17 April 2026
Beranda blog Halaman 42398

Wapres JK Desak Polisi Ungkap Teror di Rumah Amien Rais

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla buka suara terkait penembakan mobil milik Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Wapres JK pun mendesak Kepolisian untuk mengusut teror yang sangat mengkhawatirkan itu. Terlebih, Amien Rais adalah salah satu pemimpin bangsa.
“Perlu keamanan (Kepolisian) harus mengusut. Kalau pimpinan seperti itu yang kita hormati diteror, tentu apalagi yang lain?” kata Wapres JK, di Kantornya, Kamis (6/11). 
Sebelumnya, Kamis dini hari tadi, seseorang tak dikenal menembak bagian belakang mobil Amien yang diparkir di halaman rumahnya di Perumahan Pandean Sari, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. Saat kejadian, waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB dan Amien sedang tidur di rumahnya.  

Artikel ini ditulis oleh:

BI Gelar Pertemuan Gubernur Bank Sentral OKI

Jakarta, Aktual.co —  Bank Indonesia (BI) menggelar rangkaian pertemuan bank sentral dan otoritas moneter negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/11) hingga Kamis.

Rangkaian ini diawali dengan Expert Group Workshop yang mengambil tema “Dealing with Financial Stability Risk: Macroprudential Policy and Financial Deepening in Islamic Finance”.

Gubernur Bank Indonesia memimpin pertemuan tingkat Gubernur Bank Sentral negara anggota OKI untuk membahas kerangka kebijakan keuangan Islam dalam mendukung pengembangan keuangan syariah termasuk sektor sosial.

“Kegiatan rutin OKI tahun ini menjadi sangat penting karena membahas dua isu keuangan yang menjadi perhatian dunia saat ini, yaitu kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan,” ujar direktur departemen komunikasi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (6/11).

Para Gubernur dan pakar ekonomi keuangan dalam pertemuan kali ini berdiskusi dan berbagi pengalaman serta pemikiran terkait bagaimana menerapkan kebijakan makroprudensial yang efektif  untuk meminimalkan risiko keuangan dan menciptakan stabilitas sektor keuangan, termasuk pendalaman sektor keuangan mikro dalam keuangan syariah.

Para Gubernur Bank Sentral dan Otoritas Moneter negara anggota OKI sependapat bahwa Bank Sentral dan Otoritas Moneter harus mengantisipasi kemungkinan tekanan keuangan global dalam bentuk kebijakan dan infrastruktur pendukung yang tepat. Kebijakan makroprudensial yang berjalan dengan baik bersama-sama dengan kebijakan makroekonomi (kebijakan moneter dan fiskal) yang sehat akan sangat menentukan terjaganya stabilitas sistem keuangan, stabilitas harga, dan majunya aktifitas ekonomi di negara-negara anggota OKI.

Sehubungan dengan hal itu, para Gubernur Bank Sentral dan Otoritas Moneter anggota OKI sepakat untuk meningkatkan kerjasama dan capacity building dalam memperkuat kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan.

Para Gubernur menyadari bahwa kerangka kebijakan keuangan perlu dibuat secara menyeluruh, meliputi tidak hanya sistem keuangan konvensional, tetapi juga sistem keuangan syariah. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah dalam jangka panjang. Kebijakan ini termasuk upaya pengembangan instrumen dan infrastruktur yang mendukung keuangan syariah. Peran lembaga internasional seperti Islamic Financial Service Board (IFSB) dan Accounting Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI) akan menentukan pencapaian upaya dimaksud dan membangun standar internasional yang lebih lengkap, termasuk data dan informasi yang diperlukan.

Para Gubernur juga membahas tentang upaya pendalaman pasar keuangan yang diperlukan untuk mendukung stabilitas pasar keuangan. Dalam pengertian yang luas, pendalaman pasar keuangan ini meliputi peningkatan keuangan yang inklusif. Upaya ini dilakukan antara lain melalui pengelolaan zakat dan waqaf sesuai best practices, sehingga dapat dimobilisasi dengan lebih baik untuk mendukung kegiatan perekonomian, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembahasan mobilisasi zakat sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki potensi yang besar dalam penghimpunan zakat namun realisasinya belum optimal.

Pertemuan Gubernur Bank Sentral dan Otoritas Moneter negara anggota OKI yang mulai dilakukan sejak 2009 merupakan forum untuk berbagi pengalaman dan peningkatan kerjasama antara bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Para Gubernur menyepakati pertemuan berikutnya akan diselenggarakan di Suriname pada tahun 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Usai Diperiksa Komdis, PSIS Sleman Enggan Berkomentar

Jakarta, Aktual.co — Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, terus mendalami kasus “sepakbola gajah” dengan memanggil klub PSIS Semarang yang terlibat dalam pertandingan yang memalukan itu, untuk dimintai keterangannya.

Namun, usai menjalani pemeriksaan oleh Komdis, pihak PSIS Semarang, enggan untuk memberikan komentarnya terkait pemeriksaan kepada para awak media yang telah menunggu.

“Nanti saja mas. Biar pemain santai dulu. Saya juga tidak bisa berkomentar sekarang. Nanti langsung tahu dari Komdis saja,” ujar General Manager PSIS Semarang, Khairul Anwar, di Hotel Atlet Century, Kamis (6/11).

Sebelumnya, Komdis PSSI juga telah memanggil klub PSS Sleman, yang juga terkait “sepakbola gajah.”

Oleh Komdis beberapa waktu, kedua klub itu dijatuhi sanksi diskualifikasi dari kompetisi Divisi Utama babak delapan besar.

Namun, Komdis belum bisa mengambil keputusan untuk pemain PSS dengan alasan, mereka masih harus memeriksa para punggawa PSIS.

Artikel ini ditulis oleh:

Tekan Pengeluaran APBD, Pemkot Jakut Ingkatkan SKPD Hemat Listrik

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Jakarta Utara mengingatkan pimpinan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di wilayah setempat menghemat penggunaan listrik untuk menekan pengeluaran anggaran belanja daerah.

“Jika dibiasakan hemat energi maka dapat menghemat pengeluaran belanja daerah dalam anggaran pendapatan belanja daerah,” ujar Wakil Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi di Jakarta, Kamis (6/11).

Ia juga telah menyampaikan perintah tersebut kepada semua pimpinan di sela-sela rapat pimpinan, Rabu (5/11). Dalam kesempatan tersebut, semua pimpinan menyatakan kesanggupannya.

Melalui penghematan energi, lanjut dia, dana yang dialokasikan melalui APBD dapat dialihkan ke program lainnya sesuai kepentingan masyarakat.

Menurut dia, penghematan energi dimulai dari kantor, semisal mematikan lampu saat istirahat dan tidak sampai lupa mematikan perangkat usai jam kerja.

“Kalau siang dan di ruangan tidak gelap, mengapa harus menyalakan lampu? Sama saja dengan pemborosan,” kata Plt Wali Kota Jakarta Utara tersebut.

Sementara itu, Kepala Humas Pemerintah Kota Jakarta Utara Rachmat Mulyadi menyambut positif dan sudah menindaklanjuti instruksi pimpinan.

“Sangat positif dan semua SKPD menjalankannya. Penghematan energi berarti menekan pengeluaran dan bisa dialihkan untuk rakyat,” katanya.

Pihaknya juga menyarankan agar semua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kerja Pemkot Jakarta Utara saling mengingatkan antara satu dan yang lain terhadap penghematan energi ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Perubahan Nomenklatur Kementerian, DPR akan Undang Presiden

Jakarta, Aktual.co — DPR akan mengundang Presiden Joko Widodo terkait perubahan nomenklatur kementerian pemerintahan baru hasil Pemilu 2014. Kesepakatan itu diperoleh dalam Rapat Badan Musyawarah yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR Setya Novanto di Ruang Bamus B, Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (6/11).
“Nomenklatur kementerian telah ditetapkan oleh Presiden, Presiden juga telah meminta pertimbangan dari DPR, namun pertimbangan DPR kelihatannya tidak menjadi acuan daripada presiden untuk menetapkan kementerian,” kata Anggota Bamus dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo.
Disampaikan, perubahan nomenklatur kementerian ini acuannya adalah Undang-Undang Kementerian Negara. Nantinya dalam rapat gabungan Presiden diharapkan bisa menjelaskan secara rasional apa latar belakang dan tujuan dari perubahan kementerian. 
“DPR akan mengundang Presiden dalam rapat gabungan, nanti terserah presiden siapa yang akan ditugaskan untuk menjelaskan kepada DPR tentang esensi penggabungan-penggabungan itu,” jelas Ketua DPP Partai Golkar itu.
Ditambahkan, melalui rapat gabungan itu diharapkan kejadian pertama dimana Presiden meminta pertimbangan ke DPR namun diabaikan, nantinya tidak terjadi lagi. Karena bila terjadi demikian, sama saja permintaan pertimbangan Presiden ke DPR hanya sekedar basa-basi. 
“Jangan sampai saran yang sudah kita berikan ini diabaikan begitu saja. Kalau begitu permintaan pertimbangan ke DPR hanya basa-basi saja. Kita akan minta penjelasan dulu, yang penting argumentasinya rasional,” kata Firman.

Artikel ini ditulis oleh:

Anggaran Siluman, Ahok: Muncul dari SKPD Atau DPRD?

Jakarta, Aktual.co —Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sepertinya tak mau jajaran Pemprov DKI saja yang jadi kambing hitam dalam temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI  mengenai anggaran siluman berjumlah fantastis di APBD DKI tahun 2014.
Kata dia, anggaran ‘siluman’ tak hanya bisa muncul dari Pemprov DKI saja, tetapi juga dari DPRD DKI.
Sebagai contoh, ujarnya, adalah temuan mengenai soal dana hibah dan bantuan sosial.
“Yang lebih lucu lagi hibah dan bantuan sosial tidak ada proposal, tapi bisa tiba-tiba ada. Nah kenapa muncul? Apakah dari SKPD atau dari oknum di DPRD?” ujarnya, di Balaikota DKI, Kamis (6/11). 
Untuk menghindari saling tuduh, Ahok pun mendesak agar di tahun 2015 sistem e-budgeting bisa segera berjalan di DKI, sehingga diharapkan bisa menekan munculnya anggaran siluman seperti saat sekarang.
Karena dengan penerapan e-budgeting, maka anggaran bisa dimonitor dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan.  “Kami tidak mau saling menuduh (antara Pemprov dan DPRD),” ujarnya.
Sebelumnya, di Balaikota DKI tadi pagi Ketua KPK Abraham Samad menekankan perlunya dibuat akuntabilitas di penggunaan dana hibah. 
Di mana Samad mengaku temui banyak masalah terkait hibah dan bantuan sosial di Pemprov DKI. Di mana banyak penerima hibah dan bantuan sosial yang belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban. 
“Ini terjadi di hampir semua provinsi. Karena itu harus ada akuntabilitas penggunaan dana hibah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain