8 April 2026
Beranda blog Halaman 42175

Disdik DKI Perketat Pengawasan Terhadap Pelajar

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan jajarannya memperketat pengawasan di sekolah setelah peristiwa penyiraman air keras pada pelajar SMK 1 Zulfikar (16), Jumat (7/11) lalu agar tidak terjadi lagi.
“Saya perintahkan semua kasudin dan yang membantu serta sekolah untuk memperketat dan meningkatkan pengawasan ke sekolah-sekolah agar kekerasan seperti penyiraman air keras itu tidak terjadi lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun di Jakarta, Kamis (13/11).
Menurutnya selama ini jajarannya telah bekerja keras dalam melakukan imbauan dan pengawasan ke sekolah-sekolah di Jakarta sehingga ia tidak menyangka peristiwa seperti itu akan terjadi. Bahkan ia mendapat laporan angka kekerasan antarpelajar juga turun hingga Oktober 2014 lalu.
Selain memperketat pengawasan, ia memerintahkan kasudin dan kepala sekolah menindak tegas D (16) untuk memberikan efek jera serta sebagai pembelajaran bagi siswa lain agar tidak melakukan tindakan negatif serupa.
“Pasti dapat sanksi dari sekolah itu, orang itu sudah keterlaluan jadi tak mungkin kami biarkan. Itu juga memberikan contoh pada siswa lain kalau tindakan seperti itu kami tindak tegas agar tidak melakukan hal yang sama,” tuturnya.
Selain pelaku, ia juga akan memberikan sanksi pada sekolah yang dinilai lalai sehingga peristiwa tersebut dapat terjadi berupa penurunan predikat jika pihak sekolah tidak berkomitmen mendidik siswanya ke depan.
“Saya akan tanyakan ke sekolah itu masih mampu mendidik siswa atau tidak, kalau tidak ya ada tindakan terkait predikat sekolahnya,” katanya.
Ia menilai tindakan penyiraman air keras itu adalah tindakan yang tidak beradab karena mengakibatkan korban menderita.
“Menurut saya itu sebuah tindakan tidak beradab karena menyebabkan korban menderita,” katanya.
Jumat (7/11) lalu, siswa SMK 1 Zulfikar dan dua temannya disiram air keras saat sedang melintasi Pasar Prumpung, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, sekitar pukul 18.15. Pelakunya adalah siswa sekolah kejuruan di Jakarta berinisial D dan dua temannya yang kini masih diburu polisi.
Akibat siraman air keras itu, Zulfikar mengalami luka di wajah, pundak dan lengan bagian kanan, sedangkan dua temannya, Wahyu dan Irfan, terluka di bagian kaki dan wajah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemprov DKI Siap Antisipasi Banjir

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan berbagai persiapan untuk mengantisipasi datangnya banjir di wilayah Kota Jakarta telah dilakukan.
“Sejauh ini, berbagai langkah antisipasi banjir telah kita lakukan, di antaranya mempersiapkan mitigasi struktural maupun nonstruktural,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Bambang Musyawardana di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (13/11).
Dia memaparkan yang dimaksud dengan mitigasi struktural adalah pembangunan fisik atau insfrastruktur untuk menanggulangi banjir, misalnya normalisasi sungai, waduk, pemasangan pompa dan pembatan sumur resapan.
“Kendati demikian, belum semua pembangunan infrastruktur tersebut sudah rampung dikerjakan. Sebagian besar, saat ini masih dalam proses pembangunan,” ujar Bambang.
Dia menuturkan untuk pembangunan waduk belum dapat diselesaikan pada tahun ini karena dilakukan secara multi years. Sedangkan untuk progres pemasangan pompa sudah sampai 80 persen dan pembuatan sodetan ditargetkan rampung pada 2015 mendatang.
Sementara itu, dia mengatakan untuk mitigasi nonstruktural, pihaknya akan menjalin kerja sama dan koordinasi dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI, di antaranya Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Selain itu, terkait mitigasi nonstruktural, BPBD DKI juga menggelar berbagai macam pelatihan kepada masyarakat sebagai bentuk persiapan penanggulangan bencana banjir,” tutur Bambang.
Dia mengungkapkan pelatihan-pelatihan tersebut khususnya diberikan kepada guru, anak sekolah serta kader bencana yang ada di kelurahan maupun kecamatan.
“Untuk rencana selanjutnya, BPBD DKI Jakarta akan menggelar rapat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menghimpun informasi sekaligus melakukan persiapan memasuki musim hujan,” ungkap Bambang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DK PBB Akan Lakukan Pertemuan Bicarakan Situasi Ukraina

Jakarta, Aktual.co — Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa akan mengadakan pertemuan darurat Rabu (13/11) pada pukul 19.30 GMT menyusul laporan-laporan serangan militer terbaru Rusia di Ukraina. 
Pertemuan diminta oleh Amerika Serikat setelah NATO mengatakan barisan tank-tank Rusia, artileri dan pasukan tempur telah memasuki Ukraina timur dalam dua hari belakangan ini.
Rusia, bagaimanapun, membantah klaim-klaim oleh NATO itu.
Pertemuan tersebut akan menjadi debat terbuka dengan 15 anggota dewan dan juga dihadiri oleh utusan Ukraina, dan Australia di dewan tersebut.
Menteri Pertahanan Ukraina Stepan Poltorak mengatakan, Kiev sedang mempersiapkan diri untuk babak baru pertempuran setelah melihat peningkatan aktivitas Rusia dan pemberontak pro-Moskow di seluruh wilayah itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengguna Motor Protes Larangan Melintasi Jalan Protokol

Jakarta, Aktual.co — Rencana pemberlakuan larangan sepeda motor melintasi jalan protokol dari Bundaran HI hingga Jalan Medan Merdeka Barat menuai penolakan dari para pengguna kendaraan roda dua. 
Mereka bahkan berencana menggelar demo penolakan di Bundaran Hotel Indonesia jika Pemprov DKI tetap melaksanakan peraturan tersebut. 
Seperti disampaikan salah seorang pengguna motor, Ridwan (27), peraturan itu terlalu berlebihan dan merugikan pengguna kendaraan roda dua.
“Kita ini bayar pajak setiap tahunnya, masa ngga boleh melewati wilayah tersebut. Ini merugikan para pengendara roda dua. Walau kita nanti diberi bus tingkat gratis, malah makan waktu bisa telat yang kerja di sana karena nunggu bis,” ujarnya.
Ditemui terpisah, di Balaikota DKI Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak mau ambil pusing dengan penolakan dari pengendara sepeda motor. Dia yakin tujuan diberlakukannya kebijakan adalah demi menyelamatkan jiwa para pengemudi sepeda motor juga. 
“Hak masyarakat demo. Silakan saja,” kata Ahok di Jakarta, Kamis (13/11).
Meski ada pelarangan melalui jalan protokol, Ahok menyarankan pengguna sepeda motor mencari jalur alternatif jika  menuju kawasan dengan jalan yang dilarang. 
“Kan ada jalur alternatif lewat belakang. Kita gak ada pilihan daripada anda mati,” ujarnya.
Sebelumnya, kritik juga dilontarkan pengamat kebijakan publik Aidil Akbar atas rencana Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya untuk memberlakukan kebijakan yang melarang pengendara sepeda motor melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Medan Merdeka Barat.
Menurutnya, perlu ada pengkajian khusus dan menyeluruh sebelum kebijakan itu diberlakukan mulai Desember. 
“Masalahnya itu substantif, perlu dipikirkan lokasi mana yang tepat untuk menerapkan kebijakan tersebut. Juga harus diperhatikan akomodasi bagi pengendara motor yang terkena kebijakan itu,” ujarnya ketika dihubungi, di Jakarta, Rabu (12/11).
Sedangkan kebijakan itu dinilainya parsial atau tidak menyeluruh. Di mana kebijakan tersebut direncanakan praktiknya saja, tanpa memikirkan kesiapan solusi atas kebijakan tersebut. Seperti akomodasi bis tingkat gratis untuk mengangkut pengendara motor yang dinilainya belum mencukupi karena jumlahnya baru 10 unit.
“Memang susah jika Pemprov mengeluarkan kebijakan seperti itu. Belum tentu efektif jika tidak ada kesiapan yang efektif mengenai akomodasi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Tolak Kenaikan BBM Dan Tuntut Tangkap Tiga Menteri Berakhir Bentrok

Jakarta, Aktual.co — Terjadi bentrokan dalam aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta yang menolak kenaikkan harga BBM bersubsidi dan tangkap tiga menteri Jokowi di jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis (13/11) .
Dalam pantauan Aktual.co di lokasi kejadian, bentrok ini melibatkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI dengan aparat kepolisian. Nah, awal dari bentrokan itu adalah ketika polisi hendak menghentikan aksi blokir jalan dengan menyandera sebuah truk molen yang melintas di lokasi aksi, sedia truk tersebut akan dipasang spanduk aksi.
Melihat aksinya dihalangi oleh polisi, mahasiswa melakukan perlawanan dan  perdebatan dengan pihak polisi tak bisa dielakkan. Perdebatan tersebut menuai puncak, dan seketika itu terjadi baku pukul antara polisi dan mahasiswa. Dan beberapa peserta aksi dan polisi mengalami luka akibat baku pukul ini. 
Karena kalah jumlah, mahasiswa terdesak mundur dan lari ke arah Jalan Cilosari, Cikini dan polisi pun melakukan pengejaran, namun para mahasiswa ini pun melakukan perlawanan dengan melempar bangku milik warung yang ada di sekitaran jalan Cilosari.
Hingga berita ini diturunkan aksi masih berlangsung dan polisi masih melakukan penjagaaan.
Seperti diketahui,   Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta menggelar aksi demonstrasi di jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis (13/11).
Mereka mendesak aparat penegak hukum menangkap tiga menteri kabinet kerja pimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dimana ketiga menteri itu yakni Rini Soemarno (Menteri BUMN), Sofyan Djalil (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), dan Sudirman Said (Menteri Menteri ESDM).
“Kami menuntut agar Rini Soemarno, Sofyan Jalil dan Sudirman Said ditangkap,” kata koordinator aksi, Awaludin saat dihubungi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertemu Menkeu, Komisioner KPK Tagih Janji Jokowi Tambah Anggaran

Jakarta, Aktual.co — Pertemuan antara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan  Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro berserta jajarannya, juga membahas anggaran KPK.
“Ya tadi sambil bercanda pimpinan sempat menyinggung janji Pak Presiden Jokowi bahwa didalam kampanyenya dulu, pernah menyebut akan memperkuat KPK. Termasuk anggaran di KPK,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/11).
Selain itu, pimpinan pun menanyakan perihal anggaran pembangunan gedung KPK. 
“Ya ditambah lah orang memperkuat. Termasuk tadi bicara soal gedung. Tadi juga disinggung sepintas,” pungkas Johan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain