16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42170

BBM Naik, WKSI: Rupiah Bakal Menguat

Jakarta, Aktual.co —   Laju Rupiah di akhir pekan mampu berbalik menguat meskipun terjadi ditengah pelemahan Yen.  setelah secara tidak terduga BoJ mengumumkan telah menambah stimulus dan masih bergerak naiknya Dolar AS seiring adanya imbas program stimulus The Fed yang telah berakhir.

Reza Priyambada dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) menyampaikan bahwa Rupiah menguat setelah pelaku pasar merespon positif pernyataan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM subsidi sebelum Januari 2015.

“Pernyataan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM sebelum Januari 2015 mendapat respon positif dari pelaku pasar untuk mengatasi defisit APBN,” tulis Reza dalam risetnya yang diterima Senin (3/11).

Pada Senin (3/11) Rupiah diperkirakan berada pada level resisten Rp12.158 dan kurs tengah Bank Indonesia (BI) Rp12.094-12.062.

“Kami melihat untuk tetap mewaspadai masih adanya peluang penurunan setelah pelaku pasar profit taking, meskipun kami juga berharap penguatan dapat berlanjut,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jangan Percaya Isu Orang Potong Kepala

Kupang, Aktual.co – Walikota Kupang, Jonas Salean meminta masyarakat di ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu jangan percaya isutentang “orang potong kepala” yang sering disingkat OPK.

“Ini adalah isu yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan membuat resah masyarakat. Bisa jadi ini dikembangkan oleh kelompok yang suka mencuri dan akan memanfaatkan kesempatan jika masyarakat lengah,” kata Salean di Kupang, Senin (3/11).

‎Menurutnya, isu itu tidak benar lantaran saat ini pihak kepolisian ‎sudah melakukan langkah-langkah dengan menerjunkan intel untuk menyelidiki isu tersebut.

‎Dia juga meminta masyarakat Kota Kupang untuk lebih waspada dan menghidupkan lagi kebiasaan ronda malam atau siskamling, guna menjagaberbagai kemungkinan di tengah merebaknya isu OPK.

‎“Saya sudah kirim edaran kepada para camat dan lurah untuk menghidupkan lagi kebiasaan ronda malam demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat,” tandasnya.

‎Sebagaimana diketahui, dalam tiga pekan terakhir ini, warga di kabupaten dan kota di daratan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), resah dengan isu tentang orang potong kepala atau sering disingkat OPK. Isu OPK yang muncul itu membuat para orangtua resah karena yang ditargetkan adalah anak kecil.

‎ Agustina warga Kelurahan Liliba mengatakan, dia mendapat informasi kalau OPK telah menculik sejumlah anak kecil untuk diambil organ tubuh mereka guna dijual sehingga dia pun takut dan terus mengawasi anaknya ketika bermain maupun ke sekolah.

‎”Sejak mendengar informasi OPK yang katanya menculik anak, ini membuat saya setiap hari berusaha untuk antar dan jemput anak saat sekolah. Begitu juga saat anak-anak bermain. Saya takut terjadi sesuatu terhadap anak saya,” ujar Agustina.

‎Isu OPK ini juga telah memakan korban, yakni delapan orang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang hendak berwisata ke Pantai Oesaen di Desa Merbaun, Amarasi Barat. Para mahasiswa itu nyaris dihakimi warga karena dikira pelaku kejahatan.

‎Para mahasiswa tersebut sempat dilempari batu sorta puntung rokok dan rambut mereka juga dijambak. Selain itu, mobil yang mereka tumpangi juga dirusak warga. Beruntung, polisi dari Polres Kupang bertindak cepat sehingga mereka berhasil diselamatkan.

Ini Bedanya Dunia Film Indonesia dan Amerika, Menurut Hanung

Jakarta, Aktual.co — Sutradara Hanung Bramantyo menegaskan film di Indonesia berbeda dengan dunia perfilman di Amerika. 
Karena di Indonesia, kata dia, tidak ada industri film seperti di Amerika. 
“Hampir semua film di Indonesia sesungguhnya adalah film independen,” ujarnya, di Surabaya, Minggu (2/11).
Dia menjelaskan dunia perfilman di Amerika sudah menjadi industri karena ada agen yang menangani. Seperti sudah adanya sistem, karena semua jalur mulai pembuatan film hingga distribusi harus melalui agen.
Sedangkan pembuat film di Indonesia bisa langsung meminta kepada artis tanpa melalui agen untuk membintangi filmnya.
“Atau mereka bisa langsung meminta kepada manajemen jaringan bioskop untuk menayangkan filmnya, juga tanpa perantara agen. Sutradara film besar juga tidak ada bedanya dengan pembuat film pendek,” katanya.
Ibarat jualan kucing dalam karung, katanya, sutradara itu ibarat jualan ide yang tidak jelas akan disukai atau tidak oleh pasar. “Maka, pembuat film harus pintar meyakinkan orang,” tegasnya.
Sedangkan menanggapi tentang film independen di Indonesia, Hanung mengatakan, sebenarnya film independen pun membutuhkan pasar yang bisa menerima ide mereka. 
“Film independen sebenarnya merupakan cara untuk melawan sistem jaringan bioskop yang menilai film Indonesia itu tidak laku, juga sistem pemerintahan Orde Baru yang mengekang kreativitas sutradara muda,” ujarnya. 
Buktinya, kata Hanung, film Indonesia belum mati karena film Indonesia juga punya penggemar. 
Contoh kasusnya, kata dia, di Indonesia dimulai dari film Kuldesak buatan empat sutradara muda Indonesia, yakni Riri Riza, Mira Lesmana, Nan Achnas, dan Rizal Mantovani.
“Meski film itu gagal di pasar, dari Kuldesak kemudian muncul pemikiran untuk membuat film yang sesuai dengan pasar. Maka, muncullah film Petualangan Sherina, genre film anak yang mampu menggaget 1,5 juta penonton,” katanya.
Akhirnya, jaringan bioskop Indonesia baru sadar bahwa film Indonesia belum mati dan punya penggemar, kemudian mulailah film Indonesia hidup kembali.
“Dari genre horror yang dimulai oleh film Jelangkung. Kemudian, genre film remaja yang dimulai oleh Ada Apa Dengan Cinta? Lalu, muncul genre film religi yang dimulai dari Ayat-ayat Cinta. Sekarang, genre film action yang dimulai dari The Raid mulai dilirik oleh penonton Indonesia.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Harga Gas Tiga Kilogram Melonjak Hingga Rp25 Ribu di Pekanbaru

Pekanbaru, Aktual.co —Harga gas elpiji subsidi tiga kilogram di pedagang pengecer di Kota Pekanbaru, Riau, melonjak hingga tembus Rp25.000 per tabung.
Melebihi harga batas toleransi yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat seharga Rp15.000 per tabung.
Dewi, pedagang gas eceran mengaku kalau melonjaknya harga gas tiga kilogram lantaran sulitnya mendapat gas.
“Kalau pun ada harganya rata-rata sudah mencapai Rp21.000 per tabung. Sebagai pedangan pengecer kami ambil untung sedikit yang kami jual dengan harga rata-rata Rp25.000 per tabung,” ujarnya, di Pekanbaru, Minggu (2/11).
Diakuinya, kenaikan harga gas tiga kilogram terjadi sejak harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram dinaikan PT Pertamina pada 10 September lalu jadi Rp7.569 per kilogram. 
Akibatnya, para pengguna gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram di Pekanbaru beralih menggunakan gas elpiji subsidi atau gas elpiji tiga kilogram.
“Kalau sekarang, untuk mendapatkan gas elpiji subsidi sangat sulit dilakukan pada setiap pangkalan resmi. Berbeda dengan kondisi sewaktu elpiji 12 kilogram belum dinaikan dan bahkan pangkalan sampai datang kemari mengecer elpiji subsidi,” katanya.
Pengakuan Dewi dibenarkan Upik (39). Pedagang pengecer gas elpiji subsidi 3 kilogram di Jalan Dahlia, Kelurahan Delima, Tampan itu juga mengaku kesulitan mendapat gas tiga kilogram di pangkalan resmi mitra PT Pertamina.
“Kini saya hanya mendapatkan tabung elpiji 3 kilogram sangat terbatas seperti kemarin lima tabung dan masing-masing dijual ke warga Rp25.000 per tabung. Sudah sepekan terakhir ini, elpiji 3 kilogram mulai jarang tersedia di pangkalan terutama di Jalan Delima dan Jalan Nangka,” katanya.
Namun PT Pertamina (Persero) Perwakilan Pemasaran Riau Sumbar membantah terjadinya migrasi antar pengguna gas elpiji nonsubsidi 12 kilogram menjadi elpiji subsidi tiga kilogram karena pihaknya membatasi peredaran tabung gas berwarna hijau di pasaran.
“Untuk migrasi, sangat sulit karena tidak ada tabung yang beredar. Kita juga telah ingatkan ke agen dan pangkalan resmi di Riau, agar mereka tidak boleh menjual tabung kerja pada masyarakat atau pengguna elpiji 12 kilogram,” ujar Kepala Pertamina Perwakilan Pemasaran Riau Sumbar, Ardyan Adhitia.
Data PT Pertamina (Persero) Perwakilan Pemasaran Riau Sumbar, pemakaian elpiji subsidi di Provinsi Riau telah dibatasi menjadi 3 juta tabung per bulan atau 100 ribu tabung per hari dan elpiji nonsubsidi menjadi 210.000 tabung per bulan atau sekitar 7.000 tabung per hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Beberapa Elemen Akan Demo Istana Negara

Jakarta, Aktual.co — Rencana pemerintah Jokowi-JK untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak dalam waktu dekat ini menuai pelbagai kecaman. Salah satu diantaranya, dari elemen Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.
Gerakan yang berisikan elemen SRMI, LMND, FNPBI, PRD, STN akan melakukan aksi tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi itu akan dilaksanakan pada hari Senin (3/11) yang akan mengambil lokasi aksi di depan Istana Negara.  
“Kami akan menurunkan 500 orang dalam aksi ini,” ujar korlap aksi Wahida Baharudin Upa, dalam siaran persnya, Minggu (2/11). 
Upa juga mengatakan, pemerintahan baru Jokowi-JK dengan slogan “Trisakti” sudah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014 jauh dari apa yang diharapkan oleh rakyat.
“Slogan “Trisakti” yang digembar-gemborkan sewaktu masa kampaye terasa hanya angan-angan kosong,” ucapnya. (Baca: Menteri Kabinet Kerja Rapat Bahas Kenaikkan BBM)
Dan jika, lanjutnya, pemerintahan Jokowi-Jk tetap memaksakan artinya Jokowi-Jk tidak memperhitungkan akibat yang akan muncul seperti kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat, biaya transportasi, biaya produksi UKM, dan imbasnya kemudian adalah daya beli rakyat yang akan menurun. 
“Karena daya beli rakyat yang menurun maka dapat dipastikan angka kemiskinan angka bertambah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Catatan Merah Menteri, Tokoh dan Aktivis akan Datangi KPK

Jakarta, Aktual.co — Tokoh dan kalangan aktivis pergerakan yang tergabung dalam Gerakan Dekrit Rakyat dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemerintahan Bersih akan bertemu pimpinan KPK, pada Senin (3/11) sekitar pukul 10.00 Wib. 
Adapun agendanya adalah meminta KPK untuk memanggil dan memeriksa menteri-menteri yang diduga memiliki catatan merah dan kuning, alias memiliki rekam jejak korupsi.
“Kami meminta kepada KPK untuk terlibat menelusuri rekam jejak para calon pejabat negara baik di pemerintahan maupun di BUMN,” demikian pernyataan tokoh dan aktivis ini dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Minggu (2/11).
Tokoh-tokoh yang akan hadir antara lain: Yudi Latif, Romo Benny Susetyo, Chalid Muhammad (Dekrit Rakyat), Ray Rangkuti (Direktur LIMA), Haris Ashar (Kontras), Cilm (eksponen 98),Sri Palupi (Ecosoc), Dani Setiawan (KAU), Riza Damanik, Siti Maimunah, Jeirry Sumampow (TEPI), Sebastian Salang (FORMAPI), Neta Pane (IPW), Baiquni (eksponen 98), Sopyan (eksponen 98), Karyono Wibowo (Lingkar Studi Trisakti).
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan harus jujur dalam bersikap terutama terhadap rakyat. (Baca: Catatan Merah Menteri, KPK kena “Operasi”)
Untuk itu, KPK harus memberitahu kepada publik tentang daftar nama yang dicoret merah, kuning ataupun tidak dicoret oleh institusi pimpinan Abraham Samad Cs itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain