9 April 2026
Beranda blog Halaman 42166

Malaysia-Indonesia Akan Perbaharui Kesepakatan Masalah Kabut Asap

Jakarta, Aktual.co — Malaysia dan Indonesia akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menerapkan langkah-langkah mengekang kebakaran semak yang telah memberi kontribusi kabut lintas-batas.
Deputi Sumber Daya Alam dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia James Dawos Mamit mengatakan, prakarsa ini bertujuan untuk membantu rekan-rekan negara Indonesia di Riau, provinsi Sumatera, dalam mencegah kebakaran semak selama musim kemarau tahunan (November sampai Mei).
“Kerangka waktu di bawah MoU ini akan berakhir tahun ini dan kami akan menandatangani kesepakatan baru segera,” katanya kepada wartawan setempat, Kamis (13/11).
Dia mengatakan ada rencana untuk membantu Indonesia dalam menanggulangi masalah kabut asap di bawah MoU yang diusulkan.
Kabut lintas batas yang disebabkan oleh praktek tebas bakar untuk membersihkan lahan untuk keperluan pertanian telah memusingkan dan menjadi tantangan diplomatik bagi negara-negara di kawasan itu.
Awal tahun ini, kebakaran melalap 21.000 hektar rawa gambut kering di Provinsi Riau Indonesia dengan 1.243 titik api terdeteksi di puncak kebakaran pada 2 Maret.
Selama musim kemarau lalu, asap dari kebakaran hutan di Indonesia menyelimuti Singapura dan Malaysia dalam kabut tebal yang mengirim langkah-langkah polusi udara ke “tingkat berbahaya” – rekor tertinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

THR Lokasari, Milik Pemprov DKI atau Swasta?

Jakarta, Aktual.co —Status kepemilikan Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari di Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat kembali dipertanyakan. Apakah masih milik Pemprov DKI atau sudah berpindah tangan jadi milik swasta. 
Pertanyaan itu kembali mencuat dalam diskusi yang digelar di DPRD DKI yang membahas soal inventarisasi aset Pemprov DKI di kawasan yang terkenal dengan banyaknya tempat hiburan malam, salon SPA, karaoke, dan hotel itu.
Wakil Ketua DPRD Jakarta M. Taufik yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi sependapat kepemilikan Lokasari patut dipertanyakan. Lantaran dia pernah mendapat informasi lahan Lokasari bukan lagi milik Pemprov DKI. 
Informasi itu, kata dia, perlu ditelusuri mengingat di sana sekarang sudah banyak berdiri bangunan milik swasta. Sedangkan pemasukan dari Lokasari ke Pemprov DKI sangat rendah. Di mana pertahunnya Lokasari hanya bisa memberi suntikan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp100 juta saja. 
“Masa cuma 100 juta rupiah dari Lokasari yang operasinya dari mulai dunia gelap sampe gelap lagi, gak habis-habis ,” ujarnya, dalam diskusi di DPRD DKI, Rabu (12/11) kemarin.
Dilanjutkan Taufik, kalau memang Lokasari terbukti bukan lagi milik DKI, seharusnya di APBD DKI tahun 2015 kucuran dana untuk pengelolaannya tak lagi bisa diajukan. 
Pemanggilan pun akan dilakukan DPRD untuk menanyakan kejelasan status Lokasari ke pihak Pemprov DKI. 
“Nanti panggil dibereskan untuk diluruskan. Kalau dia memang aset Pemda harus dimasukan (APBD). Saya harap teman-teman LSM dan media juga membantu menelusuri untuk perubahan yang baik, dan bukan tujuan yang lain,” ujarnya.
Dalam diskusi itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jakarta Kamsul Hasan yang ikut jadi narasumber menilai persoalan inventarisasi aset Pemprov DKI memang belum pernah dilakukan secara tuntas. 
Terbukti dengan banyaknya aset milik Pemprov DKI yang disinyalir dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. “Salah satunya keberadaan Lokasari yang patut dipertanyakan kepemilikan asetnya. Dengan banyaknya investor yang membangun atau memiliki tempat usaha di sana dikhawatirkan Lokasari bukan lagi milik Pemprov DKI,” ujarnya.
Sikap DPRD DKI yang mempersoalkan status Lokasari sebenarnya juga sudah mencuat sejak DKI masih dipimpin oleh Joko Widodo di tahun 2013. Di mana saat itu DPRD bahkan berkeinginan untuk membubarkan taman hiburan tersebut. 
Namun wacana pembubaran justru dianggap akan menghilangkan sorotan indikasi adanya penyimpangan anggaran dan penyalahgunaan aset Pemprov DKI tersebut terkait ketimpangan antara kontribusi Lokasari terhadap PAD DKI dengan potensi keuntungan yang bisa diraih.
Kalangan dewan saat itu pun diimbau untuk tidak hanya mempersoalkan badan hukum THR Lokasari yang harus dibubarkan, tetapi juga mempermasalahkan rendahnya PAD dari situ.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi X Siap jadi Penengah Sengketa KONI-KOI

Jakarta, Aktual.co — Komisi X DPR RI, bersedia menjadi penengah antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Internasional (KOI). Ini dilakukan terkait dengan sengketa dari kedua organisasi tersebut.

Ketua Komis X DPR RI, Teuku Riefky Harsya mengatakan, bahwa pihaknya akan segera memanggil kedua lembaga tersebut secara bersamaan untuk membicarakan langkah yang akan diambil, terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Akhir November ini kami akan mengundang KONI dan KOI untuk duduk bersama. Kami ingin membicarakan langkah-langkah ke depan sebelum MK membuat keputusan. Hal itu dilakukan agar permasalahan kelembagaan itu tidak lagi berdampak negatif kepada prestasi olahraga Nasional,” ungkap Harsya di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/11).

Selain itu, kata Teuku Riefky, Komisi X juga akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mebahas permasalahan yang melibatkan dua lembaga olahraga Nasional di Tanah Air itu.

“Kami akan mengundang Kemenpora juga. Karena ini sudah masuk jalur hukum, kami juga harus berhati-hati agar tidak melanggar hukum,” harapnya.

Ditegaskan Teuku Riefky, pihaknya mengakui tidak terlalu mengetahui permasalahan yang terjadi antara kedua lembaga tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya berharap mendapat masukan dari berbagai kalangan, untuk mendapatkan gambaran permasalahan itu yang lebih detail.

“Kami sadar, kami tidak terlalu paham dengan permasalahan olahraga yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, kami meminta semua pihak, ‘stakeholders’, media dan insan olahraga, untuk selalu memberikan kritik dan saran kepada kami,” tutup Harsya.

Seperti diketahui, antara KONI dan KOI, sering terjadi gesekan, terutama ketika menjelang pertandingan internasional. Hal ini karena, pembagian tugas yang dirasa tumpang tindih antar keduanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ormas Demo Saat Pelantikan Gubernur, Polisi: Perketat Pengamanan

Jakarta, Aktual.co —Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto menemui Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membahas persiapan pengamanan pelantikan yang rencananya akan digelar pada Selasa (18/11).
“Senin pagi setelah upacara, kami akan membahas lagi tentang kesiapan pengamanan untuk rencana pelantikan Gubernur DKI,” kata Kombes Rikwanto usai bertemu dengan Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (13/11).
Ia mengatakan pengamanan pelantikan akan diperketat terkait penolakan sejumlah ormas atas rencana pelantikan Ahok.
Polda, kata dia, akan mengantisipasi aksi unjuk rasa yang dikhawatirkan diwarnai kericuhan.
“Kalau mau unjuk rasa silakan, asal memberitahukan dulu dan tidak anarkis. Kalau anarkis kami akan membubarkannya, hal itu akan dibahas lagi,” tutur Rikwanto.
Ia mengatakan rencananya dalam pengamanan tidak hanya personel polisi, melainkan juga melibatkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Terkait jumlah personel, ia mengatakan belum dapat memastikan karena masih akan mengumpulkan informasi terkait jumlah pengunjuk rasa yang akan melancarkan aksi saat acara digelar.
“Jumlah personel akan kami siapkan berkaitan dengan informasi jumlah pengunjuk rasa serta arena lokasi pelantikan. Hal itu menentukan jumlah personel yang dilibatkan,” katanya.
Sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyatakan siap melantik Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta meskipun masih ada perbedaan pendapat dalam tubuh Dewan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Rektor: Polisi, Mahasiswa Demo Anarkis Segera Tangkap

Jakarta, Aktual.co —Rektor universitas di Makassar mempersilakan aparat berwajib untuk menangkap mahasiswa jika memang terbukti melakukan tindakan anarkis terkait demo penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak, dan dituntut sesuai hukum yang berlaku.
“Kami sudah ada komitmen dengan aparat seperti Kodam dan Kapolda bahwa kalau ada mahasiswa yang anarkis seperti menutup jalan dan bakar ban, maka aparat memiliki keleluasaan untuk melakukan (penangkapan),” kata Rektor Universitas Hasanudin Dwia Aries Tina Palubuhu kepada pers di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (13/11).
Hal tersebut dikatakan usai dirinya dengan sejumlah rektor di Makassar bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melaporkan tindakan anarkis yang diduga dilakukan mahasiswa.
Dia datang menghadap Wapres Jusuf Kalla bersama sejumlah rektor dari Universitas Negeri Makssar, Universitas 45, Universitas Muslim Indonesia, Univ Islam Negeri Alauddin, serta Universitas Muhammadiyah.
Dikatakan para rektor kepada wapres melaporkan hiruk pikuk dinamika mahasiswa yang belakangan ini banyak melakukan demonstrasi terkait penolakan kenaikan harga BBM.
“Sekalipun sering terjadi demo tapi Alhamdulillah situasi masih cukup terkendali,” katanya.
Dia menilai sampai saat ini demo yang dilakukan mahasiswa masih terkendali dan masih wajar sebagai upaya menyampaikan aspirasi.
Dalam pertemuan dengan Wapres, katanya, Jusuf Kalla minta kepada para rektor untuk mensosialisasikan rencana pemerintah menaikkan harga BBM kepada mahasiswa agar mereka mengetahui duduk persoalan sebenarnya.
Wapres juga berpesan kepada para rektor bahwa kenaikan harga BBM adalah kebijakan yang harus diambil karena subsidi akan dialihkan antara lain untuk perbaikan pendidikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tahun 2015 PD Pasar Jaya Terapkan Program Pembayaran Non Tunai

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya akan menerapkan program Cash Manajemen System (CSM) yang merupakan program pembayaran non tunai untuk pembayaran pengelolaan pasar dan akan diterapkan pada 2015.
“Untuk biaya pengelolaan pasar tradisional, pada 2015 diharapkan kepada seluruh pedagang dapat diberlakukan sistem CMS yaitu pembayaran dilakukan non tunai,” kata Kepala Humas PD Pasar Jaya, Agus Lamun di Jakarta, Kamis (13/11).
Ia mengatakan biaya pengelolaan pasar tradisional yang dibayarkan oleh pedagang kepada pengelola PD Pasar akan menggunakan sistem auto debet.
“Artinya nanti tidak ada ‘pencukai’ atau kolektor kita yang menagih iuran bulanan terhadap para pedagang secara manual,” jelas Agus.
Ia menerangkan program ini bekerja sama dengan beberapa bank diantaranya Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BCA dan Bank BRI. Ia menambahkan nantinya setiap pedagang akan mendapatkan kartu identitas khusus.
“Sebagai bukti pedagang akan mendapatkan kartu identitas dengan format nama pedagang, nomor kios, lokasi pasar dan foto untuk memperjelas identitas,” ucapnya.
Ia menambahkan nantinya seluruh pedagang akan membuat tabungan di bank yang telah ditunjuk sebelumnya. Sehingga dengan tabungan itu pihak bank dapat memotong saldo secara langsung, sebagai ganti pembayaran iuran bulanan kepada PD Pasar.
“Kita akan memberikan surat kuasa terhadap pedang dan pedagang memberikan kuasa terhadap bank untuk mengambil atau memotong secara otomatis dan langsung dari tabungan,” jelasnya.
Pada tahap pertama program tersebut akan diuji coba di Pasar Manggis, jika dapat diterapkan dengan baik maka akan diterapkan pada pasar-pasar tradisional lain di DKI Jakarta.
“Jika berhasil akan diterapkan ke seluruh pasar DKI. Kita akan berikan surat edaran kepada seluruh pedagang secara serentak,” tambahnya.
Ia mengatakan jika pembayaran iuran bulanan kepada pedagang masih dilakukan secara manual akan rentan terhadap hal yang negatif.
“Kita mengharapkan program ini lebih efektif dibanding manual dan program ini dapat meminimalisir sekecil mungkin agar tidak terjadi kebocoran,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain