18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42155

Tak Patuh Pada Konstitusi, TAKER: Sebaiknya Menteri ESDM Mundur

Jakarta, Aktual.co — ‎Menyikapi pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut kenaikan harga BBM akan menyejahterakan rakyat serta subsidi menyebabkan kemalasan rakyat, Ahli Ekonomi-Politik Universitas Muhammadiyah Puwokerto Yudhie Haryono mengungkapkan bahwa empat pernyataan Sudirman Said tidak mencerminkan dirinya sebagai publik figur.

“Pertama, pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said tersebut sangat anti konstitusi,” ujar  Yudhie Haryono yang juga merupakan Team Assisstensi Kedaulatan Ekonomi Rakyat (TAKER) dalam keterangan resmi yang diterima Aktual, Senin (3/11).

Menurutnya, ketika seorang pejabat negara disumpah dengan kitab suci untuk menjalankan konstitusi, jelas disebut bahwa tugas negara adalah memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pengelolaan BBM sebagai bagian dari “bumi air dan SDA dikuasai dan dimiliki negara dan diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat” haruslah berpijak pada konstitusi. Bukan kepada mekanisme pasar.

“Bernegara adalah berkonstitusi, bukan tunduk pada pasar apalagi ideologi selain Pancasila. Karenanya, perekonomian harus berdasar pada demokrasi ekonomi. Bukan atas oligarki dan kartel,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan jika pemerintah menyerahkan harga BBM ke pasar tanpa melihat problem utama semisal kepemilikan (asing), kebocoran (mafia) dan korupsi (kartel) adalah mengkhianati konstitusi. Karena itu mestinya menteri ESDM tahu bagaimana mengatasi problem subtansial lewat mekanisme konstitusional sebelum menawarkan solusi jangka pendek yang  menguntungkan sedikit orang dan merugikan banyak warga negara.

“Kedua, pernyataan Menteri ESDM yang menyebut rakyat malas tentu saja sangat tidak etis,” terangnya.

Sebagai pejabat, lanjutnya, menteri ESDM semestinya mempunyai etika figur publik, kalimat yang keluar dari mulutnya adalah motivasi dan solusi dari problem besar mereka. Rakyat harus diberi contoh bagaimana menjadi masyarakat Pancasila yang solutif, bukan diberi label dan gelar-gelar yang melecehkan.

“Ketiga, hendaknya sebagai pembantu presiden, seorang menteri memberi beberapa pilihan kebijakan. Bukan menjebak dalam satu solusi seolah-olah tak ada solusi lain yang lebih manusiawi, akuntable dan konstitusional,” tambahnya.

Dikatakan lebih lanjut, seharusnya Menteri ESDM Sudirman Said memanggil dan mendengar para pakar yang mengerti konstitusi dan ekonomi. Lalu buat beberapa opsi, jangan jebak presiden dalam lingkaran setan yang juga menyesatkan rakyat.

“Sebagai menteri pembantu presiden janganlah tunduk pada bos selain bos anda! Bos Sudirman Said adalah presiden, maka berilah pilihan-pilhan rasional dalam kebijakan yang patuh pada konstitusi,” tegasnya.

Terakhir, lanjutnya, pernyataan menteri ESDM sebagai pembantu presiden tak taat konstitusi, sebaiknya mundur sebelum dimundurkan rakyat.

“Masih banyak manusia Pancasila yang layak menggantikan Sudirman Said. Ada saudara Hendri Saparini atau Erani Yustika yang lebih Pancasilais dibanding Sudirman Said. Maka selayaknya Sudirman Said tahu diri dan berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Organda Tolak Kenaikan Harga BBM‎

Semarang, Aktual.co – Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta kepada Presiden RI Joko Widodo tidak dulu menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya untuk angkutan umum. Sebab, konsusmsi kebutuhan angkutan umum hanya memakai 7 persen kuota BBM per hari.

Ketua Organda Jawa Tengah, Karsidi Budi Anggoro mengatakan, pihaknya bersama jajarannya telah mengusulkan perihal penangguhan kenaikan BBM, khususnya angkutan umum secara nasional.

‎”Prioritas kami baik Organda pusat maupun daerah, bukan menyiasati kenaikan BBM, tapi mengusulkan kepada pemerintah, jika BBM harus naik bukan untuk angkutan umum,” kata Karsidi dia dihubungi per telephone, Senin (3/11).

‎Menurutnya, penundaan diwarnai aksi penolakaan kenaikkan BBM bukan tanpa alasan. Hitungan rata-rata kebutuhan per hari angkutan umum semua jenis justru hanya memakai 7 persen dari jumlah kuota BBM. Sedangkan, 93 persen didominasi oleh kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor.

‎”Pemerintah harus pertimbangkan hal itu. Kita hanya memakai sedikit kebutuhan BBM tiap harinya. Sementara, masyarakat sangat butuh dengan jasa angkutan umum,” beber dia.

‎Ia menegaskan jika BBM untuk angkutan umum dipaksakan naik, maka ratusan ribu pengusaha angkutan darat akan kesulitan beroperasi. Adapun jumlah angkutan yang beroperasi, yakni Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 12.500 angkutan, khusus angkutan kota/angkutan desa sebanyak 21.000, taksi sebayak 3000 dan angkutan barang sebanyak 214.000.

‎Lebih lanjut Karsidi menambahkan, kebutuhan angkutan umum bukan semata-mata untuk perusahaan saja, melainkan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Sehingga, jika BBM khusus angkutan umum tidak naik, maka tidak berpengaruh pada kebutuhan masyarakat. Contohnya, naiknya kebutuhan sehari-hari yang dipicu karena naiknya biaya transportasi.

‎”Maka itu rumus yang tepat untuk tidak memberatkan masyarakat. Kami sudah rapatkan dengan semua Organda pusat hingga daerah akan penolakan kenaikan BBM khusus angkutan umum ini, ” tandas dia.

PMKS di Kota Tua Membuat Resah Pengunjung

Jakarta, Aktual.co —Kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat nampaknya tak kunjung selesai menghadapi permasalahan pengemis dan pengamen yang masuk dalam penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).  
Bahkan para PMKS sendiri dalam meminta imbalan terhadap pengunjung Kota Tua tersebut kerap membuat kenyamanan pengunjung terganggu.
“Bukannya apa-apa, mereka kerap memaksa meminta imbalan dari pengunjung. Kami jelas terganggu,” katanya. 
Menanggapi hal tersebut Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Kadiman Sitinjak mengatakan kalau pihaknya segera mengintensifkan razia. 
“Setelah razia, kami juga akan gencar melakukan monitoring sehingga PMKS bisa betul-betul diminimalisir,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ruas Jalan di Kaki Gunung Geurute‎, Aceh Terputus

Banda Aceh, Aktual.co- Hujan deras yang terjadi dua hari terakhir, mengakibatkan banjir dan longsor di Aceh Jaya. Akibatnya, akses transfortasi lintas Aceh Jaya-Banda Aceh putus total.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya, Amren Sayuna kepada Aktual.co, Senin (3/11) menyebutkan ruas jalan terputus berada di bawah kaki Gunung Geurute, Aceh Jaya. Selain itu, longsor juga terjadi di Kecamatan Setia Bakti dan Kecamatan Indra Jaya.

‎“Saat ini, alat berat milik Pemkab Aceh Jaya telah dikerahkan untuk membersihkan longsor di badan jalan. Diharapkan, pembersihan longsor itu segera selesai hingga akses transportasi menjadi lancar kembali,” ujar Amren.

D‎isebutkan, pihaknya terus memantau pengerjaan pembersihan longsor tersebut. Selain itu,sambung Amren, pihaknya kini sedang mendistribusikan bantuan masa panik untuk korban banjir di sembilan kecamatan dalam kabupaten itu. Sembilan kecamatan yang terendam banjir yaitu Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bakti, Krueng Sabe, Panga, Teunom, dan Kecamatan Pasir Raya, Aceh Jaya.

‎“Jika hujan terus terjadi, banjir dipastikan terus meluas. Untuk saat ini, kami mengerahkan seluruh kemampuan seperti tenaga medis, relawan, tim BPBD, tim SAR, RAPI dan lain sebagainya untuk membantu korban banjir,” pungkas Amren. 

BPS: Produksi Padi Turun, Namun Kedelai dan Jagung Naik

Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan data produksi pertanian tahun 2014 seperti padi, jagung, kedelai. Diantara produk tersebut, padi mengalami penurunan sebanyak 0.94 persen, sedangkan jagung dan kedelai mengalami kenaikan persentase. Produksi jagung naik 3,33 persen dan kedelai naik 18,12 persen dari tahun 2013.

Produksi padi tahun 2014 diperkirakan sebanyak 70,61 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi tersebut mengalami penurunan 0.94 persen dibandingkatan tahun 2013, yaitu 0,67 juta ton GKG. Penurunan tersebut terjadi karena penurunan luas panen sebanyak 66,93 ribu Ha dan produktivitas sebesar 0,85 kuintal per Ha (1,75 persen).

“Penurunan produksi padi terjadi pada subround Januari-April dan subround Mei-Agustus masing-masing sebanyak 0,85 juta ton (2,26 persen) dan 0,22 juta ton (0,98 persen), sedangkan pada subround September-Desember produksi padi diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 0,40 juta ton,” ujar Kepala BPS Suryamin di kantornya, Jakarta, Senin (3/11).

Untuk produksi jagung tahun ini paling besar berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Lampung. Sementara itu Provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali adalah provinsi yang mengalami penurunan produksi jagung yang relatif besar.

“Untuk kenaikan produksi kedelai tahun ini sebanyak 141,34 ribu ton (18,12 persen) terjadi pada subround Januari-April, subround Mei-Agustus, dan perkiraan subround September-Desember masing-masing sebanyak 46,72 ribu ton, 66,45 ribu ton, dan 28,18 ribu ton,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Lanjutkan Pemeriksaan Mahfud Suroso

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang Mahfud Suroso meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (3/11/2014). Dirut PT Dutasari Citralaras itu menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kasus tersebut. AKTUAL/JUNADI MAHBUB

Berita Lain