6 April 2026
Beranda blog Halaman 42464

Harga Premium Eceran Tembus Rp20 Ribu/Botol di Timika

Jakarta, Aktual.co —  Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang dijual secara eceran olrh para pedagang di Kota Timika dalam beberapa hari terakhir menembus Rp20 ribu per botol air kemasan (isi 1,5 liter).

“Kenaikan harga premium eceran sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir. Sebelumnya, premium eceran dijual pada kisaran Rp10 ribu-Rp12 ribu per botol air kemasan,” ujar salah satu pedagang premium eceran, Junaidi di Kota Timika, Senin (3/11).

Sementara itu, antrean panjang kendaraan roda dua dan empat terlihat di tiga SPBU di Kota Timika masing-masing SPBU Mimika Timur di bilangan Nawaripi, SPBU Timika Jaya di bilangan SP2 dan SPBU Buana Jalan Hasanuddin.

Meski pasokan premium dan solar tetap normal dari pihak join bersama (Jober) Pertamina Pelabuhan Paumako, namun penjualan premium lebih cepat habis dari biasanya.

Penanggung jawab SPBU Mimika Timur Nawaripi dan SPBU Timika Jaya SP2 Sayfuddin mengatakan pasokan premium dan solar dari pihak Jober Pertamina Pelabuhan Paumako masih tetap normal. Setiap hari kedua SPBU itu masing-masing dijatah 24 Kl premium dan lima hingga 10 Kl solar.

Namun akibat tingginya pembelian premium, bahan bakar tersebut langsung habis sekitar pukul 12.00 WIT. Padahal biasanya kedua SPBU menjual premium hingga pukul 20.00 WIT dan masih ada sisa stok untuk dijual pada hari berikutnya.

“Pasokan premium dari Jober Pertamina tetap normal. Kami jual sesuai aturan. Kalau soal adanya indikasi kelangkaan premium akibat adanya penimbunan, mungkin saja terjadi,” ujar Sayfuddin.

Di kedua SPBU itu juga terlihat jejeran antrean jerigen milik para pengusaha kapal dan perahu motor, pemilik mesin sensor kayu, pemilik alat berat yang beroperasi di galian C.

Pihak SPBU tidak berani untuk menolak permintaan pengisian premium pada jerigen-jerigen tersebut karena pemilik mengantongi surat rekomendasi dari sejumlah instansi di Pemkab Mimika, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Diskoperindag dan lainnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Mimika, Komisaris Polisi Arnolis Korowa, mengingatkan warga Timika agar tidak menimbun premium dan solar.

Polisi meminta warga melaporkan jika ada indikasi penimbunan premium dan solar oleh oknum-oknum tertentu sehingga memicu kelangkaan bahan bakar minyak di Kota Timika.

“Kalau ada warga yang sengaja menimbun BBM, tolong segera beritahukan kepada aparat untuk kita tindak tegas,” ujar Korowa.

Polres Mimika berharap agar tim terpadu bentukan Pemkab Mimika mengawasi dan menertibkan penjualan BBM bersubsidi di wilayah itu segera dioperasionalkan sehingga bisa mengatasi kasus kelangkaan BBM, apalagi sudah ada rencana pemerintah untuk segera menaikan harga BBM dalam waktu dekat.

Kepala Jober Pertamina Pelabuhan Paumako Timika, Tigor Simangungsong, hingga saat ini belum bisa dimintai keterangannya terkait kasus kelangkaan BBM jenis premium di Kota Timika.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sidang Perdana Korupsi TransJakarta

Mantan Kadishub DKI Jakarta Udar Pristono memberikan kesaksian pada sidang dugaan korupsi Bus Transjakarta dengan terdakwa Drajad Adhyaksa dan Seyito Luhu di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/11/2014). Udar yang juga tersangka dalam dugaan korupsi itu memberikan keterangan terkait kapasitasnya sebagai Kadishub DKI Jakarta dalam dugaan korupsi pengadaan TransJakarta sehingga menimbulkan kerugian negara Rp 392,7 miliar. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Ketum PKB Persilakan Jokowi-JK Naikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mempersilakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
“Silakan, PKB menyerahkan itu kepada pemerintah,” kata Muhaimin di Pondok Pesantren An-Nuriyah, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (3/11).
Muhaimin mengatakan, subsidi BBM memang memberatkan keuangan negara karena mencapai Rp 400 triliun. (Baca: Subsidi BBM Dicabut, Demonstran: Jokowi Bohong Besar)
Sebelumnya, aktivis Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 45 (GNP 33) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (3/11).
Mereka melakukan aksi tersebut lantaran menolak penaikan harga Bahan Bakar Minyak.
“Kalau alasannya subsidi BBM dicabut untuk membenahi anggaran belanja negara dan negara alami defisit, itu Jokowi bohong besar,” kata salah seorang orator demo dari atas mobil bak terbuka.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Piala Panglima TNI

Tim menembak TNI AD berhasil menyabet Piala Bergilir Panglima TNI tahun 2014 yang diserahkan langsung oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Ade Supandi, S.E., mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko saat menutup secara resmi kejuaraan Lomba Menembak Piala Panglima TNI tahun 2014 di Lapangan Tembak Kartika Markas Komando Divisi Infanteri I/Kostrad, Cilodong, Depok-Jawa Barat, Senin (3/11/2014). AKTUAL/PUSPEN TNI

Setya Novanto Apresiasi ‘Kartu Sakti’ yang Diterbitkan Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI Setya Novanto mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan “kartu sakti” untuk program kesehatan dan pendidikan gratis.
Bendahara Umum DPP Partai Golkar itu mengatakan, pihaknya mendukung adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dibagikan Presiden Jokowi melalui beberapa kantor pos.
“Sepanjang itu untuk kesejahteraan rakyat, betul-betul saya apresiasi bagaimana mendukung rakyat kecil,” kata Setya, di gedung DPR, Jakarta, Senin (3/11).
Setya yang juga penasehat fraksi Golkar di DPR mengatakan, kompensasi dari pemerintah untuk rakyat kecil memang harus menjadi perhatian dan prioritas.
Namun, kata eks anggota komisi III DPR itu, memang tujuannya hanya untuk rakyat yang kurang mampu dan bukan yang lain.
“Karena sekarang ini rakyat harus kita perhatikan betul-betul dalam kompensasinya berkaitan dengan rakyat kecil, infrastruktur untuk pendidikan, kesehatan, BLSM. Tentu semuanya harus ada hitungannya, tapi yakin itu sudah (dihitung) pemerintah,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Besaran UMK Masih Gelap

Malang, Aktual.co – Besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2015 masih belum diketahui. Pemkot Malang berharap usulan UMK sebesar Rp 1,8 juta bisa disetujui oleh Gubernur Jawa Timur. Usulan tersebut naik 18 persen dibandingkan besaran UMK Kota Malang tahun 2014 sebesar Rp 1.587.000.

‎Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, Kusnadi mengatakan, hingga saat ini Pemkot Malang terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait besaran UMK 2015 yang akan ditetapkan oleh Gubernur. “Kabarnya minggu ini kabar mengenai besaran UMK yang disetujui Gubernur akan segera turun,” kata Kusnadi, Senin (3/11).

‎Menurutnya, nilai Rp 1,8 juta yang diajukan Pemkot Malang merupakan jalan tengah dari besaran UMK yang diminta oleh pihak pengusaha dan pekerja. “Nilai Rp 1,8 juta itu sudah sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diperoleh dari hasil survei dengan pengupahan,” tutur Kusnadi.

‎Jika keputusan mengenai UMK 2015 telah dikeluarkan, maka Pemkot Malang akan segera memanggil pengusaha untuk melakukan sosialisasi. “Sejauh ini masih landai, belum ada protes dari pengusaha maupun pekerja terkait besaran UMK yang kita ajukan ke gubernur,” tandasnya. 

Berita Lain