18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42154

Marwan Jafar Tinjau Distribusi KIS KIP dan KKS

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, saat meninjau proses penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar di Kantor Pos Rawamangun, Jakarta, Senin (3/11/2014). Pemerintah membagikan kepada 15,5 juta keluarga kurang mampu secara bertahap yang dimulai dengan pemberian Simpanan Keluarga Sejahtera melalui rekening simpanan uang eleltronik kepada lebih dari 1 juta keluarga, Kartu Indonesia Pintar kepada sekitar 160 ribu anak usia sekolah dan Kartu Indonesia Sehat bagi hampir 4,5 juta individu di 19 Kabupaten/Kota di 9 Provinsi. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Ini Alasan Polisi Pulangkan Penghina Jokowi di Pagi hari

Jakarta, Aktual.co — Tersangka penghinaan terhadap Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri, Muhammad Arsyad, akhirnya dipulangkan ke rumahnya setelah sempat mendekam di tahanan Bareskrim Mabes Polri.
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Div Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, penyidik memulangkan Arsyad di pagi hari tadi lantaran untuk menghindari macet.
“Kan belum macet kalau pagi, Kalau pagi sudah selesai kenapa siang,”,  kata Boy di Mabes Polri, Senin (3/11).
Selain itu, Boy menambahkan, Arsyad diharuskan wajib lapor guna melengkapi keterangan tambahan. “Seminggu satu kali, jika di dalam pelaksaan masih ada keterangan tambahan yang diperlukan penyidik untuk pemberkasan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Udar Ngotot 600 Bus Transjakarta Hasil Lelangan Sesuai Syarat

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Udar Pristono tetap ngotot bahwa lebih dari 600 bus transjakarta hasil pelelangan sudah sesuai persyaratan. Udar pun menolak tudingan soal adanya penyimpangan spesifikasi teknis bus transjakarta hasil pengadaan pada 2013.
Dia pun mengklaim, tidak ada penyimpangan spek teknis dari bus-bus transjakarta hasil pengadaan 2013. “Semuanya sudah sesuai dengan spesifikasi teknis seperti yang pertama,” kata Udar ketika bersaksi dalam sidang dua terdakwa kasus korupsi pengadaan bus transjakarta, Drajad Adhyaksa dan Setiyo Tuhu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (3/11).
Namun demikian, jaksa penuntut umum tetap yakin ada bus-bus itu tidak sesuai spesifikasi. Sebab menurut mereka, hasil telaah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dalam menyusus spesifikasi teknis tidak mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang kendaraan.
Jaksa berpendapat, BPPT hanya membuat telaah spek teknis berdasarkan pengadaan tahun sebelumnya. Jaksa menilai, bila mengacu pada beleid soal aturan keamanan kendaraan, bus transjakarta merek Yutong dan Angkai tidak lolos persyaratan. Terlebih lagi,  soal berat total kendaraan bus gandeng dan bus single (tunggal), termasuk kelengkapan side impact bar (penyangga benturan samping) buat melindungi tabung gas apabila ada benturan dari arah samping.
“Pas kejadian ini, saya baru baca-baca perpres lagi,” kata Udar.
Udar mengatakan, karena kasus ini terbongkar, maka Pemprov DKI hanya menyelesaikan pembayaran 125 unit bus transjakarta. Sedangkan sisanya, sambung dia, sekitar 531 unit belum lunas dan mangkrak di tempat penyimpanan di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.
“Ada 531 unit yang belum dibayar Pemprov DKI. Busnya masih ada di Ciputat, yang kondisinya sama dengan yang pengadaan pertama. Jadinya mangkrak dan sayang, padahal DKI butuh bus,” kata dia.
Meski begitu, Udar mengakui 14 bus transjakarta berkarat ramai diberitakan oleh media massa beberapa waktu lalu juga termasuk yang belum dibayar. Tetapi menurut dia, sebenarnya hal itu tidak masalah lantaran produsen menjamin akan bertanggung jawab akan hal itu.
“14 bus yang karatan termasuk yg 531 unit itu. Bus karat sebenarnya enggak masalah karena kan akan ada penggantian. Karena kontraktor bersedia menanggung penggantian suku cadang dan servis selama satu tahun penuh. Tapi karena pemberitaan dan opini publik yang demikian hebat, makanya jadi seperti ini,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Dishub DKI: 593 Kendaraan Berhasil Diderek Selama Dua Bulan

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengatakan pihaknya telah menderek 593 kendaraan selama pelaksanaan operasi derek parkir liar dalam kurun waktu hampir dua bulan terakhir.

“Sebanyak 593 kendaraan dari berbagai jenis sudah kami derek, dan sebagian besar kami bawa ke penampungan mobil Rawa Buaya dan Tanah Merdeka di Jakarta Utara,” katanya di Jakarta, Senin (3/11).

Kendaraan tersebut, katanya, diderek di hampir semua lokasi yang menjadi area operasi razia parkir liar di Jakarta.

Situasi tersebut berbeda dengan kondisi pada masa awal pemberlakuan razia tersebut, yang didominasi penderekan kendaraan dari Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Hal tersebut terkait dengan perluasan area razia yang telah direncanakan pada dua bulan sebelumnya, terkait dengan perkembangan positif yang telah dihasilkan.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Imam Slamet juga mengatakan bahwa untuk wilayah Jakarta Barat mengalami perluasan area razia.

“Lokasi di Jakarta Barat seperti Cengkareng, Kembangan, dan Grogol termasuk titik operasi penertiban yang akan diperluas,” katanya di Jakarta, Selasa (9/9).

Akbar menambahkan operasi penertiban yang mengharuskan pengguna kendaraan membayar denda sebesar Rp500.000/hari ini telah sesuai dengan Perda dan akan terus dijalankan.

“Denda maksimal ini sudah sesuai dengan Peraturan Daerah No.5 tahun 2012 tentang perparkiran,” kata Akbar di Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Data BPS Bikin Rupiah Melemah Sembilan Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, melemah sembilan poin menjadi Rp12.094 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.085 per dolar AS.

“Berlanjutnya tren defisit pada kinerja neraca perdagangan Indonesia membuat mata uang rupiah berbalik arah ke area negatif setelah pada sesi pagi tadi sempat berada dalam area positif,” ujar Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta, Senin (3/11).

Ia mengemukakan bahwa data neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit sebesar 270,3 juta dolar AS pada September 2014, berlanjutnya tren defisit itu membuat sebagian pelaku pasar uang di dalam negeri khawatir terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, lanjut dia, belum adanya kepastian baik dari internal maupun global juga menjadi salah satu faktor mata uang rupiah mengalami tekanan. Dari internal, pelaku pasar menantikan realisasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sementara dari internal terkait suku bunga Amerika Serikat (AS).

“Tekanan rupiah saat ini lebih disebabkan faktor fundamental,” ucapnya.

Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir menambahkan bahwa penguatan dolar AS menguat setelah meningkatnya indeks manufaktur dan sentimen konsumen AS yang menegaskan berlanjutnya pemulihan ekonomi disana.

Selain itu, lanjut dia, menurunnya aktivitas manufaktor dan non-manufaktur di Tiongkok juga menambah sentimen negatif bagi mata uang di kaasan Asia, termasuk Indonesia. Menurunnya aktivitas di Tiongkok itu membuat investor cemas dengan outlook perbaikan neraca perdagangan Indonesia.

“Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia sehingga berkurangnya aktivitas perekonomian disana juga bisa mengganggu outlook ekspor Indonesia,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Senin (3/11) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.105 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp12.082 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Fahri Hamzah: Ayo KIH Gabung

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengajak lima fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, yakni PDIP, PKB, PPP, NasDem, Hanura untuk bergabung dalam komisi maupun kelengkapan dewan yang ada.
“Kalau mereka rapat kumpul-kumpul enggak bisa dibilang paripurna karena prosedurnya sudah detail diatur di tata tertib. Makanya, Saya usulkan ke teman-teman (KIH), ayo gabung,” kata Fahri, di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/11).
Menurut dia, pada dasarnya konsolidasi yang dilakukan oleh KIH sah saja dilakukan. Namun secara aturan, tidak ada landasan hukum yang bisa menjadi dasar. Seluruh pertemuan pun hanya dianggap sebagai lobi dan rapat fraksi yang diperluas.
“Kita bukan larang. Itu semua ada prosedurnya. Kalau kumpul-kumpul tidak boleh di ruang paripurna. Itu khusus paripurna,” kata dia.
Menurutnya, masih banyak ruang komunikasi yang bisa dilakukan. Bila KIH menginginkan posisi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), sebaiknya seluruh fraksi menyerahkan nama-nama terlebih dahulu.
“Semestinya ada perwakilan di komisi dari fraksi. Tapi mereka enggak mau setorkan nama. Daftar dulu di AKD, di sana nanti negosiasinya. Bukan di paripurna, tapi di Komisi dan AKD. Kita tunggu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain