3 April 2026
Beranda blog Halaman 42244

Warga Aceh Utara Tewas Dibacok

Banda Aceh, Aktual.co — Pemuda asal Desa Babah Geudubang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Syahrul (30), Minggu (9/11) sekitar pukul 22.00 WIB, ditemukan tewas bersimbah darah di belakang rumah warga dengan luka bacok di bagian punggung dan kepalanya. Diduga kuat korban dihabisi dengan menggunakan parang. Namun, motif pembunuhan itu sampai sekarang masih dalam proses penyelidikan polisi.
Informasi yang diperoleh Aktual.co, sebelum ditemukan jenazah pria dengan kondisi mengenaskan, warga sempat mendengar ada warga yang berteriak menyebutkan Syahrul dikejar seorang warga dengan menggunakan parang. Namun, warga tidak mengetahui siapa yang mengejar korban saat itu, karena kondisi gelap.
Kepala Desa Babah Geudubang, M Nasir menyebutkan korban tewas itu ditemukan di belakang rumah Zainal Abidin (35) warga setempat. Namun, warga tak berani mendekat, setelah itu warga melaporkan kasus itu ke polisi. “Zainal juga mengetahui dari warga lain bahwa ada korban tewas di rumahnya,” ujar M Nasir.
Disebutkan, jenazah korban dibawa ke puskesmas untuk divisum lalu baru dibawa pulang ke rumah duka. “Tadi pagi (10/11) korban sudah dikebumikan keluarganya di desa setempat. “Selama ini korban tinggal di rumah saudaranya di Desa Reudep setelah dua bulan lalu pulang merantau ke Padang. Korban jarang di kampung, karena suka merantau,” katanya.
Namun, warga tidak mengetahui penyebab korban dibacok, karena selama ini tidak berselisih paham dengan pemuda lain. “Informasi yang berhembus ada persoalan dengan sepupunya, dan sekarang sepupunya sudah meninggalkan desa itu. Tapi kami juga tidak tau apakah benar atau tidaknya,” terang M Nasir.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Gatot Sujono menyebutkan barang bukti yang baru diamankan pakain korban yang berlumuran darah. Sedangkan parang kemungkinan dibuang atau dibawa kabur bersama pelaku. 
“Polisi sekarang terus berupaya menyelidiki pelaku, meskipun ada yang dicurigai, tapi polisi belum bisa memastikannya, karena pria yang curigai tersebut sudah kabur. Kemungkinan besar korban dibacok dari belakang,” pungkas AKBP Gatot.
 

Kenakan Seragam Jadul Gaya 45, Satlantas Lumajang Peringati Hari Pahlawan

Lumajang, Aktual.co – Ada yang unik dari penampilan personil Satlantas Polres Lumajang saat bertugas, Senin (10/11). Mereka diwajibkan mengenakan pakaian seragam jaman dulu (Jadul) ala pejuang kemerdekaan 1945 saat bertugas.

Rata-rata para personel Polri yang bertugas menjaga tertib berlalu lintas itu, menggunakan celana tiga perempat mirip celana pejuang tempo doeloe. Bahkan, baju yang dikenakan pun lain dari biasanya.

Perubahan penampilan personel kepolisian ini mengundang perhatian saat mereka mengamankan jalur lalu lintas di Jl. Alun-Alun Utara, saat Upacara Peringatan Hari Pahlawan yang dipimpin Drs H As’at Malik, M.Ag, Wakil Bupati Lumajang.

Perubahan tampilan “wajah” personel Polri hari ini, menurut Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Samirin, adalah instruksi Dirlantas Polda Jatim, khusus untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November.  

“Sebenarnya tidak hanya personel yang bertugas mengatur lalu lintas di jalan ini saja yang mengenakan pakaian seragam jadul ala pejuang kemerdekaan ini. Karena, personel yang melakukan pelayanan di Samsat juga mengenakan pakaian yang sama,” katanya.

Untuk menyiapkan baju pejuang ini, diakui Samirin, bukan pekerjaan mudah. Terbukti, dia harus pontang-panting meminjam semua pakaian itu dari Komunitas Sepeda Antik atau KOSTI.

“Saya pinjam seragam ini dari teman-teman di KOSTI. Tapi nanti saya akan menjahitkan pakaian seperti ini. Karena nampaknya ini bakal rutin setiap tahun diperlukan, paling tidak punya sendiri,” ungkap Samirin.

Makna penggunaan pakaian ala pejuang ini, menurut Kasatlantas Polres Lumajang, untuk mengobarkan kembali semangat para pejuang tempo doeloe. Sehingga generasi muda masa kini pun termotivasi untuk menjadi pahlawan bagi masyarakat dilingkungan.

“Menjadi pahlawan tidak hanya berjuang melawan penjajah saja. (Bisa juga) Tidak menganggu aktivitas pengguna jalan lain yang membahayakan jiwa. Tidak kebut-kebutan juga merupakan pahlawan dalam bentuk lain,” imbuhnya.

Samirin menuturkan, sehari sebelumnya pun Satlantas Polres Lumajang mengelar konvoi keliling, Konvoi yang melibatkan berbagai komunitas motor ini diikuti 350 orang yang wajib mengenakan baju pahlawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kelompok Radikal Mesir Nyatakan Patuh Pada ISIS

Jakarta, Aktual.co — Kelompok paling radikal di Mesir, Ansar Beit al-Maqdis, menyatakan kepatuhan terhadap organisasi teroris Daulah Islam (ISIS) melalui rekaman yang diunggah di media sosial Twitter Senin (10/11).
“Kami menyatakan kesetiaan terhadap Ibrahim Ibnu Awad…untuk mendengar dan patuh,” kata rekaman audio yang merujuk pada nama lain pemimpin Daulah Islam, Abu Bakr al-Baghdadi.
Ansar Beit al-Maqdis adalah kelompok yang bertanggung jawab atas rangkaian kekerasan yang terjadi di Semenanjung Sinai yang menewaskan sejumlah anggota kepolisian dan militer Mesir sejak mantan presiden Muhammad Moursi digulingkan pada Juli tahun lalu.
Sebelumnya mereka sempat menyampaikan dukungan untuk Daulah Islam namun tidak pernah menyatakan kepatuhan. Bahkan kelompok tersebut membantah kabar mengenai hal sama pada pecan lalu.
Juru bicara kementerian dalam negeri, Hany Abdul Latif, mengatakan, bahwa pernyataan kepatuhan itu tidak akan mengubah kebijakan Mesir dalam memerangi terorisme.
“Mereka adalah kelompok yang sama dengan nama berbeda,” kata Latif.
Ansar Beit al-Maqdis, yang secara harfiah berarti Pejuang Yerusalem, terbentuk pada masa kevakuman keamanan pasca-turunnya mantan presiden Husni Mubarok di tengah gelombang Kebangkitan Arab tahun 2011.
Kelompok tersebut telah melakukan serangan terhadap Israel dan juga terhadap pasukan keamanan Mesir.
Mereka mengaku ingin menegakkan hukum Islam dan membalas dendam atas kematian sesama gerilyawan yang tewas oleh militer Mesir.

Puluhan Veteran Demo Tolak Penggusuran

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 60 orang yang tergabung dalam aksi keluarga Veteran melakukan aksi demo menolak untuk meninggalkan rumah dan lahan yang akan diambil oleh salah satu instansi pemerintah.

“Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini dan jika kami harus diusir dari tempat tinggal kemana lagi kami harus berteduh,” kata salah seorang janda pejuang 45, Soetarti, di Jakarta, Senin (10/11).

Ia mengatakan rumah dan lahan yang di tempati selama ini di daerah Jalan Cipinang Jaya Jakarta Timur, dianggap milik salah satu instansi pemerintahan.

Bukan itu saja, 60 keluarga veteran pejuang 45 ini diberikan batas waktu selama enam bulan untuk segeranya mengosongkan rumah dan lahan yang ada di lokasi tersebut.

“Rumah itu merupakan peninggalan dari suami saya, yang diberikan oleh pemerintah atas jasa perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia,” tuturnya sambil berurai air mata di Hari Pahlawan 10 November.

Aksi demo tersebut juga menyampaikan harapan kepada pemerintah Jokowi agar memperhatikan kesejahteraan keluarga para pejuang yang telah dengan ihklas mengorban jiwa raganya untuk bangsa ini dan diminta untuk mengatasi permasalahan yang saat ini dihadapi.

Selain itu juga, pemerintah diminta untuk memperhatikan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan para keluarga pejuang karena banyak cucu-cucu para pejuang yang tidak sekolah disebabkan terhalang biaya pendidikan.

Demo para Veteran dan keluarga pejuang 45 ini dilakukan di Gedung Joang 45 Jakarta Pusat, diikuti sekitar seratus lebih massa.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

IGK Manila Harap Menpora Tahu Permasalahan Olahraga Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Manajer Tim Nasional sepakbola Indonesia di SEA Games 1991, IGK Manila berharap, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi tahu permasalahan dasar olahraga di Indonesia.

“Menpora itu tidak perlu tahu teknis bagaimana melakukan “smash”. Yang harus dia tahu adalah bagaimana metode pembinaan atlet, metode pelatihan benar, berapa anggaran pembinaan yang baik, bagaimana kualitas infrastruktur yang berstandar internasional. Itu yang harus diketahui,” ungkap Manila ketika dihubungi Aktual.co, Senin (10/11).

Dengan mengetahui dan menjalankan apa yang disebutkan Manila, dirinya meyakini kualitas olahraga di Indonesia baik segi prestasi, sarana serta prasarana akan semakin baik.

“Pembinaan olahraga yang sukses tidak bisa dilihat secara cepat. Perlu waktu untuk bisa membuktikan keberhasilan sebuah pembinaan,” tambahnya.

Meski begitu, pria berusia 72 tahun itu tetap berharap, di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi, olahraga di Indonesia bisa menampilkan sebuah kemajuan yang signifikan.

“Blusukan juga penting, tapi dari blusukan itu harus ada manfaatnya. Iya mudah-mudahan di bawah Menpora yang baru ini, olahraga di Bumi Pertiwi kita bisa lebih baik,” harapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kecam Dualisme DPR-RI, HMI Lumajang Gelar Aksi Teatrikal

Lumajang, Aktual.co – Perpecahan di DPR RI dikecam keras HMI Lumajang. Sikap anggota DPR-RI yang mementingkan kedudukan hingga berimbas menciptakan dualisme kepemimpinan dewan, dinilai mencerminkan ketidakpedulian DPR-RI terhadap penderitaan rakyat Indonesia.

Dalam  aksi di halaman Kantor DPRD Lumajang, Senin (10/11), 20 pengunjuk rasa dari HMI Lumajang, mengingatkan anggota DPR RI agar mendahulukan kepentingan rakyat katimbang rebutan posisi kepemimpinan DPR RI.

“Dulu mereka sering menyampakan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Mana buktinya, sekarang mereka justru sibuk memperebutkan kedudukan di DPR. Ini bukti bahwa mereka hanya mengedepankan kepentingan kelompok, bukan kepentingan masyarakat yang diwakilinya,” kata Danar Indrakususma, koordinator aksi, saat berorasi.
.
Dalam unjuk rasa ini, para mahasiswa menggelar pula aksi teatrikal tentang ketertindasan rakyat yang tak dipedulikan para wakil rakyat di DPR RI. Enam mahasiswa peserta aksi bergulingan di aspal panas halaman DPRD Lumajang, hingga harus didinginkan dengan siraman air dari sesama peserta aksi teatrikal ini.

Pengunjuk rasa meminta Ketua DPRD Lumajang ke luar menemui mereka. Padahal agenda DPRD Lumajang hari Senin itu padat,  karena tengah menggelar rapat dengar pendapat umum (hearing) dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk pembahasan RAPBD Lumajang 2014.

Melalui perundingan dengan aparat keamanan, akhirnya dua perwakilan mahasiswa diizinkan masuk untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang, Sugiyantoko. Lalu atas nama para mahasiswa yang masih beraksi di jalan depan kantor DPRD, kedua wakil pengunjuk rasa itu, menyampaikan dokumen aspirasi mereka untuk diteruskan DPRD Lumajang kepada DPR RI di Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain