19 April 2026
Beranda blog Halaman 42372

Presiden Jokowi: DPR Bergerak Lamban

Jakarta, Aktual.co — Tak mau disalahkan dan terus-menerus menjadi “buah bibir” di DPR, Presiden Joko Widodo buka suara terkait peluncuran dan anggaran Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah ingin bekerja cepat. Sehingga tidak mau menunggu DPR. Sedangkan untuk anggarannya, hal itu bisa ditanyakan ke Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro .
“Pemerintah bekerja cepat karena ingin memenuhi harapan banyak orang, melayani rakyat. Seperti soal Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera, tentu sudah ada anggarannya dan ini bisa ditanyakan ke Menteri Keuangan,” tulis presiden Jokowi di akun Facebook-nya, Ir H Joko Widodo, yang sudah terverifikasi, Jumat (7/11).
Terkait tidak mau menunggu DPR, Jokowi menyindir konflik yang masih terjadi di DPR antara kubu dari Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih yang masih menjalankan agendanya masing-masing di DPR.
“Lha, kalau harus lapor dulu ke DPR, lapor ke mana? ketemu siapa? ke komisi yang mana? alat kelengkapan dewan-nya mana? … Apa saya harus menunggu terus..?” tulis Jokowi.
“Kita inginnya cepat, tapi kenapa DPR bergerak lamban? Untuk kepentingan rakyat kita jangan main-main…,” tulis Presiden.
Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, meminta para anggota DPR yang mengkritik “kartu sakti” Jokowi untuk melihat diri sendiri. Seharusnya, anggota DPR RI menyelesaikan konflik di DPR terlebih dahulu baru mengkritik program pemerintah.
Salah satu politisi DPR yang mempermasalahkan program Jokowi tersebut adalah Fahri Hamzah. Politisi PKS tersebut mempertanyakan tender fisik kartu pada “kartu sakti” itu. Sebab, program itu tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan DPR RI. 
“Kartunya saja itu kan mesti ditender. Kartu itu satu bisa seharga Rp 5.000. Ini Rp 5.000 kali 15 juta orang, sudah berapa coba?” kata Fahri, Rabu (5/11).
Fahri juga menyarankan Jokowi mengakui bahwa program tersebut serupa dengan program-program dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono agar tidak dipermasalahkan oleh DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Siagakan Satpol PP Pilihan Hadapi Banjir

Jakarta, Aktual.co — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso menyatakan anggotanya telah terlatih untuk ikut menangani bencana banjir di provinsi itu.

“Personel kami telah terlatih dan siap berkontribusi untuk penanganan bencana. Memang kita tidak berharap bencana itu datang, tapi anggota terlatih untuk melakukan evakuasi nantinya,” kartanya di Jakarta, Jumat (7/11).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya selalu menekankan kepada personel Satpol PP Provinsi DKI Jakarta untuk datang lebih awal dan pulang lebih akhir dalam melakukan penanganan bencana banjir khususnya.

Menurut dia dalam penanganan bencana banjir nantinya, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan semua pihak dalam berbagai tahapan.

“Kami tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam ikut serta penanganan bencana,” katanya.

Kukuh mengatakan pihaknya juga terus melakukan penertiban terhadap bangunan liar yang dibangun di banatar sungai di seluruh DKI Jakarta.

“Penertiban ini untuk mengembalikan lebar sungai dan juga mempermudah pengerjaan pengerukan sungai yang sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum,” katanya.

Ia mengatakan dengan kembalinya lebar dan kedalaman sungai, maka akan memperlancar daerah aliran sungai serta mampu menampung air saat tingginya intensitas hujan di daerah tersebut.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan musim hujan akan mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi pada bulan Desember hingga Februari.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

ISSI Hukum Atlet Peraih Medali SEA Games 2013

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) menghukum atlet peraih medali SEA Games 2013 Myanmar, setelah mangkir dengan tidak turun pada Kejuaraan Sepeda Gunung tingkat Asia di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, 1-2 November.

“Mereka itu atlet pelatnas. Dibiayai negara. Jadi mereka harus mau jika dipanggil untuk membela negara. Tapi malah sebaliknya,” kata Ketua Umum PB ISSI Edmoud J.T. Simorangkir saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (7/11).

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh PB ISSI per 5 November, ada enam atlet nasional yang mendapatkan hukuman, yaitu tidak diizinkan bertanding selama enam bulan. Mayoritas atlet yang mendapatkan sanksi berasal dari Jawa Barat.

Keenam atlet tersebut, adalah peraih medali MTB SEA Games 2013, yaitu Bandi Sugito, Chandra Rafsanzani, Kusmawati Yazid, dan Wihelmina, sedangkan dua atlet lainnya dari nomor downhill, yaitu Hildan Afosma Katana dan Risa Suseanty.

Menurut dia, tidak turunnya atlet terbaik Indonesia saat ini merupakan pukulan bagi PB ISSI.

Apalagi, katanya, kejuaraan tingkat Asia di Lubukulinggau merupakan salah satu kejuaraan yang mempunyai poin tertinggi untuk turun di Olimpiade.

“Hampir semua atlet terbaik turun di sini (Lubuklinggau, red.). Mereka bersaing untuk mendapatkan poin. Anehnya justru atlet pelatnas kita tidak mau turun. Jika ada masalah pribadi jangan dibawa ke sini,” kata Edmoud.

Orang nomor satu di PB ISSI itu, mengatakan berdasarkan penelusuran, tidak turunnya atlet terbaik nasional itu, salah satu alasannya karena dilarang oleh pelatih, yaitu Oki Respati.

“Cukup disayangkan. Jika kita kumpulkan banyak poin maka kita berpeluang lolos ke olimpiade tanpa ‘wild card’,” kata pria berkumis itu.

Meski memberikan hukuman, PB ISSI akan tetap memantau perkembangan enam atlet nasional tersebut.

Bahkan, pihaknya akan meminta laporan kondisi atlet selama menjalani masa hukuman. Selain itu, pihaknya akan meminta laporan dari Pengprov ISSI Jawa Barat.

“Jika tidak ada laporan, mereka nantinya akan bersaing dengan atlet yang terus berlatih. Siapa yang lebih siap maka merekalah yang akan menjadi andalan kita pada kejuaraan berikutnya,” kata Edmoud.

Beberapa atlet penerima hukuman, seperti Kusmawati Yazid tidak mengangkat telepon selulernya saat dihubungi melalui telepon itu, sedangkan dari nomor telepon seluler Risa Suseanty terdengar jawaban “sedang tidak aktif”.

Artikel ini ditulis oleh:

Fahri Yakin KIH Serahkan Nama Pimpinan AKD DPR

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini anggota fraksi dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) memasukkan nama anggotanya dalam Alat Kelengkapan Dewan pada Senin (10/11).
“Mudah-mudahan hari Senin (10/11) KIH sudah bisa masuk sehingga bisa dialokasikan ke AKD,” kata Fahri di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (7/11).
Menurut dia, apabila rencana itu terealisasikan maka pada saat rapat paripurna pada Selasa (11/11), semua AKD sudah terisi seluruh anggota fraksi di parlemen.
Selain itu, kata dia, semua jenis pembicaraan terkait musyawarah mufakat kepemimpinan AKD akan dibicarakan di masing-masing komisi.
“Terutama komisi yang berkaitan dengan perubahan nomenklatur kementerian sehingga harus direspon dewan,” ujarnya.
Fahri enggan mengungkapkan KIH diberikan posisi apa di AKD namun hal itu sudah menjadi bagian dari hasil kajian di AKD.
Menurut dia perubahan atau perombakan pimpinan komisi memungkinkan apabila aturan diubah dan dibicarakan di AKD bukan di paripurna.
“Ya harus ada perubahan di tata tertib dahulu karena tidak bisa di paripurna bagi-bagi (pimpinan AKD),” katanya.
Fahri mengatakan DPR yang seharusnya mengkritisi apa yang terjadi di pemerintahan bukan malah ribut di internal lembaga legislatif sendiri.
Karena, menurut dia, Presiden Joko Widodo memerlukan nasehat yang sudah semestinya dilakukan partai pengusung sehingga jangan sampai justru iktikad baik Jokowi bertentangan dengan aturan yang ada.
“Jangan sampai Jokowi bermasalah, bukan karena iktikad baik tapi karena prosedur. Ini saling mengingatkan, harusnya Jokowi diingatkan KIH lha kok kami yang peringatkan, seolah-olah kita ingin Jokowi tidak bermasalah, tapi PDI Perjuangan perhatiannya ke dalam,” katanya.
Fahri mengatakan masuknya anggota fraksi dari KIH sebagai bentuk akomodasi kepentingan sehingga tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan.

Artikel ini ditulis oleh:

PLN dan Pupuk Kujang Sangat Bergantung pada Gas PHE ONWJ

Jakarta, Aktual.co — Beberapa BUMN di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten mengaku masih belum bisa melepas ketergantungan terhadap suplai gas dari PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“Kalau gas ONWJ terganggu, apalagi terhenti produksinya, pabrik kami bisa mati. Sebab kami sangat bergantung pada suplai gas ONWJ,” kata Direktur PT Pupuk Kujang, Dana Sudjana di Jakarta, Jumat (7/11).

Jika produksi gas ONWJ turun dan suplai gas terganggu, hampir dipastikan banyak perusahaan yang bakal merugi, bahkan ikut terhenti produksinya. Terlebih, saat ini hampir semua industri yang dikelola BUMN dan swasta telah melakukan konversi bahan bakar dari minyak bumi ke gas.

Ia mengungkapkan bahwa suplai gas ONWJ saat ini sangat diandalkan sebagai bahan bakar untuk memproduksi pupuk di perusahaannya.

Dalam sehari, menurut Dana, Pupuk Kujang sedikitnya membutuhkan 57 juta kaki kubik (million metric standard cubic feet per day/mmscfd) yang dipasok dari ONWJ. “Jika produksi pupuk terhenti, tentu para petani kena imbasnya. Jadi, dampak terhentinya pasokan gas dari ONWJ itu berbuntut panjang.” Karena itu, Dana berharap agar pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. “Kalau Pelabuhan Cilamaya jadi dibangun, gas akan hilang, produksi kami seribu persen akan terganggu. Kami setuju saja dibangun pelabuhan internasional, asal tidak menggangu gas. Kita harus sama-sama mendukung pengembangan fasilitas negara,” tambahnya.

Ia juga mendukung usulan sejumlah kalangan untuk merelokasi pembangunan pelabuhan internasional dari Cilamaya ke daerah Jawa Tengah agar tidak menggangu produksi ONWJ. Sebab, dia meyakini banyak industri lain yang bergantung pada suplai gas ONWJ.

“Relokasi adalah pertimbangan yang bagus, sehingga produksi gas tidak terganggu. Suplai gas ONWJ tidak hanya di Jawa Barat loh, tapi hampir semua industri, sampai ke Banten. Krakatau Steel juga akan terganggu. Banyak BUMN bakal merugi,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Migas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Suryadi. Menurut dia, pasca konversi bahan bakar industri dari minyak bumi ke LNG, PLN bergantung sepenuhnya pada suplai gas ONWJ.

Dirinya tidak bisa membayangkan jika Pelabuhan Cilamaya jadi dibangun, tidak ada antisipasi yang bisa dilakukan PLN untuk menjaga kinerja produksinya. Menurut Suryadi, jika pembangunan Pelabuhan Cilamaya dipaksakan oleh Pemerintah, maka Jakarta dan sekitarnya bisa gelap gulita.

“Kami sangat memerlukan ONWJ. Tapi saya tidak mau komentar . Itu merupakan keputusan pemerintah,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penertiban PKL dan Bangunan Liar, Kasatpol PP: Kami Berikan Penawaran

Jakarta, Aktual.co — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso menyatakan penertiban yang dilakukan terhadap pedagang kaki lima dan bangunan liar di wilayahnya tetap menawarkan solusi.

“Penertiban bangunan liar misalnya bukan serta merta menertibkan saja, tapi juga menawarkan rumah susun kepada warga yang terkena penggusuran,” katanya di Jakarta, Jumat (7/11).

Ia menjelaskan dalam melakukan penertiban tersebut pihaknnya juga berkoordinasi dengan Dinas Perumahan yang menyiapkan rumah susun.

“Mereka yang kita tertibkan itu nantinya akan tempati rumah susun. Jika perumahannya sudah siap maka dilakukan penertiban,” katanya.

Kukuh mengatakan penertiban yang dilakukannya itu bagi warga yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007.

“Siapa pun dia, jika membangun bangunan di daerah yang dilarang dan tanah negara maka akan ditertibkan oleh tim Satpol PP bersama tim gabungan,” katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya tetap mengedepankan langkah-langkah persuasif dalam melakukan penertiban di setiap kawasan di DKI Jakarta.

“Kami menyosialisasikan terlebih dahulu kepada seluruh warga sebelum melakukan penertiban dan kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk membongkar sendiri bangunannya,” katanya.

Kukuh menambahkan, jika berbagai peringatan tidak diindahkan dengan membongkarnya sendiri bangunan liar tersebut, maka akan dibongkar langsung oleh Tim Satpol PP.

“Penertiban ini untuk mewujudkan kota yang rapi, indah tidak semrawut dan juga mengembalikan lebar sungai untuk penertiban bangunan liar di bantaran sungai,” kata Kukuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain