15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42190

Menteri Swedia Ini Jadi Perbincangan di Dunia Maya

, Aktual.co — Menteri Kesehatan, Kesehatan dan Olahraga Gabriel Wikström menjadi pembicaran di media sosial. Bukan karena kerjanya, Wikstrom dikenal di dunia maya atas ketampanannya.
Pria yang lahir 21 Febuari 1985 ini telah menjadi trend topik di negaranya, Swedia. Pasalnya ia adalah seorang politisi Swedia Demokrat Sosial. Ia telah menjadi Menteri Kesehatan, Kesehatan dan Olahraga di Pemerintah Swedia sejak 2014. Wikstrom memulai karirnya di Sosial Demokrat Liga Pemuda Swedia di Daerah Västmanland pada tahun 2006. Dia adalah anggota dewan eksekutif nasional dari liga pemuda 2007-2011 dan ketua nasional dari tahun 2011 sampai diangkat menteri kabinet pada tahun 2014.
Menteri Kesehatan Swedia ini kini jadi idola di dunia maya. Gabriel Wikstrom yang baru berusia 29 tahun ini mengaku kaget namanya kini mendunia. “Saya merasa tersanjung sekaligus senang. Dan sedikit terkejut,” kata Gabriel kepada media The Local di Swedia. Dan ketenarannya ini bukan hanya mucul di negaranya saja Swedia, tetapi tenar terlebih dahulu di Turki, Peristiwa itu bermula ketika seorang gadis berusia belasan membagi foto Wikstrom lewat twitter. Tak dinyana, foto-foto itu langsung menyebar diantara para ABG di Turki. Mereka menyebutnya dengan julukan ‘The Handsome Minister’.
Saat itulah Menteri Kesehatan ini menjadi trending topik di kalangan wanita di Turki dan Eropa, dan itu hanya berlangsung dalam tempo satu hari. Melihat membludaknya jumlah follower dan pesan yang masuk ke dia, esok harinya Wikstrom mencoba menjawab. Dia meminta bantuan seorang menteri di Turki yang dia kenal untuk menerjemahkan kalimat dalam Bahasa Turki. “Pesan itu berbunyi, selamat datang dan terima kasih kepada para pengikut saya di Turki,” kata Wikstrom.
Pesan Wikstrom itu mengejutkan para pemujanya asal Turki. Kicauan Wikstrom itu langsung di-retweet lebih dari 9.000 kali.

Pemerintah Aceh Serahkan Qanun Jinayah ke Kemendagri

Banda Aceh, Aktual.co — Pemerintah Aceh telah menyerahkan qanun jinayah ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Jakarta. Kemendagri akan melakukan klarifikasi terhadap isi qanun itu selama 60 hari ke depan. Diharapkan, qanun itu bisa segera diimpelemtasikan di provinsi yang menegakkan syariat Islam tersebut.
Kepala Biro Hukum, Pemerintah Aceh, Erdian kepada Aktual.co, Sabtu (1/11) menyebutkan pihaknya kini menunggu koreksi dari Kemendagri RI. “Dua hari lalu telah kami serahkan qanun itu ke Kemendagri. Jika selama 60 hari Kemendagri tidak memberikan koreksi, maka qanun itu dianggap sah dan bisa diimplementasikan,” sebut Erdian.
Disebutkan, isi qanun yang telah diserahkan Kemendagri itu tidak berubah seperti yang telah disepakati dengan DPR Aceh. Diharapkan, qanun itu bisa menjadi acuan untuk masyarakat di Aceh dalam penegakkan syariat Islam.
Sebelumnya, Koordinator Koalisi NGO HAM, Zulfikar Muhammad mengkritik isi qanun tersebut. Dia menganggap qanun itu belum sepenuhnya merujuk ke hukum Islam. Pasalnya, dalam qanun mengatur denda yang tidak dikenal dalam hukum Islam. Zulfikar mencontohkan pada pasal 47 tentang pemerkosaan disebutkan hukuman berupa cambuk 100 kali atau membayar denda 1,5 kilogram emas atau dihukum 150 bulan penjara.
“Dalam hukum itu jangan pakai kata “atau”. Kalau begitu, nanti orang yang kaya, bisa lepas jeratan hukum hanya karena sanggup membayar denda. Seharusnya, pasal itu langsung dihukum cambuk titik,” ujar Zulfikar. Disebutkan, pihaknya meminta isi qanun itu dikoreksi dan disempurnakan sesuai ajaran Islam. 

Tentara Ambil Alih Kekuasaan Burkina Faso

Jakarta, Aktual.co — Seorang perwira pasukan pengawal kepresidenan Burkina Faso merebut kekuasaan dan berjanji akan memimpin negara Afrika Barat itu menuju pemilihan setelah pengunduran diri Presiden Blaise Compaore, dalam satu kudeta.
Compaore mengundurkan diri Jumat setelah aksi-aksi protes dua hari terhadap usaha-usahanya untuk mengubah konstitusi guna memperpanjang masa kekuasaan 27 tahunnya. Sedikitnya tiga orang tewas setelah para pemerotes menyerbu gedung parlemen dan membakarnya.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Honore Traore, seorang loyalis Compaore, segera mengumumkan Jumat dia akan mengambil alih kepresidenan atas dasar transisi, tapi ditolak oleh para demonstran dan sejumlah perwira muda.
Setelah laporan-laporan terjadi baku tembak dekat istana presiden Sabtu pagi, Letnan Kolonel Issaac Zida, komandan operasional pasukan elit pengawal kepresidenan, mengumumkan di radio bahwa dia mengambil alih kekuasaan.
“Saya ambi alih mulai hari ini tanggung jawab kepala transisi ini dan kepala negara,” kata Zida, yang berseragam militer lengkap, di studio televisi BF1. 
“Saya mengenang mereka yang gugur dalam pergolakan ini dan menghormati pengorbanan yang dibuat oleh rakyat kami.” 
Zida mengatakan tentara telah mengambil langkah untuk menghindari anarki dan menjamin transisi demokratis cepat. Menurut dia, peta jalan menuju pemilihan akan dirancang oleh satu badan beranggota unsur-unsur berbeda di masyarakat, termasuk partai-partai politik dan masyarakat madani.
Dia menyerukan kepada Uni Afrika dan blok regional Afrika ECOWAS untuk menunjukkan dukungannya bagi transisi.
“Ini bukan kudeta tetapi pergolakan rakyat,” katanya seperti yang dikutip dari Reuters, Sabtu (1/11).
“Rakyat punya harapan dan kami yakin kami memahami mereka.” Tentara yang setia kepada Zida telah mengambil posisi di tempat-tempat strategis di Ouagadougou, ibu kota Burkina Faso, memberlakukan jam malam dari pukul 19.00 hingga 06.00 GMT. Bandar udara dan perbatasan darat juga telah ditutup atas perintahnya, kata beberapa serdadu.
Sejauh ini keberadaan Traore belum jelas tetapi Zida mengatakan dia mengadakan kontak dengan sejumlah perwira tinggi militer lainnya dan asumsi jenderal itu tentang jabatan kepresidenan tak berlaku.
Traore tak terlihat di depan umum sejak mengklaim berkuasa pada jumpa pers segera setelah pengunduran diri Campaore.
Zida menolak mengungkap keberadaan Compaore, hanya mengatakan ia berada di tempat yang aman.

Artikel ini ditulis oleh:

Waduh, Obat Palsu Beredar di RSUD Simeuleu

Jakarta, Aktual.co — Pihak kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan beredarnya obat palsu di Rumah Sakit Simeulue yang disampaikan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh beberapa waktu lalu.
Kapolres Simeulue AKBP Edi Bastari di Sinabang, mengatakan, jika memang nanti hasil dari penyelidikan kasus benar, mendapat bukti obat palsu dan kemudian setelah di bawah ke labor forensik maka kasus ini tidak akan diendapkan.
“Undang undang kesehatan jelas mengatur tentang saksi bagi pelaku pemalsu dan juga pengedar obat obatan palsu itu,” terang dia.
Lebih lanjut dia meminta kepada masyarakat bahwa Kepolisian Simeulue saat ini dengan paradigma barunya akan bekerja profesional, melayani dan mengayomi.
“Kami akan bekerja riil sesuai dengan koridor hukum. Saya tidak ingin menegakkan hukum belah bambu, tajam ke bawah tumpul ke atas,” ujarnya.
“Beri saya waktu. Jika anda puas dengan kinerja saya, sampaikan kepada orang lain. Anda kurang puas sampaikan ke Kapolres Edi Bastari. Saya akan perbaiki,” janjinya.
Sebelumnya diberitakan, BBPOM Banda Aceh menemukan beredarnya obat palsu berupa ribuan tablet obat batuk dan 342 ampul botol kecil (2 mililiter) obat bius di dua rumah sakit pemerintah di Kabupaten Aceh Singkil dan Simeulue.
“Kami temukan dua kali dimana kali pertama penemuannya kami dapati 26 pot obat batuk tablet palsu dan kali keduanya kami temukan lebih banyak lagi. Begitu pula obat bius injeksinya kami temukan sebanyak 342 ampul,” ungkap Kepala BBPOM Aceh, Dra Sjamsuliani Apt MM.
Disebutkan, sebanyak 26 pot tablet obat batuk itu diperkirakan satu pot berisikan 250 tablet. Ada ribuan tablet obat batuk palsu yang ditemukan saat itu.
Sjamsuliani menjelaskan, yang seharusnya obat batuk ini mengandung kodein tapi ternyata setelah mereka uji, obatnya palsu, yang dipasok mengandung gliseril guaiakolat (GG).

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Tidak Akan Lanjutkan Proyek Jembatan Selat Sunda

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago memastikan Presiden Joko Widodo tak memasukkan Mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) dalam programnya.
Menurutnya, mega proyek jembatan ratusan triliun rupiah yang menghubungkan Jawa dan Sumatera itu belum bisa dibangun, paling tidak untuk 10-15 tahun ke depan.
“JSS ini terus terang Pak Jokowi sendiri menyimak rencana itu. Saya yakin JSS bukan pilihan setidak-tidaknya untuk 10-15 tahun ke depan,” kata Andrinof di Kantor Bappenas, Jakarta, ditulis Aktual.co, Sabtu (1/11).
Andrinof mengatakan, ketimbang membangun JSS, Pemerintah bakal memberdayakan sektor maritim dengan mengembangkan perhubungan laut. Upayanya, dengan cara membangun dermaga-dermaga atau menambah kapal baru dengan mengganti kapal yang usang.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa alasan yang mendasari proyek tersebut tidak masuk dalam program infrastruktur yang dibangun dalam pemerintahan saat ini. Presiden Joko Widodo khawatir proyek ini malah mematikan identitas Indonesia sebagai negara maritim. Seharusnya transportasi laut yang lebih dikembangkan daripada darat.
“Beliau khawatir dampaknya pada 2 hal. Pertama mematikan identitas negara maritim karena di Selat Sunda itu adalah jalur penyebrangan terpadat di Nusantara. Kalau penyebrangannya dimatikan, itu akan mematikan (identitas),” ucap Andrinof.
Alasan kedua, lanjut Andrinof, adalah jika proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini jadi dibangun, itu malah bersebrangan dengan program pemerataan pembangunan dari Sabang sampai Merauke.
“Kita harus menghentikan berpikir paradoks. Kita berpikir menghapus ketimpangan tapi malah menambah ketimpangan. Katanya mau pemerataan, tapi kita bikin mega proyek yang membuat ekonomi semakin terkonsentrasi di barat,” tegasnya.
Secara tidak langsung dibangunnya jembatan ini akan semakin memperburuk keadaan kurang pasok perumahan (backlog) yang mencapai 15 juta unit.
Andrinof menganalisis, sebuah mega proyek akan bisa mendongkrak harga lahan yang nantinya berimbas pada mahalnya harga rumah. Apalagi konsesi proyek tersebut dikuasai oleh perusahaan besar. Menurutnya akan semakin sulit masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa membeli rumah.
“Penguasaan lahan oleh perusahaan besar akan mendongkrak harga rumah menjadi semakin tidak terjangkau. Jadi ke depan kita harus betul-betul membangun itu untuk apa. Dalam sidang kabinet perdana kemarin, pesan pertama adalah tentang arah pembangunan yaitu jika ini membangun untuk manusia dan pembangunan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Kilang, Sudirman Said: Kemenkeu Tuding ESDM Kurang Respon

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sudah satu visi untuk mempercepat pembangunan kilang pengolahan minyak mentah menjadi BBM.
“Waktu saya ngobrol dengan Pak Bambang (Menkeu Bambang Brojonegoro), beliau malah bilang ‘Kemenkeu sudah mendorong kilang untuk segera dibangun, namun justru di tempat ‘panjenengan’ (Kementerian ESDM) yang responnya kurang’,” katanya dalam bincang-bincang di Jakarta, Sabtu.
Atas pernyataan Menkeu tersebut, lanjutnya, dirinya mengecek ke internal kementerian.
“Dalam satu rapat, ada pejabat yang berkata, ‘jadi (permasalahan kilang BBM) ini karena IRR (internal rate of return atau tingkat pengembalian investasi) yang kurang memenuhi, Pak’. Saya tegur, ‘Mas, yang bicara seperti itu mestinya pedagang. Ini negara. Negara urusannya kedaulatan. Biarkan pebisnis itu bicara ‘return’. Kalau kurang, baru bicara insentif’,” katanya.
Menurut dia, tugas negara bukanlah melihat dari sisi pedagang.
“Negara mengatur pebisnis agar melakukan kegiatan secara tertata dan baik,” ujarnya.
Sudirman kembali mengatakan, saat ini, Kementerian ESDM dan Keuangan sudah satu visi yang direkat kepemimpinan nasional yakni Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Menurut dia, pemimpin nasional sudah mendukung dirinya untuk melakukan apapun sepanjang demi kepentingan negara.
Sudirman juga menambahkan, kajian kilang sudah banyak dan lama dilakukan.
“Sekarang, tinggal pelaksanaannya,” katanya.
Opsi pembangunan kilang adalah dibangun APBN dengan melihat kemampuan keuangan negara.
Lainnya, bermitra dengan swasta melalui skema kemitraan pemerintah dan swasta.
Opsi lainnya adalah murni kerja sama BUMN dan swasta.
“Soal kilang ini adalah program jangka pendek yang akan kami lakukan,” ujar Sudirman.
Sebelumnya, BUMN migas asal Arab Saudi, Saudi Aramco Asia (SAA) sudah lama berencana membangun kilang berkapasitas 300.000 barel per hari dengan menggandeng PT Pertamina (Persero).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain