17 April 2026
Beranda blog Halaman 42399

Ketua DPR Tegaskan Tidak ada Kocok Ulang Pimpinan AKD

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR Setya Novanto menegaskan tidak ada aturan kocok ulang pimpinan di alat kelengkapan dewan seperti permintaan yang diajukan fraksi dari Koalisi Indonesia Hebat.
“Tidak ada aturan itu (Opsi kocok ulang pimpinan komisi),” kata Setya Novanto usai rapat pengganti Badan Musyawarah di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/11).
Setya menjelaskan hingga Kamis (6/11) siang, fraksi-fraksi dari KIH belum menyerahkan nama-nama anggotanya untuk dimasukkan dalam alat kelengkapan dewan.
Namun, menurut dia, pimpinan DPR tetap menjalankan rapat Bamus yang sudah menetapkan mitra kerja untuk masing-masing AKD.
“Kami tetap melaksanakan musyawarah mufakat dengan sebaik-baiknya, bersama KIH dan mudah-mudahan jalan keluar bisa ditemukan,” ujarnya.
Dia mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan pihak KIH yang diwakili politisi PDI Perjuangan Pramono Anung. Namun Setya enggan menyebutkan kesepakatan apa yang sudah disepakati dari komunikasi yang dilakukan dengan perwakilan KIH tersebut.
“Nanti kita lihat saja (kesepakatan yang sudah disepakati),” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Jabar Lepas 10 Ribu Bobotoh ke Palembang

Bandung, Aktual.co — Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, melepas sebanyak 10 ribu Pendukung Persib Bandung, Viking. Pelepasan ini dilakukan untuk menyaksikan pertandingan final Indonesia Super League (ISL) antara Maung Bandung melawan Persipura Jayapura di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (7/11).

Pelepasan Viking dilakukan di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/11).

“Dengan membaca Bismillah, saya lepas bobotoh menuju Palembang,” ucap Aher disambut riuhan tepuk tangan para Bobotoh.

Dalam sambutannya, Aher berharap tim Maung Bandung dapat memenangkan pertandingan final nanti dan membawa piala ke Kota Kembang.

“Insya Allah kita bakal juara. Rasanya dua kali juara untuk Persipura agak sulit. Mitosnya seperti itu. Semoga tahun sekarang bagian Persib,” harapnya.

Ditambahkannya, dia meminta agar seluruh Bobotoh mendukung penuh dan memberikan doa agar para pemain dapat menunjukkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.

“Mudah-mudahan dengan usaha kita, para pemain semangat dan menampilkan kemampuan tinggi. Berdoa supaya juara,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemensos Berikan Sumbangan Ketiga Kabupaten di Aceh

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Sosial terus mendorong penyaluran bantuan logistik untuk tiga kabupaten yang dilanda banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
“Tiga kabupaten, yaitu Aceh Besar, Aceh Jaya dan Aceh Barat Daya sudah mengajukan permohonan bantuan, segera akan kita dorong bantuan ke sana,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial, Margowiyono, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (6/11).
Margo menjelaskan, sebelumnya Kemensos sudah mengirimkan bantuan logistik sebanyak 5.000 paket berupa lauk pauk, tenda, family kit, dan lainnya ke lokasi banjir tersebut.
“Senin (3/11) sudah kita kirim ke provinsi, masing-masing dari gudang di Jakarta dan Palembang,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sinergi pusat dan daerah dalam penanganan bencana sudah dilakukan terutama untuk masa tanggap darurat.
Selain itu, kata dia, sebagai bentuk kesiapsiagaan, Kemensos juga sudah mengirimkan buffer stok (stok penyangga) ke setiap provinsi.
Akibat banjir di Aceh, sebanyak 1.863 rumah warga terendam di Aceh Jaya. Hujan dengan intensitas tinggi dan terus menerus menyebabkan banjir dan longsor di beberapa daerah.
Di Aceh Besar sekitar 10.000 rumah terendam banjir dan hujan juga menyebabkan longsor yang sempat memutuskan akses jalan dari Banda Aceh ke Aceh Jaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bahas Pengosongan Kolom Agama, Pemerintah Klaim Undang NU-MUI

Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Irman mengatakan pihaknya sudah mendiskusikannya dengan kelompok agama mengenai kolom keyakinan tersebut.
“Kami sudah pernah membahasnya dengan MUI dan NU serta diundang oleh Wantimpres. Memang ada perdebatan yang di satu pihak mengatakan semua boleh dicantumkan, tetapi sebagian besar menyatakan Negara berhak melakukan pembatasan agama yang bisa didaftarkan. Sehingga, kesepakatannya adalah dalam kolom agama di KTP hanya untuk agama yang sudah diakui,” jelas Irman di kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (6/11).
Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan warga Negara Indonesia (WNI) penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh Pemerintah boleh mengosongi kolom Agama di Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP atau KTP-el). Dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 sebagai perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan bahwa agama yang dicantumkan dalam KTP-el adalah agama resmi yang diakui Pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Indosat Terbitkan Surat Utang Rp2,2 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) akan menerbitkan surat utang atau obligasi I tahap I senilai Rp2,2 triliun dan sukuk ijarah I tahap I senilai Rp300 miliar.

“Penerbitan obligasi itu dan sukuk ijarah itu merupakan bagian dari rencana perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil utang,” ujar Presiden Direktur & CEO Indosat Tbk Alexander Rusli di Jakarta, Kamis (6/11).

Ia mengatakan bahwa perseroan akan melunasi sebagian atau seluruhnya (refinancing) beberapa pinjaman perseroan baik dalam denominasi rupiah atau dolar AS, selalin itu, dana dari hasil dari obligasi itu juga akan digunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Ia menambahkan bahwa dengan perseroan membayar lebih awal maka struktur keuangan perseroan dapat lebih sehat. Perusahaan juga berharap dapat mengurangi utang berdominasi dolar menjadi 400 juta dolar AS dari total saat ini 1 miliar dolar AS.

“Sebagian besar kami akan mengurangi utang dolar AS dan mengalihkan ke dalam bentuk rupiah agar dapat mengurangi risiko ‘currency rate’ yang cukup berfluktuasi di tengah tren penguatan dolar AS,” katanya.

Obligasi Indosat Tbk itu terdiri dari empat seri yakni seri A berjangka waktu tiga tahun dengan suku bunga 9-10 persen, seri B lima tahun (9,45 -10,45 persen), seri C tujuh tahun (9,65-10,65 persen), dan seri D 10 tahun (9,85-10,85 persen per tahun. Sementara itu untuk sukuk ijarah berkelanjutan I tahap I bernilai Rp300 miliar memiliki jangka waktu dan suku bunga yang sama dengan obligasi.

Sementara itu, Head of Structured Finance PT Mandiri Sekuritas teguh Wirahadikusuma selaku penjamin emisi obligasi Indosat Tbk mengatakan bahwa di tengah kekhawatiran pasar obligasi menjelang kenaikan hartga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang bisa memicu kenaikan inflasi, dirinya meyakini obligasi Indosat masih tetap akan diminati.

“Sebagai ‘underwriter’, kita sudah antisipasi hal itu, investor juga sudah mengetahui tentang itu. Investor akan melihat reputasi emiten yang menerbitkan obligasi, indosat merupakan salah satu perusahaan yang baik,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dampak kenaikan BBM bersubsidi juga tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perseroan ke depannya. Kebutuhan komunikasi yang masih tinggi akan menjaga kinerja perseroan ke depannya.

“Konsumsi di dalam negeri, salah satunya telekomunikasi di dalam negeri masih cukup tinggi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kemenpora Sesalkan Lambannya Pembentukan Komisi di DPR

Jakarta, Aktual.co — Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto, sesalkan permasalahan pembentukan Komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Dikatakan Gatot, Kemenpora saat ini telah mempunyai program seperti persiapan Asian Games 2018 serta kelanjutan pembangunan Wisma Atlet di bukit Hambalang, Jawa Barat. Kedua pekerjaan tersebut harus segera didengar oleh DPR. Dalam hal ini, Kemenpora harus bekerjasama dengan Komisi X DPR.

“Bebepa pekerjaan Kemenpora kan juga harus melalui DPR. Kalau sudah rampung, rencananya kami akan adakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X. Tapi belum bisa sekarang, masih ada masalah kan di DPR-nya. Sementara beberapa pekerjaan tersebut harus segera dilaksanakan,” kata Gatot menyesal, di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/11).

Lebih lanjut dikatakan Gatot, untuk persiapan Asian Games yang memerlukan dana yang seharusnya sudah digodok di DPR, tapi hingga kini masih tersendat. Padahal waktu yang ada sangat minim.

“Anggaran Asian Games kan harus mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, itu kan lewat DPR. Bagaimana mau berjalan kalau di DPR sendiri masih kisruh,” sesal Gatot.

Seperti diketahu, pembentukan Komisi X DPR RI, hingga saat ini, belum sepenuhnya terbentuk, Pasalnya, saat ini baru ada anggota yang terdiri dari politisi Koalisi Merah Putih. Sedangkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), belum mau memberikan anggotanya bergabung ke Komisi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain