16 April 2026
Beranda blog Halaman 42400

Sekda DKI Ragukan Temuan BPKP Soal Anggaran Siluman

Jakarta, Aktual.co —Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan bahwa ia akan melakukan pengecekan terhadap anggaran siluman yang ditemukan BPKP di Dinas PU sebanyak Rp 3,5 triliun. 
Saefullah mengatakan, sebenarnya ia tidak yakin bahwa terdapat anggaran siluman sebanyak itu. Ia berasumsi bahwa terjadi kesalahan dalam menginput data dalam anggaran tersebut.
“Makanya kita cek itu semua. Saya tidak yakin ada angka itu, karena angka itu terlalu besar makanya kita mau cek apa benar ada anggaran siluman sebesar itu. Tadi saya koordinasikan ke BPKP kalau semua tiba-tiba itu gak mungkin, mungkin itu salah input. 3,5 triliun loh. Makanya saya tandain,” ujar Saefullah di Balai Kota, Kamis (6/11).
Saefullah mengharapkan sistem e-budgeting segera diterapkan untuk mencegah munculnya anggaran ‘siluman’. Dengan e-budgeting, segala pelaksanaan anggaran dapat termonitor dengan baik.
“E-budgeting itu, kalau tiba-tiba (ada di anggaran) ketahuan. Ini siapa yang mau mengubah, kapan, jam berapa, hari, tanggal, itu semua ketahuan. Termasuk idenya siapa itu ketahuan,” ujarnya.
Ia mengatakan dengan perincian anggaran dan sisten e-budgeting, pelaksanaan anggaran akan menjadi lebih baik dan meminimalisir timbulnya anggaran siluman. Ia menceritakan bahwa pengajuan anggaran yang dilakukan bertahun-tahun lalu tidak diirinci dan menggunakan angka bulat.
“Kalau dulu, yang sering disampaikan itu bulat-bulat. Misalkan temu kangen wartawan Rp 50 juta. Mana ada anggaran Rp 50 juta, harusnya ada pecahan. Kalau fisik, biasanya pembangunan 1 puskesmas Rp 4,5 miliar. Mana ada anggaran bulat. Dengan e-budgeting ini maka ada penguraian. Puskesmas ini butuhnya besi berapa, pengikatnya berapa, ongkos kerjanya berapa, itu kan nanti hasilnya gak bulat,” ujarnya.
Saefullah pun mengatakan sudah menghimbau SKPD-SKPD untuk merinci anggarannya untuk masuk ke sistem e-budgeting.
“Saya udah tiga bulan lalu udah teriak mau e-budgeting kalau ada SKPD mau ada kegiatan, harus ada rincian, kalau tidak gak masuk sistem,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mendagri Sebut kolom Agama di e-KTP Boleh Dikosongi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan warga Negara Indonesia (WNI) penganut kepercayaan yang belum diakui secara resmi oleh Pemerintah boleh mengosongi kolom Agama di Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP atau KTP-el).
“Itu kepercayaan, sementara kosong, sedang dinegosiasikan. Kami akan segera ketemu Menteri Agama untuk membahas ini. Pemerintah tidak ingin ikut campur pada WNI yang memeluk keyakinannya sepanjang itu tidak menyesatkan dan mengganggu ketertiban umum,” kata Tjahjo di Gedung Kemendagri Jakarta, Kamis (6/11).
Dengan demikian, artinya WNI pemeluk keyakinan seperti Kejawen, Sunda Wiwitan, Kaharingan dan Malim, namun di KTP tertera sebagai salah satu penganut agama resmi boleh mengoreksi kolom agama mereka.
Dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 sebagai perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan bahwa agama yang dicantumkan dalam KTP-el adalah agama resmi yang diakui Pemerintah.
Sehingga, untuk mengisi kolom agama dengan keyakinan memerlukan waktu untuk melakukan perubahan atas UU tersebut.
“Dalam Undang-undang jelas ada enam agama yang boleh dicantumkan dalam e-KTP atau KTP-el, sehingga kalau ingin ditambah akan memerlukan waktu untuk mengubahnya. Tapi kalau mereka mau mengkosongkan kolom itu ya tidak masalah,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Temukan Tiga Masalah di DKI

Jakarta, Aktual.co —Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memetakan masalah dan lakukan pengawasan terhadap proses perencanaan, penganggaran, dan implementasi dari APBD DKI. 
Tak hanya itu, lembaga anti korupsi itu juga akan menyoroti masalah pengadaan barang dan jasa di DKI.
Untuk itu KPK mengharapkan kerjasama yang baik dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI dan Pemprov DKI.
“Jika kita ingin melihat masalah lebih jauh, misalnya proses pelayanan publik. Pelayanan publik seperti di Badan Pertanahan dan Imigrasi itu yang mau kita petakan,” ujar Ketua KPK Abraham Samad, di Balaikota DKI, Kamis (6/11). 
Dari observasi itu, kata Samad, ditemukan ada tiga masalah di DKI. Yakni di APBD, pengadaan barang dan jasa, dan pelayanan publik. 
“Hasil itu kita temukan masalah, lalu rekomendasikam ke Peprov DKI untuk diperbaiki,” ujarnya.
Sebagai lembaga yang bertugas untuk monitoring, supervisi dan evaluasi, kata Samad, KPK menginginkan ada sistem di suatu kelembagaan, Pemprov, Kota dan Kabupaten. 
Karena dengan sistem yang baik maka kemungkinan tidak akan terjadi tindakan korupsi.
“Karena kita mau perbaikan sistem, lebih kepada sistem yg ada di Kelembagaan, Pemprov, Kota dan Kabupaten. Kalau gak diperbaiki sistem tersebut bida memproduksi suatu kejahatan. Sebaik apapun orang apabila masuk pada sistem yang buruk, dapat memproduksi kejahatan seperti korupsi dan orang tersebut akan tergelincir,” ujarnya.
Samad mengapresiasi sikap Pemprov dalam mencegah tindakan korupsi dengan mewajibkan semua pejabatnya untuk melaporkan harta kekayaannya lewat LHKPN ke KPK.
“Kita berterima kasih kepada Pak Ahok karena langkah yang lebih maju untuk mewajibkan eselon empat untuk ikut melaporkan harta kekayaannya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dugaan Suap Praja, Mendagri akan Panggil Rektor IPDN

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan jajaran Inspektoran Jenderal Kemendagri memanggil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Suhajar Diantoro untuk diklarifikasi mengenai suap penerimaan praja.
“Saya sudah menerima laporan terkait berbagai macam hal yang menyangkut Rektor IPDN kita. Tolong dipanggil rektor itu, siapa saja yang mengetahui (kasus tersebut). Sabtu (8/11) atau Senin depan (10/11) bisa tolong dipanggil Rektor IPDN,” kata Tjahjo saat memimpin rapat dengan pejabat Eselon I dan II di Kemendagri, Jakarta, Kamis (6/11).
Menurut Mendagri, pihaknya telah menerima laporan terkait adanya dugaan suap yang diberikan oleh orang tua calon praja (siswa) IPDN kepada Rektor Suhajar.
Dia meminta pihak Inspektorat Jenderal Kemendagri juga mencatat laporan orang tua calon praja tersebut secara resmi, supaya kasus itu dapat ditangani secara serius.
“Yang membuat laporan juga diminta, jangan hanya laporan saja tanpa ada bukti, jadi harus ada buktinya di atas meterai kalau memang dia melaporkan sesuatu menyangkut pejabat kita,” ungkap Tjahjo.
Sebelumnya, kabar dugaan suap dalam proses penerimaan Praja IPDN dari Provinsi Kepulauan Riau pertama diungkap oleh mantan anggota DPRD Kota Tanjungpinang Andi Cori Fatahrudin.

Artikel ini ditulis oleh:

Dapat Lampu Hijau dari KPK Soal Hambalang, Kemenpora Ingin Detailnya

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memberikan lampu hijau kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait perizinan untuk melanjutkan pembangunan Wisma Atlet di bukit Hambalang, Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto mengatakan bahwa, Kemenpora telah mengirimkan surat undangan ke KPK untuk membicarakan secara detail kelanjutan pembangunan Wisma Atlet yang telah menjebloskan banyak politisi ke penjara itu.

“Dalam waktu dekat ini, Kemenpora akan duduk bersama dengan KPK. Yang pasti harus ada izin resmi dulu dari KPK. Jika sudah resmi, baru kami akan sesegera mungkin untuk melanjutkan pembangunan di Hambalang,” ungkap Gatot kepada wartawan di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/11).

Selain itu, langkah lain yang akan diambil oleh Kemenpora adalah memanggil pihak Adhi Karya dan Widya Karya (Wika) selaku kontraktor pembangunan pusat pelatihan atlet tersebut.

Lebih jauh disampaikan Gatot, jika Kemenpora juga akan menggandeng konsultan independen. Hal itu dilakukan untuk memperjelas masalah keuangan antara Kemenpora dan kontraktor.

“Sejujurnya kami masih punya masalah dengan pihak kontraktor. Karena masih ada simpang siur tentang persentase pembayaran yang sudah dilakukan oleh Kemenpora sebelumnya,” sesal Gatot.

Meski begitu, Gatot mengaku, pihak Kemenpora belum mengetahui kapan pastinya rencana pembangunan wisma atlet itu akan diteruskan.

“Yang pasti setelah bertemu dengan KPK, kami akan membentuk konsultan independen. Mereka (KPK) akan menemani kami ketika bertemu dengan pihak kontraktor,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Melantai di BEI, IBF Bakal Lepas Rp311-Rp383 Per Saham

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan alat berat PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBF) akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) di kisaran harga Rp311-Rp383 per lembar.

“Rentang harga saham IPO yang ditawarkan Rp311-Rp383 per saham,” ujar Direktur BNI Securities Daniel Nainggolan selaku penjamin emisi IPO Intan Baruprana Finance Tbk di Jakarta, Kamis (6/11).

Ia menambahkan bahwa rentang harga tersebut memiliki rasio harga terhadap laba bersih per saham atau “price earning ratio” (PER) sekitar 13-16 kali atau masih lebih rendah dari industri yang sekitar 18,98 kali.

“Jadi, harga IPO Intan Baruprana Finance Tbk sudah memiliki diskon,” ucapnya.

Ia mengemukakan bahwa dalam aksi korporasi itu, perseroan akan melepas 1,67 miliar lembar saham atau sekitar 40 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor.

Dari total saham yang ditawarkan ke publik itu, sebesar 1,4 miliar saham atau 33,55 persen merupakan saham baru yang diterbitkan Intan Baruprana Finance Tbk, sementara sisanya sebanyak 269,45 juta saham merupakan saham yang dimiliki oleh Phillip Asia Pacific Oportunity Fund Ltd.

Direktur Utama PT Intan Baruprana Finance Tbk Jap Hartono mengatakan bahwa sebesar 50 persen dari dana hasil IPO, rencananya akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan, dan sisanya untuk pembayaran utang kepada kreditur grup dan non-grup.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan melakukan diversifikasi pembiayaan kepada industri yang sedang tumbuh seperti infrastruktur, konstruksi, minyak dan gas, maupun transportasi.

“Saat ini, sektor yang kami biayai yakni tambang dengan non-tambang,” katanya.

Ia menambahkan meski industri pertambangan mengalami perlambatan sehingga berdampak pada pembiayaan alat berat, namun pihaknya meyakini industri akan kembali bangkit sehingga kinerja perseroan tetap akan positif.

“Sampai akhir tahun ini kami berharap laba perseroan bisa mencapai Rp60 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp31,2 miliar,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain