15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42452

Tes Warna Oli untuk Ketahui Kondisi Mesin Kendaraan

Jakarta, Aktual.co — Membeli kendaraan bekas/second, bukan menjadi masalah, jika mengerti cara untuk membedakan yang mana yang masih “sehat” atau tidak. Dan hal itu perlu pengetahuan khusus dan uji tes pastinya.

Bagi Anda yang ingin membeli kendaraan bekas, jangan hanya terpukau dengan kondisi fisiknya saja, tapi juga harus diperhatikan kondisi mesinnya. Hal ini agar tidak menyusahkan Anda kedepannya, karena kendaraan yang Anda beli sering keluar masuk bengkel, karena sering ngadat.

Untuk bisa mengetahui kondisi mesin kendaraan yang akan dibeli, masih bagus atau tidak, ada cara yang cukup sederhana untuk mengetahuinya, yaitu dengan melakukan tes warna oli yang muncul saat pergantiannya.

Dari hasil tes ini, Anda bisa mengetahui bagian-bagian mana dari mesin kendaraan yang Anda beli, yang mengalami kerusakan, terutama pada silinder kop.

Namun, untuk bisa melakukan pengetesan seperti itu, Anda harus datang ke bengkel, yang memiliki alat untuk tes warna oli, Silinder LeakageTester (SLT).

Dari hasil itu, biasanya akan ada tiga warna yang keluar dari oli tersebut. Yang pertama adalah, warna coklat kekuningan, putih pekat dan hitam.

Jika oli yang keluar berwarna coklat kekuning-kuningan, berarti kendaraan Anda baru menempuh jarak sekitar 1000-2000 km. Dengan tipikal warna seperti ini, mobil masih bisa dikatakan sehat dan normal belum ada kerusakan.

Kalau oli sudah berwarna hitam, ada dua kemungkinan yang terjadi pada kendaraan tersebut, bisa saja kendaraan itu baru menempuh perjalanan yang amat jauh, dan bisa juga, memang oli itu jarang diganti atau ada kemungkinan ada kerusakan mesin. Kalau menemukan hal ini, ada baiknya untuk mengecekkan kendaraan Anda ke bengkel.

Terakhir, jika oli berwarna putih, berarti oli sudah bercampur dengan air. Kalau seperti ini, berarti ada kemungkinan ada yang tidak beres dengan mesin Anda. Segera periksakan mobil Anda ke bengkel jika tidak ingin mengeluarkan uang banyak untuk kerusakan yang lebih parah.

Artikel ini ditulis oleh:

Legowolah Kejagung Dipimpin Ekternal

Jakarta, Aktual.co — Saat ini Presiden terpilih Joko Widodo yang baru dilantik pada 20 Oktober lalu, masih sibuk menggodok nama-nama menteri, pimpinan lembaga negara termasuk Jaksa Agung.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman, menduga salah satu penyebab batalnya pengumuman menteri di Tanjung Priok, kemarin lantaran masih ada tarik ulur untuk penentuan posisi Jaksa Agung, apakah dari eksternal atau internal Kejaksaan Agung.
“Tertundanya pengumuman kabinet juga disebabkan salah satunya karena ada tarik ulur apakah Jaksa Agung dari internal atau eksternal,” kata Boyamin dalam diskusi bertajuk “Mengukur Potensi Jaksa Agung dari kalangan Eksternal atau Internal” yang digelar Forum Wartawan Kejagung, di Kejagung, Kamis (23/10).
Boyamin berpendapat, usulan Jaksa Agung dari luar menguat walaupun ketika Jaksa Agung harus dari eksternal, akan terjadi resistensi dengan kalangan jaksa yang menginginkan internal.
Kendati demikian, lanjut Boyamin, guna melakukan pembenahan mendasar di lembaga kejaksaan, Presiden Jokowi harus menunjuk Jaksa Agung dari eksternal. Sebab, kata Boyamin, selama ini pembenahan di kejaksaan kurang maksimal.
“Indikatornya kepercayaan kepada Kejaksaan masih kalah terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hadirnya KPK karena ketidakpercayaan masyarakat kepada Kejagung dalam pemberantasan korupsi,” katanya.
Ia menambahkan, jika Kejaksaan bisa mengimbangi KPK atau setidaknya mendekati dalam hal pemberantasan korupsi maka Jaksa Agung boleh dari internal. 
“Tapi karena belum ke sana legowolah jika harus dari luar. Itu hukumannya,” kata Boyamin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Persipura Siap Terima Sanksi Komdis PSSI Terkait Insiden

Jakarta, Aktual.co — Juru bicara Persipura Jayapura, Rocky Bebena mengatakan tim “mutiara hitam” siap menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI, terkait insiden yang terjadi saat pertandingan menjamu Arema Cronous, di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (21/10) sore.

“Terkait insiden saat menjamu Arema Cronous pada dua hari lalu, kami (Persipura) siap menerima sanksi dari Komdis PSSI,” kata Rocky Bebena ketika dihubungi, Kamis (23/10).

Diketahui kemenangan tuan rumah Persipura Jayapura atas tamunya Arema Cronous dengan skor tipis 2-1 pada Selasa pekan ini, dinodai dengan aksi adu jotos antara pemain Persipura Ruben Sanadi dan Dendy Santoso pemain Arema.

Aksi ini akhirnya memicu ketegangan diantara dua kubu, kiper Kurnia Meiga yang coba menengahi kedua pemain tersebut, akhirnya mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari salah satu official atau panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura.

Official Persipura itu tertangkap kamera sedang mencekik leher kiper Kurnia Mega.

Rocky juga menyesalkan insiden itu, menurutnya peristiwa itu tidak seharusnya terjadi, tetapi sebagai salah satu klub profesional Persipura siap menerima konsukuensi dari peristiwa yang tidak mengenakkan bagi dunia sepak bola tanah air itu.

“Kita semua dibawah regulasi yang dikeluarkan oleh FIFA, PSSI dan PT Liga Indonesia, siapa pun dia yang melanggar peraturan pasti itu dikenai sanksi. Tapi yang disayangkan mengapa Arema mengatakan di media, bahwa PSSI selama ini menutup mata terkait sanksi dengan Persipura, dan Persipura di-anak emaskan,” katanya.

“Kata anak emas ini maksudnya apa? Apakah selama ini sanksi untuk Persipura tidak pernah diberikan. Buktinya, pemain kita buat kesalahan dilapangan, kena sanksi, kena denda, kena teguran, larangan bermain. Tidak ada yang di-anak emaskan, tidak ada seperti itu,” lanjutnya.

Menurutnya, seharusnya Singo Edan tidak membuat pernyataan yang tidak berlebihan di media, sehingga tidak ada polemik.

“Kita tidak usah memberikan pernyataan yang melebihi kapasitas dari Komdis dan Komisi Banding PSSI atau federasi. Kita bicara yang realistis saja,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mabes Polri Beri Sosialisasi SMAN 6

 Jakarta, Aktual.co — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyambangi SMA Negeri 6 Bulungan, Jakarta, Kamis (23/10). Kunjungan tersebut dilakukan guna membangun karakter kebangsaan dikalangan pelajar.
“Kami ingin mengingatkan kembali generasi muda akan pentingnya membangun karakter kebangsaan dikarenakan anak pelajar mudah mendapat pengaruh-pengaruh negatif di era global,” kata Boy saat dikonfirmasi wartawan, di SMA N 6 Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (23/10).
Boy menekankan, di era global ini para remaja mudah dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Jika hal ini dapat dipahami oleh pelajar maka teknologi yang berkembang secara pesat tidak akan merusak nilai luhur budaya bangsa yang dirumuskan dalam pancasila.
“Jika dipahami maka ini akan membuat mereka terhindar dari aksi-aksi kekerasan (tawuran, bully, tindak kekerasan lainnya) baik dikehidupan nyata ataupun dunia maya,” jelasnya.
Boy berharap dengan adanya sosialisasi ke setiap sekolah-sekolah, pelajar dapat memberikan rasa kasih sayang, cinta, serta peduli terhadap sahabat atau orang lain.
“Ini merupakan langkah prepentif pihak kepolisian, yang harus kita kerjasamakan dengan kalangan dunia pendidik. Untuk menekankan rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama warga Indonesia yang majemuk (agama, suku, ras),” tegas Boy.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Polres Jaktim Bekuk Pengedar Sabu di Cipinang

Jakarta, Aktual.co —Polres Jakarta Timur menangkap seorang tersangka pengedar narkoba berinisial ‘G’ (22) yang dibekuk dengan barang bukti sabu seberat 907,52 gram, hari Minggu (19/10) lalu.
Sabu itu disembunyikan oleh tersangka di dalam counter pulsa Dhiera Cell di Jalan Cipinang Latihan RT12/RW13 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
“Tersangka G sedang menunggu untuk transaksi kepada ‘I’ yakni seorang sipir Lembaga Permasyarakatan di Jakarta Timur. Dan kini sudah kita amankan untuk dimintai keterangannya,” kata Kasatres Narkoba Jakarta Timur, HKBP Afrizal, di Jakarta, Kamis (23/10).
Lanjut Afrizal, tersangka G mendapat suruhan dari seseorang berinisial Y untuk mengambil sabu di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat seberat tiga kilogram sabu.
“Selanjutnya sabu yang dibawa oleh G diserahkan kepada ‘H’ sebanyak dua kilogram. Lalu tersangka pulang ke apartemennya di Grogol Jakarta Barat dan memecah satu kilogram sabu menjadi 11 paket,” ujarnya.
Tersangka G mendapat upah 10 juta rupiah dari tersangka Y yang masih buron untuk tiap pengiriman.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya terangka akan dijerat paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Staf Konjen Inggris Datangi Polda Bali

Denpasar, Aktual.co — Robert Kevin Eliz (60) warga negara asing yang tewas dengan leher tergorok ternyata memiliki dua paspor yakni Inggris dan Australia. Sontak saja, dua Konsulat Jenderal Inggris dan Australia langsung mendatangi Polda Bali untuk memastikan kewarganegaraan Kevin.
“Korban memiliki dua paspor Inggris dan Australia,” jelas Kasatreskrim Polres Badung Ajun Komisaris Wisnu Wardana, Kamis (23/10).
Hal itu diketahui setelah istri korban menyerahkan paspor asal Australia. Sebelumnya, polisi menemukan paspor atas nama korban asal Inggris. Sementara itu, korban sendiri masuk ke Bali menggunakan paspor Australia.
“Paspor kami dapat dari istrinya, setelah dia menyatakan suaminya warga Australia. Dia lalu menyerahkan paspor Australia milik suaminya,” imbuh alumnus Akpol 2004 itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain