16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42173

Polda DIY Bantu Air Bersih untuk Warga Gunung Kidul

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta membantu air bersih bagi masyarakat Desa Planjan Kabupaten Gunung Kidul yang hingga saat ini mengalami kesulitan air.
Kapolda DIY Brigjen Pol Oerip Soebagyo mengatakan, bantuan air sebanyak 20 tangki air bersih dibagikan kepada masyarakat Planjan yang belum teraliri air dari PDAM.
“Bantuan ini nantinya akan disebar di beberapa titik yang belum teraliri pipa dari Baron. Namun bantuan tidak hanya diberikan di Desa Planjan,” katan Oerip, Minggu (2/11).
Bantuan ini merupakan bagian dari bentuk komitmen kepolisian dalam melayani masyarakat yang sedang mengalami kekeringan di wilayah Gunung Kidul.
“Bakti sosial seperti ini akan terus berkelanjutan, tidak hanya dari Polda DIY, tapi juga dilakukan jajaran polres,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Desa Planjan Kecamatan Saptosari Subariman mengatakan di Desa planjan dari 14 dusun ada empat dusun yang belum mendapatkan air bersih karena belum dilalui pipa air bersih.
“Disini ada empat pedusunan yang belum dialiri air, yakni Dusun Legundi, Dusun Blimbing, Dusun Pakel, dan Dusun Sumber,” kata Subariman.
Menurutnya setiap musim kemarau ke empat dusun tersebut mengalami kesulitan air. Sebab, lokasinya berada di ketinggian sehingga pipa air tidak bisa menjangkau wilayah tersebut.
“Keempat dusun tersebut memang langganan kekeringan. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan air bersih harus membeli ke pihak swasta,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Stabil, Kondisi Pasien Diduga Terjangkit Virus Ebola di Madiun

Jakarta, Aktual.co —Kondisi Muk (29), warga Gemarang, Kabupaten Madiun, yang dicurigai terjangkit virus ebola yang saat ini menjalani perawatan di RSUD dr Seodono Kota Madiun, Jawa Timur, kondisinya terpantau stabil.
“Kondisi pasien sudah mulai membaik. Suhu badan juga sudah normal tapi masih diisolasi,” ujar Kepala Pelayanan Medik RSUD dr Soedono Madiun, dr Sjaiful Anwar SpJP, kepada wartawan di Madiun, Minggu.
Seiring kondisinya yang terpantau stabil, pihak RSUD dr Soedono menyatakan pasien belum perlu dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya.
Meski demikian, lanjut Sjaiful, pihaknnya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien, karena pasien masih berada dalam masa inkubasi ebola yang berlangsung dua hingga 21 hari.
Ia menjelaskan, sejauh ini tim medis dari Kementerian Kesehatan RI telah mengambil sampel darah pasien untuk diuji di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes.
Sambil menunggu hasil tes sampel darah, penanganan pasien tetap menggunakan “standard operating procedure” (SOP) ebola sesuai instruksi WHO, salah satunya dengan penggunaan alat pelindung diri saat merawat maupun memeriksa pasien.
Sementara itu, Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra (Simkarkesma) Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes, Wiendra Woworuntu, saat berkunjung ke Madiun pada Sabtu (1/11) malam, memastikan kondisi pasien mulai membaik.
Meski begitu, tim medis tetap mengambil sampel darah untuk dikirim ke Balitbangkes dan pasien juga tetap diawasi.
“Hasil tes darah bisa diketahui secepatnya. Kedatangan tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan adalah untuk melihat dan memeriksa langsung kondisi suspect ebola,” katanya.
Wiendra menambahkan, secara nasional hingga saat ini terdapat lima kasus suspect ebola, masing-masing dua kasus di Jakarta, satu kasus di Medan, satu kasus di Madiun, dan satu kasus di Kediri.
Dari hasil pemeriksaan medis dan setelah melalui masa inkubasi, tiga pasien asal Jakarta dan Medan dinyatakan negatif virus ebola.
Adapun kepastian indikasi dua pasien lainnya yang sedang dirawat di RSUD dr Soedono Kota Madiun dan RSUD Pare, Kediri, Jawa Timur, masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan.
Seperti diketahui, Muk (29) dicurigai terjangkit ebola setelah pulang dari Liberia, Afrika Barat. TKI asal Kabupaten Madiun tersebut mengalami demam tinggi dan gejala klinis suspect ebola. Sebelumnya, pasien telah didiagnosis tim medis positif malaria.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasar Cipete Jakarta Selatan Kebakaran

Jakarta, Aktual.co —Kebakaran dilaporkan terjadi di Pasar Cipete, Jalan Damai, Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan, Minggu malam ini (2/11).
Dari akun twitter Traffic Management Control (TMC) Polda Metro Jaya tertulis “Kebakaran di jln Damai, Pasar Cipete, Jakarta-Selatan n via @diahkartikaaaa.” 
Sejumlah gambar kebakaran tersebut diunggah oleh beberapa pengikut akun @TMCPoldaMetro yang memperlihatkan kobaran api melanda area ini.
Laporan ini juga memperlihatkan para petugas pemadam kebakaran menyelamatkan seorang korban kebakaran dari Gang Dwi Warna, Cipete.
Pada pukul 21:20 WIB, TMC Polda Metro Jaya melaporkan api masih berupaya dipadamkan oleh petugas damkar.
Hingga berita diturunkan pada 21.45 WIB, pihak Sudin Damkar Jakarta Selatan belum bisa dihubungi. 

Artikel ini ditulis oleh:

Bengkulu Digoyang Gempa 5,0 SR

Jakarta, Aktual.co — Gempa bumi berkekuatan 5,0 skala richter menggoyang Bengkulu, Minggu (2/11) malam.
Berdasarkan informasi dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di 75 Kilometer sebelah barat daya Kabupaten Seluma, Bengkulu. 
Lokasi gempa berada di 4,39 Lintang Selatan dan 102,14 Bujur Timur. Titik gempa berada 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Belum ada info korban jiwa dan bangunan yang rusak akibat gempa bumi ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Sumur Terendam, Korban Banjir Kabupaten Asahan Kekurangan Air Bersih

Medan, Aktual.co —Sepekan dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Asahan dan Sungai Sigura-gura, warga di Desa Sei Dua Hulu dan Desa Simpang Empat di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, terpaksa menggunakan air kotor untuk mandi dan mencuci pakaian.
Nining, warga Desa Simpang Empat mengatakan warga terpaksa mandi dengan menggunakan air kotor lantaran sumur bor yang biasa mereka gunakan sebagai sumber air bersih, tak berfungsi karena terendam banjir setinggi satu meter. 
“Ini memang mandi di sini, karena tidak air lagi, selain mandi, air ini juga digunakan untuk mencuci dan mencuci sayuran. Ini gatal airnya, tapi karena terpaksa ya apa boleh buat,” keluhnya kepada wartawan, Minggu (2/11).
Saat ini, banjir yang sempat mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa itu terlihat mulai surut. Namun dengan curah hujan yang masih tinggi di kawasan hulu, air diprediksi akan naik lagi.
Tak hanya mengganggu aktifitas keseharian warga, akibat banjir warga juga dikhawatirkan bakal terserang penyakit. 
Diketahui dalam banjir sepekan terakhir 1.640 rumah di dua desa itu tergenang. Banjir sejauh ini juga sudah menelan satu korban jiwa yang tenggelam. 

Artikel ini ditulis oleh:

Polri Kabulkan Penangguhan Penahanan Tukang Tusuk Sate Penghina Jokowi

Jakarta, Aktual.co —Polri mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tukang tusuk sate M. Arsad (24) yang jadi tersangka kasus penyebaran gambar berbau pornografi bergambar Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.
Penangguhan akan dikabulkan penyidik Bareskrim Polri Senin (3/11) besok.
“Jika semua persyaratan administratifnya telah lengkap besok, Insya Allah yang bersangkutan akan kami tangguhkan (penahanannya),” kata Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Brigadir Jenderal Kamil Razak, Minggu (2/11).
Kamil mengatakan, dalam Pasal 31 ayat 1 KUHAP, penangguhan penahanan boleh diajukan oleh tersangka, keluarga, atau pengacara tersangka. 
Ada beberapa hal yang menjadi syarat penangguhan, yaitu tersangka tidak mengulangi perbuatannya lagi, tidak menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri, dan tidak mempengaruhi saksi.
Meski ditangguhkan, tersangka wajib lapor dua kali dalam seminggu ke kepolisian. “Yakni tiap Senin dan Kamis,” ujarnya.
Mengenai Jokowi yang menyatakan telah memaafkan si pelaku, Kamil mengatakan hal tersebut dapat menjadi faktor yang meringankan dan menjadi bahan pertimbangan majelis hakim di persidangan kelak.
“Tetapi kasusnya akan jalan terus karena perkara ini delik biasa sehingga tidak terpengaruh jika pihak terkait telah memaafkan dan misalnya mencabut laporannya,” jelas Kamil. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain