4 April 2026
Beranda blog Halaman 42023

Keburu Ditangkep KPK, Tersangka Suap Gagal Bertemu Zulkifli Hasan

Jakarta, Aktual.co —  Gubernur Riau Nonaktif Annas Maamun mengakui dirinya berniat menemui mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau, Selasa (18/11).
Namun, Annas menyatakan dia belum sempat bertemu dengan Zulkifli sebab, ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Baru rencana-rencana, sudah ketangkap,” ujar Annas sambil tertawa ditemui usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus yang menjeratnya, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (18/11).
Menurut Annas, saat ulang tahun Provinsi Riau, Zulkifli sebagai Menteri Kehutanan memberikan pidato. Dalam pidatonya, Zulkifli menawarkan pertemuan jika ada tanah kepemilikan masyarakat Riau yang masih berstatus sebagai hutan.
“Dia (Zulkifli) itu pidato, ‘Kalau ada tanah rakyat yang masih status hutan, majukan kepada saya’. Maka itulah saya maju,” tambah Annas. 
Meski demikian, Annas membantah adanya uang pelicin dalam rencana pengajuan tersebut.
Sebelumnya, Direktur Perencanaan Kawasan Hutan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan, Masyhud mengakui, pihaknya pernah menerima pengajuan revisi SK 673 tentang Perubahan Kawasan Hutan dari Annas pada September 2014.
Tapi, permintaan Gubernur itu tidak dapat diakomodir sebab permintaannya tidak memiliki data pendukung yang kuat. Sehingga permohonan itu tidak bisa memproses lebih lanjut dan ditolak oleh menteri.
Zulkifli pun membantah hal tersebut. Menurutnya, Annas pernah mengajukan revisi alih fungsi hutan yang kemudian olehnya didisposisi ke eselon terkait. Namun, kata Zulkifli, terdapat persyaratan yang belum dipenuhi oleh Annas, yaitu pertimbangan pengajuan revisi itu sehingga permohonan gubernur belum disetujui olehnya.
Annas menjadi tersangka pada kasus alih fungsi hutan di Riau karena diduga menerima suap senilai Rp 2 miliar dari pengusaha kelapa sawit Gulat Manurung.
Dia disangkakan pasal melanggar pasal 12 a atau 12 b atau pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Antisipasi Banjir, Dinas PU DKI Siapkan 45 Pompa Berjalan

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 34 unit pompa berjalan untuk mengantisipasi banjir dan genangan akibat hujan deras dan meluapnya air sungai.
“Semua sudah siap dan bisa dipergunakan kapan saja,” ujar Kepala Dinas PU DKI Jakarta Agus Priyono, Selasa (18/11).
Ke-45 unit pompa berjalan itu, kata dia, dalam kondisi normal dan bisa difungsikan sewaktu-waktu serta kemana saja saat dibutuhkan.
“Bahkan, saat ini sudah kami tempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan banjir dan genangan air,” katanya.
Agus memprediksi curah hujan dengan intensitas tinggi akan mencapai puncaknya pada Januari 2015. Pihaknya berharap semua fungsi berjalan baik dan bersiap menghadapi ancaman banjir.
“Tapi semoga tidak ada banjir dan sungai-sungai tidak meluap,” katanya.
Pihaknya juga mengklaim telah melakukan berbagai program penanganan banjir, mulai pengerukan sungai dan waduk, perbaikan pompa air dan pembersihan saluran penghubung serta gorong-gorong.
Ia mengatakan, pengerukan sungai dan waduk bisa mengurangi debit air yang ada di permukaan tanah.
Dengan demikian, lanjut Agus, meski dilanda banjir namun volumenya tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya yang dinilai parah.
Sementara itu dalam inspeksinya, Basuki Tjahaja Purnama meninjau sejumlah titik, di antaranya Stasiun Pompa Waduk Setiabudi, Pintu Air Manggarai, Bukit Duri, Kebon Nanas dan pemukiman Jalan Sensus di kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur.
Ahok, sapaan akrabnya, memastikan layanan CCTV dan pompa air di pintu-pintu air berjalan baik untuk mengantisipasi bencana banjir.
Sedangkan di pemukiman padat penduduk Jalan Sensus, ia mengimbau warga agar mau direlokasi karena di sana segera dilakukan normalisasi Kali Ciliwung yang melintasi pemukiman.
Didampingi sejumlah pejabat Pemprov DKI, ia meninjau pengerjaan proyek tembusan sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menteri Susi Klaim Kenaikan BBM Tak Berpengaruh ke Nelayan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengklaim kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan berimbas pada kehidupan nelayan.
“Saya liat sih aman saja. Karena nelayan kecil nggak dapet tuh subsidi,” ujar Susi,  di Gedung KPK, Senin (18/11). 
Ia menuturkan, nelayan itu terbagi menjadi dua yakni nelayan ikan dan nelayan solar. Nelayan ikan adalah yang benar-benar ke laut untuk mencari ikan sedangkan nelayan solar adalah para nelayan yang menjual solar untuk kebutuhan para nelayan lainnya mencari ikan.
“Maka dari itu kalau saya ke lapangan lalu mereka berteriak (soal kenaikan BBM), kita pastikan dulu dia (nelayan) memang nelayan yang mencari ikan atau jualan solar. Kalau benar untuk jualan ikan ya kita sampaikan gitu kan,” kata dia.
Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp2.000 per liter sehingga harga premium yang semula Rp6.500 menjadi Rp8.500 dan solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500.
Pengumuman dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (18/11) malam. Kenaikan harga tersebut mulai berlaku Selasa, 18 November 2014 pukul 00.00 WIB, serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Priyo Merasa Ada Penggiringan Pemilihan Ketum Golkar Lewat Aklamasi

Yogyakarta, Aktual.co — Calon ketua umum DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso merasakan adanya upaya-upaya rekayasa serta penggiringan untuk mengarahkan pemilihan ketum dalam Munas partai Golkar mendatang dilakukan secara aklamasi terhadap salah satu figur.
Padahal, kata dia, banyak calon-calon selain ketum Golkar saat ini, yakni Aburizal Bakrie, yang mendapat dukungan dari daerah. Sehingga, kata dia, rencana untuk memilih ketum baru secara aklamasi mestinya tidak terjadi.
Dia mengklaim saat ini telah mendapat dukungan dari sebanyak 380 perwakilan dari DPD II yang berasal dari seluruh Indonesia. Bahkan, dukungan itu merata atau mencapai lebih dari 50 persen dari total 560 suara daerah yang memiliki hak suara.
“Melihat hal itu mestinya rencana aklamasi tidak terjadi. Karena semua calon juga mendapat dukungan. Jangan hak pemegang suara dirampas. Biarkan ini berjalan alamiyah. Tidak ada rekayasa penggiringan mengarahkan ke aklamasi. Karena suasananya itu ke arah sana,” kata Priyo disela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar ke VII yang digelar di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Jawa Tengah, Selasa (18/11).
Bekas wakil ketua DPR RI periode 2009-2014 itu mengatakan, perlu adanya jaminan Munas partai Golkar mendatang akan dapat diselenggarakan secara adil, demokratis dan sehat. Karena hanya dengan cara itu lah siapapun yang terpilih menjadi ketum baru Golkar nantinya akan dapat dihormati dan didukung semua kader.
“Mestinya semua kandidat diperlakukan sama. Tidak boleh salah seorang kandidiat diperlakukan istimewa dengan menggunakan mesin partai dan cara cara yang kurang baik. Kalau nanti munas dilakukan dengam cara yang baik tertib fairplay, tentu siapapun yang nanti terpilih akan kita dukung. Tapi kalau cara nya kurang baik tentu akan jadi awal malapetaka bagi semua,” kata dia.
Terkait Rapimpas sendiri, Priyo mengaku memegang komitmen ketum Golkar Aburizal Bakrie yang menyatakan ajang Rapimnas tidak boleh digunakan untuk membahas materi munas. Ia juga berharap semua pihak konsisten terhadap hal tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Musim Penghujan, Cek Karet-karet Kendaraan Anda

Jakarta, Aktual.co — Musim penghujan telah menghampiri. Bagi Anda pemilik kendaraan, khususnya kendaraan roda empat, alngkah baiknya untuk melakukan pengecekan.

Salah satunya adalah karet-karet yang melekat dalam kendaraan roda empat, seperti karet pintu. Karet-karet pintu sangat membantu dalam merapatkan pintu saat ditutup, sehingga air hujan tidak masuk kedalam kendaraan, ketika Anda dalam perjalanan.

Selain itu, ada pula bagian karet yang lebih penting, yakni karet wiper. Karet wiper jika sudah mengalami pengerasan, maka akan sulit untuk membersihkan secara cepat kaca depan kendaraan Anda.

Jika ini terjadi, maka hal ini bisa membahayakan pengemudi dan orang lain. Pasalnya, dengan hujan yang turun lebat, dan Anda dalam perjalanan, maka pengemudi akan sulit memfokuskan pengelihatannya, karena kaca depan tidak bersih.

Lebih bahaya lagi, jika datang hujan dan waktu sudah malam, maka hal itu lebih bahaya lagi, karena pengemudi akan kesulitan untuk melihat ke jarak yang lebih jauh.

Jika hal ini terjadi, maka pemilik kendaraan disarankan untuk mengganti karet-karet tersebut, demi keselamatan Anda dan orang lain.

Artikel ini ditulis oleh:

Negosiasi Ahok dan Warga Bukti Duri, Ganti Rugi Setengah Dulu

Jakarta, Aktual.co —Negosiasi dilakukan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada sekitar 200 warga Bukit Duri, Jakarta Timur yang tetap ngotot menolak direlokasi terkait proyek sodetan Sungai Ciliwung.
Sebagai awal, kepada warga Ahok menjanjikan akan memberikan ganti rugi sebesar 50 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) total nilai besarnya ganti rugi di sana. Sehingga warga yang masih bertahan mau meninggalkan lokasi tersebut. 
“Ya sudah, pokoknya dikasih dulu 50 persen agar warga bisa cari rumah,” ujar Ahok ketika menyambangi Bukit Duri, Selasa (18/11).
Uang ganti rugi itu, janji Ahok, akan dibayarkan ke warga di bulan Desember mendatang. “Paling telat Januari. Kita bayar DP (down payment) ke dia supaya dia cari ke tempat lain. Paling lama Januari bisa kita sikat semua.” 
Kata Ahok, bagaimanapun lokasi tempat warga bertahan tetap akan ditertibkan. Sehingga warga memang harus pindah ke tempat lain atau ke rusun yang sudah disediakan. Ucapan Ahok pun langsung disetujui warga.
Para warga di Bukit Duri memang ngotot bertahan dan tidak mau direlokasi karena merasa tidak ada kepastian mendapat rumah susun dan soal besaran ganti rugi. Karenanya, mereka memilih bertahan hingga tuntutan mereka diterima Pemprov DKI.
“Kita nggak mau hambat tapi selama ini nggak ada kejelasan di mana lokasi yang kena relokasi dan berapa anggaran yang disediakan,” ujar Robintang, salah satu warga, Selasa (18/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain