17 April 2026
Beranda blog Halaman 42396

Wapres JK Bantah PDIP Pecah soal Penaikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah jika PDIP pecah soal rencana penaikan harga BBM, mengingat salah satu kader partai politik tersebut menuding wapres paling bernafsu melaksanakan rencana pemerintah itu.
“Saya kira tidak ada yang pecah karena tudingan itu hanyalah pandangan bersifat pribadi. Tak ada yang pecah,” kata Jusuf Kalla kepada di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (6/11).
Dikatakan Wapres, di Kabinet Kerja ada sejumlah poitisi PDIP yang selalu ikut dalam rapat sidang kabinet dan pada prinsipnya PDIP mendukung rencana penaikan harga BBM.
Namun, kata Kalla, jika ada pendapat pribadi dalam demokrasi maka hal itu adalah wajar, sekalipun pandangan tersebut sebenarnya bertentangan dalam kebijakan partai.
“Jadi wajarlah bertentangan dalam kebijakan partai. Dalam demokrasi ada hal seperti itu wajarlah,” kata wapres.
Dia juga membantah ada penurunan dukungan terhadap pemerintah, mengingat sangat wajar dalam awal-awal pemerintahan selalu ada pertentangan, karena ada yang setuju dan tak setuju.
“Selalu begitu di tahun pertama dan selalu ada pro serta kontra. Itu biasa saja,” kata wapres.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Jakbar Buru Pembantu Pelaku Pencurian Senilai Rp 100 Juta

Jakarta, Aktual.co —Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Barat hinggga saat ini masih mengembangkan kasus pencurian senilai Rp100 juta oleh seorang pembantu rumah tangga (PRT) dari rumah majikannya di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

“Kasus pencurian ini, termasuk pencarian tersangka, masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat AKP Slamet di Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Slamet, kasus pencurian ini diduga dilakukan oleh seorang PRT berjenis kelamin perempuan yang baru dua hari bekerja di rumah korban yang berlokasi di Perumahan Citra 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat tersebut.

“PRT tersebut baru mulai bekerja pada 31 Oktober sebelum diketahui menghilang bersama perhiasan milik korban yang bernilai sekitar Rp100 juta pada tanggal 2 November,” ujar Slamet.

Adapun kejadian ini bermula ketika seorang PRT perempuan diterima bekerja pada Jumat (31/10) di rumah sepasang pengantin baru di Perumahan Citra 2.

Keesokan harinya, Sabtu (1/11), penghuni rumah pergi ke Bandung untuk menghadiri acara keluarga dan meninggalkan PRT tersebut untuk menjaga rumah.

Pada Minggu (2/11), sekitar pukul 09.00 WIB, rumah tersebut didapati kosong tanpa penghuni oleh saudara korban yang datang berkunjung dan langsung menghubungi korban.

Pasangan suami istri tersebut kemudian tiba ke rumah pada pukul 15.00 WIB dan menemukan perhiasan miliknya hilang, kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Slamet menjelaskan pelaku kasus ini akan dijerat dengan pasal 363 KUHP untuk kasus pencurian dengan pemberatan. “Maksimal hukuman tujuh tahun,” kata Slamet.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Panglima Laot Aceh Utara Tolak BBM Naik

Banda Aceh, Aktual.co — Mahasiswa dan organisasi Panglima Laot, Aceh Utara menolak rencana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, kenaikan BBM dinilai akan menyengsarakan rakyat kecil.
“Kami menolak rencana kenaikan BBM. Karena, dampak dari kenaikan BBM akan menyengsarakan rakyat. Lihat, berapa puluh juta penduduk miskin di Indonesia dan Aceh akan merasakan dampak kenaikan BBM itu,” sebut Ketua BEM Universitas Malikussaleh, Rozy Nauval, Kamis (6/11). 
Disebutkan, pihaknya juga menyesalkan sikap Pemerintah Aceh yang mendukung rencana kenaikan BBM yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Mahasiswa, sambung Rozy, meminta agar presiden membatalkan niat menaikan harga bahan bakar itu.
Sementara itu, Panglima Laot Aceh Utara, Ismail Insya menyebutkan seluruh nelayan di kabupaten itu menentang rencana kenaikan BBM. “Ini belum naik BBM saja, nelayan sudah kesulitan mendapatkan solar. Harusnya, pemerintah itu membenahi stok solar ke nelayan. Bukan malah menaikan BBM seperti yang diwacanakan akhir-akhir ini,” sebut Ismail.
Dikatakan, nelayan merupakan kelompok yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Misalnya, sambung Ismail, ketika cuaca buruk, nelayan tidak melaut dan tidak mendapatkan uang untuk biaya hidup. “Beban itu saja sudah sangat berat untuk nelayan, apalagi ditambah beban kenaikan harga BBM,” pungkasnya.

BBM Belum Naik, Harga Ikan Sudah Naik

Semarang, Aktual.co — Kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum juga diputuskan, namun harga ikan segar sudah melonjak naik. Lonjakan harga tersebut terjadi di sejumlah sentra penjualan ikan.
Berdasarkan pantauan Aktual.co di Pasar Bulu dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kampung Tambak Mulyo Semarang Utara, tercatat harga ikan segar kini mulai merangkak naik.
Khatijah, pedagang ikan di Pasar Bula menaikkan harga ikan segar sejak beberapa hari terakhir.
“Saya sejak tiga hari terakhir dapat pasokan ikan dengan harga lebih mahal dari biasanya. Penyebabnya apa saya kurang tahu,” kata dia, Kamis (6/11).
Disisi lain, kenaikan harga ikan segar membuat para pedagang menaikan Rp800-Rp1.000 per kilogram.
Hal senada dialami Azizah, (35), pedagang ikan laut. Dia mengaku sudah mulai memperoleh pasokan ikan dengan harga cukup mahal.
Untuk saat ini, harga ikan kakap berkisar pada angka Rp40 ribu-Rp45 ribu per kilogram, ikan gurami Rp 30 ribu per kilogram, ikan tuna Rp 25 ribu per kilogram, ikan bandeng Rp 25 ribu per kilogram, ikan tenggiri Rp 50 ribu per kilogram hingga ikan hiu seharga Rp 23 ribu per kilogram.
“Tapi dengan rencana kenaikkan BBM tahun ini, saya tidak khawatir. Saya akan tetap jualan. Untuk sementara ini, belum terlalu berimbas terhadap kenaikkan harga ikan karena pasokannya masih lancar,” kata warga RT 01/RW XV Kampung Tambak Mulyo Kelurahan Tambaklorok Semarang tersebut.
Menurut dia, setiap hari dirinya mendapatkan kiriman ikan segar cukup banyak. Hasil tangkapan ikan biasanya diperoleh dari para nelayan besar yang berlayar hingga ke perairan laut lepas. 

Selain Ditlantas, Polisi Kesatuan Lain Dilarang Nilang

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan hanya polisi lalu lintas yang memiliki wewenang melakukan penilangan terhadap pengendara kendaraan bermotor.
“Selain Polantas, polisi dari satuan lain tidak berhak dan tidak memilik kewenangan melakukan penilangan,” kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, Polantas dari jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya selalu dibekali blangko tilang dengan blangko tersebut mereka bisa melaksanakan penilangan terhadap para pelanggar aturan berlalu lintas.
Polisi dari satuan lain tidak memiliki blangko tersebut sehingga mereka tidak bisa melakukan penilangan terhadap pengendara kendaraan bermotor.
“Semua sudah memiliki aturan masing-masing dan Polantas salah satu tugasnya melakukan pengaturan dan penegakan hukum lalu lintas,” tuturnya kepada Wartawan Antara.
Tugas Polantas sebagian mengacu pada UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, jadi setiap pelanggaran terhadap UU itu bisa dikenakan sanksi tilang.
“Polisi lalu lintas hanya bisa melakukan penilangan apabila dia memiliki dan membawa blangko tilang,” ucap pria lulusan Akpol angkatan 1997 itu.
Dalam kesempatan itu Hindarsono mengimbau pengendara kendaraan bermotor yang berada di jalan raya untuk taat dan patuh pada aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Akan Lintasi Jakarta, Aher Yakin Tidak Ada Gesekan Viking-The Jakmania

Bandung, Aktual.co — Sebanyak 10 ribu pendukung Persib Bandung, Viking, dipastikan menemani klub kesayangannya bertanding dibabak final Indonesia Super League (ISL), melawan Persipura Jayapura. Dan pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/11).

Keberangkatan Bobotoh ke Palembang dari Bandung, Jawa Barat, dipastikan melintasi Jakarta. Dan keadaan itu, ditakutkan akan terjadi gesekan antara Viking dengan pendukung Persija Jakarta, The Jakmania.

Seperti diketahui, Viking dan The Jakmania, memiliki hubungan yang kurang harmonis sejak lama.

Namun Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yakin, melintasnya Viking di wilayah The Jakmania, tidak akan terjadi gesekan antar keduanya.

“Percaya (tidak ada gesekan). Kita ini bersaudara dan teman-teman di Jakarta tidak akan mengganggu,” katanya saat ditemui di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Kamis (6/11).

Alasannya, para bobotoh tidak menggunakan logo atau atribut Persib dan juga pengalaman pertandingan-pertandingan sebelumnya yang harus menggunakan rute serupa.

“Selain itu bila ada gangguan, saya yakin aparat yang berwajib akan melakukan pengamanan,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Aher ini meminta para Bobotoh untuk tidak terprovokasi terhadap penyerangan dalam bentuk apapun. “Saya minta jangan terprovokasi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain