7 April 2026
Beranda blog Halaman 42435

Korban Tewas Ambruknya Jembatan di TIM Dapat Santunan 35 Juta

Jakarta, Aktual.co —Korban tewas dan luka dalam peristiwa ambruknya konstruksi di proyek pembangunan jembatan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat yang terjadi Jumat (31/10) lalu, akan mendapat santunan dari pihak pemborong proyek tersebut.
Ketiga pemborong di proyek itu yakni PT Sartonia Agung, konsultan pengawas dari PT Cipta Rancang Mandiri, dan konsultan perencana PT Citra Murni Semesta.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Jakarta Agus Suradika mengatakan untuk empat korban tewas di peristiwa itu akan mendapat santunan sebesar Rp35 juta. 
“Sedangkan untuk korban luka-luka akan dirawat sampai sembuh total,” kata Kepala BPAD DKI Jakarta Agus Suradika di Jakarta, Selasa (4/11).
Diakui Agus, saat ini pihak BPAD belum mengalami kerugian dalam peristiwa ambruknya jembatan itu. “Karena ini semua masih ditanggung oleh pihak Pemborong.”
Hingga kini penyebab runtuhnya jembatan itu masih belum diketahui. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Provinsi DKI Jakarta, Kementerian PU, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun akan ikut memeriksa proyek pembangunan delapan lantai gedung perpustakan senilai Rp23,9 miliar itu.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRA Desak Mendagri Baru Segera Bahas Turunan UUPA‎

Banda Aceh, Aktual.co – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahyo Kumolo segera membahas turunan UU Pemerintah Aceh. Pasalnya, tiga turunan undang-undang itu dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) Migas, Pertanahan, dan Kewenangan Aceh itu belum disahkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Mendagri harus segera membahas turunan UUPA itu. Jangan ada upaya untuk memperlambat pengesahan turunan UU itu. Perlu diingat, UUPA itu sesuai dengan perjanjian Helsinki,” sebut anggota DPRA, Azhari Cage kepada Aktual.co, Selasa (4/11).

‎Disebutkan, Mendagri juga diminta menyetujui qanun yang telah disahkan oleh DPRA, namun belum mendapat respon dari Kemendagri. Qanun yang belum mendapat respon itu seperti qanun jinayah, qanun bendera dan lambang serta qanun lainnya yang disahkan oleh DPRA.

‎“Jadi, Kemendagri harus sensitif dengan isu-isu Aceh. Jangan dibiarkan persoalan mengambang. Karena, ketika komit dalam bingkai perdamaian, maka semua pihak harus menghormati itu,’ terang Azhari.

‎Bagi Aceh, sambung Azhari, produk hukum yang disahkan oleh DPRA tentu sangat penting untuk kemajuan Aceh. “Untuk itu, kami minta agar Kemendagri segera membahas turunan UUPA itu dan qanun dari Aceh yang kini telah berada di Kemendagri,” pungkasnya.

Usai Presiden Joko Widodo Rapat Koordinasi soal Kenaikan BBM foto Bareng Para Kapolda dan BIN

Presiden Joko Widodo memaparkan distribusi anggaran subsidi BBM saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/11/2014). Selain itu Presiden juga berfoto bersama dengan para Kapolda dan Badan Intelijen Daerah se-Indonesia usai Rakornas. AKTUAL/STR

Surga Burung di Danau Tambing (Bag. 2)

Jakarta, Aktual.co — Kakek bule itu tampak sedang asyik menikmati kesejukan alam di sekitar kawasan objek wisata Danau Tambing yang terletak di Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
Ditemani Panny, istrinya, Steve, wisatawan mancanegara asal Amerika berusia sekitar 80 tahun tersebut seakan-akan tidak mau beranjak dari kursi roda yang telah menemaninya selama beberapa hari.
Wisatawan mancanegara khusus datang ke Indonesia dan memilih menghabiskan waktu kunjungan wisata di Danau Tambing, salah satu dari beberapa objek wisata menarik yang terletak di dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).
Lokasi objek wisata Danau Tambing terletak di Kabupaten Poso. Dari Kota Palu sampai ke lokasi wisata bisa menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil.
Jaraknya sekitar 98 kilometer dan lokasinya dipinggir jalan provinsi Palu-Napu. Jadi pengunjung tidak perlu jalan kaki karena lokasinya di pinggir jalan raya.
Dari Ibu Kota Provinsi Sulteng, pengunjung bisa menggunakan kendaraan ojek atau angkutan umum. Kalau naik ojek biayanya pergi pulang Rp150 ribu.
Tetapi kalau menggunakan angkutan umum sekali perjalan hanya Rp50 ribu/orang berarti pergi pulang (pp) sebesar Rp100 ribu/orang.
Sumber devisa Peneliti dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Dr M Fauzi Sutopo mengatakan objek wisata Danau Tambing di Sulawesi Tengah indah dan sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.
“Saya baru lihat dan sangat kagum. Jika dikelola dengan baik dipastikan mendatangkan devisa yang besar bagi daerah dan negara,” katanya di sela-sela kunjungan ke Danau Tambing, beberapa hari lalu.
Danau Tambing dengan luas sekitar enam hektare itu terletak pada ketinggian sekitar 1.700 mdpl dan dapat dijangkau dengan kendaraan sepeda motor dan mobil.
Objek wisata itu juga sangat cocok untuk wisata penelitian dan pengamatan burung. Selain itu, para wisatawan juga bisa memancing berbagai jenis ikan yang hidup dan berkembang di danau.
“Rasanya mau tinggal beberapa hari di sini, sebab udaranya sangat segar dan pemandangan luar biasa,” ujar Fauzi yang khusus datang ke Palu untuk melakukan evaluasi dan penelitian jasa ekosistim, keindahan alam, penyerapan karbon dan pemanfaatan air di dalam Kawasan Taman Nasional.
Menurut dia, para wisatawan mancanegara pasti sangat suka berkunjung ke objek wisata ini, sebab ada banyak hal menarik yang bisa dinikmati para pengunjung.
Salah satu keunggulan dan keunikan dari Danau Tambing dan alam sekitarnya adalah mengamati dan mendengar suara burung yang indah dan menakjubkan.
“Saya mendapat informasi bahwa di sekitar 30 persen dari 263 jenis burung di Pulau Sulawesi ada di Danau Tambing,” tuturnya.
Mendengarkan kicauan berbagai jenis burung di Danau Tambing merupakan kenikmatan tersendiri dan belum pernah ada yang sama di daerah lain, termasuk di dunia.
“Objek wisata seperti ini benar-benar hanya ada di TNLL,” ucap Fauzi.
Jumlahnya cukup besar dan kebanyakan adalah burung endemik. “Dan ini yang banyak dicari oleh para wisatawan mancanegara,” ujar dia.
Ia mengatakan jika lokasi objek wisata ini dikelolah dengan baik dengan melengkapi sarana dan prasarana memadai, niscaya akan menghasilkan devisa besar bagi daerah maupun negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Komnas PA: Pemerintah Indonesia Harus Perhatikan Anak Korban Kekerasan Seksual

Jakarta, Aktual.co —Komisi Nasional Perlindungan anak (Komnas PA) mengharapkan agar Indonesia memiliki sistem rujukan bagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual.
Demikian disampaikan kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Jakarta Aris Merdeka Sirait  kepada wartawan, Selasa (4/11).
“Kami mengharapkan ke depannya Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan keberadaan anak yang menjadi korban kekerasan seksual dan membuat sistem rujukan nasional,” katanya.
Dikatakan Aris bahwa dengan adanya rujukan nasional tersebut anak korban kekerasan seksual bisa langsung dilakukan penanganan terhadap tempat rujukan itu.
Namun Aris menyayangkan kalau selama ini belum ada tempat untuk melakukan perawatan atau perlindungan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan sehingga korban yang dibayang-bayangi tragedi yang dialaminya.
“Sekali lagi kami berharap Pemerintahan Jokowi-JK bisa lebih memperhatikan kehidupan anak yang menjadi korban kekerasan agar mereka bisa pulih dari tragedi yang membuat mereka traumatis itu,” tuturnya.
Dikatakanya, berdasarkan data pusat korban kekerasan anak di Indonesia sebanyak 21 juta lebih anak yang telah menjadi korban kekerasan.
Dari 21 juta lebih anak yang mengalami korban kekerasan anak itu 58 persennya merupakan anak korban kejahatan ataupun kekerasan seksual yang saat ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
“Komnas Perlindungan anak meminta kepada pemerintah agar memprioritaskan anak karena Indonesia yang hebat harus bebas dan tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak,” tukasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Bayar Denda Rp60 Juta ke RI, Pesawat Arab Saudi  Diizinkan ke Australia‎

Kupang, Aktual.co – Setelah ditahan sekitar delapan jam di Bandara El tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Pesawat jenis Gulfstream IV dengan nomor penerbangan HZ-03 asing milik Arab Saudi diizinkan melanjutkan penerbangan ke Australia pada Senin (3/11) sekitar pukul 22.42 Wita.

Sebelumnya pesawat itu dipaksa mendarat di Bandara El Tari Kupang, oleh pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara, karena melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin.

‎Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara El Tari Kupang, Kapten Sigit yang dikonfirmasi, Selasa (4/11)  mengatakan, pesawat tersebut dilepas setelah Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta melengkapi dokumen surat izin terbang (Flight Clearance) di wilayah Indonesia, dan membayar denda Rp 60 juta yang akan disetor ke kas negara.

‎Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Keputusan Dirjen Perhubungan Udara, pesawat dikenakan denda karena masuk wilayah NKRI tanpa izin.

‎”Semua sudah clear yakni denda dan surat izin terbang, kemudian makan malam kemudian kami lepas untuk terbang,” ujarnya.

‎Menurutnya pesawat tidak mengangkut barang berbahaya. Kekurangan pesawat hanya tidak memiliki izin terbang di wilayah Indonesia. “Karena tidak punya izin dikenakan denda,” tambahnya.

‎Pesawat jenis Gulfstream IV dengan nomor penerbangan HZ-03 terdeteksi radar TNI Angkatan Udara di Makassar, Sulawesi Selatan sekitar 82 mil di selatan Kupang. Pesawat tersebut dianggap terbang gelap karena memiliki izin.

‎TNI kemudian mengirim dua pesawat tempur untuk memaksa pesawat mendarat. Setelah mendarat, seluruh kru dan penumpang diturunkan untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

‎Pesawat mengangkut 13 orang termasuk kru yang terdiri dari dua pilot Waleed Abdul Aziz dan Abdullah Aziz Ibrahim, dua co-pilot Muhammed Suliman dan Muhammed Saud, dan pramugari Kaitouni Oulaya dan Safa. Kemudian penumpang yakni Muhammed Dhafir, Sami Amadh, Muhammed Abdulah, Hussin Ali, Khalid Mushabbad, Atiah Ayed, dan Domino Domingo.

‎Sesuai pengakuan pilot Waleed Abdul Azis, tujuh penumpang pesawat berasal dari pemerintah Arab Saudi. Mereka adalah tim pendahulu yang akan mempersiapkan kunjungan pengeran Kerajaan Arab Saudi ke Australia.

Berita Lain