8 April 2026
Beranda blog Halaman 42429

Berkabung Kakak Tewas Keracunan Miras, Angie Batal Diperiksa KPK

Jakarta, Aktual.co — Karena masih berkabung akibat kakak kandungnya, Frank, tewas keracunan minuman keras (miras), maka Angelina Sondakh, mantan anggota Komisi X DPR, pada Selasa (4/11), pun batal diperiksa KPK.

Angie, politikus Partai Demokrat itu semula dijadwalkan akan bersaksi dalam kasus dugaan ‎korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011.

Namun, akibat masih berkabung karena Frank Nicholas Sondakh, kakaknya baru saja meninggal karena keracunan miras, pemeriksaan pun dijadwal ulang.

Tetapi kapan tepatnya, Angie akan diperiksa nanti, Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum mendapat informasi.

“Iya (dijadwal ulang). Karena masih dalam suasana berkabung,” kata Priharsa di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (4/11).

Frank tewas di hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Sabtu pagi (1/11) usai berpesta dengan tiga rekannya di Sky Bar,lantai atas hotel tersebut. Frank dan rekan-rekannya baru ke luar Sky Bar sekitar pukul 04.00 Wita. Sekitar pukul 10.00, Frank diketahui sudah tidak bergerak, meski masih bernapas.
    
Sejam kemudian, Frank dilarikan ke RS Pertamina Balikpapan, namun nyawanya tidak tertolong. Pihak keluarga melihat telinga Frank membiru sebagai pertanda serangan jantung. Menurut pihak keluarga, Frank punya riwayat serangan jantung.

Sementara itu Angie akan dimintai kesaksiannya, terkait kasus dugaan ‎korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011, KPK menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan sekaligus Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games Rizal Abdullah sebagai tersangka.

Rizal disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Dia diduga melakukan mark up atau pengelembungan anggaran. Adapun nilai kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 25 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Rakyat Butuh Kartu Indonesia Kaya Bukan KIS

Jakarta, Aktual.co — Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi-JK mendapat tanggapan negatif dari Budayawan Ridwan Saidi.
Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak memerlukan kartu tersebut. Namun, kata dia, yang dibutuhkan masyarakat Indonesia adalah Kartu Indonesia Kaya. 
“Apabila sudah kaya masyarakat akan sehat dan pintar, percuma saja sehat atau pintar kalau  engga punya duit,” kata Ridwan dalam acara peluncuran buku “100 Janji Jokowi-JK” di Kampung Poncol, Pasar Rebo, Jakarta, Selasa (4/11).
Tokoh Betawi itu mengatakan, program Jokowi-JK itu merupakan program lama dan tidak ada kebaruan. Sehingga Ridwan kembali menegaskan yang diperlukan masyarakat Indonesia sekarang ini adalah hal baru yaitu Kartu Indonesia Kaya.
“Apabila sudah kaya, jangankan berobat ke Singapura,  rumah sakitnya kita beli,” kata Ridwan.

Artikel ini ditulis oleh:

Disiplin dan Siap Disemprot Warga, Resiko Sang Penjaga Pintu Air

Jakarta, Aktual.co —Adi Widodo, pria berumur 48 tahun ini mempunyai pekerjaan penting dalam menjaga ‘benteng’ bagi wilayah DKI Jakarta ketika musim hujan tiba dan ancaman banjir datang. Profesinya tak lain adalah penjaga pintu air Manggarai, Jakarta Selatan. 
Tanggungjawab yang dipikul Adi memang tak main-main. Sebagai Kepala Penjaga Pintu Air Manggarai, dia harus memimpin anak buahnya dalam menjaga dan mengendalikan aliran air dari Bendungan Katulampa Bogor yang melewati aliran Sungai Ciliwung di Pintu Air Manggarai yang disebut dengan Aliran Sungai Tengah.
Kala hujan sedang deras-derasnya dan debit air meningkat, bukan sekali dua kali Adi dan rekan kerjanya harus 24 jam memantau pintu air dan tidak bisa pulang ke rumah. 
Menjaga pintu air Manggarai sejak tahun 1999, Adi mengakui profesinya merupakan sebuah pekerjaan menuntut disiplin tinggi. 
“Kadang anak telepon, nanya kenapa saya kok enggak pulang-pulang. Saya hanya bisa jawab ‘masih kerja nak’. Kadang istri saya yang ‘nyamper’ ke sini, bawain makanan karena khawatir saya sakit,” tuturnya saat disambangi Aktual.co, Selasa (4/11).
Diakuinya, jam kerjanya memang seperti tidak mengenal waktu. Bahkan dirinya malah lebih merasa ‘tenang’ ketika berada di posnya, ketimbang pulang ke rumah saat hujan. 
“Kami bisa berjaga selama 24 jam, mulai jam sembilan pagi sampai jam sembilan pagi besoknya. Tidak boleh tidur, kan debit air dicatat tiap satu jam sekali. bahkan kalau situasi air sedang naik, kami catat per 30 menit,” ungkapnya.
Meski sudah disiplin dalam bekerja, kata Adi, tetap saja banyak warga yang menelepon ke pos sambil marah-marah ketika banjir terjadi.
“Kalau musim hujan telepon di sini berdering terus. Ada yang sekadar nanya ada juga yang marah-marah karena kebanjiran. Pernah juga ada yang marah-marah karena banyak sampah,” katanya.
Diakuinya, pintu air Manggarai memang paling disorot masyarakat terutama ketika musim penghujan tiba.
Tapi jangan kira Adie bakal berbalik marah ketika disemprot oleh warga yang menelepon. Dia justru menerima itu semua sebagai risiko pekerjaan yang 15 tahun dia geluti sukai. 
Mengaku sangat menikmati pekerjaannya sekarang, pria yang gemar naik gunung itu menuturkan bagaimana dirinya bisa bekerja sebagai penjaga pintu air. 
Awalnya, kata dia, di tahun 1998 dirinya bekerja di salah satu pasar swalayan di Jakarta. Baru di tahun 1999 dirinya lalu mencoba melamar jadi penjaga pintu air. 
“Alhamdulillah bertahan hingga sekarang,” ungkapnya.
Saat ditanya penghargaan apa yang pernah diterimanya dari Pemerintah Pusat ataupun Pemprov DKI atas dedikasinya, Adi hanya menjawab sangat simpel, yakni diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta. “Itu adalah penghargaan buat saya.”
Ada pengalaman yang tak akan mungkin bisa dilupakannya selama menjadi penjaga pintu air. Yakni saat dirinya sedang melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
Pasalnya, akibat hujan sedang deras-derasnya, dirinya tidak bisa mengikuti ujian karena harus menjaga debit Air yang masuk ke pintu manggarai.
“Waktu itu hujan besar dan air kiriman dari Bogor masuk, mau ga mau harus ga masuk dua hari padahal lagi UTS di kampus. Ya mau gimana lagi ini tugas, tapi Alhamdulillah diperbolehkan ujian susulan oleh pihak kampus,” kenang Adi. 
Kepada warga DKI, meski semua orang boleh langsung menanyakan kepadanya perihal status debit air di Pintu Air Manggarai, tapi diingatkannya kalau dirinya dan teman-temannya bukanlah tukang pembersih sampah ataupun mencegah banjir. “Tapi ingat kami bertugas menjaga pintu air.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Jakbar Teriak Kekurangan Truk Tangki Air

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas (Sudin) Pertamanan Kota Administrasi Jakarta Barat kekurangan truk tangki air untuk merawat 207 taman yang ada di Jakarta Barat,.
Demikian disampaikan Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Barat Djauhar Arifin kepada wartawan, Selasa (4/11).
“Saat ini kami hanya memiliki tujuh unit truk tangki air. Ini sangat kurang apalagi di musim kemarau panjang seperti ini,” ujarnya.
Djauhar melanjutkan, idealnya untuk perawatan taman sehari-hari pihaknya memerlukan sekitar 20 unit truk tangki, khususnya saat musim kemarau.
“Memang jika musim hujan kami tidak melakukan penyiraman, tetapi truk tangki tersebut juga bisa digunakan sewaktu-sewaktu,” ujar dia.
Untuk mengatasi kekurangan ini, Djauhar mengusahakan bantuan truk tangki dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta.
“Kemungkinan kami akan mendapatkan bantuan satu unit truk tangki dari pemerintah provinsi. Selain itu ada dua unit lagi yang kami sediakan sendiri,” ujar Djauhar.
Dia melanjutkan, truk tangki hasil pengadaan tersebut sudah bisa dioperasikan pada Januari 2014.
“Jadi mulai awal tahun depan Sudin Pertamanan sudah memiliki 10 unit truk tangki air dan bisa mengoperasikannya untuk perawatan taman,” kata Djauhar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Wapres JK Perintahkan Seluruh Gubernur Yakinkan Masyarakat soal Penaikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak seluruh gubernur di Indonesia mendukung keputusan pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. 
Menurut JK, kebijakan itu harus didukung karena pemerintah mengalihkan subsidi dari bidang yang tidak penting menjadi hal lebih penting. 
“Hal yang paling buruk kalau subsidi masih lanjut adalah penyelundupan,” kata Jusuf Kalla, di hadapan 34 gubernur se-Indonesia di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (4/11).
Dirinya mengatakan, subsidi kepada nelayan naik tiga kali lipat karena penyelundupan yang dilakukan oleh nelayan itu sendiri. Banyak nelayan yang menjual solar ke negara atau pihak lain, bukan digunakan untuk berlayar menangkap ikan.
“Jadi, subsidi ke nelayan naik, produksi ikan dalam negeri malah turun. Ketahuan kan nelayan itu beli solar cuma untuk dijual. Jadi negara membayar sesuatu yang tanpa hasil,” kata Wapres.
Karena itu, JK mengajak semua gubernur dengan bijak melihat persolan penghapusan subsidi BBM. Gubernur harus bisa meyakinkan masyarakatnya jika pengalihan subsidi merupakan kebijakan pro rakyat.
“Karena subsidi BBM itu dialihkan ke yang lebih produktif,” kata  JK.

Artikel ini ditulis oleh:

PBSI Berencana Buat Raport Atlet Pelatnas

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), menyusun rapor atlet-atlet bulu tangkis yang berisi tiga kriteria di pusat pelatihan nasional Cipayung, Jakarta.

“PBSI harus punya parameter yang berisi catatan atlet karena fisik atlet-atlet pelatnas harus dipersiapkan sebelum mengikuti turnamen. Fisik atlet harus tahan untuk mengikuti dua atau tiga turnamen berturut-turut, selain juga konsisten,” kata Kepala Bidang Pengembangan PBSI Basri Yusuf seperti dilansir Tim Humas dan Media Sosial PBSI, Selasa (4/11).

Rapor atlet pelatnas bulu tangkis itu, lanjut Basri, akan merangkum seluruh pencapaian atlet di setiap kejuaraan, termasuk lima jenis tes fisik dari tiga kriteria pada tiap bulan.

Pembobotan kriteria atlet pelatnas itu berupa kemampuan teknik, taktik, dan strategi sebesar 50 persen, kemudian kemampuan fisik sebesar 30 persen, dan kemampuan mental 20 persen. PBSI juga merinci kemampuan fisik dari lima komponen yaitu ketahanan, kekuatan, kecepatan, fleksibilitas, dan koordinasi.

“Tim pelatih harus memaksimalkan analisis penampilan atlet karena negara-negara lain sudah lama menerapkan sistem ini secara terpadu,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky.

Rexy menyontohkan penerapan sistem terpadu termasuk melibatkan peranan teknologi ketika Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Bao Yixin/Tang Jinhua.

“Tiongkok pasti langsung meneliti kekalahan tersebut. Tantangan untuk kita, apakah kalau bertemu lagi, Anggia/Della bisa menang?” ujar Rexy.

PBSI, menurut Rexy, berharap persiapan atlet-atlet pelatnas dapat diselesaikan semaksimal mungkin menjelang keikutsertaan mereka dalam kejuaraan dunia. Parameter itu juga akan menjadi salah satu syarat bagi seorang atlet apakah dia layak mengikuti turnamen atau tidak.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain