6 April 2026
Beranda blog Halaman 42465

Ketum PKB Persilakan Jokowi-JK Naikan Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mempersilakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
“Silakan, PKB menyerahkan itu kepada pemerintah,” kata Muhaimin di Pondok Pesantren An-Nuriyah, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (3/11).
Muhaimin mengatakan, subsidi BBM memang memberatkan keuangan negara karena mencapai Rp 400 triliun. (Baca: Subsidi BBM Dicabut, Demonstran: Jokowi Bohong Besar)
Sebelumnya, aktivis Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 45 (GNP 33) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (3/11).
Mereka melakukan aksi tersebut lantaran menolak penaikan harga Bahan Bakar Minyak.
“Kalau alasannya subsidi BBM dicabut untuk membenahi anggaran belanja negara dan negara alami defisit, itu Jokowi bohong besar,” kata salah seorang orator demo dari atas mobil bak terbuka.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Piala Panglima TNI

Tim menembak TNI AD berhasil menyabet Piala Bergilir Panglima TNI tahun 2014 yang diserahkan langsung oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Ade Supandi, S.E., mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko saat menutup secara resmi kejuaraan Lomba Menembak Piala Panglima TNI tahun 2014 di Lapangan Tembak Kartika Markas Komando Divisi Infanteri I/Kostrad, Cilodong, Depok-Jawa Barat, Senin (3/11/2014). AKTUAL/PUSPEN TNI

Setya Novanto Apresiasi ‘Kartu Sakti’ yang Diterbitkan Presiden Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI Setya Novanto mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan “kartu sakti” untuk program kesehatan dan pendidikan gratis.
Bendahara Umum DPP Partai Golkar itu mengatakan, pihaknya mendukung adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dibagikan Presiden Jokowi melalui beberapa kantor pos.
“Sepanjang itu untuk kesejahteraan rakyat, betul-betul saya apresiasi bagaimana mendukung rakyat kecil,” kata Setya, di gedung DPR, Jakarta, Senin (3/11).
Setya yang juga penasehat fraksi Golkar di DPR mengatakan, kompensasi dari pemerintah untuk rakyat kecil memang harus menjadi perhatian dan prioritas.
Namun, kata eks anggota komisi III DPR itu, memang tujuannya hanya untuk rakyat yang kurang mampu dan bukan yang lain.
“Karena sekarang ini rakyat harus kita perhatikan betul-betul dalam kompensasinya berkaitan dengan rakyat kecil, infrastruktur untuk pendidikan, kesehatan, BLSM. Tentu semuanya harus ada hitungannya, tapi yakin itu sudah (dihitung) pemerintah,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Besaran UMK Masih Gelap

Malang, Aktual.co – Besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2015 masih belum diketahui. Pemkot Malang berharap usulan UMK sebesar Rp 1,8 juta bisa disetujui oleh Gubernur Jawa Timur. Usulan tersebut naik 18 persen dibandingkan besaran UMK Kota Malang tahun 2014 sebesar Rp 1.587.000.

‎Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, Kusnadi mengatakan, hingga saat ini Pemkot Malang terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait besaran UMK 2015 yang akan ditetapkan oleh Gubernur. “Kabarnya minggu ini kabar mengenai besaran UMK yang disetujui Gubernur akan segera turun,” kata Kusnadi, Senin (3/11).

‎Menurutnya, nilai Rp 1,8 juta yang diajukan Pemkot Malang merupakan jalan tengah dari besaran UMK yang diminta oleh pihak pengusaha dan pekerja. “Nilai Rp 1,8 juta itu sudah sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diperoleh dari hasil survei dengan pengupahan,” tutur Kusnadi.

‎Jika keputusan mengenai UMK 2015 telah dikeluarkan, maka Pemkot Malang akan segera memanggil pengusaha untuk melakukan sosialisasi. “Sejauh ini masih landai, belum ada protes dari pengusaha maupun pekerja terkait besaran UMK yang kita ajukan ke gubernur,” tandasnya. 

Disdik DKI: Penerapan KIP dan KJP Jangan Tumpang Tindih

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk membahas peluncuran Kartu Indonesia Pintar yang diluncurkan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, hari ini Senin (3/11). 
Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan DKI, Lasro Marbun, meski menyambut baik peluncuran itu, namun pertemuan perlu dilakukan untuk membahas kemungkinan terjadinya tumpang tindih antara penerapan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang sudah lebih dulu diberlakukan di DKI Jakarta.
Untuk itu, kata Lasro harus dilakukan evaluasi kembali sehingga tidak terjadi penerima ganda. Evaluasi direncanakan dilakukan beberapa saat setelah KIP diluncurkan.
”Kita akan melakukan singkronisasi data dengan Pemerintah Pusat, tapi itu nanti setelah ini (peluncuran). Kita lihat dulu keberlangsungannya baru evaluasi,” ujar Lasro, di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Senin (3/11).
Lasro berpendapat untuk menghindari tumpang tindih, maka bantuan KIP bisa dialihkan kepada siswa yang belum menerima KJP. Karena hingga saat ini penerapan KJP memang belum menyebar merata. Sehingga penerapan KIP dianggap bisa membantu program KJP di Jakarta. 
Seperti diketahui, penerapan program KJP di tahun 2013 sendiri tidak berlangsung mulus. Indonesian Corruption Watch (ICW) di bulan Maret 2014 lalu menemukan banyaknya salah sasaran di penerapan KJP. 
Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW Fedri Hendri, jumlah penerima KJP yang tidak tepat sasaran selama 2013 mencapai 19,4 persen. Di mana banyak penerima KJP yang tidak menerima KJP, sedangkan nama mereka muncul dalam daftar. Saat itu ICW menyarankan agar Pemprov DKI memperbaiki sistem pendataan penyaluran KJP.
Dari temuan ICW, faktor yang menyebabkan salah sasaran di KJP antara lain adalah penerapan sistem kuota. Di mana lewat sistem itu semua sekolah memiliki kuota yang sama untuk jumlah penerima KJP. 
Padahal, menurut Hendri, jumlah siswa yang butuh KJP berbeda-beda di tiap sekolah. “Karena itu harus ada database dengan ranking supaya ketahuan mana siswa yang mendapat prioritas, mana yang tidak.” 
Sedangkan Minggu lalu, Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mengatakan akan memperketat pencairan dana KJP bagi siswa. Di mana siswa tak lagi bisa langsung mencairkan dana tunai. Dengan begitu yang berhak mengajukan kebutuhan siswa adalah dari pihak kepala sekolah dan guru di sekolah siswa. Dana pun diberikan tidak lagi tunai.

Artikel ini ditulis oleh:

600 Keluarga di DKI Terima Kartu Indonesia Sehat

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 600 kepala keluarga tidak mampu di DKI Jakarta menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang diserahkan Presiden Joko Widodo secara simbolis di Kantor PT Pos Indonesia Jakarta Pusat, Senin (3/11).
Petugas dari Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan “Di Jakarta Pusat, terdapat terdapat 150 kepala keluarga yang mendapat KIS pada hari ini,” Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Bambang Widianto saat menyaksikan peluncuran KIS, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Kesejahteraan Sosial dan E-Money.
Sebanyak 450 kepala keluarga lainnya yang tinggal di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan juga mendapatkan bantuan itu.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Pos Jalan Pemuda, Kantor Pos Kebon Bawang, Kantor Pos Fatmawati dan Kantor Pos Mampang.
“Jumlah warga tidak mampu yang mendapat bantuan it sebanyak 2.775 orang,” kata Bambang Widianto.
Bambang mengemukakan program itu dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia. Dalam dua bulan ke depan, pemerintah menargetkan satu juta warga tidak mampu mendapatkan bantuan itu.
“Program ini dilaksanakan sambil dievaluasi dan diperbaiki. Itu dilakukan karena kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain