21 April 2026
Beranda blog Halaman 42153

RI-Prancis Kerjasama Bidang Maritim

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia dan Prancis, sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim, khususnya industri galangan kapal dengan membentuk kelompok kerja yang akan membahas secara konkrit rencana tersebut.

“Untuk maritim industrinya yang menjadi penekanan karena Prancis kuat di bidang industri galangan kapalnya. Kemudian diminta membuat working group untuk membahas kerja sama selanjutnya,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada wartawan di sela mendampingi Presiden Joko Widodo mengunjungi Pelabuhan Brisbane, Australia, Minggu siang (16/11).

Selain memperkuat kerja sama di bidang maritim, Presiden Joko Widodo saat bertemu Presiden Prancis Francois Hollande juga membahas mengenai peluang investasi di bidang infrastruktur, energi khususnya pembangkit tenaga listrik.

“Dan (mengenai) ISIS, menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara Islam moderat, (juga dibahas) minta kerja sama penukaran intelijen untuk mencegah apa yang terjadi. Sementara untuk perubahan iklim (climate change baik Indonesia maupun Prancis) melanjutkan komitmennya,” kata Seskab.

Sementara itu saat bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Joko Widodo juga membahas peningkatan kerja sama di bidang pertahanan setelah sebelumnya Indonesia dan Jerman bekerja sama dalam pengadaan main battle tank Leopard.

“Yang khusus kerja sama industri pertahanan karena kita telah membeli Leopard sehingga diharapkan bisa dilanjutkan. Secara luas di industri pertahanan itu terutama apa yang bisa dilakukan untuk maritim,” kata Andi.

Sementara mengenai kebijakan luar negeri dan perkembangan global, dibicarakan mengenai ISIS dan juga perubahan iklim.

“Pembicaraan masih umum tentang yang sudah dikerjasamakan, pembelian Leopard diharapkan dilanjutkan ke kerja sama transfer energi,” papar Andi.

Pada Minggu siang Presiden Joko Widodo beserta rombongan meninjau Pelabuhan Brisbane, kemudian menuju Bandara Internasional Brisbane untuk selanjutnya Minggu sore bertolak kembali ke Tanah Air setelah sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok, Myanmar dan terakhir ke Australia selama sepekan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Suzuku Celerio Akan Beredar di Inggris Pada 2015

Jakarta, Aktual.co — Varian mobil mungil terbaru milik Suzuki, All-New Suzuki Celerio, diberitakan akan meramaikan industri otomotif di Inggris pada Feberuari 2015 mendatang.

Seperti dilansir dari Carwale.com, Minggu (16/11), Suzuki Celerio yang sempat terpampang di megahnya Indonesia International Motor Show 2014 (IIMS 2014), memang digadabg-gadang menjadi salah satu “global small-car” yang banyak diminati kalangan pecinta mobil mungil.

Dengan beberapa perlengkapan seperti pendingin udara, velg berbahan alloy, audio system dengan USB dan konektivitas Bluetooth, electric mirrors dan fitur safety tambahan seperti 6 buah airbags, ABS dan ESP, akan membuat Suzuki Celerio akan semakin nyaman untuk dikendarai.

Di sisi mesin, Celerio juga dianggap mumpuni. mesin DualJet 3-silinder terbaru dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, didukung twin fuel injector, disematkan ke dalam dapur pacu Celerio Europe-spec. Komponen itu diberikan guna memastikan efisiensi dan keiritan pemakaian bahan bakarnya lebih maksimal yang diklaim mencapai angka 27,7 km/liter.

Untuk info tambahan, nasib Suzuki Celerio di Bumi Nusantara sedikit mendapat titik terang. Walau pun masih belum dikonfirmasi secara pasti, namun kedatangannya di Tanah Air pada akhir tahun ini bukanlah hal yang tidak mungkin.

Artikel ini ditulis oleh:

FPDIP Dukung Keputusan Mendagri Terkait Penyebutan DIY

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, mengapresiasi penerbitan keputusan Menteri Dalam Negeri bahwa DIY tanpa kata “provinsi”.

“Setelah melakukan kajian yang mendalam dan mendengarkan aspirasi rakyat sesuai dengan sikap sedari awal bahwa, penyebutan DIY tanpa kata “provinsi”, FPDIP memberikan apresiasi dan dukungan pada keputusan Mendagri ini,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY Eko Suwanto di Yogyakarta, Minggu (16/11).

Ia mengatakan kebijakan Mendagri secara tegas menghentikan polemik ini berdasarkan kesejarahan dan peraturan perundang-undangan khususnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 dengan sikap resmi bahwa penyebutan DIY tanpa didahului kata “provinsi”.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 Pasal 1 jelas disebutkan bawah DIY merupakan daerah Provinsi dari NKRI. Artinya meskipun tidak menggunakan kata “provinsi”, DIY adalah daerah provinsi dalam NKRI yang juga taat pada peraturan perundang-undangan lain di Indonesia,” kata Eko.

Menurut Eko, keputusan Mendagri ini sekaligus menjadi wajah sikap Presiden Joko Widodo yang mengerti suasana batin rakyat DIY dan konsisten melaksanakan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012.

“Kami berharap gubernur dan jajarannya segera melaksanakan tugas sesuai perintah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013, khususnya dalam lima urusan dan administrasi pemerintahan setelah tidak lagi menggunakan kata “provinsi”,” kata dia.

Momentum ini, lanjut Eko, harus dimaknai bahwa pemerintah memberikan penghargaan kepada DIY, sehingga harus mendorong Pemerintah Daerah DIY berjuang dan bekerja lebih keras lagi, tidak hanya mewujudkan kesejahteraan dan ketentraman rakyat DIY, juga DIY harus menjadi pelopor dalam menjaga keutuhan NKRI, pelaksanaan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami mendukung pemerintah daerah dan rakyat DIY untuk menjadi pelopor dalam membangun ke-Indonesiaan kita sesuai amanat konstitusi,” kata Eko.

Artikel ini ditulis oleh:

Tips Melakukan “Test Drive”

Jakarta, Aktual.co — Maraknya varian mobil terbaru dari berbagai produsen, kerap membuat konsumen baru kebingungan. Bagi anda yang ingin membeli mobil, tentunya terdapat keinginan untuk dapat melakukan “test drive”.

Kali ini, tim Redaksi Aktual.co, telah menyiapkan beberapa tips yang dapat anda lakukan sebelum melakukan “test drive”.

1. Tentukan dahulu tipe mobil yang anda inginkan. Jangan biarkan “sales” mempengaruhi pilihan anda.
2. Jika anda sudah memilih dan bersiap untuk melakukan “test drive”, pastikan atur kenyamanan kemudi anda.
3. Cobalah melakukan pengecekan mobil dengan mengendarainya di jalan raya.
4. Anda bisa mencoba melalui jalanan yang tidak rata. Hal itu dilakukan untuk mengecek suspensi mobil yang anda inginkan.
5. Anda juga bisa mencoba mengemudi dengan kecepatan yang agak tinggi. Biar anda tahu bagaimana akselarasi mobil pilihan anda.
6. Cobalah memarkir mobil yang anda “test drive”. Parkir dengan paralel. Lakukan hal tersebut agar anda bisa mengetahui jarak pandang anda berada di jalan yang sempit.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Operasi, Malinda Dee Belum Masuk Sel Lagi

Bandung, Aktual.co — Satu bulan pasca operasi implantasi pada bagian bokongnya, Inong Malinda Dee, masih belum menghuni kamar sel tahanan di Lapas Wanita Kota Bandung dan masih dibantarkan di Poliklinik Lapas.

Kondisi terpidana kasus pembobolan 37 rekening nasabah Citibank dengan total Rp16 miliar tersebut telah berangsur membaik, namun masih perlu mendapat perawatan.

“Masih dirawat di Poliklinik. Belum dimasukan ke sel, karena kondisinya belum memungkinkan. Untuk tidur saja belum normal,” kata Kasi Binadik Lapas Wanita Klas IIA Bandung, Inna Imaniati, Minggu (16/11).

Ditambahkannya, kateter yang berfungsi untuk alternatif buang air kecil bagi orang yang terbatasi di tempat tidur atau tidak mampu mengontrol buang air kecil, masih terpasang ditubuh sosialita ini.

Disinggung kapan Malinda bisa menghuni kamar sel. Inna belum bisa memastikan hal tersebut, dan menunggu hasil keputusan dari tim dokter yang menangani Malinda Dee.

“Nanti bagaimana rekomendasi dokter. Kalau sudah memungkinkan pasti akan kita pindahkan. Hanya untuk saat ini masih belum,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisata Mampu Angkat Kesejahteraan Rakyat

Denpasar, Aktual.co — Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar menuturkan, ada keterkaitan erat antara pengentasan kemiskinan dan pariwisata. Relevansi pariwisata dan kemiskinan, kata Sapta, telah diakui dalam Konferensi United Nation World Tourism Organization (UNWTO) di Uzbekistan pada 2014.

“Kemajuan pariwisata akan mengangkat kesejahtera 1 dari 10 penduduk sebuah negara,” ujarnya saat menjadi pembicara pada  lokakarya  bertajuk  IPEC 2014 (Indonesia Poverty & Empowerment Conference), Minggu (16/11).

Lantaran hal itu, potensi penting yang mesti dikembangkan adalah keberadaan desa wisata sebagai salah satu strategi unggulan dalam memutus rantai kemiskinan di pedesaan. Pada 2013, pemerintah mendukung pengembangan 490 desa menjadi desa wisata dengan bantuan finansial antara Rp100 juta hingga Rp150 juta.

Menurutnya, hal itu terjadi karena pariwisata akan mengakselerasi potensi ekonomi, sehingga memberi manfaat pada pelakunya. Pariwisata, Sapta melanjutkan, juga bermanfaat langsung pada kelestarian lingkungan dan budaya, karena kedua hal tersebut menjadi potensi yang harus dijaga agar sebuah destinasi tetap layak dikunjungi.

Kelebihan lain dari pariwisata, kata dia, karena mendorong kewirausahaan di tingkat lokal sehingga potensi kreatif warga akan dihargai.

Sementara itu, ekonom senior dari Universitas Indonesia Prof. Subroto mengakui kekuatan pariwisata yang bahkan bisa menjadi the enginee of growth (pendorong pertumbuhan ekonomi) yang keempat setelah perdagangan internasional, konsumsi domestik dan investasi. Namun, untuk meningkatkan kemakmuran, pariwisata harus dibangun berdasarkan kebersamaan dan gotong royong, sehingga tidak menciptakan kesenjangan baru dalam masyarakat.

“Teori ekonomi yang menyebut keserakahan individual adalah hal yang baik sudah tidak relevan. Krisis ekonomi global yang sudah berkali-kali terjadi adalah akibat penerapan teori itu,” papar dia.

Namun Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Prof. Satrio Brojonegoro menyebut, Bali sebagai pusat pariwisata Indonesia perlu mewaspadai kesenjangan pertumbuhan pariwisata antara Bali  utara dan Bali selatan. Di saat pariwisata massif berkembang di Kuta, Sanur dan Nusa Dua, daerah utara nyaris tidak meneriam manfaatnya.

Karena itu, pihaknya justru mengembangkan potensi lokal di kawasan Bali utara misalnya dengan pengembangan varietas buah dan sayuran lokal di Desa Sudaji, Buleleng. Diharapkan nantinya buah dan sayuran lokal itu dapat menjadi pemasok bagi kebutuhan pariwisata. Strategi ini juga  menggambarkan bahwa tidak seluruh wilayah di Bali harus menjadi lokasi wisata untuk dapat mengakses berkah dari pariwisata.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain