7 April 2026
Beranda blog Halaman 42436

Noktah Merah Kabinet Kerja

Pengamat Politik, Hendrajit (kiri), Anggota Fraksi Partai Hanura DPR, Syarifuddin Suding (kedua kiri), Ketua Fitra Ucok Sky Khadafi (kedua kanan) dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR, Bambang Soesatyo (kanan) saat diskusi mengenai stabilo merah yang telah membuat masyarakat bertanya-tanya dan sebagian kader PDI Perjuangan agak galau, di ruang press room DPR, gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/11/2014). Diskusi ini mengambil tema ‘Noktah Merah Kabinet Kerja’ AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Menteri ESDM: Kepala SKK Migas Akan Ditetapkan Dua Pekan ke Depan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan bahwa dirinya telah mengajukan lima nama calon Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) kepada Komite Pengawas SKK Migas untuk segera diseleksi selama dua pekan ke depan.

“Tadi pagi saya menjadi ketua Komite Pengawas SKK Migas. Hadir ketua, wakil, dan tim ahli. Kami memutuskan akan memproses penetapan kepala SKK Migas,” ujar Sudirman Said di Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/11).

Mantan Direktur Utama Pindad itu mengaku bahwa dirinya telah mengirimkan lima nama calon kepala SKK Migas dan saat ini Komite Pengawas SKK Migas tengah mendalaminya. Akan tetapi, Sudirman enggan membeberkan kelima nama tersebut.

“Calon-calon tersebut berasal dari internal dan eksternal perusahaan. Mudah-mudahan selesai dalam waktu dekat. Saya belum bisa menyebut nama, nanti pada waktunya pasti saya beri tahu,” ungkapnya.

Sudirman melanjutkan, hasil pendalaman itu nantinya akan diserahkan kembali kepada kementerian dan kementerian akan menyerahkan hasilnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menetapkan kepala SKK Migas.

“Mudah-mudahan dalam 1-2 minggu ini sudah ada,” sebutnya.

Seperti diketahui, saat ini jabatan kepala SKK Migas diisi oleh Plt. Kepala SKK Migas, Johanes Widjonarko yang sebelumnya merupakan wakil kepala SKK Migas. Ia ditunjuk untuk menggantikan posisi Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, yang terjerat kasus korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Hanura Desak KPK Bongkar Nama Menteri Bercatatan Merah

Jakarta, Aktual.co — Partai Hanura yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat mendukung KPK membongkar nama-nama menteri yang sudah diberikan catatan merah dan kuning oleh KPK.
Demikian disampaikan Sudirman Sudding anggota Fraksi Hanura DPR dalam diskusi “Noktah Merah Kabinet Jokowi-JK” di Press room Nusantara III DPR RI, Selasa (4/11).   “Kita punya komitmen terhadap masalah itu, persoalan korupsi ini masalah bangsa. Ketika ada tanda pada nama-nama itu, ya segera diproses agar pemerintahan Jokowi tidak tersandera,” ungkapnya. 
Sementara itu, kata dia, KPK ini lembaga yang punya data di negara kita dari berbagai persoalan (korupsi) yang dihadapi, sehingga muncul stabilo merah, kuning dan pink. “Kita nggak tahu siapa nama-nama itu, hanya Jokowi, KPK dan tuhan yang tahu, karena belum dibuka siapa nama-nama yang dikatakan diberikan tanda,”
Sudding juga menyayangkan pernyataan Ketua KPK Abraham Samad yang  pernah bilang dalam 1-2 hari sejak rekam jejak diberikan kepada Presiden Jokowi akan disampaikan ke publik. “Nyatanya, sampai sekarang belum juga,” sergahnya.
Seperti diketahui, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mempertanyakan pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal red notice calon menteri pada proses seleksi pemerintahan baru Joko Widodo – Jusuf Kalla.
Terpisah, Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu sepakat dengan desakan sejumlah tokoh dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Dekrit Rakyat (GDR) Indonesia agar KPK menindak lanjuti dan membuka rekomendasinya terkait sejumlah nama menteri terkena tanda merah.
Sebelumnya juga, Presiden Joko Widodo akan mengganti delapan nama calon anggota kabinetnya berdasarkan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Karena kemarin kita menyampaikan itu kepada PPATK dan KPK dan ada delapan nama yang tidak diperbolehkan. Ya, kita ganti,” kata Presiden di halaman kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (22/10).

Artikel ini ditulis oleh:

Rapat Paripurna DPR Tandingan Dihadiri 137 Anggota

DPR tandingan yang dibentuk oleh Koalisi Indonesia Hebat menyelenggarakan sidang paripurna di Ruang Rapat Bamus, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014). Sidang paripurna dengan agenda penetapan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) ini dihadiri 137 angoota. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Rapat Paripurna DPR tanpa Koalisi Indonesia Hebat

Suasana sidang paripurna DPR dengan agenda menetapkan mitra kerja komisi-komisi, Selasa (4/11/2014). Paripurna ini hanya dihadiri lima fraksi, yakni Golkar, Gerindra, Partai Demokrat (PD), PAN, dan PKS. Sedangkan anggota Koalisi Indonesia Hebat tidak hadir karena menggelar paripurna sendiri di ruang Bamus. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Sudding: Minta Rekam Jejak KPK, Presiden Jokowi Ingin Menteri Berkredibel

Jakarta, Aktual.co — Untuk mencapai cita-cita bernegara dan program Jokowi-JK, tidak terlepas catatan bersih dari penyelenggara negara dan menterinya. 
Hal itu disampaikan Sudirman Sudding anggota Fraksi Hanura dalam diskusi “Noktah Merah Kabinet Jokowi-JK” di Press room Nusantara III DPR RI, Selasa (4/11). 
“Para pembantu presiden ini diharapkan orang-orang yang benar-benar kredibel, berintegritas, bebas korupsi, sesuai amanat UU 28 Tahun 1998,” ujarnya. (Baca: DPR Tagih Janji KPK Buka Menteri Catatan Merah)
Dengan dasar itulah Jokowi, agar jalannya kabinet tidak tersandera seperti pemerintahan sebelumnya. “Ini yang mendasari kenapa pak Jokowi minta KPK untuk menelusuri orang-orang yang akan ditempatkan di kabinet,” pungkasnya.
Seperti diketahui,  Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mempertanyakan pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal red notice calon menteri pada proses seleksi pemerintahan baru Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain