21 April 2026
Beranda blog Halaman 42150

Taiwan berharap indonesia tak larang kapal ikannya

Jakarta, Aktual.co — Badan Perikanan Taiwan berharap, pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan larangan berlayar terhadap kapal pencari ikan asal Taiwan di wilayah perairan Indonesia.

Deputi Direktur Jenderal Badan Perikanan Taiwan, Tsay Tzu-yaw, sebagaimana dikutip Harian The China Post di Taipei, Sabtu (15/11), mengakui bahwa pemerintah Taiwan akan membicarakan masalah tersebut dengan pemerintah Indonesia.

Pembicaraan itu menyangkut tentang kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti, yang melarang beroperasinya 40-60 unit kapal pencari ikan tuna asal Taiwan untuk melindungi kepentingan wilayah perairan Indonesia.

Menurut Tzu-yaw kepada Kantor Berita Taiwan, CNA, perairan Indonesia merupakan wilayah perlintasan ikan tuna bermata besar dan tuna bersirip kuning. “Jika kapal pencari ikan asal Taiwan tidak diizinkan melintasi wilayah perairan Indonesia, maka mereka harus mengubah wilayah operasi,” katanya menambahkan.

Ia mengakui, pemerintah Indonesia memiliki hak mengeluarkan regulasi tersebut. Namun, pihaknya tetap berharap pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan larangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Harus Tata Ulang Sistem Distribusi BBM

Jakarta, Aktual.co —Rencana Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga BBM bersubsidi disarankan tetap memperhatikan tekanan terhadap APBN.
Mantan Ketua Komisi VI DPR Erik Satrya Wardhana mengatakan pemerintahan harus bisa menekan biaya pengadaan BBM bersubsidi dengan menata ulang sistem pengadaan dan melakukan efesiensi pada komponen-komponen biaya produksi, transportasi, dan distribusi BBM.
“Memperbaiki cara penghitungan besar subsidi BBM, dengan terlebih dulu menghitung harga pokok produksi BBM subsidi secara berdaulat dan menggunakannya sebagai patokan dalam menghitung besaran subsidi pada APBN,” ujar politisi Hanura, dalam acara diskusi di Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Minggu (16/11).
Pemerintahan Jokowi juga harus melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan tegas terhadap penyelundupan BBM bersubsidi, maupun praktek-praktek yang merugikan negara dalam tata niaga minyak.
Mantan politisi Golkar itu juga berharap pemerintah melakukan pengendalian BBM subsidi secara sungguh-sungguh. Yakni dengan membatasi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. “Dalam hal ini, pemerintah harus bersunguh-sungguh membangun sistem trasnportasi umum yang layak dan massif. Serta harus menuntaskan implemantasi kebijakan konversi dan memperluas infrastruktur penyaluran BBG (Bahan Bakar Gas).”
Tak hanya di situ, pemerintahan juga harus bisa menekan subsidi listrik. Yakni melalui penggunaan energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. Serta dapat menjamin sasaran subsidi listrik yang semata-mata ditunjuk untuk mengurangi beban biaya rumah tangga rakyat miskin, dan mengurangi beban produksi usaha kecil, mikro, dan koperasi.
“Pemerintah juga harus melakukan optimalisasi sumber-sumber pendapatan APBN dan meningkatkan tax ratio menjadi 13,5 persen pada realisasi APBN 2015.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menteri Susi minta proses hukum kapal nelayan asing dipercepat

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengharapkan kerugian negara dikurangi, dengan cara mempercepat proses hukum terhadap kapal motor nelayan asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.

“Saya pribadi ingin dua hari saja proses hukumnya sudah putus,” kata Susi Pudjiastuti, saat melakukan kunjungan kerja ke Pontianak, Sabtu (15/11) malam.

Ia juga mengusulkan ada aturan yang simpel, misalnya  kapal motor asing itu ditenggelamkan sehingga bisa menjadi tempat ikan bertelur.  “Sudah mereka mencuri ikan, nangkap keluar biaya, setelah disita tidak bisa digunakan sehingga bangkai kapal motor itu menghambat infrastruktur untuk nelayan melaut,” katanya.

Dia mengasumsikan, untuk sekitar 500-1.000 kapal motor asing yang ditangkap, kalau satu kapal motor bisa menangkap sekitar 100 ton ikan, dikalikan Rp 90 ribu/kilogram ikan, artinya Rp 9 miliar kerugian negara untuk satu kapal motor. Kemudian kalau dikalikan 1.000 kapal motor, kerugian negara sekitar Rp 9 triliun akibat pencurian ikan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak Sumono Darwinto menyatakan, sejak 2008-2014 telah menangkap 253 kapal motor nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah Indonesia, khususnya di perairan laut Kalimantan Barat.

“Dari sebanyak itu, hasil putusan pengadilan, empat kapal motor dikembalikan ke nelayan asing, kemudian sebanyak 249 kapal motor dirampas untuk negara,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Diecast Expo 2014

Pengunjung memilih diecast (miniatur mobil) di salah satu stan pada Indonesia Diecast Expo 2014 di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (15/11). Pameran yang diadakan untuk pertama kali dengan melibatkan exhibitor yang tersebar di Indonesia, hingga dari luar negeri seperti Brunei, Malaysia, Singapura, dan Austalia ini didukung lebih dari 60 komunitas penggemar mainan di Tanah Air.AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Seminar IPB: Perkebunan sawit rakyat hadapi banyak masalah

Jakarta, Aktual.co — Upaya memajukan perkebunan sawit rakyat saat ini masih dibayangi berbagai masalah. Banyak tumpang tindih tata ruang, banyaknya kebun sawit di kawasan hutan, banyak kebun sawit di lahan gambut, persoalan agraria (kepemilikan lahan), penguasaan modal asing, proporsi perkebunan estate dan rakyat. Segala persoalan tersebut dibahas dalam Seminar Nasional di Fakultas Pertanian IPB, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/11).

Dekan Fakultas Pertanian IPB, Dr Ernan Rustiadi mengatakan, politik Indonesia saat ini memberi perhatian yang besar untuk dikembangkannya perkebunan sawit rakyat. Banyak pandangan yang ingin mengurangi porsi penguasaan sawit oleh pihak asing atau korporasi besar.

“Suka tidak suka, persoalan sawit sulit untuk kita tutup mata, kalau tidak dikaitkan dengan politik perdagangan,” kata Ernan dalam seminar yang mengangkat tema “Pengembangan Produksi Kelapa Sawit Rakyat melalui Pembinaan Petani Swadaya”

Ernan menyebutkan, banyak negara yang terancam dan tersaingi dengan semakin kompetitifnya minyak sawit Indonesia. Produksi sawit dalam negeri mencapai 3,5 juta ton per hektar per tahun. Tidak ada minyak nabati lainnya yang bisa menandingi. “Oleh karena itu banyak upaya untuk membatasi masuknya ekspor produk sawit dari kita,” ujar Ernan.

Ernan mengatakan, sistem pertanian kelapa sawit adalah yang terluas dalam mengokupasi lahan pertanian di Indonesia. Sawit telah mencapai 10 juta hektar, jauh melampaui sawah yang luasnya terus menurun, yakni di bawah delapan juta hektar dari hasil proses keseimbangan yang panjang.

“Persoalan lainnya adalah teknologi. Menurut pakar sawit IPB, potensi sawit masih besar. Saat ini produksi sawit masih di bawah yang sebenarnya bisa dihasilkan,” ujar Ernan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ribuan Umat Muslim Datangi Kedubes AS Minta Blokade Al-Aqsa Dibuka

Massa dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menggelar aksi unjuk rasa yang memadati Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Minggu (16/11/2014). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pembukaan blokade menuju Masjid Al-Aqsa oleh Israel. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain