17 April 2026
Beranda blog Halaman 42172

Masih Ada Alternatif Lain Selain Menaikkan BBM

Medan, Aktual.co — Ketua DPRD Sumut, Ajib Shah menilai bahwa sebenarnya masih ada alternatif lain bagi pemerintah selain menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Yang tau (alternatif lain selain menaikkan BBM) kan bapak-bapak yang mengelola negara ini, tapi yang kita dengar ada langkah lain,” kata Ajib saat dihubungi Aktual.co melalui seluler, Jumat (14/11).

Sebelumnya, menurut Ajib, jika ternyata masih ada solusi lain selain menaikkan harga BBM, pemerintah diharapkan untuk mengambil langkah itu. Ini dilakukan, agar kehidupan masyarakat tidak semakin diberatkan.

“Kalau ternyata ada jalan lain yang diambil pemerintah yang terbaik, janganlah dinaikkan BBM, itu harapan kita, tapi kalau untuk menyelamatkan negara, ya silakan. Kalau ada langkah lain yang tidak memberati rakyat, ambil langkah itu,” tandas Ajib.

Diketahui, pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM pada akhir November 2014. Meski belum diketahui berapa kepastian besaran kenaikan itu. Sementara, kenaikan itu menuai protes dan penolakan diberbagai wilayah di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kapolda Metro Klaim Pakai Pendekatan Persuasif Tangani Demo

Jakarta, Aktual.co —Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan pendekatan secara persuasif untuk menangani demonstrasi (demo) yang dilakukan kelompok atau organisasi kemasyarakatan.
“Pendekatan kepada masyarakat tetap persuasif. Terima kasih kepada jajaran Sabhara dan Brimob yang setiap hari melayani masyarakat secara persuasif,” katanya di sela peringatan HUT ke-69 Brimob di Jakarta, Jumat.
Ketika dimintai tanggapannya terkait penanganan unjuk rasa mahasiswa yang sempat diwarnai bentrok di Makassar, mantan Kepala Korps Brimob Polri (2012) itu mengatakan pihaknya memberlakukan evaluasi pengamanan pada setiap hari Rabu.
“Untuk penanganan unjuk rasa kepolisian berpedoman pada Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 terkait penggunaan kekuatan dalam kegiatan kepolisian, lalu Protap Nomor 1 Tahun 2010 terkait penanggulangan anarkis,” katanya.
Mantan Kapolda Kalbar (2011) dan Kapolda Jatim (2013) itu mengatakan dalam penanganan unjuk rasa, aparat menekankan pada penggunaan gas air mata karena lebih aman.
“Terima kasih karena selama ini tidak ada yang menggunakan senjata sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 sehingga tidak memunculkan korban termasuk dari masyarakat,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan masyarakat juga menyampaikan pedapat di depan umum tanpa anarkis.
Sepekan belakangan ini ibu kota Jakarta diramaikan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok pekerja atau karyawan, kelompok masyarakat hingga ormas di sejumlah lokasi. Tahun lalu, sebanyak 179 aksi unjuk rasa terjadi di ibu kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Forwaka Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Pemukul Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) mengecam dan menyesalkan tindakan refresif yang dilakukan oknum polisi terhadap wartawan saat melakukan peliputan aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Makassar UNM yang menolak kenaikan harga BBM yang berujung bentrok.
“Tindakan oknum polisi yang diduga merampas alat kerja wartawan sudah tidak bisa didiamkan, aksi brutal aparat kepolisian kepada wartawan harus ditindak secara hukum agar kejadian tersebut tidak terulang,” ujar Ketua Forwaka Edward Panggabean, di pressroom Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (14/11).
Menurut pria yang akrab disapa Edo itu, seharusnya Polri sebagai institusi penegak hukum paham dan mematuhi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. “Bukan seenaknya bersikap arogansi seperti ini. Ini sudah mencenderai demokrasi, dan pembungkaman terhadap kebebasan pers,” tegas Edo.
Disisi lain, terasa aneh bila tindakan brutal anggota polisi itu dilakukan secara spontan, alasanya karena pimpinannya terkena panah.
“Itukan sudah tanggujawab dan resiko. Masak, komandanya yang kena serangan, angotanya beringas lalu menindas wartawan. Ini sudah menghalangi kerja jurnalistik dengan cara yang tidak bermartabat,” sambung Edward.
Terkait kekersan itu, Edwar mempertanyakan transformasi revolusi mental polri yang katanya mau tampil excellent.
“Mana transformasi revolusi mental polri yang katanya mau tampil excellent. Apalagi disaat HUT Brimob ke 69, dapat kado dengan wajah tercoreng karena ulah oknum anggotanya sendiri. Jadi sudah waktunya jajaran Brimob introveksi ke dalam-lah,” tambahnya.
Forwaka mendesak Kapolri agar perintahkan Propam Polri untuk bertindak tegas. “Kami mendesak Kapolri agar perintahkan Propam Polri untuk langsung tindak tegas oknum polisi penganiaya wartawan dan segera jatuhi sanksi. Selain itu segera proses Kapolda Sulselbar yang patut diduga telah melakukan pembiaran terhadap arogansi anggotanya,” tuntas Edu Gabe.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kejaksaan: Kalau Keberatan Udar Harusnya Praperadilan

Jakarta, Aktual.co — Tersangka kasus dugaan mark up pengadaan bus TransJakarta Udar Pristono melalui kuasa hukumnya melaporkan jaksa terkait dugaan praktek memberi keterangan palsu ‎dalam pembuktian kasus yang menjeratnya. Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai hal itu tak perlu karena sudah ada mekanisme melalui pra peradilan.
‎”Itu sudah ada mekanismenya menurut KUHAP, melalui praperadilan,” ujar Kapuspenkum Tony T Spontana, Jakarta, Jumat (14/11).
Tony mengatakan, bahwa tindakan jaksa sudah sesuai kewenangan berdasarkan Undang-undang. Dia juga menegaskan bahwa keberatan itu tidak seharusnya ‎melalui ranah pidana.
“Tindakan dan upaya hukum yang dilakukan jaksa dalam rangka penyidikan adalah sah sesuai kewenangan berdasarkan UU, serta surat perintah yang sah. Keberatan itu melalui praperadilan. Bukan melaporkan penyidik ke ranah pidana‎,” ucap Tony.
Kuasa hukum Udar, Tonin Tachta Singarimbun menyebut dugaan keterangan palsu itu terkait jumlah unit bus yang ditimbang. Tonin menyebut bahwa timnya melakukan investigasi ke Dishub dan KIR DKI bahwa 125 unit bus memang ditimbang jaksa. Dari 125 itu ditimbang secara sampel 4 unit di Pulo Gadung yang ditimbang JBB alias bobot mati.
Menurut Tonin, penimbangan seharusnya dilakukan pihak yang disumpah apalagi untuk keperluan pembuktian di muka hukum.‎ Tonin melaporkan jaksa tersebut ke Bareskrim Polri pada Kamis (13/11) kemarin.
“Jadi kami melihat di sini ada unsur penipuan. Hingga jaksa yang memiliki kekuasaan dalam mengatakan orang bersalah. Dia bilang kami sudah menimbang sebanyak 31 ribu kilogram atau 31 ton,” kata Tonin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jurnalis Malang, Gelar Aksi Solidaritas

Malang, Aktual.co — Puluhan wartawan dari berbagai institusi media se-Malang Raya menggelar aksi solidaritas di Balaikota Malang, Jumat (14/11).

Aksi itu berkaitan dengan 8 wartawan yang mendapat tindak kekerasan saat melakukan tugas jurnalistik di Universitas Negeri Makasar (UNM), Kamis, kemarin.

“Kami mengecam tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian di Makasar. Mereka dididik sesuai prosedur, tapi kenapa saat bekerja tidak bertindak sesuai prosedur?” ungkap M Erzawansyah, salah seorang wartawan harian cetak di Malang,.

Sementara itu, koordinator aksi sekaligus ketua AJI Kota Malang, Eko Widianto, berharap ada pengusutan terhadap para pelaku tindak kekerasan. Menurutnya, kekerasan kepada wartawan sudah sering kali terjadi, namun tidak ada tindakan serius untuk mengusut kasus itu hingga tuntas.

“Kami berharap tidak ada lagi kasus serupa. Ini sudah berulang-ulang terjadi tapi tidak ada penyelesaian yang jelas,” tuturnya.

Aksi ini berlanjut di Mapolres Malang. Para wartawan ini bergabung dengan wartawan lainnya yang menggelar aksi serupa di Mapolres Malang.

Artikel ini ditulis oleh:

Gandeng IBM, Dishub DKI Uji Coba Teknologi Operasional ERP

Jakarta, Aktual.co —Setelah sukses uji Coba Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan HR Rasuna Said 30 September 2014 lalu. Dinas Perhubungan DKI Jakarta Kembali melakukan uji coba teknologi operasional ERP.
Uji coba teknologi operasional ERP dilaksanakan di Jalan HR Rasuna Said oleh perusahaan sistem transportasi cerdas asal Norwegia, Q-Free bersama dengan mitranya perusahaan teknologi informasi asal Amerika Serikat, IBM.
Teknikal Manager Q-Free Harry Gunawan, mengatakan jika pada uji coba tahap pertama fokus kepada uji teknologi untuk deteksi kendaraan melalui OBU (On Board Unit) dan plat nomor kendaraan, pada kajian lanjutan fokus kepada sisi operasional ERP.
“Sisi operasional ERP memegang peranan yang sangat penting di dalam tahapan uji coba. Itu karena interaksi langsung dengan pengguna jalan dari masyarakat umum yang nantinya akan menjadi pengguna layanan ERP,” ujar Harry di Jakarta, Jumat (14/11).
Kata dia, pada uji coba tahap yang pertama, kendaraan-kendaraan yang dites adalah jenis yang telah ditentukan, termasuk kendaraan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. “Dalam tahapan ujicoba selanjutnya, Q-Free/IBM membuka kesempatan kepada masyarakat untuk dapat langsung berpartisipasi,” ujarnya.
Harry menjelaskan, dalam ujicoba tahap selanjutnya ini diharapkan lebih dapat menyasar beberapa lapisan masyarakat.Khususnya yang sering beraktivitas di daerah Jalan HR Rasuna Said.
Kesempatan untuk berpartisipasi dalam uji coba ini telah dibuka melalui pendaftaran baik melalui email, social media, website maupun datang langsung di lokasi Uji Coba.
“Uji coba tahap ini melibatkan lebih dari 200 OBU yang dibagikan secara cuma-cuma setelah melakukan pendaftaran dan dilakukan verifikasi data-data kendaraan yang sah. OBU yang dibagikan juga sudah dikemas secara khusus dan dilengkapi buku petunjuk penggunaan,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain