18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42149

Menikmati Indahnya Wisata “Melaka River Cruise” di Negeri Jiran

Jakarta, Aktual.co — Mentari pagi bersinar cerah menyinari kawasan Melaka River Cruise, sebuah sungai kecil di tengah Kota Melaka, Malaysia, tetapi dipenuhi dengan taman-taman bunga, lampu-lampu hias, serta aneka bangunan tua yang dibentuk sedemikian rupa.
Sebanyak 19 orang anggota Forum Silaturahmi Kulaan Banjar Banua (FSKB), melakukan lawatan ke negeri penuh dengan warisan budaya dunia itu.
Pekan lalu, rombongan FSKB itu berjalan kaki dari penginapan menuju tepian sungai yang berada di tengah-tengah bangunan bersejarah, kemudian masuk dalam sebuah tempat khusus untuk membeli tiket atau karcis.
Tiketnya seharga 15 ringgit Malaysia atau sekitar Rp60 ribu untuk masuk di sebuah dermaga Sungai Melaka untuk ikut dalam wisata susur sungai.
Setelah semua rombongan membeli tiket, akhirnya rombongan masuk ke sebuah kapal yang dirancang sedemikian rupa dan dinakhodai seorang wanita melayu berjilbab.
Selama sekitar 40 menit perjalanan susur sungai, rombongan bisa menikmati aneka pemandangan dari lokasi tersebut seraya mendengarkan sebuah suara pemandu wisata yang tampaknya hanya dari sebuah kaset rekaman (tape recorder) yang menjelaskan satu per satu bangunan atau taman dan apa saja yang dilalui dalam wisata unik itu.
Patut diduga demikian (kaset rekaman), sebab dalam kapal wisata berupa spead boat yang dirancang sedemikian itu selain penumpang hanya ada seorang nakhoda yang tampak tidak berucap apa-apa.
Kapal wisata ini berlayar tidak terlalu laju menyusuri sungai yang di kiri dan kanan terdapat berbagai perkampungan yang disebut sebagai Kampung Morten, yaitu perkampungan melayu asli Melaka.
Menurut penjelasan rekaman yang dibunyikan di kapal tersebut, Kampung Morten adalah perkampungan tradisional Melayu yang sampai sekarang masih eksis. Yang paling kentara tentu saja dari arsitektur perumahan Melayu.
Konon, masyarakat kampung ini pun masih mengamalkan cara hidup tradisional Melayu, karena itu kampung ini disebut-sebut sebagai museum hidup dan dinamakan Kampung Morten dari seorang JF Morten yang dulunya membangun kampung ini.
Selain kampung Melayu itu, dilalui pula Jonker Walk, China Town, Kampung India, dan beberapa kampung lagi yang semuanya memberikan kesan menyenangkan.
Dalam pelayaran ini, pengunjung bisa melihat replika The Eye on Malaysia, yaitu kincir. Konon The Eye on Malaysia dulunya berada di Kuala Lumpur. Namun pada tahun 2008, kincir ini dipindahkan ke Melaka.
Akibat terjadi sengketa antara pemerintah Malaysia dengan pemiliknya, sebuah perusahaan Belgia, maka pada 2010 kincir ini berhenti beroperasi.
Karena yang dipajang di pinggir sungai Melaka sekarang ini adalah replikanya, tentu saja bagi pelancong yang datang ke Melaka tetap bisa menjajal kincir ini. Namun terlihat tinggi replika ini tidak setinggi kincir aslinya yang mencapai 60 meter.
Selain replika kincir air dan benteng di pinggir sungai lengkap dengan meriam yang mengelilingi benteng, terdapat pula replika kapal Portugis bernama Flor De La Mar.
Mohamad Ary, ketua rombongan FSKB yang dikenal sebagai anggota Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin kepada Antara saat pelayaran tersebut menyatakan salut atas pembenahan sungai di kota peradaban Melayu itu.
“Nah ini kota di Melaka yang memakai konsep kota hijau (green city) di mana-mana terlihat taman-taman kota, termasuk di pinggir sungai yang kita lalui ini, terdapat jalan sepeda, terdapat ruang terbuka hijau, dan pembenahan sungai menjadi green river,” kata Mohamad Ary.
Melihat kenyataan ini sudah selayaknya kota Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia, yang dikenal dengan sebutan “kota seribu sungai” dibenahi seperti layaknya sungai di Melaka ini.
“Banjarmasin ‘kan terdapat 74 sungai yang masih baik, dan itu hendaknya diciptakan sebagai konsep kota hijau seperti layaknya di Melaka ini, yakni pembenahan sungai sesuai peruntukannya selain drainase, alat transportasi, tempat wisata, dan keindahan kota melalui taman-taman bunga pinggir sungai,” kata Wakil Ketua FKH Banjarmasin ini.
Pernah kumuh Belum lagi bangunan yang ada di kiri dan kanan sungai dibentuk dengan konstruksi sedemikian rupa, terutama bermuka rumah kemuara sungai, sehingga bangunan rumah atau bangunan lain bukan menciptakan kekumuhan, tetapi justru memperindah sungai.
Saat pelayanan susur Sungai Melaka tersebut, pengunjung disuguhi aneka pemandangan, seperti rumah-rumah penduduk yang diberi aneka warna, jembatan-jembatan melengkung.
Beberapa jembatan tersebut disebut jembatan Tan Boon Seng Bridge, Chan Boon Cheng Bridge, Ghostbridge of Melaka, Old Market Bridge dan Jalan Hang Tuah Bridge.
Jembatan-jembatan inilah saksi bisu kejayaan Melaka sampai dengan jatuh bangunnya Melaka dalam pendudukan para penjajah.
Selain itu juga banyak terdapat bangunan-bangunan “guest house”, juga terlihat Menara Taming Sari yang menjadi kebanggaan kota Melaka.
Dalam perjalanan ke kota ini rencananya rombongan FSKB menyinggahi menara Taming Sari ini, tetapi karena desakan waktu, maka singgah ke menara ini pun diurungkan.
Berdasarkan ceritanya, Menara Taming Sari ini adalah gyro tower pertama dan masih satu-satunya di Malaysia.
Pengunjung setelah membeli tiket seharga 20 Ringgit Melaysia bisa memasuki sebuah ruangan bundar yang berporos pada tiang menara. Ruangan inilah yang membawa pengunjung untuk naik ke atas menara.
Ruangan ini bisa berputar 360 derajat untuk mengakomodasi pengunjung agar bisa menikmati pemandangan panorama kota Melaka. Beberapa bangunan heritage seperti Stadhuys dan St Paul Church bisa dilihat dari atas menara.
Selain itu, pemandangan Selat Melaka, Sungai Melaka, dan gedung-gedung tinggi juga terlihat menarik dari atas menara Taming sari.
“Duduk di atas ruangan menara yang ber-AC sambil melihat pemandangan-pemandangan tersebut merupakan pengalaman yang mengasyikkan,” kata Zainal Wahab warga Negeri Perak menceritakan pengalamannnya naik Menara Taming sari kepada Antara saat bersama-sama dalam wisata susur sungai.
Di kota yang tidak terlalu luas tetapi diwarnai dengan kehidupan para turis yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia ini, pendatang bisa pula menikmati naik becak khas Melaka.
Becak di kota ini dirancang hanya untuk wisatawan, maka becak diberi banyak asesoris dan bunga warna-warni dan aneka bentuk hingga terlihat unik oleh pengunjung, dan setiap becak dilengkapi dengan tape rekorder yang menyetel aneka lagu melayu atau lagu negara lainnya secara full music.
Atau, bagi wisatawan yang suka jalan kaki, bisa kemana-mana di kota ini hanya berjalan kaki, karena jarak antar wilayah relatif tak terlalu jauh, selain itu disediakan sarana jalan untuk para pejalan kaki.
Untuk penginapan seperti hotel cukup menjamur di kota ini, ditambah tersedianya banyak penginapan berupa guest house murah meriah tersebar di sepanjang Sungai Melaka.
Pada malam hari, penginap bisa nikmati duduk di kafe pinggir sungai atau di belakang guest house seraya menikmati tenangnya Kota Melaka.
Berdasarkan sebuah cacatan lagi, sekitar abad 15, sungai Melaka ini memiliki arti penting untuk transportasi barang-barang perdagangan. Kejayaan kerajaan Melaka tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang sungai ini.
Sungai Melaka ini tidak serta merta menjadi secantik sekarang. Ternyata sungai ini pernah kumuh, kotor, dan jorok. Namun karena keseriusan pemerintah dan masyarakat Melaka, sekarang para wisatawan yang datang ke Melaka bisa ikut merasakan nostalgia sejarah sungai ini dalam paket wisata Melaka River Cruise.
Hal yang bisa dilihat keseriusan pemerintah dalam merawat dan mempercantik sungai ini adalah walaupun sudah banyak bangunan-bangunan modern yang berada di pinggir sungai, tetapi tetap saja ada deretan pepohonan mangrove di tepi sungai.

Artikel ini ditulis oleh:

Semburan Gas Panas di Sleman Diduga Akibat Timbunan Limbah Batubara

Yogyakarta, Aktual.co — Munculnya semburan gas panas di sebuah pekarangan kosong dusun Kranggan, Jogotirto, Berbah, Sleman diduga muncul akibat adanya timbunan limbah batubara yang dikubur oleh pemilik lahan bernama Jafar Shodik. 
Warga setempat, Sukirno, menyebut empat tahun lalu sekitar tahun 2000 pemilik lahan menguruk pekarangan dengan material guna meninggikan permukaan tanah tersebut. Disamping material, ia juga menimbun limbah batubara berupa abu hasil pembakaran tebu dari pabrik gula Madukismo, Bantul di dalam tanah tersebut. 
“Dulu katanya mau dibuat sebagai bahan campuran batako. Makanya ditimbun disitu. Kurang lebih kedalaman timbunan itu ya sekitar 1 meteran,” katanya. 
Pihak berwenang sendiri belum dapat memastikan apakah munculnya gas panas itu akibat adanya timbunan limbah batubara yang dikubur di pekarangan. 
Sementara itu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Sleman menilai pemanfaatan limbah semacam itu tidak bisa sembarangan dilakukan karena harus ada izin dari pemerintah. 
“Sesuai ketentuan pemanfaatan limbah batubara seperti ini memang harus memiliki ijin. Ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari tujuan penggunaanya hinga teknik-teknik pemanfaatannya. Tidak bisa sembarangan,” kata  Isti kurniati Kepla Seksi Pelayanan dan Kajian Lingkungan, Kantor Lingkungam Hidup Kab Sleman di lokasi.
Pihakya sendiri mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak BLH DIY untuk menyelidiki dan mengetahui perizinan pemanfaatan limbah tersebut.  

Besok, Komisi III Seleksi Capim KPK

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Azis Syamsuddin menjadwalkan akan memulai proses seleksi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (4/11) besok.
Dalam proses seleksi ini, akan melibatkan sejumalah elemen masyarakat, seperti pemerhati hukum.
“Besok RDPU dari berbagai narsum yang memasukan data. Kita undang siang jam 13.00 atau 13.30 WIB,” ucap  Azis usai rapat pleno pimpinan Komisi III DPR, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (3/11).
Ia menegaskan, jika dalam rapat itu mendengarkan masukan dari sejumlah pemerhati hukum dan elemen masyarakat lainnya, yang nantinya akan diputus berdasarkan fraksi.
“Mekanismenya kita terima dulu masukan-masukan narasumber, kemudian dibahas dalam pleno Komisi III untuk dengan keputusan fraksi-fraksi secara tertulis seperti apa,” tuturnya.
Untuk diketahui, dua nama yang lolos dari panitia seleksi pimpinan KPK adalah Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata. Busyro merupakan wakil ketua KPK yang akan berakhir masa jabatannya pada 10 Desember 2014. Sedangkan, Roby merupakan Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pimpinan DPR Rayu KIH untuk Kembali Gabung

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tetap mengajak seluruh fraksi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk bergabung dalam komisi maupun kelengkapan dewan yang ada. Sehingga, komunikasi secara formal dapat dilakukan.
“Kalau mereka rapat kumpul-kumpul enggak bisa dibilang paripurna karena prosedurnya sudah detail diatur di tata tertib. Makanya, Saya usulkan ke teman-teman (KIH), ayo gabung,” ucap Fahri, di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/11).
Menurut dia, pada dasarnya konsolidasi yang dilakukan oleh KIH sah saja dilakukan. Namun secara aturan, tidak ada landasan hukum yang bisa menjadi dasar. Seluruh pertemuan pun hanya dianggap sebagai lobi dan rapat fraksi yang diperluas.
“Kita bukan larang. Itu semua ada prosedurnya. Kalau kumpul-kumpul tidak boleh di ruang paripurna. Itu khusus paripurna,” seru politisi PKS itu.
Masih kata Fahri, masih banyak ruang komunikasi yang bisa dilakukan. Bila KIH menginginkan posisi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), sebaiknya seluruh fraksi menyerahkan nama-nama terlebih dahulu.
“Semestinya ada perwakilan di komisi dari fraksi. Tapi mereka enggak mau setorkan nama. Daftar dulu di AKD, di sana nanti negosiasinya. Bukan di paripurna, tapi di Komisi dan AKD. Kita tunggu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Usai Bertemu Pimpinan, Romo: KPK Tengah Cari Alat Bukti Menteri Bermasalah

Jakarta, Aktual.co — Meski tak mau menyebutkan siapa saja yang telah disodorkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait sejumlah nama menteri yang diduga diberi tanda merah dan kuning. Namun, Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo memastikan lembaga tersebut sudah membidik nama menteri yang diberi tanda merah dan kuning.
“KPK tadi tidak mengatakan jumlah, tapi sudah membidiklah orang-orang tertentu yang selama ini jelas-jelas sudah banyak kasus, hanya alat buktinya masih kurang,” kata Romo di Gedung KPK, Senin (3/10).
Maka dari itu, sambung dia terkait dengan nama menteri yang telah diberi tanda merah dan kuning itu harus dipantau terus menerus. Terlebih, kata dia, nantinya KPK akan memberi indikasi-indikasi itu.
“Ya nanti tunggu sajalah. Iya, tapi kan terbukti, KPK juga bisa. jadi kita jangan curiga dulu, beri waktu pada KPK untuk mengusut semua itu,” kata dia.
Ketika ditanya ada kesulitan dalam mengungkap penyebutan nama menteri yang diduga diberi tanda merah dan kuning itu, Romo berpendapat, bahwa KPK terikat dengan etika hukum sebelum mempunyai dua alat bukti yang kuat. “Jadi jangan kita dorong mereka melanggar hukum dong. Lho iya, tetapi kan KPK tidak boleh menjustice orang, karena itu pembunuhan karakter, maka KPK masih menyelidiki mencari alat bukti yg kuat, sampai KPK menginisiasikan,” kata dia.
Meski demikian, dia pun meminta agar masyarakat mempercayakan kinerja KPK dalam menelusuri menteri yang terindikasi diberi cap merah itu. Apalagi, KPK sudah menyatakan, bahwa Presiden dalam hal ini Joko Widodo mau bekerja sama dengan lembaga tersebut.
“Jadi Presiden dan KPK sekarang ada kerjasama memang ingin memberantas korupsi dan serius. Ya tunggu saja itu akan ditindaklanjuti,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Catatan Merah Menteri, Pengamat: KPK Terlalu Berpolitik

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik UI, Cecep Hidayat mengaku sangat menyayangkan sikap politis KPK yang telah menyeleksi calon-calon menteri.
“Ini memang sangat disayangkan, padahal KPK kemarin sudah bilang calon-calon menteri tersebut sudah melewati seleksi ketat,” ujarnya ketika dihubungi Aktual.co, Senin (3/11).
Cecep juga mengaku kaget setelah kabinet seminggu dilantik, tiba-tiba keluar rumor nama-nama menteri yang terindikasi mendapat catatan merah.
“Ketika baru seminggu lebih jalan kok tiba-tiba muncul nama menteri terindikasi catatan merah,” ucapnya.
Cecep mengatakan seharusnya memilih calon menteri dengan berhati-hati dan menyayangkan dengan caranya memilih calon menteri dengan cara tertutup.
“Seharusnya Presiden Jokowi ini harus benar-benar memilih calonnya ini dengan hati-hati dan ini karena dia sangat tertutup jadi kita tidak tahu siapa yang bakal ditunjuk Jokowi, tiba-tiba ada muncul nama-nama itu,” pungkasnya.
Cecep mencontohkan nama Rini Soemarno sebenarnya sudah kerap dimunculkan dengan riwayat yang kurang baik tetapi kenapa masih ada nama itu.
“Rini Soemarno itu kan sudah kerap dimunculkan tapi tetap saja ada nama dia di daftar menteri, ada apa ini,” ucapnya.
Seperti diketahui, Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia (GDRI) mengungkapkan bahwa dalam pertemuan yang dilakukan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pihaknya menyerahkan sejumlah nama menteri kabinet kerja Jokowi-JK yang terindikasi bermasalah hukum. (Baca: Catatan Merah Menteri, Aktivis Desak KPK Transparan)
Nama-nama menteri yang dilaporkan, yakni Rini Soemarno (Menteri BUMN), Rudiantara (Menteri Kominfo), Andi Amran Sulaiman (Mentan), Arif Yahya (Menteri Pariwisata), Sudirman Said (Menteri ESDM) dan Sofyan Djalil (Menko Perekonomian).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain