9 April 2026
Beranda blog Halaman 42428

Ratusan Pohon di Jakpus Ditebang Untuk Proyek Normalisasi Ciliwung

Jakarta, Aktual.co —Ratusan pohon di Jakarta Pusat ditebang sebagai imbas proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang dilaksanakan oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum.
“Di Jalan Abdul Muis misalnya, ada 28 pohon yang ditebang dan 21 pohon dipangkas,” ujar Kepala Seksi Jalur Hijau Sudin Pertamanan Kota Administrasi Jakarta Pusat Maria Tambunan di Jakarta, Selasa (4/11).
Maria menjelaskan sebelumnya juga telah dilakukan penebangan besar-besaran di Jalan Gunung Sahari yang dibagi dalam dua tahap, tahap pertama sebanyak 38 pohon, yang kedua sebanyak 130-an pohon.
“Sebenarnya kami sudah mengimbau agar pelaksanaan proyek apa pun sebisa mungkin tidak menebang pohon, kalau bisa dipangkas saja karena umur pohon-pohon tersebut juga sudah sangat tua,” tuturnya.
Setelah pengerjaan proyek normalisasi Ciliwung selesai, lanjut Maria, akan dilakukan penataan dan penggantian pohon di lokasi yang sama pada Januari 2015.
Sementara itu berdasarkan data Sudin Pertamanan Jakarta Pusat sebanyak 1.400 pohon yang berpotensi membahayakan warga telah dipangkas (topping) dalam kurun waktu Januari-Oktober 2014.
“Kami mengutamakan permohonan dari masyarakat untuk topping, tapi kami tetap melihat dulu kondisi pohon di lapangan apa harus benar-benar dipangkas atau tidak,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kartu Indonesia Sehat, Jokowi Anggap Rakyat Sakit Semua

Jakarta, Aktual.co — Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang terbitkan oleh pemerintahan Jokowi-JK mendapat kritik dari Budayawan Ridwan Saidi.
Dengan dikeluarkannya kartu tersebut, Presiden Joko Widodo sama saja menganggap rakyat Indonesia sakit semua.
“Emang orang Indonesia sakit semua, kita-kita sehat,” kata Ridwan dalam acara peluncuran buku “100 Janji Jokowi-JK” di Kampung Poncol, Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (4/11).
Selain itu, dirinya juga mengatakan, “Kalau mau beri bantuan jangan dulu nunggu orang sakit,” kata dia. 
Sebelumnya, Tokoh Betawi itu mengatakan jika masyarakat Indonesia tidak memerlukan Kartu Indonesia Sehat. Namun, kata dia, yang dibutuhkan masyarakat Indonesia adalah Kartu Indonesia Kaya. 
“Apabila sudah kaya masyarakat akan sehat dan pintar, percuma saja sehat atau pintar kalau  engga punya duit,” kata Ridwan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kapok Ikut-ikutan Menghina, Tukang Sate Minta Maaf pada Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Muhamad Arsyad, tersangka penghina Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri mengaku ingin bertemu langsung dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk meminta maaf atas perbuatannya.

“Saya ingin bertemu Pak Jokowi, ingin meminta maaf secara langsung,” kata Arsyad saat memenuhi wajib lapor di Bareskrim Mabes Polri, Selasa (4/11).

Sebelumnya ibunda Arsyad, Mursidah sudah terlebih dahulu menemui sang presiden untuk meminta maaf atas perbuatan anaknya.

Arsyad sebelumnya mengaku kapok karena ikut-ikutan menghina Jokowi. Akibat perbuatannya itu, Arsyad harus berurusan dengan penegak hukum. Pria yang berprofesi sebagai tukang tusuk sate itu mengaku diperlakukan dengan baik selama menjalani proses hukum.

“Terima kasih pak polisi, telah mensupport saya dengan baik. Pas saya sakit, beliau ikut cemas,” kata Arsyad yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, karena mengalami depresi itu.

Kuasa Hukum Arsyad, Abdul Aziz mengatakan kliennya itu dikenakan wajib lapor dua kali seminggu. Hari ini, kata dia, ada penambahan Berita Acara Pemeriksaan saja.

“Tidak ada pertanyaan-pertanyaan. Kemarin waktu diantar ke rumah (oleh polisi) ada tanda tangan yang kurang,” ujarnya mendampingi Arsyad di Bareskrim Polri.

Dia menambahkan, tidak ada pemeriksaan lanjutan hari ini, melainkan cuma menandatangani sekitar 10 berkas saja. Nantinya, kata dia, Arsyad akan kembali lagi untuk melapor pada Kamis (6/11). 

“Sampai urusan di kepolisian selesai. Dari pihak penyidik akan secepatnya dinaikkan. Mudah-mudahan dibebaskan,” tandasnya.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Polri telah telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Muhammad Arysad (MA), tersangka penghina Presiden Joko Widodo melalui akun media sosial facebook.

Kini MA sudah dipulangkan ke Rumah orang tuanya oleh penyidik Bareskrim Polri di bilangan Ciracas, Jakarta Timur.

“Tadi pagi sekitar jam 06.30 WIB, Arsad sudah diantar pihak Kepolisan ke rumahnya,” kata Kuasa Hukum Arsad, Irfan Fahmi, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/11).

Arsyad ditahan sejak 23 Oktober 2014 karena menyebarkan gambar Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang seolah-olah tengah berhubungan intim. Gambar mesum itu ternyata hasil montase atau gabungan dari beberapa potongan foto yang berbeda-beda, tetap direkayasa sedemikan rupa dengan berbagai adegan asusila.

Arsyad pun dijerat dengan Undang-Undang Pornografi dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

PPAGBK Janji Perbaiki Infrastruktur Cabor

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pembangunan dan Pengembangan Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Raja Parlindungan Pane, mengungkapkan rencana perbaikan infrastruktur cabang olahrga (cabor), yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Program saya adalah meningkatkan kualitas tempat latihan cabor di SUGBK. Itu jadi rencana utama saya,” ungkap Raja Pane ketika dihubungi Aktual.co, Selasa (4/11).

Ditegaskan Raja Pane, yang baru saja menjabat sebagai Dirut PPAGBK, selain tempat latihan, dirinya juga berencana untuk memperbaiki fasilitas umum yang berada di sekitaran SUGBK.

“Lingkungan di SUGBK juga akan diperbaiki. Tujuannya agar masyarakat yang berolahraga di SUGBK bisa nyaman,” tambahnya.

Perbaikan kawasan SUGBK sebenarnya sudah menjadi perhatian Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) selaku lembaga tertinggi yang menaungi Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK).

Seperti berita Aktual.co pada 2 Oktober 2014 yang berjudul “Pengelolaan Kawasan SUGBK Dinilai Tidak Sesuai Hakikat”, di mana Sekretaris Kemsetneg, Taufik Sukasah menilai, pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno, tidak berjalan dengan baik.

Dikatakan Taufik, banyak sarana olahraga yang berada dikawasan GBK seperti kolam renang dan basket, seharusnya sudah memasuki tahap perbaikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Industri Manufaktur Besar Jakarta Naik 7,91 Persen

Jakarta, Aktual.co — Produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) DKI Jakarta triwulan III 2014 terhadap triwulan III 2013 (y-on-y) naik 7,91 persen karena kenaikan produksi peralatan listrik, logam dan non-mesin serta galian non-logam.
“Produksi industri manufaktur besar dan sedang secara y-on-y pada triwulan III 2014 Jakarta mengalami kenaikan 7,91 persen terhadap triwulan III 2013, triwulan II 2014 terhadap triwulan II 2013 naik 7,59 persen serta triwulan I 2014 terhadap triwulan I 2013 naik 8,89 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi DKI Jakarta, Dody Rudyanto di Jakarta, Selasa (4/11).
Jenis industri manufaktur DKI Jakarta yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi (y-on-y) pada triwulan III 2014 terhadap triwulan III 2013 adalah peralatan listrik sebesar 8,83 persen, barang logam dan non-mesin 7,36 persen serta galian non-logam 7,22 persen.
Selanjutnya industri farmasi naik 5,11 persen, kendaraan bermotor 4,07, alat angkutan 3,19 persen, makanan 2,27, mesin dan perlengkapan 1,08 persen serta pakaian jadi 0,45 persen.
Sedangkan industri yang mengalami penurunan adalah furniture sebanyak 7,51 persen, bahan kimia 5,63 persen, karet dan plastik 5,35 persen, kertas 2,58 persen, percetakan dan rekaman 2,22 persen serta pengolahan lainnya 0,9 persen.
Sementara itu, pertumbuhan produksi industri besar dan sedang triwulan III 2014 terhadap triwulan II 2014 (q to q) naik 2,44 persen dan triwulan II 2014 terhadap triwulan I 2014 naik 3,06.
Kenaikan triwulan III 2014 terhadap triwulan II 2014 tersebut disebabkan kenaikan produksi kendaraan bermotor dan trailer, makanan serta mesin. Sedangkan industri yang turun adalah pengolahan lainnya, galian bukan logam dan alat angkutan.
Tidak hanya industri besar dan sedang, industri mikro dan kecil triwulan III 2014 (y-on-y) juga meningkat sebesar 5,48 persen karena peningkatan industri alat angkut dan minuman.
Secara keseluruhan dari triwulan I hingga triwulan III 2014, produkdi industri mikro dan kecil DKI Jakarta naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,20 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Inilah Penyebab Persis Melakukan WO dari PBFC

Jakarta, Aktual.co — Penyerangan yang dilakukan oleh suporter Pusamania Borneo FC (PBFC) terhadap Persis Solo di Samarinda, Kalimantan, beberapa waktu lalu, ternyata hanya menjadi salah satu faktor yang membuat Laskar Sambernyawa (julukan Persis) urung bertanding melawan Borneo FC.

Dikatakan Manajer Persis Solo, Totok Supriyanto, suporter Borneo FC sempat melontarkan kalimat yang membuat seluruh elemen Persis benar-benar merasa terancam nyawanya.

“Sambil melempari kami dengan batu, suporter Borneo FC juga berteriak “kamu datang untuk mati”. Ada juga yang bawa senjata tajam,” ungkap Totok menirukan ucapan suporter PBFC itu kepada Aktual.co, Selasa (4/11).

Selain itu, Totok juga merasa bahwa penyerangan tersebut seperti sudah direncanakan sebelumnya. Karena penyerangan tersebut, kata Totok, terjadi secara terorganisir.

“Saat itu kami belum sempat keluar dari bus, baru mau masuk kawasan stadion, tapi sudah diserang,” tambahnya.

Lebih jauh disampaikan mantan pemain Persis era 90-an itu, ketika diserang supir bus langsung berinisiatif untuk menjauh dari stadion. “Saat bus mulai meninggalkan stadion, suporter Borneo masih terus mengejar dan melemparkan batu ke arah bus,” katanya menceritakan.

Dalam pertandingan penghujung babak delapan besar Divisi Utama (DU), antara kedua kesebelasan, yang diselenggarakan di kandang PBFC, Minggu (26/10), Persis Solo melakukan Walk Out (WO). Hal ini diambil, karena menurut Persis Solo, PBFC tidak memberikan jaminan keselamatan kepada skuat Persis.

Disamping itu, Totok juga menanggapi pengajuan banding yang dilakukan oleh Borneo FC terkait keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, yang meminta kepada PT Liga Indonesia (PT LI), untuk menggelar pertandingan ulang bagi kedua kesebelasan itu.

Borneo FC beralasan, banding tersebut dilakukan, karena Persis Solo datang dalam Technical Meeting (TM). Padahal, tegas Totok, TM tersebut digelar setelah Persis mendapatkan ancaman dari suporter Borneo FC.

“TM itu bagian dari proses kompetisi. Di sana (TM) kita juga sudah menyampaikan situasi dan kondisi, baik di lapangan maupun di internal Persis. Kami juga meminta hotel tempat kami menginap, dijaga oleh polisi. Tapi tetap tidak dilakukan,” sesalnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain