5 April 2026
Beranda blog Halaman 42099

Stasiun PSDKP Pontianak Sita 253 Kapal Asing

Jakarta, Aktual.co — Stasiun Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak selama 2008-2014 telah menangkap sebanyak 253 kapal motor nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah Indonesia khususnya di perairan laut Kalimantan Barat.
“Dari sebanyak kapal itu, hasil putusan pengadilan empat kapal motor dikembalikan ke nelayan asing, kemudian sebanyak 249 kapal motor dirampas untuk negara,” kata Kepala Stasiun PSDK Pontianak Sumono Darwinto saat menyampaikan sambutan pada kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Pontianak, Sabtu (15/11) malam.
Dia menjelaskan, kapal motor nelayang asing yang ditangkap tersebut, di antaranya, Batam 43 kapal motor, Ranai atau Natuna 77 kapal motor, Tarempa 33 kapal motor, dan Kijang dan Bintan sebanyak tiga kapal motor.
Stasiun PSDKP Pontianak mencakup lima wilayah kerja, yakni Provinsi Kalbar, Kalteng, Batam, Ranai atau Natuna, Tarempa, Kijang dan Bintan, kata Sumono.
Sementara itu, pemasukan negara bukan pajak (PNBP) hasil lelang kapal motor nelayan asing dari 20 unit sebesar Rp 1,9 miliar, dari periode 2010-2014. Sementara untuk harga tergantung kondisi kapal motor itu saat dilelang, katanya.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah perairan Kalbar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi, seperti pencurian ikan oleh nelayan-nelayan asing.
Ada tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi primadona pencurian ikan bagi nelayan asing karena kaya akan ikan dan sumber daya kelautan lainnya, yaitu perairan Natuna, perairan Arafura, dan perairan Utara Sulut.
Perairan Kalbar termasuk dalam Zona III bersama Natuna, Karimata dan Laut China Selatan dengan potensi ikan tangkap sebanyak satu juta ton per tahun. Jenis ikan bervariasi seperti tongkol, tenggiri dan cumi-cumi.
Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak, dan 15.500 hektare laut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua Komisi VIII DPR Nilai Seharusnya Harga BBM Turun bukan Naik

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi VIII DPR RI Kardaya Warnika menilai jika penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai kebijakan yang wajar.
Namun, kata dia, kewajarannya tersebut bisa diterima jika harga minyak mentah dunia turut mengalami penaikan, dan jauh dari asumsi harga acuan di APBN.
“Karena berdasarkan statistik, harga BBM dinaikkan pemerintah, jika dan hanya harga minyak dunia naik, dan jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Kardaya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11).
Maka dari itu, Politikus Partai Gerindra tersebut mengaku heran kalau pemerintah tetap ingin menaikkan harga BBM. Apalagi, saat ini harga minyak dunia tengah mengalami penurunan.
Sehingga dirinya menyarankan agar pemerintah menurunkan harga BBM di tengah eforia penurunan harga minyak mentah di seluruh dunia.
“RRC saja sudah tujuh kali menurunkan harga BBM,” kata dia.
“Jadi, saya memperkirakan pemerintah akan menurunkan. Ternyata rumornya tidak.”
Dia juga menjelaskan, setidaknya ada dua patokan dasar yang bisa membuat harga BBM bisa turun, yaitu dengan mempertimbangkan asumsi harga minyak mentah dan kurs.
Dia menganggap masih ada cukup selisih dari harga minyak mentah dunia, kendati saat ini terjadi perubahan nilai kurs rupiah terhadap dolar. Karena itu pemerintah harus benar-benar bisa memberikan penjelasan yang komprehensif jika memang tetap ingin menaikkan harga BBM.
“Dari sisi harga minyak, turun 30 persen. Dari kurs, ada perbedaan, 4 sampai 5 persen. Karena BBM hajat hidup orang banyak, maka pemerintah harus mempertimbangkannya dengan benar dan hati-hati.” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Patuh Keputusan Partai, Gerindra Tak Segan Singkirkan Kader Seperti Ahok

Jakarta, Aktual.co — Partai Gerindra memperingatkan seluruh kader agar patuh dan taat terhadap segala keputusan yang dikeluarkan oleh partai agar tetap solid.
“Gerindra adalah partai besar dan solid, tapi kami juga tidak ingin ada orang yang masuk Gerindra justru tidak tahu diri dengan menentang kebijakan partai dan itu adalah salah satu bentuk indisipliner,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI Fary Djemi Francis, saat memberikan pidato sambutan pada acara Rapat Pimpinan Wilayah Partai Gerindra Jawa Tengah di Hotel Patra Jasa Semarang, Sabtu (15/11).
Dia menegaskan, Partai Gerindra tidak segan-segan memecat kader partai yang indisipliner, tidak mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) partai, serta melanggar hukum.
Dalam pidatonya, Fary secara gamblang menyebutkan nama kader Partai Gerindra yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan, namun menentang partai.
“Gerindra tidak segan-segan menyingkirkan kader seperti Ahok (Basuki Tjahaja Purnama),” kata dia.
Oleh karena itu, kata dia, rapat pimpinan wilayah Partai Gerindra Jateng juga bertujuan mengingatkan kader yang saat ini berada dalam garis partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Semarang Pacu Sopir Taksi Pakai Bahasa Asing

Semarang, Aktual.co — Pemerintah Kota Semarang menekankan kepada sopir taksi agar mampu berbahasa asing. Hal itu untuk mengingat pertumbuhan wisata di wilayahnya.
Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Giarsito Sapto Putratmo mengatakan, salah satu upaya kongkrit mengenalkan sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang adalah melalui pengusaha transportasi, khususnya pengemudi taksi.
“Karena dari pengemudi taksi menjadi ujung tombak sekaligus pemandu bagi wisatawan, khususnya wisatawan asing. Jika pelayanan taksi semakin baik maka, akan meningkatkan pariwisata di Semarang,” kata dia disela-sela peluncuran Pool Blue Bird Tugu di Tugu Muda Semarang, Sabtu (15/11).
Secara khusus, kata dia, pihaknya sudah bekerjasama dengan seluruh perusahaan taksi untuk memberikan pembinaan bagi pengemudinya untuk kursus bahasa asing.
“Kita beri pelatihan pelayanan serta perkenalan destinasi wisata di Semarang. Mengenai bahasa asing, kita lakukan kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi,” kata dia.
Perningkatan jumlah wisatawan di kota Semarang yang cukup pesat, kata dia, mewajibkan seluruh pengemudi taksi harus mampu berbicara asing dengan sejumlah wisatawan. Dia menyebut, target wisatawan selama tahun 2014 mencapai tiga juta wisatawan, dari jumlah tersebut, 50.000 diantaranya merupakan wisatawan mancanegara.
“Jadi tantangan penguasaan berbahasa asing sangat dibutuhkan. Misalkan wisatwan yang hendak ke Lawang Sewu, Kota Lama, Sam poo kong dan destinasi lain, ” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketua Komisi XI DPR Minta Jokowi Tak Buru-buru Naikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad berharap Presiden Joko Widodo tidak terburu-buru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Sebab, kata dia, penaikan harga BBM selalu menimbulkan dampak hebat pada perekomonian masyarakat secara nasional.
“Persiapannya dulu harus baik, setelah itu baru bicara kenaikan harga,” kata Fadel di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (15/11).
Wakil ketua umum Partai Golkar itu menilai jika belum ada persiapan matang yang dilakukan pemerintah sebelum menaikkan harga BBM. Apalagi, kata Fadel, rencana itu muncul di tengah turunnya harga minyak dunia.
Fadel mengatakan, pemerintah harus mempersiapkan anggaran yang cukup untuk menjadi bantalan sosial yang membendung gejolak saat harga BBM dinaikkan.
“Saya belum lihat ada anggaran yang dicantolkan. Kemenkeu harus menyiapkan ini sebagai bantalan supaya tidak menambah jumlah warga miskin,” kata dia.
Pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi sebelum tahun 2015. Kenaikan harga BBM dilakukan karena subsidinya akan dialihkan ke sektor yang lebih produktif.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekolah Darurat di Aceh Memprihatinkan

Sejumlah murid belajar di MIS Darussalam dan PAUD Bina Bangsa di Desa Abeuk Reuling, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Sabtu (15/11). Mereka menghabiskan proses belajar di gubuk yang reot, berdinding bambu dan kayu serta rusak pada beberapa bagian. Mereka berharap pemerintah membangun gedung baru untuk sekolah tersebut.AKTUAL/MASRIADI SAMBO

Berita Lain