8 April 2026
Beranda blog Halaman 42174

Mengambil Peluang Bisnis dari Orang yang Ingin Merayakan Perceraian

Jakarta, Aktual.co — Setiap pasangan pastinya menginginkan menikah sekali seumur hidup. Namun apa daya jika biduk pernikahan harus berakhir di perceraian. Bukan hal yang mudah memutuskan untuk bercerai, akan ada banyak pertimbangan tersendiri. 
Wendy Lewis, setelah mengakhiri pernikahannya, ia memutuskan untuk merayakan perceraian dengan mantan suami. Di benak Wendy hanya ada satu cara untuk merayakan perceraian, yaitu dengan menembaki gaun pengantinnya dengan senapan mesin. 
Demi mewujudkannya Wendy dan kawan-kawan wanitanya sengaja terbang ke Las Vegas, Negara bagian Nevada, Amerika Serikat. Sesampainya di Las Vegas, Wendy dan kawan-kawan dibawa ke arena tembak oleh tim dari sebuah perusahaan kecil yang khusus merencanakan pesta perceraian. 
Meski pepatah menyebutkan “apa yang terjadi di Vegas, tetap berada di Vegas”, perencana pesta itu, Glynda Rhodes, 51, dengan senang hati berbagi cerita itu dengan BBC.
“Nona Lewis belum pernah memegang senapan, tapi dia membawa gaun pengantinnya ke arena tembak dan menggantungnya,” kata Rhodes.
“Oh jika Anda bisa melihat ekspresi wajahnya ketika ia menembaki gaun itu. Anda bisa merasakan ia mengeluarkan semua kemarahannya,” ungkapnya. 
Rhodes, yang sudah lama menggeluti bisnis perencanaan pesta, sejatinya lebih terbiasa mengatur pesta bujangan untuk anak-anak muda Amerika yang terbang ke Vegas.
Karena hampir separuh dari seluruh pernikahan di Amerika Serikat berakhir dengan perceraian, termasuk pernikahannya sendiri, maka Rhodes mulai banyak menerima permintaan yang ingin merayakan perceraian mereka. 
Rhodes di tahun 2012 meluncurkan perusahaan terbarunya “Divorce Party Planner”, dan bisnisnya pun berkembang dengan pesatnya. 
Selain mengatur kunjungan ke arena tembak, opsi populer lainnya bagi orang-orang yang ingin merayakan perceraian mereka ialah berkunjung ke klub malam, klub tari telanjang atau bermain golf.
Biaya yang ditawarkan pun beragam, mulai dari USD1.000 (Rp12 juta) sampai USD4.800 (Rp58 juta). Dengan pilihan paket sesuai dengan keinginan klien, termasuk terjun payung. Dikutip dari alman BBC, Kamis (13/11). 

Peneliti: Ini Tiga Alasan Penerapan Kebijakan Subsidi Tetap

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah perlu kembali menerapkan kebijakan subsidi tetap sebagai bagian dari upaya mengakhiri era BBM murah secara bertahap. Dengan mekanisme ini, subsidi per liter BBM diberikan sesuai plafon dengan kisaran tertentu yang mengacu pada harga pasar. Hal itu disampaikan oleh Managing Director Katadata Ade Wahyudi.

Menurutnya, ada tiga alasan yang mendasari kebijakan subsidi tetap tersebut. Pertama, besaran subsidi BBM akan terkendali dan tidak mengganggu APBN.

“Kedua, meminimalkan potensi politisasi kebijakan BBM, seperti yang terjadi selama ini,” kata Ade dalam diskusi Media Briefing di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis (13/11).

Lanjutnya, alasan ketiga yang mendasari kebijakan subsidi tetap adalah karena memiliki landasan hukum putusan Mahkamah Konstitusi pada 2003, yang menyatakan bahwa harga BBM di dalam negeri ditetapkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan golongan masyarakat tertentu. Dengan demikian, harga BBM bisa berubah setiap bulannya sesuai dengan perkembangan harga di pasar, seperti halnya Pertamax.

“Kebijakan ini pernah dilakukan di era Pemerintahan Presiden Gus Dur dan Megawati,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR Panggil Menteri Rini Soemarno sebelum Reses

Jakarta, Aktual.co — Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah  Industri, Investasi, dan Persaingan Usaha itu, akan segera melayangkan surat panggilan ke Menteri BUMN Rini Soemarno.
Hal itu terkait seleksi calon Direktur Utama Pertamina yang dilakukan Rini secara diam-diam atau tidak terbuka.
Menurut anggota komisi VI dari fraksi Partai Gerindra Abdul Wahid, pemanggilan Rini akan dilakukan sebelum DPR memasuki masa reses, yakni 6 Desember 2014.
“Sebelum reses akan kita (Komisi VI DPR) panggil,” kata dia di gedung DPR RI, Kamis (13/11).
Dirinya menjelaskan, hak komisi VI yang bermitra dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kemennterian Koperasi dan UMKM, Kementerian BUMN, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Badan Standarisasi Nasional, Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang, Dewan Koperasi Indonesia adalah lembaga pengontrol.
“Seharusnya ada koordinasi karena kita lembaga kontrol. Kalau tidak ada (koordinasi), perlu kita pertanyakan,” kata dia.
Seperti diketahui, Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir dan masih berlangsung hingga jelang akhir pekan ini.
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Prasetyo Ngotot Besok Gelar Sidang Paripurna Umumkan Pelantikan Ahok

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi tetap ngotot untuk menjalankan perintah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengangkat  Plt Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai gubernur.
Saat konferensi pers usai rapat pimpinan di Gedung DPRD siang ini, Pras mengatakan DPRD besok akan menggelar Sidang Paripurna, Jumat (14/11) besok pukul 10.30Wib, untuk mengumumkan pelantikan Ahok. 
Kata dia, pengumuman itu dilakukan menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kemendagri.
“Kita umumkan saja, jadi bukan dilantik. Karena yang lantik bukan saya,” ujarnya di depan awak media, di DPRD DKI, Jalan kebon Sirih, Kamis (13/11).
Apabila fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD DKI Jakarta tak menerima keputusannya, Pras mempersilahkan mereka untuk memperkarakannya. 
“Silakan teman-teman yang enggak sependapat, silakan ajukan ke ranah hukum,” tantangnya. 
Diakuinya, polemik atas tafsiran Peraturan Pengganti Undang-Undang no 1 Tahun 2014 mengenai pelantikan Ahok masih terjadi di kalangan dewan Kebon Sirih alias DPRD DKI. Diambilnya pilihan untuk segera menyelenggarakan Sidang Paripurna, kata dia, lantaran menganggap masalah ini sudah sangat mengganggu kinerja dewan.
“Saya sudah cukup sabar dan menunggu. Tapi saya enggak bisa kerja. AKD (alat kelengkapan dewan) juga belum kebentuk. Bagaimana bisa kerja kalau situasinya seperti ini? Sedangkan di DPR RI damai sejahtera. Sedangkan di sini (DPRD) baru mulai (berkonflik). Saya enggak mau seperti itu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakai Hak Interpelasi ke Ahok, KMP di DPRD Kumpulkan Tandatangan

Jakarta, Aktual.co —Rencana fraksi-fraksi di DPRD DKI yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) untuk menggunakan Hak Interpelasi terhadap Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ancaman kosong.
Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik mengatakan KMP sudah memulai proses pengumpulan tanda tangan untuk melakukan Hak Interpelasi. 
“Saat ini sudah 30 orang tanda tangan, tuh pak Lulung juga sudah tanda tangan, mungkin besok selesai. 57 Anggota DPRD dari KMP akan segera menandatangani,” ujarnya, di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (13/11).
Ditegaskan Taufik, pengajuan Hak Interpelasi atau hak bertanya dari DPRD kepada Ahok adalah sesuai Undang-Undang. Sehingga dia membantah kalau disebut penggunaan hak itu adalah semata demi menggulingkan Ahok dari jabatannya sekarang. 
“Itu baru menggunakan hak interplasi, belum pakai hak angket. Belum lagi pakai hak Menyatakan pendapat. Jadi ada alasan kuatlah untuk kita,” ujarnya. 
Empat orang Wakil Ketua DPRD DKI yang berasal dari fraksi-fraksi KMP juga telah menandatangani surat pengajuan interplasi kepada Ahok. Yakni Abraham Lunggana dari Fraksi PPP, Feriyal Sofyan dari Fraksi Demokrat, Triwicaksana dari Fraksi PKS, dan M. Taufik dari Gerindra.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Jakarta Jorok Buang Sampah Sembarang

Jakarta, Aktual.co —Petugas kebersihan dari Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat mengatakan perilaku warga Jakarta masih terbilang jorok karena masih banyak yang membuang sampah sembarangan.
“Sudah disediakan tempat sampah tapi buangnya masih di jalan,” kata petugas kebersihan di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Supriyadi, Kamis.
Supriyadi mengungkapkan pernah menemukan sampah popok bayi bekas berada di tengah jalan saat ia membersihkan jalanan.
Ia menghawatirkan perilaku jorok tersebut dapat menyebabkan kecelakaan pengguna jalan lainnya bila sampah yang membuat jalan licin berada ditengah jalan.
Supriyadi berharap warga tidak lagi malas membuang sampah pada tempatnya meskipun telah ada petugas kebersihan seperti dirinya.
Petugas kebersihan lainnya, Nur Rohmat mengatakan adanya peningkatan perilaku warga dalam menjaga kebersihan meski masih ada warga yang masih membuang sampah sembarangan.
“Sudah banyak yang menjaga kebersihan, tapi masih ada yang buang sampah sembarangan,” kata Rohmat Ia mengatakan banyaknya tempat sampah yang disediakan membuat warga lebih menjaga kebersihan.
Rohmat juga berharap pemerintah lebih memerhatikan kesejahteraan petugas kebersihan seperti dirinya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain