6 April 2026
Beranda blog Halaman 42104

DPR: Dirut Pertamina Harus Profesional

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya mengatakan bahwa calon Direktur Utama Pertamina haruslah orang profesional dan mengerti bisnis Minyak dan Gas.
“Yang pertama dia profesional, ngerti bisnisnya tak ada urusan dari internal atau eksternal yang penting ngerti bisnis Migas juga harus yang berintegritas,” kata Kardaya, di Jakarta, Sabtu (15/11).
Menurutnya, akan berbahaya jika sosok yang dipilih adalah sosok yang tidak mengerti seluk beluk dunia migas. 
Seperti diketahui bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut bahwa syarat utama sosok Dirut Pertamina adalah kemampuan memimpin dan manajerial, sementara kemampuan teknikal bisa dibeli.
“Kalau ga ngerti kacau, dia harus ngerti bahwa Pertamina itu BUMN,” sambungnya.
Pasalnya, BUMN migas di seluruh dunia tak ada yang membeli aset dari dalam negeri karena tak ada manfaatnya. 
“Saya seringkali mengatakan Pertamina seringkali membeli minyak dari ladang minyak dalam negeri, itu salah besar. Petronas tak pernah membeli dari dalam negeri, Petrochina tak pernah membeli dalam negeri.  Hanya perusahaan swasta yang melakukan seperti itu. Dirut Pertamina harus mengerti BUMN,” kata dia.

*Editor: Karel Ratulangi

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Susi Layak Ganti Posisi Rini Soemarno

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon menyarankan Presiden Jokowi mencopot beberapa menteri yang menjadi duri dalam daging di Kabinet Kerja.
Kata dia, ada tiga menteri yang menjadi sorotan Effendi, yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan A Djalil.
“Dari nama-nama tersebut tidak ada taring menghadapi mafia di Indonesia, utamanya di sektor minyak dan gas,” ungkapnya.  Effendi Simbolon juga menambahkan bahwa Rini Soemarno sendiri disebut-sebut menjadi sosok yang menempatkan pihak-pihak asing dalam mengelola sumber daya alam Indonesia.
“Rini Soemarno nya yang harus direshufle. Saya dari awal bilang, telusuri siapa Rini, siapa Sudirman, siapa Sofyan. Posisi Rini Soemarno segera dicopot, diganti. Dia hanya mereduksi kepemimpinan Jokowi,” kata Effendi dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/11).
Politisi PDI Perjuangan itu juga memberikan saran agar Susi Pudjiastuti layak menggantikan posisi Rini Soemarno, karena Susi lebih tegas dan memiliki nasionalisme tinggi.
“Ganti saja Rini, pindahkan Susi, biar dia (Susi) pegang dua (Kementerian),” demikian Effendi.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Kota Surabaya Protes Acara “Simfoni Untuk Bangsa 2014”

Jakarta, Aktual.co — DPRD Kota Surabaya memprotes penyelenggaraan konser musik “Simfoni Untuk Bangsa 2014” yang digelar di Balai Kota Surabaya, Sabtu malam, karena dinilai telah melanggar aturan berupa pemasangan iklan sponsor rokok di kawasan pemerintah kota.
“Reklame sponsor iklan rokok Djarum itu tidak boleh dipasang di Taman Surya. Apalagi, di kawasan pemerintah kota. Itu melanggar aturan,” kata Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Sabtu (15/11).
Menurut dia, pelarangan tersebut sudah jelas disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.
Ia menjelaskan pada pasal 31 disebutan pengendalian iklan produk tembakau di luar ruangan harus memenuhi ketentuan seperti halnya tidak diletakkan di kawasan tanpa rokok, jalan utama atau protokol, tidak boleh memotong jalan atau melintang, tidak boleh melebihi ukuran 72 meter persegi.
“Ketentuan lainnya juga diatur dalam Perda Kawasan Tanpa Rokok yang ada di Surabaya,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, kegiatan tersebut juga melanggar pasal 35 butir c yakni tidak menggunakan logo atau merek produk tembakau pada saat kegiatan lembaga.
“Jadi ada aturannya. Apalagi iklan itu menutupi logo Kota Surabaya,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya menilai konser musik “Simfoni Untuk Bangsa” yang tidak mencerminkan peringatan Hari Pahlawan. “Seharusnya kegiatan tersebut lebih menekankan kegiatan kepahlawanan bukan menonjolkan iklan rokok,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komisi A untuk pemanggilan pihak-pihak penyelangaran. “Rencananya Senin (17/11), komisi A akan panggil mereka,” sergahnya.
Diketahui sejumlah artis ternama tanah air siap menghibur warga Kota Surabaya di acara konser musik “Simfoni Untuk Bangsa 2014” yang akan digelar di Balai Kota Surabaya, Sabtu (15/11) malam.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Korban Laka Maut Ciawi Dijemput Keluarganya

Jakarta, Aktual.co — Tiga dari lima korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah dijemput pihak keluarganya di RSUD Ciawi, Sabtu (15/11) siang.
“Tiga korban yakni penumpang mobil Jazz sudah dijemput pihak keluarga, satu jenazah dikirim ke Jakarta dan dua jenazah lainnya dikirim ke Bandara untuk dipulangkan ke rumahnya di Riau,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Bramastyo.
AKP Bramastyo menyebutkan, ketiga korban yang sudah dijemput oleh pihak keluarganya tersebut yakni keluarga Guntur Silo Siregar, Riki dan Robby Sirait yakni pengendara dan juga penumpang mobil Honda Jazz warna putih dengan nomor polisi BM 947 TR.
Ketiga jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans dari pihak RSUD yang telah disiapkan untuk membawa korban ke rumah duka masing-masing.
Selain itu, sejumlah pihak keluarga serta kerabat korban kecelakaan maut di jalur Puncak telah berdatangan ke RSUD Ciawi, begitu juga dengan supir truk Hyundai yang naas telah dipanggil pengurus dari perusahaan yang memperkerjakannya.
Kecelakaan beruntun yang mengakibatkan korban meninggal sebanyak lima orang serta dua korban lainnya luka berat terjadi Sabtu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB tepatnya di Jembatan Gadog, Kampung Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan informasi dari kepolisian, kronologis kecelakaan berawal dari truk jenis Hyundai bermuatan besi dengan nomor polisi B 9301 VQA dikemudikan Dede Wawan (42) bergerak dari arah Puncak menuju Ciawi. Setibanya di tempat kejadian, kondisi jalan yang menurun dan menikung, truk itu oleng ke kanan hingga menyerempet bagian kanan mobil Toyota Avanza nomor polisi B 1506 XN yang datang dari arah berlawanan.
Truk kemudian menabrak kendaraan lainnya yang berada di belakang Avanza, yakni kendaraan Honda Jazz plat nomor BM 947 TR yang dikemudikan oleh Guntur Silo Siregar. Usai menabrak Honda Jazz, truk menghantam sepeda motor yang berada di belakang Jazz.
Lalu ketiga kendaraan truk, Jazz dan sepeda motor menabrak warung klontong yang ada di sisi sebelah kanan jalan. Ketiga kendaraan berhenti bertabrakan dengan posisi akhir truk, jazz dan sepeda motor menyangkut di besi pembatas jembatan.
Korban tewas adalah tiga orang penumpang mobil Jazz yang dikemudikan oleh Guntur, kemudian sopir truk dan pengendara sepeda motor. Sedangkan korban yang luka-luka adalah dua orang penumpang Jazz.
Identitas korban meninggal dunia antara lain tiga orang di mobil Honda Jazz, yakni Riki, Guntur Silo Siregar, dan Robby Sirait. Kemudian supir truk bernama Dede Wawan yang beralamat Dusun Cimanggu RT 2/RW 10 Cisaga Ciamis, Jawa Barat, serta Sohim yang merupakan pengendara sepeda motor asal Kampung Cidahu, Saminten Kedunghejo, Pandeglang, Provinsi Banten.
Sedangkan, dua penumpang Jazz yang luka parah adalah Simon Tambunan dan Poltak Parlindungan Hasibuan yang merupakan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PHBI) Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Aceh Didesak Hentikan Alih Fungsi Lahan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat lingkungan Universitas Serambi Mekah Banda Aceh, TM Zulfikar, mengatakan pemerintah di Aceh harus menghentikan aksi alih fungsi lahan sebagai upaya pencegahan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di masa mendatang.
“Pemerintah Aceh, kabupaten dan kota diharapkan segera menghentikan alih fungsi lahan hutan menjadi areal perkebunan, kalau tidak kita khawatirkan bencana banjir dan tanah longsor tetap mengintai daerah ini,” katanya di Banda Aceh, Sabtu (15/11).
Hal tersebut disampaikan menanggapi maraknya bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa sejumlah kabupaten dan kota di Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
Dosen Konservasi Lingkungan dan Tata Ruang, Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Serambi Mekah itu menjelaskan, alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan masyarakat di sejumlah daerah di Aceh mengkhawatirkan.
Kerentanan situasi lingkungan juga terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) disebabkan alih fungsi lahan yang hingga kini tidak terkendali, kata TM Zulfikar.
“Kita bisa lihat, alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit seperti di Aceh Selatan lebih dominan. Seharusnya, hal tersebut sudah terdeteksi tapi pemerintah tampaknya lepas tangan,” katanya menjelaskan.
Selain itu, TM Zulfikar juga menyesalkan sikap pemerintah yang membuka jalan-jalan baru di beberapa daerah yang dipastikan berpotensi menyumbang bencana alam di masa mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan Rini Soemarno Pantas Dicopot

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI fraksi PDI-P Effendy Simbolon menyebut bahwa kepentingan Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Kabinet Kerja Jokowi sangat mengganggu dan harus segera dihentikan. 
Menurut dia, hal ini harus dilakukan agar Pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi bersih dari kepentingan pribadi maupun kelompok yang membelakangi kepentingan rakyat. Jokowi disarankan segera melakukan reshuffle terhadap posisi Menteri BUMN dan Menteri ESDM. 
“Kepentingan Rini Soemarno dan kroni-kroninya itu harus dihadang, tidak boleh dibiarkan, saya juga berkepentingan untuk menghadang. Karena saya kira Rini dan kroni-kroninya harus dikeluarkan dari kabinet. Saya dari awal kan, dalam beberapa minggu lalu kan sudah menyampaikan siapa Sudirman Said siapa Sofyan Djalil. Tapi mereka ini bukan penumpang gelap loh, mereka ini penumpang yang memiliki manifest, punya boarding pass, punya tiket. Kalo penumpang gelap tidak punya semuanya itu,” kata Effendy saat ditemui di Jakarta, Sabtu (15/11).
Pemerintahan Jokowi harus bersih, sehingga harus bisa melakukan langkah-langkah yang fundamental dan melakukan perubahan. Jika hal itu tidak dilakukan, maka kewibawaan dan kepatuhan rakyat kepada pemerintahan bisa bermasalah. “Tidak bisa kita bermain-main. Kita harus objektif melakukan koreksi,” kata dia.
Effendi menambahkan bahwa secara objektif memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan jokowi. Koreksi itu harus menyebut, kalau memang di sisi sektor ekonominya. 
“Misalkan saya memuji susi, bukan dari sisi gayanya atau tatonya yah, bukan. Tapi dari sisi kemauan dan keberanian dia untuk menyatakan bahwa kita tidak berkepentingan dalam G20. Dari situ saya tarik bahwa dia bernuansa nasionalis. Nah kalo sosok seperti ini ada di sektor migas, hari ini kita sudah masuk dalam program nyata. Bahwa kita berdaulat di energi kita. Harusnya kan yang bisa berkomitmen seperti ini,” ujarnya.
Terkait sosok yang tepat untuk menjadi Dirut Pertamina, Effendy menyebut bahwa yang dibutuhkan adalah sosok yang memahami dunia Migas dan tidak patuh kepada kepentingan mafia. Ia juga menyayangkan langkah Rini yang mencalonkan Rinaldi Firmansyah yang merupakan mantan Dirut Telkom.
“Jika yang dimaksud adalah sosok seperti Mantan Dirut Telkom itu yah janganlah. Nanti lama-lama Dokter lagi ditempatkan disitu. Terserah mau dari internal atau eksternal, yang terlebih penting lagi yaitu biangnya harus diganti.”

*Editor; Karel Ratulangi

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain