17 April 2026
Beranda blog Halaman 42171

200 Relawan Ikuti Pelatihan Antisipasi Banjir di Jakarta Utara

Jakarta, Aktual.co — Suku Dinas Sosial Pemerintah Jakarta Utara melatih sebanyak 200 relawan sebagai langkah antisipasi menghadapi banjir, sekaligus membantu warga jika nantinya harus tinggal di pengungsian.

“Ini sebagai langkah menghadapi musim hujan sehingga sudah siap jika banjir terjadi,” ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ika Lestari Adji, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/11).

Para relawan yang dilatih antara lain dari satuan tugas sosial dan taruna siaga bencana di wilayah setempat.

Pihaknya mengakui, sejumlah titik-titik banjir yang dinilai rawan tergenang ada di 12 kelurahan dan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.

Dua belas kelurahan yang tercatat sebagai titik rawan genangan air yakni Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Kapuk Muara, Kelurahan Pademangan Barat dan Kelurahan Ancol.

Kemudian, Kelurahan Cilincing, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Sunter Jaya, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelurahan Tugu Selatan, Kelurahan Sukapura, Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda.

Sementara itu, selain melatih relawan, pemerintah juga menyiapkan logistik bagi pengungsi, khususnya bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng dan mi instan.

“Inventarisasi perlengkapan lain seperti tenda, selimut dan matras sebagai fasilitas di pengungsian juga disiapkan,” katanya.

Tidak itu saja, untuk dapur umum sebanyak 18 lokasi juga sudah dipersiapkan sebagai pusat logistik bagi pengungsi.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi menyatakan pihaknya kini lebih siap menghadapi banjir dibandingkan pada musim hujan sebelumnya, karena telah dilakukan langkah-langkah antisipatif upaya pencegahan menggenangnya air di wilayah setempat.

Pemerintah Kota Jakarta Utara, katanya, telah mengambil sejumlah langkah antisipatif menghadapi bencana banjir, antara lain menata dan normalisasi kali yang berada di sekitar Jakarta Utara.

“Kami sedang menata saluran dan normalisasi kali yang selama ini menjadi penyebab mudahnya air menggenangi beberapa kawasan,” ujarnya.

Penanganan secara rutin saat banjir, lanjut dia, juga sedang dilakukan, salah satunya dengan mendirikan posko banjir di kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Utara di Jalan Yos Sudarso yang disiagakan 24 jam.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polusi Beijing Diprotes, Konsultan Jerman: Jakarta Lebih Parah

Jakarta, Aktual.co — Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini banyak diperbincangkan, ternyata memiliki aspek yang jauh lebih penting ketimbang kenaikannya. Salah satunya yaitu kualitas BBM Indonesia.

Consultant Fuel Economy Transportation Public dari Jerman, Axel Friedrich mengatakan polusi yang dihasilkan dari kendaraan yang ada di Jakarta lebih besar daripada Beijing. Hal itu dibuktikan dengan alat pengukur ketebalan debu.

“Saya mengukur ketebalan tebu yang dihasilkan di Jakarta lebih besar daripada Beijing, padahal Beijing sempat diprotes karena polusi kendaraannya,” ujar Axel saat konfetensi pers di Hotel Aryaduta Jakarta, Junat (14/11).

Selain itu, Indonesia masih menerapkan standar emisi karbondioksida bermotor yang tingdi dibandingkan Eropa. Menurutnya, harus ada kebijakan dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut, seperti pemberian label pada kendaraan mobil atau motor.

“Emisi karbondioksida Indonesia lebih tinggi daripada Eropa. Indonesia 180 g/km, sedangkan Eropa 120 g/km. Pemerintah Indonesia seharusnya memberikan label pada kendaraan yang emisinya bagus, agar masyarakat membeli kendaraan yang bagus juga dan tidak mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Paket Narkotika Jenis Sabu Dari Jerman Diamankan Bea Cukai

Denpasar, Aktual.co — Sebuah paket berisi narkotika jenis sabu-sabu berhasil sigagalkan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Bali NTB NTT, Rahmat Subagyo menjelaskan, paket berisi sabu tersebut dikirim dari Jerman melalui Kantor Pos Renon. Menurut Rahmat, kecurigaan menguat kala paket tersebut melintasi mesin pemindai X-Ray.

Terdapat benda mencurigakan pada paket tersebut. Petugas pun mengambil tindakan pemeriksaan. Benar saja, begitu diperiksa lebih lanjut terdapat alumunium berisi kristal putih. “Setelah dites melalui narcotic test positif sabu-sabu,” kata Rahmat saat memberi keterangan resmi di kantornya, Jumat (14/11).

Dari hasil pengembangan, petugas kemudian mengamankan satu orang perempuan berinisial NSY. Tersangka dibekuk di kawasan Seminyak, Kuta. “Barang buktinya 57 gram sabu. Tersangka bertugas mengambil paket tersebut. Sementara penerima paket berinisial KAS masih kita kejar,” papar Rahmat.

Dari pengembangan yang dilakukan bersama Polda Bali, disita juga dua bungkus kokain dan 15 butir pil ekstasi di rumah kos pelaku berjenis kelamin perempuan tersebut di Jalan Pulau Galang Denpasar. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 113 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Dirut Pertamina Harus Penuhi Kriteria Berikut Ini

Jakarta, Aktual.co — Terkait munculnya empat kandidat kuat dirut Pertamina hasil Assesment PT DDI, Direktur Eksekutif Indonesian Public Intitute (IPI) Karyono Wibowo mengungkapkan sebaiknya jabatan tersebut diisi oleh sosok yang tepat. Pasalnya, BUMN minyak dan gas ini dinilai sangat strategis.

“Beberapa kriteria yang pantas jadi referensi Presiden Joko Widodo yaitu pertama, Dirut Pertamina harus diisi oleh kalangan profesional yang berintegritas. Dirut Pertamina harus juga berjiwa nasionalis dan independen (non partisan),” ujar Karyono kepada Aktual, Jumat (14/11).

Menurutnya, kriteria seperti profesional, integritas dan berjiwa nasionalis diperlukan untuk memberangus mafia migas. Selain itu, kriteria yang lain yaitu Dirut Pertamina haruslah sosok yang bersih dari tindak pidana korupsi, tidak pernah tersangkut atau tercium sebagai mafia migas baru dan lama.

“Sosok ini juga harus memiliki pengalaman di industri migas dari hulu sampai hilir sekurangnya selama 15 tahun, baik di perusahaan nasional maupun asing,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan keahlian dan pengalaman dalam bidang akademis Dirut Pertamina dapat dilihat dari gelarnya. Sosok tersebut haruslah bergelar doctor di bidangnya, punya jaringan luas di perusahaan-perusahaan minyak luar negeri, punya konsep menjadikan Pertamina sebagai world class energy company.

“Selain memiliki pengalaman manajerial dan memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata, sosok dirut Pertamina harus mampu meningkatkan profit dua sampai tiga kali lipat sehingga dapat memberikan deviden berlipat kepada negara,” tambahnya.

Berdasarkan kriteria tersebut, Rinaldi Firmansyah tidak jelas rekam jejaknya dalam sektor migas tidak pantas menjadi Dirut Pertamina. Rinaldi Firmansyah yang pernah menjabat Dirut PT Telekomunikasi Indonesia tidak memahami seluk beluk migas.

Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean menilai, sosok Rinaldy Firmansyah merupakan orang yang telah terbukti gagal dan bermasalah.

“Kabarnya memang Rini Soemarno sangat menginginkan Rinaldi Firmansyah jadi calon Dirut pertamina, saya heran kenapa Rini malah lebih suka memilih orang yang gagal dan bermasalah,” kata Ferdinand.

Pertamina sekarang butuh sosok yang paham seluk beluk permainan dunia migas dan terutama harus mengerti tentang energy secara makro karena tidak boleh lagi hanya fokus pada minyak tapi pada gas dan energy lain. Syarat paling mutlak adalah harus berani hadapi mafia.

“Saya melihat kedekatan Rinaldi pada Sofyan Djalil dan Rini justru menempatkan Rinaldi sebagai bagian dari permainan mafia,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Haris Rusly: Pemimpin Kok Presentasi!

Jakarta, Aktual.co — Pemimpin itu harusnya pidato memberikan arahan tentang tata dunia yang lebih adil dan damai, tata dunia baru yang berazaskan nilai nilai Pancasila sebagai super ideologi, pasca runtuhnya komunisme dan bangkrutnya kapitalisme bukan melakukan presentasi seolah manajer.
Demikian disampaikan aktivis Petisi 28 Haris Rusly, Jum’at (14/11) menanggapi pidato Presiden Joko Widodo di Forum APEC beberapa waktu lalu.
Menurut dia presentasi itu pekerjaannya manajer dan tukang jualan mebel atau jualan rokok. Mohon maaf, di forum tinggi seperti APEC, tak pantas Jokowi menurunkan derajat sebagai kepala negara Indonesia menjadi manajer dengan mempresentasikan berbagai masalah negara yg seharusnya tak disampaikan. 
“Saya sebagai warga negara tersinggung dan marah mendengar Jokowi “jualan masalah negara” untuk undang investor,” ungkap Haris
“Tidak semua pejabat itu itu berfungsi sebagai pemimpin. Tidak semua presiden mampu jadi pemimpin,” selorohnya lagi.
Tetapi dalam diri Jokowi, kata dia lagi, apa bedanya pejabat yang menggunakan otoritas struktur untuk menggerakan sumber daya manusia, melalui instruksi dan perintah. Dan seorang pemimpin yang menggunakan pengaruh dan nilai nilai untuk mengarahkan sumber daya manusia, melalui keteladanan dan keberanian. 
Dalam pandangan Haris, masalah subsidi BBM, defisit APBN, juga masalah infrastruktur, itu masalah dalam negeri, tak layak bahkan tak pantas, bila dibicarakan di forum setingkat APEC.
“Kalau mau jadi budak dan pengemis, jadilah budak dan pengemis yang berharga,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelatih Tetap Targetkan Timnas Menang Lawan Suriah

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Tim Nasional senior Indonesia, Alfred Riedl mengharuskan anak asuhnya meraih kemenangan ketika menjamu Suriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (15/11).

Target tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Pelatih, Wolfgang Pikal. Dikatakan Pikal, meski tidak dibekali dengan strategi khusus, Riedl tetap meminta pemain untuk menunjukkan peforma terbaiknya.

“Pelatih di seluruh dunia tidak ada yang ingin kalah. Kita usahakan menang tetapi yang penting adalah persiapan ke AFF,” jelas Wolfgang ketika jumpa Pers di Holten Sultan, Jakarta, Kamis (14/11).

Meski begitu, ketika ditanya mengenai bagaimana persiapan sebelum bertanding, Pikal enggan mengungkapkan.

Dikatakannya jika diungkapkan kepada media, dirinya takut tim lawan dapat membaca permainan Indonesia.

“Kalau untuk persiapan pertandingan, itu saya simpan, karena itu strategi,” tutup Wolfgang sambil tersenyum.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain