19 April 2026
Beranda blog Halaman 42371

Gigi Anda Berlubang? Hati-hati Berakibat Kista Gigi

Jakarta, Aktual.co — Memang tidak semua orang mengalami gigi berlubang. Tapi untuk Anda yang mempunyai gigi berlubang yang sudah cukup lama, sebaiknya Anda harus diperhatikan sisi kesehatannya. Mengapa? Karena jika dibiarkan berlarut-larut, gigi berlubang bisa mengakibatkan kista yang menyerang akar gigi.
“Ya, kista gigi itu bisa terjadi jika gigi kita berlubang, lalu kita mendiamkannya saja. Terkadang kita suka malas untuk periksakan ke dokter. Kita lebih memilih untuk minum obat pereda sakit dibandingkan menambal gigi. Jika gigi berlubang didiamkan, ia akan tambah busuk dan kuman akan menjalar hingga ke bawah, ke akar, serta ke tulang gigi,” ujar drg. Susi R. Puspitadewi Sp. Prost.
Sebelum kista gigi menyerang, biasanya ada gejala-gejala yang timbul seperti timbulnya kantung yang disebut dengan granuloma. Menurut drg. Susi, granuloma adalah kantung berisi cairan yang terdapat di akar gigi kita.
Jika granuloma terinfeksi, maka besar kemungkinan akan terjadi kista. Kista lebih besar dari granuloma. Bentuknya juga seperti kantung dan berada di bawah akar gigi. Yang membedakan adalah kantungnya lebih tebal. Kalau kita pernah mengalami gigi berlubang, biasanya akan timbul kantung berisi cairan, bukan? “Nah, kantung itu membengkak dan membesar hingga akhirnya jadi kista,: jelas Drg. Susi.
Sebelum hal itu terjadi maka kita wajib mencegahnya dengan cara memeriksanya kembali ke dokter gigi dan gigi kita yang berlubang akan dibersihkan untuk melenyapkan sumber infeksi. Drg. Susi pun menyarankan bahwa gigi harus dibersihkan dengan total untuk menghilangkan kuman yang menjadi sumber infeksi pada gigi. Jika tidak sampai bersih, kemungkinan kistanya akan timbul kembali. Tentunya, proses pembersihan itu akan menimbulkan rasa nyeri dan sakit.
Lebih baik mencegah daripada mengobati, kalimat yang sering kita dengar bahkan memang harus kita lakukan. Dan untuk kesehatan gigi sebaiknya hal pertama yang terkadang diangga sepele adalah saat menyikat gigi. Sikat gigi sangat amat penting untuk dilakukan. 
Menyikat gigi mencegah kuman masuk yang menimbulkan gigi berlubang. Otomatis, sikat gigi juga akan mencegah kita mengalami kista gigi. Jangan sepelekan sikat gigi, sikatlah gigi minimal dua kali sehari atau sehabis makan.
Selain itu Drg. Susi juga meyarankan untuk kita rutin memeriksakan kesehatan gigi kepada dokter kepercayaan. Paling sedikit periksalah dua kali setahun untuk mengetahui kesehatan gigi kita. Dikutip dari laman berita wanita, Jumat (7/11). 

IGK Manila: “Sepakbola Gajah” Didalangi Mafia

Jakarta, Aktual.co — Mantan Manajer Olahraga Persija Jakarta, IGK Manila menilai, pertandingan “sepakbola gajah” yang ditampilkan oleh PSS Sleman dan PSIS Semarang, sarat akan kepentingan mafia.

Dikatakan pria berusia 72 tahun itu, dari pertandingan yang telah memalukan wajah Indonesia di dunia internasional itu, pasti ada yang mengambil keuntungan pada laga yang digelar di Stadion Sasana Krida Angkatan Udara, Yogyakarta pada Minggu (26/10) lalu.

“Itu pasti didalangi oleh mafia sepakbola. Apakah cuma karena takut bertemu Borneo FC, saya rasa tidak sesimpel itu,” kata Manila ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (7/11).

Oleh karena itu, Manila meminta kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk mengusut kasus tersebut hingga akarnya, dan memberikan hukuman yang tegas terhadap otak pertandingan tersebut.

“Komdis sangat berperang untuk mengusut tuntas kasus ini. Sanksinya harus berat. Semua elemen, mulai PSS, PSIS, perangkat pertandingan, pengawas pertandingan harus diperiksa. Jangan sampai ada ‘maling teriak maling’,” pintanya.

Dikatakan Manila, kasus seperti ini memang menjadi penyakit dalam sepakbola Indonesia.

Salah satu yang dicontohkan Manila adalah, kasus gol bunuh diri Mursid Efendi, kasus pengaturan pertandingan Persebaya pada 2012 silam.

“Sanksi seperti yang didapat Mursyid Efendi perlu diberikan. Tapi harus lihat siapa dulu dalangnya. Hukumannya harus tepat sasaran,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK, Kemendagri dan BPN Kembali Bahas Lintas Hutan

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Kementrian Dalam Negeri serta Badan Pertanahan Nasional (BPN), kembali duduk bersama membahas tindaklanjut nota kesepakatan bersama (NKB) tentang lintas hutan.
Wakil ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, isi pertemuan tersebut adalah untuk memastikan apakah rencana agenda aksi yang telah dibuat beberapa tahun lalu, sudah dilaksanakan dengan baik.
“Ada nomenklatur baru, kami ingin memastikan untuk sharing bersama apa-apa saja yang sudah kita lakukan dan kemungkinan-kemungkinan masalah yang muncul dan akan kita tangani bersama,” ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, dalam jumpa pers, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/11).
Bambang juga menjelaskan bahwa akan ada koordinasi yang sangat intensif.
“Sejauh mana proses itu dilakukan, apa masalah-masalahnya dan bagaimana menyelesaikan masalah-masalah itu,” jelas Bambang.
“Akan ada koordinasi yang sangat intensif, tidak hanya kementerian tetapi juga pemerintah daerah seperti Gubernur, Walikota bahkan Lurah sekalipun,” tegas Bambang.
Pada pertemuan ini, turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sekjen Depdagri Yuswandi A Temenggung, Deputi Bidang Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gede Ariyuda. 
Sebelumnya, Bambang menyatakan bahwa pada tanggal 17 Oktober lalu  kementerian berhasil membuat peraturan tentang tata cara penyelesaian penguasaan tanah di wilayah hutan. Maka dalam pertemuan ini ia berharap terjadi sesuatu yang lebih baik lagi soal hutan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemprov DKI Putuskan Angka Kebutuhan Hidup Layak di Jakarta

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta memutuskan angka kebutuhan hidup layak di Ibu Kota sebesar Rp2.538.174 per bulan pada tahun 2015.

“Hasil rapat dewan pengupahan yang berlangsung hingga larut malam sudah memutuskan nilai KHL sebesar Rp2.538.174,” kata Ketua Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono di Jakarta, Jumat (7/11).

Ia mengatakan angka KHL tersebut disepakati setelah dilakukan penyesuaian atas tiga komponen penilaian yakni sewa rumah, air dan transportasi.

Sebelumnya, penyesuaian harga tiga komponen tersebut, nilai KHL DKI Jakarta berada pada angka Rp2,4 juta.

“Setelah ada penyesuaian atas tiga komponen maka sidang dewan pengupahan memutuskan nilainya menjadi Rp2,5 juta,” ucapnya.

Hasil sidang dewan pengupahan ini kata dia sudah disepakati bersama dan diharapkan perwakilan pekerja juga menerima angka tersebut.

Sementara untuk nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2015 tambah dia masih menunggu sidang penetapan yang rencananya akan digelar pada Rabu (12/11).

“Kami berharap semua bisa menerima keputusan ini karena dalam dewan pengupahan juga sudah ada perwakilan dari pekerja,” katanya.

Menanggapi keputusan Dewan Pengupahan tersebut, Pengurus Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jakarta Timur, Ano mengatakan mau tidak mau siap menerima.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Saran IDAI: Cegah Pneumonia Pada Balita Dengan Deteksi Dini

Jakarta, Aktual.co — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya deteksi dini penyakit pneumonia pada anak usia bawah lima tahun (balita) karena kematian akibat penyakit infeksi yang menyerang paru-paru tersebut masih tinggi.
“Jumlah penderita pneumonia pada balita jika dilihat dari hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) dari 2007-2013 meningkat, dan yang mengkhawatirkan adalah angka kematiannya cukup tinggi,” kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Pusat, Aman Bhakti Pulungan, di sela-sela Jalan Sehat serangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi Bali, di Denpasar, Jumat (7/11).
Menurut dia, data penderita pneumonia berdasarkan Riskesdas juga jauh lebih rendah dibandingkan data riilnya atau dengan kata lain masih banyak yang tidak dilaporkan.
Secara nasional, ujar Aman, jumlah penderita pneumonia yang terdiagnosis oleh tenaga dinas kesehatan sebanyak 1,6 persen, tetapi berdasarkan diagnosis dan gejala klinis dokter itu jumlahnya mencapai 4,6 persen dan kasus tertinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Khusus untuk Bali, meskipun prevalensinya kecil, namun angka kematiannya juga cukup tinggi.
“Melalui kegiatan seperti ini sebetulnya kami ingin kembali menyadarkan pemerintah, para dokter, pemangku kepentingan terkait dan seluruh masyarakat bahwa pneumonia itu ada. Akan sangat baik kalau bisa dilakukan deteksi dini, terapi dini, bahkan jika mungkin bisa dicegah,” ucapnya.
Aman menambahkan, kematian balita akibat pneumonia masih tinggi bukan karena tidak adanya fasilitas kesehatan, namun seringkali akibat keterlambatan penanganan. Oleh karena itu, deteksi dini, pengobatan dini, terapi dini dan pencegahan melalui pola hidup sehat dan asupan gizi serta pemberian imunisasi sangat penting.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan penyakit pneumonia memang bukan satu-satunya penyebab kematian pada balita, tetapi saat ini ada kecenderungan terjadinya peningkatan kasus kematian pada bayi dan balita.
“Dari hasil Riskesdas, sebanyak 2,7 persen balita menderita pneumonia. Di Bali angka kelahiran per tahun sekitar 67 ribu dan jumlah balita sebanyak dua persen dari jumlah penduduk,” ucapnya.
Suarjaya menambahkan, penyakit dengan ciri-ciri batuk, pilek, dan sesak nafas itu dapat terjadi ketika bayi tidak diberikan ASI yang cukup, makanan tidak seimbang, tidak diimunisasi dan tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Penyakit ini jika dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi dan kalau masuk otak bisa timbul meningitis. Oleh karena itu, harus diberikan penanganan yang tepat dengan antibiotik karena itu penyakit infeksi untuk menghilangkan kuman pada paru-parunya barulah dilanjutkan dengan terapi penyakit lainnya,” sambungnya.
Pada jalan sehat yang digelar di seputaran Lapangan Puputan Margarana, Denpasar itu selain dirangkaikan dengan kampanye bahaya pneumonia juga dimeriahkan dengan pembagian “doorprize”, pemeriksaan kesehatan gratis, dan kegiatan donor darah. Acara tersebut diikuti oleh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kota Denpasar, pimpinan dan perwakilan SKPD Provinsi Bali, jajaran pengurus IDAI Bali, para siswa dan mahasiswa di Kota Denpasar serta undangan lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Adik Ipar SBY Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Jakarta, Aktual.co — Meski masuk dalam jadwal pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, namun adik ipar Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono, Hartanto Edhie Wibowo sampai pukul 18.00 tak menjukan batang hidungnya.
Padahal, adik kandung Ani Yudhoyono itu bakal dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi dalam pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang dengan tersangka Machfud Suroso.
“Hertanto tidak hadir,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (7/11).
Priharsa pun menyebut, Politikus asal Partai Demokrat itu tak memberikan keterangan. Namun, akan dijadwalkan kembali pemeriksaannya. “Akan dipanggil lagi, waktunya belum tahu,” kata dia.
Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso sebelumnya telah ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang. Dia dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang No 31 tahun 1999 Jo Pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP. Mahfud diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau korporasi dengan cara melawan hukum, sehingga menyebabkan kerugian uang negara

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Berita Lain