17 April 2026
Beranda blog Halaman 42397

BPKP DKI Soroti Realisasi Dana Hibah dan Bansos Pemprov DKI

Jakarta, Aktual.co —Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan DKI Jakarta menyoroti realisasi dana hibah dan bantuan sosial yang disalurkan Pemprov DKI Jakarta yang tidak dilengkapi laporan pertanggungjawaban.
“Bahkan ada bantuan sosial yang disalurkan kepada beberapa lembaga tanpa proposal pengajuan bantuan dana,” kata Deputi Bidang Pengawasan BPKP Dadang Kurnia saat Semiloka Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (6/11).
Ia mengatakan tahun anggaran 2013 ada penyaluran dana bantuan sosial sebesar Rp46,8 miliar untuk 51 kelompok penerima.
Dari jumlah tersebut sebanyak sembilan kelompok mendapat peningkatan jumlah bantuan sosial hingga Rp75,5 miliar dan bantuan untuk 18 kelompok meningkat sebesar Rp18 miliar.
“Laporan penggunaan dana tidak lengkap sehingga penyalahgunaan dana rawan terjadi,” ujarnya.
Ia mengatakan bantuan sosial tidak bisa diberikan kepada kelompok penerima dengan frekuensi tiga kali berturut-turut.
Karena itu Pemprov DKI diminta meningkatkan sistem pengendalian internal dengan meningkatkan kualitas penganggaran mulai dari perencanaan keuangan daerah.
Dadang juga mempertanyakan keberadaan sejumlah program yang tidak diusulkan dinas terkait tetapi muncul di dokumen APBD.
Ia mencontohkan di Dinas Kesehatan dengan anggaran Rp33 miliar dengan jumlah kegiatan mencapai 34 dan di Dinas Pekerjaan Umum mencapai Rp3,5 triliun dengan 128 kegiatan.
Menanggapi hal ini Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Syaefullah mengatakan akan mengevaluasi penyaluran bantuan hibah dan bantuan sosial.
“Seharusnya tidak bisa diberikan tanpa proposal dan laporan penggunaan dana juga harus jelas,” katanya.
Terkait proyek yang muncul tanpa usulan dinas terkait menurutnya akan segera dievaluasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Empat Pejuang Dianugerahi Pahlawan Nasional

Jakarta, Aktual.co —Empat orang yang dianggap berjasa kepada Nusa dan Bangsa dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2014.
“Empat orang sudah disetujui oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan dan akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh presiden besok (Jumat),” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Bekasi, Kamis (6/11).
Khofifah menyampaikan hal tersebut pada silaturahim Kementerian Sosial dengan veteran Seroja dalam rangka peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Wisma Seroja.
Keempat nama pejuang yang dianugerahi gelar pahlawan yaitu Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting lahir di Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada 12 Januari 1921.
Djamin Ginting meninggal di Ottawa, Kanada, 23 Oktober 1974, pada umur 53 tahun. Ia adalah seorang pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo.  Pejuang lainnya adalah Sukarni Kartodiwirjo lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916. Ia meninggal di Jakarta, 7 Mei pada umur 54 tahun, ia adalah tokoh pejuang kemerdekaan.
Gelar pahlawan nasional juga dianugerahkan ke HR Mohammad Mangoendiprojo yang dilahirkan pada tanggal 5 Januari 1905 di Sragen.
Terakhir adalah Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah yang lahir di Jombang, 31 Maret 1888 adalah seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama.
KH Abdul Wahab Hasbullah adalah seorang ulama yang berpandangan modern, dakwahnya dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Ia meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

TB Hasanuddin Sentil Kader PDIP yang Tolak Penaikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI dari fraksi PDIP Tubagus Hasanuddin meminta pimpinan fraksi partainya mengambil sikap terkait rencana penaikan harga BBM yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.
Hal itu, kata dia, harus dilakukan lantaran kader PDIP tidak memiliki sikap yang sama terkait rencana penaikan harga BBM.
“Setiap kader seharusnya taat asas atau mengikuti kebijakan partai,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (6/11).
Menurut bekas wakil ketua komisi I DPR RI periode 2009-2014 itu,  rencana pemerintah menaikkan harga BBM yang kemudian ditolak dan dipermasalahkan oleh kader PDIP dinilai kurang strategis. 
Sebab, kata dia, Joko Widodo diusung menjadi presiden karena PDIP dan Presiden Jokowi adalah kepanjangan tangan dari prinsip-prinsip ideologi partai.
“Menaikkan harga BBM sudah barang tentu dengan perhitungan yang matang demi kepentingan masyarakat,” kata dia.
Dirinya mengatakan, penolakan yang dilakukan kader PDIP terhadap rencana pemerintah akan kebijakan yang mau diambil dapat membingungkan publik. Oleh karena itu, dia berharap Fraksi PDIP di parlemen mengambil sikap agar opini penaikan harga BBM tidak menjadi bola liar.
Seperti diketahui, Effendi Simbolon dan Rieke Diah Pitaloka yang merupakan kader PDIP itu menolak pemerintah menaikan harga BBM.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Cium Adanya Aliran Dana Udar ke Pihak Lain

Jakarta, Aktual.co — Aliran dana Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang juga menjadi tersangka tindak pidana korupsi pengadaan busway Transjakarta, diduga mengalir ke sejumlah pihak lain.
“Dalam waktu dekat akan dirilis, setelah mereka dimintai keterangan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T Spontana di Jakarta, Kamis (11/6).
Kendati demikian, kapuspenkum enggan menjelaskna siapa saja pihak yang akan dimintai keterangan terkait kasus yang menimpa eks orang nomor satu di instansi perhubungan DKI Jakarta itu.
Aliran dana tersebut merupakan bagian dari kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Udar Pristono.
Kejagung juga telah menyita uang Rp800 juta milik mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dari kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dugaan korupsi pengadaan busway Transjakarta.
“Uang itu disita dari developer kondotel di Bali,” kata Kasubdit Tipikor JAM Pidsus Sarjono Turin.
Ia menjelaskan uang itu terkait pembelian unit kondotel oleh Udar Pristono di Bali.
Udar Pristono sendiri sudah ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung.
Kejagung menetapkan tujuh tersangka, di antaranya Udar Pristono (mantan Kadishub DKI Jakarta) dan P (Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi/BPPT).
Dua lainnya, DA (pegawai negeri sipil pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Pejabat Pembuat Komitmen) dan ST (PNS Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

CORE: Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Jauh Tertinggal

Jakarta, Aktual.co —   Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah tumbuh rata-rata 5,9 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Bahkan telah tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga setelah Tiogkok dan India. Tetapi jika diihat berbagai fakta hasil pembangunan yang dicapai, Indonesia masih memerlukan banyak pekerjaan rumah.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini mengatakan bahwa Indonesia harus mengimbangi pembangunan yang terjadi di negara Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga harus mengerjar ketinggalan dalam daya saing ekspor.

“Pertumbuhan ekonomi yang mediocre tidak akan cukup karena Indonesia tidak sekedar harus mengimbangi pembangunan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara, tapi Indonesia harus mengejar ketertinggalan yang sudah sangat jauh dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun daya saing ekspor,” ujar Hendri di Hotel JS Luwansa Jakarta, Kamis (6/11).

Selain itu, dirinya juga mengatakan pembangunan selama ini belum mampu mengangkat sebagian besar masyarakat dari jerat kemiskinan. Oleh karena itu menurutnya pemerintah harus bekerjasama melakakukan pembangunan ekonomi.

“Pemerintah dan lembaga tinggi negara lainnnya kami harapkan dapat bersinergi untuk melakukan pembangunan ekonomi yang dapat menghasilkan lompatan besar, khususnya dalam mengejar keberhasilan yang telah diraih banyak negara di Asia,” pungkasnya.

Untuk diketahui dalam lima tahun terakhir penduduk miskin Indonesia hanya turun tiga persen, dari 14,15 persen tahun 2009 menjadi 11,25 persen tahun 2014. Realisasi pengurangan jumlah penduduk miskin tersebut meleset 2-3 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yakni 8-10 persen tahun 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PKB Gabung Golkar di DPRD, Taufik: KMP Jadi Nambah Amunisi

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik dari Fraksi Gerindra mengatakan sangat bersyukur kalau Fraksi PKB begabung dengan Fraksi partai Golkar.
Menurutnya hal tersebut mampu menambah amunisi suara dari Koalisi Merah Putih (KMP) di Kebon Sirih.
“Bagus dong saya bersyukur kalo begitu, masalahnya Golkar-nya mau atau tidak? Kalaupun bergabung PKB yang harus ikut KMP, masa yang enam membawa yang 10,” kata Taufik, di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (6/11).
Namun Taufik sendiri mengaku belum tahu tujuan PKB bergabung dengan Golkar, apakah berhubungan dengan perebutan kursi pimpinan komisi di alat kelengkapan dewan DPRD DKI, atau ada tujuan lain.
“Saya belum tau ya, sebenernya saya juga gak mau komentarin partai orang, kalo mau bergabung ya sah-sah aja, cuma yang enam itu harus ikut KMP. Saya belum lihat apa ada kaitannya dengan kelengkapan dewan. Lagi pula sebenernya pengumuman fraksi itu awal setelah dilantik, ya kalau mau bergabung lagi sih gak apa,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Zainuddin atau yang akrab disapa Haji Oding mengatakan Fraksi PKB akan segera bergabung dengan Fraksi Golkar untuk menjadi satu Fraksi.
“Sudah disampaikan ketua Fraksi PKB dan bicara banyak dengan kita menyatakan siap bergabung dengan Fraksi Golkar,” kata Oding di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/11) lalu.
Menurutnya sah-sah saja PKB bergabung dengan Golkar meskipun berasal dari koalisi yang berbeda. 
Namun untuk jadi tidaknya PKB bergabung ke Golkar menurutnya tergantung dengan pimpinan pusat masing-masing partai. Karena keputusan akhinya ada di pimpinan pusat masing-masing partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain