik. 
“Saya minta supaya dibenahi pelapis yang di dalam itu. Semuanya harus dijamin, kan produsennya Yutong. Jika dia bilang busnya udah oke ya harus jamin gak ada apa-apa,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menginginkan ada perjanjian yang jelas perihal pertanggungjawaban antara pihak PT Transjakarta Kosasih dengan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Pargaulan Butar Butar. Sehingga kalau nanti ada masalah di 59 bus Transjakarta, maka yang bertanggung jawab adalah pihak BLU. 
“Minta menjamin secara legal segala resiko apapun yang nanggung Yutong. Makanya mintanya ditulis akta notaris daftarin ke pengadilan antara saya dengan pak Butar Butar. Saya gak mau disalahin kalau nantinya bus kenapa-kenapa karena tanggung jawab pengadaan sampai 2014 kan masih di BLU. 
Dituturkan Kosasih, bus-bus tersebut baru dialihkan ke PT Transjakarta di tahun 2015. “Harusnya kalau yakin itu bus tidak apa-apa ya sebaiknya tanda tangan saja. Kalau tidak mau ya saya bisa curiga dong.” Sebagai informasi, Desember mendatang akan datang 59 bus Transjakarta gandeng (articulated) asal Tiongkok merk Ankai untuk dipergunakan di koridor 1 (Blok M-Kota). Selain itu, akan ada 99 bus dari PT Prima Lestari yang kemungkinan akan datang juga pada bulan tersebut.
Saran agar dilakukannya pemeriksaan ketat terhadap bus gandeng asal Tiongkok, sebelumnya juga sudah dilontarkan Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M. Syaiful Jihad.
Mengingat banyaknya kerusakan pada bus asal negeri tirai bambu itu, kata dia, maka pemeriksaan ketat perlu dilakukan seperti yang tertuang pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Unit Pengelola Transjakarta Busway. Yang meliputi faktor keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan.
Pemeriksaan perlu melibatkan pihak PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) yang bergerak di bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian. Juga pihak lain, seperti Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di bawah Kementerian Perhubungan.
Dengan dilibatkannya pihak yang kompeten untuk memeriksa, akan membuat masyarakat tenang saat menggunakan busway tanpa rasa khawatir. 

Artikel ini ditulis oleh:

BI Rate Naik, OJK Belum Revisi Bunga Deposito

Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas dan regulator industri perbankan hingga saat ini belum mengeluarkan kebijakan baru untuk menanggapi penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,75 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad mengaku belum berencana untuk merevisi kebijakan pembatasan batas atas suku bunga deposito perbankan yang salah satu besarannya ditentukan besaran “BI Rate”.

“Kita masih merasa tidak perlu untuk merevisi. Itu kan ‘supervisory action’, yang lebih ke pemantauan pengawasan. Tapi kita akan lihat ke depannya bagaimana responnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (19/11).

Pada 1 Oktober 2014 lalu, OJK menetapkan batas atas suku bunga dana pihak ketiga (DPK) bagi bank umum dengan kelompok usaha (BUKU) IV maksimum sebesar 200 basis point (bps) di atas BI Rate, yang berarti sekarang 9,75 persen.

Adapun bagi bank BUKU 3 suku bunga DPK ditetapkan maksimum 225 bps di atas BI rate, yang berarti sekarang 10 persen.

Ketentuan tersebut berlaku untuk simpanan di atas Rp2 miliar.

Jika simpanan di bawah Rp2 miliar, OJK menetapkan suku bunga simpanan maksimum sebesar suku bunga penjaminan LPS yang saat ini berada di level 7,75 persen.

Dewan Komisioner Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan pihaknya berharap penaikan BI Rate tidak mendorong industri perbankan untuk menaikkan suku bunga deposito yang beberapa waktu terakhir sudah menurun setelah Otoritas menetapkan batas atas bunga simpanan.

“Mudah-mudahan tidak diikuti oleh perbankan asalkan likuiditas masih mencukupi, tetapi ada peluang itu karena capping dari BI kan berdasarkan BI Rate,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Komisi III akan Panggil Kapolri dan Panglima TNI

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Azis Syamsuddin mengatakan pihaknya akan memanggil Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman. 
Pemanggilan itu, untuk meminta keterangan kepada dua pucuk pimpinan institusi terkait bentrokan yang melibatkan antara TNI dan Brimob di Batam.
“Ya harus dong dipanggil,” ujar Ketua Komisi III, Aziz Syamsuddin, ketika dihubungi, di Jakarta, Kamis (20/11).
Masih kata Azis, sebagai lembaga penegak hukum, kesatuan baik TNI maupun Polri harus mengusut tuntas insiden yang melibatkan anggotanya ini.
Tak sampai disitu, sambung dia, TNI dan Polri harus memberikan sanksi tegas dan seberat-beratnya kepada angota mereka yang merupakan dalang bentrok dan penembakan tersebut.
Menurut politisi Golkar itu, bentrok antara dua intitusi ini kembali berulang karena tidak adanya sanksi tegas terhadap anggota yang terlibat.
“Menko Polhukam juga harus kasih sanksi ke TNI-Polri,” saranya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah oknum TNI Batalion 134 Tuah Sakti, pada Rabu pagi, melakukan penyerangan ke Mako Brimobda Kepri, di Tembesi, Batam.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain