16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42172

LSM Anti Korupsi Anggap PLN Bantu Kemudahan Berbisnis

Jakarta, Aktual.co —  Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat anti korupsi, memberi apresiasi kepada PT PLN (Persero), yang dianggap turut berkontribusi dalam mendongkrak peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) Indonesia tahun 2015. Berkat kerja keras PLN dalam mendorong kemudahan untuk mendapat listrik, peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia menurut survey International Finance Corporation (IFC) naik dari posisi 117 di 2014 menjadi ke level 114 untuk tahun 2015.  “Upaya PLN untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan listrik tentu tidak bisa dilepaskan dari langkah manajemen menghilangkan praktik suap di perusahaan tersebut. Ini merupakan suatu prestasi yang harus ditingkatkan karena PLN memiliki peran sentral dalam perekonomian Indonesia,” ujar Aktivis Anti Korupsi dari Transparancy International Indonesia (TII), Wahyudi, pada pekan ini.  Ia mengatakan, ketersediaan listrik ini merupakan faktor yang sangat krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan terutama peningkatan investasi. 
Melalui IFC, Bank Dunia baru saja merilis peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) Indonesia yang didorong oleh kemudahan mendapatkan listrik. Untuk tahun 2015, peringkat Indonesia naik tiga peringkat dibanding tahun 2014, dari semula 117 menjadi 114. Kenaikan peringkat ini terus konsisten sejak 2012 yang masih di kisaran 158, dan naik menjadi 147 di 2013. IFC memberikan peringkat kemudahan berbisnis di 189 negara. Kenaikan peringkat Indonesia di tahun 2015, diantaranya disumbang oleh indikator kemudahan mendapatkan listrik (getting electricity), yang naik 23 peringkat dari semula 101 di tahun 2014 menjadi 78 di tahun 2015. Peringkat kemudahan mendapatkan listrik naik cukup signifikan diantaranya karena pemangkasan prosedur dalam mendapatkan listrik, yaitu tidak ada lagi prosedur mendapatkan jaminan instalasi serta biaya yang terkait prosedur tersebut. Dengan pemangkasan prosedur tersebut maka jangka waktu untuk mendapatkan listrik bagi pelaku industri dan bisnis daya 147 kilo Volt Ampere (kVA) ke atas juga berkurang, dari semula 101 hari menjadi 91 hari. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PAN: Istilah Pimpinan DPR Sementara Salah Kaprah

Jakarta, Aktual.co — Anggota Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan, istilah pimpinan sementara yang dimunculkan pihak Koalisi Indonesia Hebat di DPR RI salah kaprah dan menyalahi tata tertib.
“Pimpinan sementara hanya dikenal pada masa awal persidangan untuk memilih pimpinan DPR. Pimpinan sementara berasal dari anggota tertua dan termuda. Itu diatur secara jelas dalam tatib,” kata Saleh Partaonan Daulay, Minggu (2/11).
Karena itu, Saleh menilai istilah pimpinan sementara yang digunakan oleh fraksi-fraksi anggota KIH tidak memiliki dasar hukum. Tidak ada satu pun aturan yang bisa melegalisasi hal tersebut.
Di sisi lain, Saleh menilai istilah DPR tandingan juga tidak dikenal dan cenderung mengada-ada. Karena itu, dia mempersilakan rakyat untuk menilai sendiri perkembangan politik yang ada di DPR.
“Istilah dualisme juga tidak benar. Dengan mengatakan dualisme, berarti ada dua pimpinan DPR yang sah. Padahal, dari semua aturan dan tata tertib yang ada, hanya melegitimasi pimpinan DPR yang diketuai Setya Novanto,” kata dia.
Saleh mengatakan pimpinan DPR yang diketua Setya telah dilantik oleh Mahkamah Agung. Bahkan Presiden Joko Widodo juga sudah mengirimkan surat resmi berupa konsultasi tentang nomenklatur kabinet.
Saleh mengatakan Koalisi Merah Putih selalu siap membuka diri untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Namun, musyawarah yang dilakukan harus merujuk pada tata tertib dan peraturan yang berlaku.
Bila musyawarah mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan suara terbanyak supaya tugas-tugas kedewanan tetap dapat terlaksana.
“Itu jelas dan tidak perlu diperdebatkan. Pemungutan suara itu juga demokratis. Buktinya, pemilu dilakukan dengan pemungutan suara. Kalau pemungutan suara dianggap tidak sah, maka hasil pemilu pun bisa saja dipertanyakan keabsahannya,” kata dia.
Saleh mengatakan rakyat sudah cerdas dalam menilai persoalan yang terjadi di DPR. Karena itu, dia berharap semua dapat kembali merekatkan kebersamaan.
“Jangan melakukan manuver-manuver yang jelas-jelas merugikan kepentingan rakyat dan mengganggu pemerintahan Jokowi-JK,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tampilkan Gambar Belahan Dada di Street View, Google Didenda Rp 27 Juta

Jakarta, Aktual.co — Salah satu layanan terpopuler milik mesin pencari terbesar di dunia Google, yakni Google Street View.
Akan tetapi, keberadaan aplikasi Street View ini juga baru saja membuat Google harus merogoh kocek sebesar 2.250 USD atau setara dengan Rp 27 juta. Denda tersebut diterima Google karena mereka menampilkan gambar payudara seorang perempuan.
Menurut situs Geek, perempuan tersebut adalah seorang bernama Maria Pia Grillo. Pada tahun 2009, Grillo pun menemukan gambar dirinya di Street View tengah duduk di beranda rumahnya. Gambar tersebut pun dengan jelas menampakkan buah dada dari Grillo. Meski wajahnya diblur, namun Grillo berhasil mengenali gambar tersebut karena situasi yang ada di sekitarnya.
Setelah itu, Dia melancarkan gugatan hukum kepada Google terkait keberadaan gambar dirinya di Street View. Dia menginginkan agar gambar-gambar tersebut sepenuhnya di-blurkan, termasuk tubuhnya, plat nomor mobil serta alamat rumah. Dia pun meminta ganti rugi sebesar USD 45 ribu karena gambar tersebut telah membuatnya cukup depresi. Hal ini karena gambar tersebut kerap dijadikan bahan olokan kawan-kawan kerjanya.
Akhinya hakim pengadilan pun memenangkan gugatan hukum dari Grillo. Namun pihak pengadilan tak menyertakan depresi yang diungkapkan oleh Grillo. Dan Google pun diminta untuk membayar denda sebesar USD 2.250 ditambah dengan uang senilai USD 159 sebagai biaya pengadilan.

Artikel ini ditulis oleh:

Anggaran Pembangunan Uji KIR Membengkak

Jakarta, Aktual.co — Anggaran untuk menyelesaikan proyek pembangunan balai uji KIR Kota Malang, Jawa Timur, di Kedungkandang, membengkak menjadi Rp 11 miliar dari sebelumnya hanya sebesar Rp 4 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Wahyu Setianto di Malang, Minggu, mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat DED baru proyek tersebut.
Sesuai dengan DED baru, kata dia, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut membengkak hingga mencapai Rp 11 miliar.
“Dalam rencana anggaran biaya (RAB) yang kami buat, dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek itu memang Rp 11 miliar. Pembengkakan anggaran paling banyak untuk kegiatan pemadatan landasan, yakni mencapai Rp 6 miliar,” kata dia.
Menurut Wahyu, landasan yang sudah dibangun sebelumnya masih belum sesuai dengan standar dan harus dibongkar untuk dipadatkan lagi.
Adapun anggaran lainnya, kata dia, digunakan untuk membangun pagar, musala, pos masuk, dan PDAM.
Karena anggaran yang dibutuhkan masih cukup besar, lanjut Wahyu, Dishub akan melanjutkan proyek itu secara bertahap.
Dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2015, Dishub mengusulkan anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk melanjutkan proyek balai uji kir ini.
Dia mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk Dishub pada tahun 2015 juga berkurang. Pada tahun 2014, anggaran Dishub dari APBD sebesar Rp 28 miliar, sedangkan pada tahun 2015 sebesar Rp 14 miliar.
Anggaran sebesar Rp 14 miliar itu, Rp 10 miliar di antaranya untuk perawatan penerangan jalan umum (PJU) dan traffic light, sedangkan sisanya sebesar Rp 4 miliar untuk melanjutkan pembangunan balai uji kir pada tahun 2015.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Subur Triono mengatakan bahwa kelanjutan pembangunan balai uji kir harus menjadi prioritas pada tahun depan dan diharapkan pada tahun itu juga sudah tuntas pembangunannya.
Oleh karena itu, menurut dia, anggarannya harus dikaji ulang, termasuk untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain yang program dan proyeknya belum tuntas.
Proyek pembangunan balai uji kir mulai dikerjakan pada tahun 2012. Anggaran proyek tersebut dari APBD 2012 sebesar Rp 6,7 miliar. Namun, pengerjaan proyek itu molor dari jadwal yang ditentukan. Proyek tersebut seharusnya selesai pertengahan 2013, tetapi sampai sekarang masih mangkrak.
Pelaksana proyek PT Mina Fajar Abadi tidak dapat menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Akibatnya, proyek tersebut mangkrak sampai sekarang. Proyek ini juga sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, bahkan hasil audit tim independen Universitas Brawijaya (UB) Malang, proyek itu baru dikerjakan sekitar 61,5 persen dengan angagran sebesar Rp 3 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

KKP Harus Perkuat Lumbung Perikanan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) M Riza Damanik mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus fokus memperkuat lumbung pangan perikanan, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memulihkan ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil.
Menurutnya, keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiaastuti membuka data perizinan kapal ikan adalah terobosan besar yang patut mendapat apresiasi dan dukungan.
Menurut Riza, sesuai UUD 1945, UU Perikanan dan Nawacita bahwa usaha perikanan (indikatornya) bukan semata-mata bisnis, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan ekspor.
Paling utama adalah terpenuhi pangan rakyat, terciptanya lapangan pekerjaan baru, meningkatnya kesejahteraan nelayan, semakin pulihnya lingkungan dan adab kebaharian bangsa serta kuatnya kedaulatan Indonesia di laut.
Untuk itulah, kata dia, gebrakan diawal kepemimpinan, ia mengatakan perlu terus dijaga semangat dan konsistensinya.
Operasionalisasinya tiga hingga enam bulan ke depan, menurut Riza, pertama adalah pemberantas pencurian ikan. Rencana MKP melakukan moratorium harus diikuti dengan tiga strategi operasional, yakni mulailah dengan memeriksa kapal ikan bekas asing karena meski dapat izin dari KKP masih ada kapal tersebut masih menggunakan ABK asing dan mendaratkan ikannya di luar negeri.
KKP dapat mengecek kesesuaian bobot (gross ton/GT) kapal dengan izin yang dipegang oleh pengusaha. Dari sini akan diketahui praktik “unreported” baik bobot kapal, jumlah ikan yang dilaporkan, termasuk kebocoran BBM bersubsidi.
Lalu KKP, dia mengatakan, juga dapat memantau jumlah izin dengan realisasi pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI). Maka akan diketahui sederet perusahaan yang tidak menjalankan hilirisasi produk perikanan sesuai prasyarat perizinan.
“Jika ketiganya dilakukan berpotensi menyelamatkan sekurang-kurangnya Rp1,3 triliun PNBP,” kata Riza di Jakarta, Minggu (2/11).
Hal kedua yang harus dikerjakan KKP, lanjutnya, yakni mensubsidi BBM bagi nelayan kecil diteruskan. KNTI mendukung pencabutan subsidi bagi kapal dengan bobot lebih dari 30 GT. Tapi tidak bagi nelayan kecil dengan kapal di bawah 30 GT.
Selain nilai subsidinya terbilang kecil dibanding subsidi BBM keseluruhan, sekitar 60–70 persen konsumsi ikan domestik adalah tangkapan nelayan kecil. Apalagi kehadiran negara juga belum optimal di kampung nelayan di mana informasi cuaca, harga dan lokasi penangkapan ikan belum sampai ke kampung nelayan.
“Akibatnya nelayan melaut penuh ketidakpastian, berburu, spekulatif, hingga tidak efisien dalam penggunaan BBM karena sekitar 60–70 persen ongkos produksi untuk beli BBM. Sentuhan teknologi atau layanan informasi bagi nelayan dibutuhkan untuk menekan ongkos BBM hingga 30–40 persen,” kata Riza.
Hal ketiga yang perlu dilakukan KKP, yaitu membenahi infrastruktur distribusi BBM di kampung nelayan. Saat ini sebagian besar kampung nelayan tidak memiliki penyalur resmi BBM sehingga harga di kampung nelayan selalu lebih tinggi dari yang ditetapkan.
Maka pemerintah harus membangun infrastruktur penyalur BBM terlebih dahulu sehingga harga beli BBM oleh nelayan sama dengan yang dinikmati seluruh rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Tarif Air Bersih Mahal, Ribuan Warga Irlandia Gelar Demo

Jakarta, Aktual.co — Puluhan ribu warga Irlandia turun ke jalan menggelar aksi demo pada hari, Sabtu (1/11) waktu setempat. Aksi itu dilakukan terkait penerapan tarif air bersih.
Dalam aksi itu, spanduk-spanduk bertuliskan ajakan bagi masyarakat untuk tidak membayar air bersih yang baru diterapkan dengan perkiraan setiap keluarga harus membayar antara 200-400 euro (500 dolar AS) atau sekitar enam juta rupiah setahun, dibentangkan.
Menurut laporan Reuters, pawai unjukrasa berlangsung di sejumlah kota di Irlandia, lebih dari 20.000 orang berkumpul dalam protes terbesar di Dublin, dengan pemrotes terbanyak adalah kelompok rakyat setempat ketimbang para anggota partai oposisi.
Masalah tarif air bersih menjadi berita-berita penting di media Irlandia selama beberapa bulan dan hampir setiap hari muncul berita biaya tinggi, bonus untuk para eksekutif dan tarip-tarip baru bagi konsumen.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain