3 April 2026
Beranda blog Halaman 42243

Keberhasilan Reformasi Birokrasi, Berikut Ukuran Kemenpan dan RB

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menggunakan sembilan ukuran untuk dapat menilai keberhasilan reformasi birokrasi di instansi pemerintah.
“Pertama adalah tidak ada anggaran negara yang dikorupsi dan setiap pemakaiannya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan-RB Muhammad Yusuf Ateh di Jakarta, Senin (10/11).
Menurut dia, saat ini mekanisme penggunaan anggaran sudah sangat ketat dan kecil peluang untuk dapat melakukan korupsi.
“Pemerintah telah menggunakan sistem “at cost” atau dibayar sesuai kebutuhan sehingga kemungkinan terjadinya penyelewengan lebih kecil,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, ketatnya pemeriksaan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuat penggunaan anggaran menjadi lebih transparan.
Berikutnya, ukuran keberhasilan reformasi birokrasi adalah tidak adanya pelanggaran dan pemberian sanksi kepada aparatur negara.
Dalam hal ini, Muhammad Yusuf mengatakan perlu adanya undang-undang khusus yang mengatur tentang pengawasan internal pemerintah guna memperkuat pengawasan.
Selama ini pengawasan internal sudah ada, namun belum berjalan efisien sehingga perlu diperkuat melalui undang-undang agar payung hukumnya lebih kuat, kata dia.
Kemudian penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Selanjutnya, semua perizinan yang diajukan masyarakat selesai dengan cepat serta penggunaan jam kerja yang efektif dan produktif pada jajaran aparatur negara.
Selain itu juga perlu pemberian penghargaan bagi yang berprestasi dan sanksi bagi yang melanggar aturan, kata dia.
Ia menambahkan jika semua itu berjalan dengan baik maka hasil pembangunan akan terlihat nyata ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, terbukanya lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rinaldi Firmansyah Kandidat Dirut Pertamina, KSPMI akan Pertanyakan ke Menteri BUMN

Jakarta, Aktual.co — Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) mengatakan tidak mengenal dengan calon Dirut Pertamina yang berlatar belakang Dirut Terlkom, Rinaldi Firmansyah.
Presiden KSPMI, Faisal Yusra mengatakan jika tidak punya track record tentang dia. Akan tetapi, pihaknya bakal menanyakan alasan Renaldy masuk dalam bursa calon Dirut Pertamina.
“Kami tidak kenal sama dia, jadi pekerja migas kami hanya bisa melihat dari apa yang dilakukan di migas, aspek berhubungan dengan migas, kami tidak punya track record dia. Dan kami juga ingin tau apa sebtulnya alasan dia menjadi salah satu calon,” ucap dia, di komplek parlemen, Jakarta, Senin (10/11).
Ia pun menuturkan bahwa kandidat calon yang digadangkan terkuat itu oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno itu, bukan orang yang punya keberhasilan dalam memimpin sebuah perusahaan. Pasalnya, PT Telkom selama ini tidak berkembang dengan baik.
“Kita harus tau bahwa Telkom itu 60-70 persen itu adalah keuntungan dan keberhasilan dari telkomsel. Jadi kalau bicaa Telkom, itu duduk manis saja, karena pusat keuntungan merka adalah Telkomsel. Jadi, kalau mau bicara soal hebat seharusnya telkomsel itu,” ucap dia.
Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon mengatakan bahwa untuk seorang Dirut Pertamina itu, harus memiliki ideologi Trisakti.
“Kita berharap di sektor yang menyangkut kebijkan publik strategis ini harusnya (diisi orang) benar- benar berlandaskaan ideologi Trisakti,” kata dia, di komplek parlemen, Jakarta, Senin (10/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Komisi X Minta Menpora Dorong Industri Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Komisi X DPR RI meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk mendorong industri olahraga di Indonesia, karena dapat membuka peluang tenaga kerja baru dan menguntungkan pemerintah.

“Terlebih industri olahraga bisa berdampak pada pariwisata olahraga yang tentu efeknya menguntungkan pemerintah,” ujar Pimpinan Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam saat rapat dengar pendapat umum dengan sejumlah tokoh olahraga di Jakarta, Senin (10/11).

Menurut dia, salah satu peluang dalam pariwisata olahraga yang bisa dikembangkan di Indonesia yakni olahraga laut.

“Sektor laut menjadi potensi, mengingat Indonesia memiliki laut luas dan indah. Pemerintah saat ini juga tengah konsentrasi di bidang kemaritiman sehingga bisa berkesinambungan,” katanya.

Dengan majunya industri olahraga, pihaknya berharap olahraga di Indonesia tidak lagi mengandalkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), karena sudah bisa hidup sendiri.

“Justru ke depan, dari sektor ini pemerintah mendapat masukan pajak. Dengan demikian, olahraga tidak akan membebani pemerintah, malah olahraga membantu pemerintah,” kata legislator asal Malang, Jawa Timur, tersebut.

Selain membahas industri olahraga, pertemuan tersebut juga mendengarkan sejumlah masukan dari tokoh-tokoh, yakni Anton Sanjoyo, Tommy Apriantono dan Hasan Abdul Gani.

Dalam kesempatan itu, Hasani Abdul Gani memberi masukan agar DPR RI melakukan reformasi izin keramaian polisi tentang Juklak Kapolri: juklak/28/VII/1991, yang dinilainya sangat memberatkan pelaksana olahraga karena biaya untuk polisi lebih besar daripada biaya pelaksanaannya.

Sedangkan, tokoh lainnya, Anton Sanjoyo mengharapkan DPR RI mendorong pemerintah sampai dengan pemerintah di tingkat daerah menyiapkan ruang terbuka hijau untuk olahraga, bahkan pusat olahraga seperti Gelora Bung Karno di Jakarta.

Tidak itu saja, prestasi atlet Indonesia saat ini menjadi sorotan dan dianggap sulit mencapai puncak akibat tidak adanya persiapan awal di jenjang sekolah, mulai tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi.

Di samping itu, adanya pembajakan-pembajakan atlet antarprovinsi dalam rangka Pekan Olahraga Nasional (PON) dinilai hanya membuat prestasi di seputar lokal saja, bukan di tingkat Asia Tenggara atau bahkan Asia.

Mewakili Komisi X, Ridwan Hisjam mengaku segera berkoordinasi dan membicarakannya dengan kementerian terkait demi kemajuan olahraga Indonesia.

“Secepatnya kami berdiskusi dengan Menpora Imam Nahrawi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, serta Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

FPKB Pertanyakan Kesepakatan KMP-KIH yang Dilontarkan Pramono Anung

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI meminta politikus senior PDIP Pramono Anung menjelaskan hasil kesepakatan antara partai-partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Anggota FPKB DPR RI Daniel Johan di Jakarta, mengungkapkan bahwa PKB sampai saat ini belum mengetahui secara detail apa yang menjadi kesepakatan antara KMP dan KIH sebagaimana disebutkan Pramono dalam akun Twitternya, Sabtu (8/11).
“PKB berharap hasil tersebut dapat segera dikomunikasikan dan dikonsultasikan ke ketua umum dan ketua fraksi terkait agar keputusan itu dapat segera menjadi keputusan bersama yang bersifat final,” ucap Daniel, Senin (10/11).
Wakil Sekjen DPP PKB itu berharap kesepakatan dapat segera tercapai secara final dan tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di DPR, sehingga para anggota dewan dapat segera bekerja mengawal politik anggaran, legislasi, dan pengawasan.
Daniel menegaskan, sikap PKB dalam merumuskan kesepakatan konsisten dengan hasil musyawarah dan mufakat para ketua umum bersama ketua dan sekretaris kelima fraksi anggota KIH, yaitu PDIP, PKB, NasDem, Hanura, dan PPP, bahwa Alat Kelengkapan Dewan harus proporsional.
Menurut dia, ada dua hal yang melandasi sikap PKB itu. Pertama, DPR bukan tanpa kewajiban dan tanggung jawab kepada rakyat sebagai konstituen, dan DPR memiliki kewajiban untuk mengawal aspirasi dan memenuhi janji dan cita-cita politik sesuai dengan ideologi masing-masing partai.
“Hal itu dapat dilakukan salah satunya melalui mekanisme keterwakilan dalam Alat Kelengkapan Dewan, mengingat 70 juta suara rakyat yang terwakilkan di dalam lima fraksi bukan tanpa makna,” tukasnya.
Kedua, kata Daniel, di dalam Pasal 98 UU MD3 disebutkan bahwa segala keputusan dan kesimpulan rapat kerja komisi bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan pemerintah. Bila pemerintah tidak melaksanakan, maka komisi dapat mengusulkan hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat atau mengajukan pertanyaan.
“Keterwakilan proporsional di Alat Kelengkapan Dewan menjadi penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Untuk itu asas proporsionalitas ini bukan merupakan urusan bagi-bagi kedudukan tetapi sebagai upaya mengamankan dua hal substansi tersebut,” sambung Daniel.
Sebelumnya, Pramono Anung melalui akun Twitternya @pramonoanung menyebut jika perseteruan antara kubu KMP dan KIH telah selesai dengan penyelesaian yang saling menghormati.
Menurut mantan wakil ketua DPR ini, perseteruan KMP dan KIH diselesaikan dalam sebuah pertemuan yang dihadiri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Radjasa, Wakil Ketua DPR/Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Ketua MPR/Wakil Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey.

Artikel ini ditulis oleh:

PB Wushu Harus Rebutan untuk Latihan di GBK

Jakarta, Aktual.co — Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Indonesia, mengaku masih berebutan untuk melakukan latihan di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pasalnya, mereka harus bergantian dengan cabor lain untuk melakukan latihan.

Dikatakan Sekretaris Jenderal PB Wushu, Iwan Kwok, untuk melakukan latihan, pihaknya juga menyewa tempat kepada pengurus GBK.

Dengan bergantian melakukan latihan itu, pihak PB Wushu, kata Iwan, mengalami kesulitan untuk melakukan penjadwalan tepat.

“Selain mengganggu jadwal latihan, sistem sewa tempat di GBK ini juga membuat kami kesulitan menyimpan alat-alat latihan dan panggung milik PB wushu,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/11).

Menurut dia, hall di pintu 8 GBK terbilang kecil, selain itu sistem sewa per jam yang dikenakan oleh pihak GBK sedikit banyaknya juga mempengaruhi rutinitas latihan bagi para atlet wushu.

“GBK merupakan tempat latihan yang strategis sehingga diharapkan bisa memprioritaskan cabang olahraga mana yang membutuhkan tempat latihan, apalagi cabang yang tempat latihannya berada di luar Jakarta,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Aceh Utara Tewas Dibacok

Banda Aceh, Aktual.co — Pemuda asal Desa Babah Geudubang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Syahrul (30), Minggu (9/11) sekitar pukul 22.00 WIB, ditemukan tewas bersimbah darah di belakang rumah warga dengan luka bacok di bagian punggung dan kepalanya. Diduga kuat korban dihabisi dengan menggunakan parang. Namun, motif pembunuhan itu sampai sekarang masih dalam proses penyelidikan polisi.
Informasi yang diperoleh Aktual.co, sebelum ditemukan jenazah pria dengan kondisi mengenaskan, warga sempat mendengar ada warga yang berteriak menyebutkan Syahrul dikejar seorang warga dengan menggunakan parang. Namun, warga tidak mengetahui siapa yang mengejar korban saat itu, karena kondisi gelap.
Kepala Desa Babah Geudubang, M Nasir menyebutkan korban tewas itu ditemukan di belakang rumah Zainal Abidin (35) warga setempat. Namun, warga tak berani mendekat, setelah itu warga melaporkan kasus itu ke polisi. “Zainal juga mengetahui dari warga lain bahwa ada korban tewas di rumahnya,” ujar M Nasir.
Disebutkan, jenazah korban dibawa ke puskesmas untuk divisum lalu baru dibawa pulang ke rumah duka. “Tadi pagi (10/11) korban sudah dikebumikan keluarganya di desa setempat. “Selama ini korban tinggal di rumah saudaranya di Desa Reudep setelah dua bulan lalu pulang merantau ke Padang. Korban jarang di kampung, karena suka merantau,” katanya.
Namun, warga tidak mengetahui penyebab korban dibacok, karena selama ini tidak berselisih paham dengan pemuda lain. “Informasi yang berhembus ada persoalan dengan sepupunya, dan sekarang sepupunya sudah meninggalkan desa itu. Tapi kami juga tidak tau apakah benar atau tidaknya,” terang M Nasir.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Gatot Sujono menyebutkan barang bukti yang baru diamankan pakain korban yang berlumuran darah. Sedangkan parang kemungkinan dibuang atau dibawa kabur bersama pelaku. 
“Polisi sekarang terus berupaya menyelidiki pelaku, meskipun ada yang dicurigai, tapi polisi belum bisa memastikannya, karena pria yang curigai tersebut sudah kabur. Kemungkinan besar korban dibacok dari belakang,” pungkas AKBP Gatot.
 

Berita Lain