14 April 2026
Beranda blog Halaman 42509

Eks Pemain Barca dan Madrid: Messi Tetap Nomor Satu

Jakarta, Aktual.co — Bekas pemain Barcelona dan Real Madrid Robert Prosinecki menyebut penyerang Argentinya, yang juga ujung tombak Barcelona Lionel Messi masih pemain terbaik dunia.
Namun, belakangan Messi memang tampil kurang optimal, terutama setelah mengalami cedera musim lalu.
Meski demikian, baginya Messi tetap yang terbaik. Bahkan, Messi tetap nomoe satu.
“Bagi saya, Messi tetap nomor satu. Baiklah, mungkin musim lalu penampilannya memang kurang bagus. Namun dalam tiga musim sebelumnya, Messi menunjukkan penampilan yang belum pernah ditunjukkan pemain lain sebelumnya,” kata Prosinecki kepada Jutarnji List.

Artikel ini ditulis oleh:

Hujan Deras Akibatkan Bencana Banjir di Aceh

Jakarta, Aktual.co —Ribuan rumah penduduk di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, terendam banjir, menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (1/11).
Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Minggu, banjir dengan ketinggian air antara 50 sampai 160 Cm tersebut melanda 38 desa di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji Tengah, Labuhan Haji Timur, Meukek, Sawang, Samadua dan Kecamatan Tapaktuan.
Selain itu, hujan lebat juga mengakibatkan tanah longsor di Gunung Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur, sehingga arus transportasi dari arah Banda Aceh menuju Medan, Sumatra Utara, maupun sebaliknya terputus sejak Sabtu.
Camat Labuhan Haji Timur Dicki menyebutkan tanah longsor di Gunung Peulumat tersebut mengakibatkan satu unit mobil truck interkuler terbalik saat hendak menerobos tumpukan tanah longsor yang menutupi badan jalan.
Antrean kendaraan cukup panjang dari dua arah selama beberapa jam tidak terhindarkan. Arus kendaraan kembali normal sekitar pukul 23.00 WIB setelah mobil interkuler tersebut diangkat menggunakan alat berat yang diterjunkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Aceh Selatan dibantu Satlantas Polres setempat.
“Saat ini arus transportasi sudah normal kembali, setelah tumpukan tanah longsor tersebut dibersihkan menggunakan alat berat oleh pihak Dinas PU dan petugas Satlantas Polres Aceh Selatan,” sebutnya.
Dicki menambahkan, musibah banjir itu juga menyebabkan ribuan hektare sawah milik warga terendam dan merusak atau menghanyutkan padi yang sudah siap panen.
“Kerugian yang paling berat dialami warga dalam musibah banjir kali ini adalah hanyutnya padi yang siap dipanen,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Labuhan Haji Tengah, Gusmawi Mustafa melaporkan, banjir kali ini tergolong terparah sepanjang sejarah yang terjadi di Kecamatan Labuhan Haji.
Hal itu dapat dibuktikan, ujarnya, dari banyaknya rumah penduduk yang terendam banjir yakni mencapai ribuan unit. Dan juga ketinggian air yang merendam rumah-rumah warga lebih dari satu meter.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Saran KNTI ke Menteri Kelautan Untuk Berantas Pencurian Ikan

Jakarta, Aktual.co — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyatakan ada sejumlah strategi operasional yang harus dilaksanakan Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperkuat lumbung pangan perikanan.
Ketua Dewan Pembina Pusat KNTI, M Riza Damanik, dalam surat elektroniknya diterima di Riau, Minggu (2/11) mengatakan upaya pertama yang bisa dilakukan kementerian adalah memberantas pencurian ikan.
Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan untuk melakukan moratorium, menurut Riza, harus diikuti tiga strategi operasional.
Yakni perlu dimulai dengan memeriksa kapal ikan eks asing. Karena meski mendapat izin dari KKP, di antara kapal tersebut masih menggunakan ABK asing dan mendaratkan ikannya di luar negeri.
Sedang upaya kedua, menteri harus mengecek kesesuaian bobot (GT) kapal dengan izin yang dipegang pengusaha. 
“Dari sini akan diketahui praktik “under-reported” baik bobot, jumlah ikan yang dilaporkan, termasuk kebocoran BBM bersubsidi,” katanya.
Upaya ketiga, pemerintah harus memantau jumlah izin dengan realisasi pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI). Maka akan diketahui sederet perusahaan yang tidak menjalankan hilirisasi produk perikanan sesuai prasyarat perijinan.
Jika ketiganya dilakukan, kata Riza, maka bisa menyelamatkan sekurang-kurangnya Rp1,3 triliun PNBP.

Artikel ini ditulis oleh:

Terjebak di Sungai Deras, Seorang Ibu Berhasil Diselamatkan SAR

Padang, Aktual.co —Seorang ibu bernama Nola Gusrianti (26) berhasil diselamatkan saat terkepung air sungai yang tiba-tiba meluap di kawasan Lubuk Minturun, Balai Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (2/11) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kasi Operasi Kantor SAR Padang, Juanda Sodo menyebut korban terkepung air sungai saat tengah bermandian di sungai  bersama keluarganya.
Tiba-tiba hujan berintensitas tinggi langsung mengguyur hingga membuat air sungai membesar. Akibatnya si ibu terjebak di tengah dataran agak tinggi di tengah sungai yang airnya tiba-tiba deras.
Beruntung, seorang supir taksi melihat kejadian itu dan kemudian melaporkan ke SAR setempat.
“Setelah mendapatkan informasi, kita langsung ke lokas kejadian,” kata Juanda, di Padang, Minggu (2/11).
Selang dua jam, tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB, akhirnya korban dapat terselamatkan oleh tim Basarnas dibantu oleh warga sekitar. 
“Sekitar jam lima sore, korban dapat kita evakuasi dengan selamat,” jelasnya.
Untuk diketahui, diperkirakan peristiwa ini terjadi karena curah hujan yang terus tinggi melanda Kota Padang selama sepekan belakangan. 
Tak hanya di Kota Padang, dua hari yang lalu, Kota Solok juga dilanda bencana banjir yang mengakibatkan ribuan rumah terendam.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Pangkal Pinang Identifikasi Pemuda Korban Pembunuhan

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Resor Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengindentifikasi sesosok mayat pemuda korban pembunuhan yang ditemukan di Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Minggu (2/11).
“Korban diidentifikasi bernama Canggi (18) merupakan pemuda asal Lampung. Korban ditemukan tewas sekitar 4 meter dari pinggir jalan di bawah batang bambu. Kondisi korban mengalami luka bekas bacokan sepanjang 20 cm dengan lebar menganga sekitar 2 cm pada sisi kanan kepala hingga telinga,” kata Kapolres Pangkalpinang AKBP Nur Romdhoni melalui Kabag Ops Kompol Raspandi.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, korban merupakan warga pendatang asal Lampung yang bekerja sebagai buruh harian. Korban beserta ayahnya baru menetap di Keluarahan Air Mangkok sekitar 18 hari.
“Korban pertama kali ditemukan oleh Ketua RT 3, RW 4, Kelurahan Sinar Bulan, Hendri Winarto dan sekretaris kelurahan sekitar pukul 08.00 WIB. Saat melihat korban yang sudah berlumuran darah, mereka langsung menghubungi aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti,” kata dia.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, Tim Identifikasi Polres Pangkalpinang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi penemuan korban hingga sepanjang sekitar 300 meter terdapat ceceran darah.
Selain itu, di sekitar TKP juga ditemukan sebatang kayu yang diduga sempat digunakan sebagai senjata untuk memukul. Termasuk sepasang sandal japit yang terpisah beberapa meter. Di dalam selokan tempat ditemukannya darah, juga ditemukan sebuah bungkusan yang diduga paket sabu.
“Setelah dilakukan olah TKP, korban langsung dibawa ke RSUD Depati Hamzah untuk dilakukan pemeriksaan visum fisik luar saja, karena pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi. Hingga saat ini, kasus pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan Polres Pangkalpinang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir, Dua Desa di Kabupaten Terisolasi

Medan, Aktual.co —Akibat banjir sejak sepekan lalu, Desa Simpang Empat dan desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara terisolasi.
Kepala Desa Simpang Empat, Abdul Basid Lubis mengatakan kedua desa yang dihuni 455 Kepala Keluarga itu terisolasi lantaran jalan dan jembatan yang biasa digunakan sebagai jalur transportasi tergenang air.
Untuk menuju ke desa yang terjebak banjir pun harus menggunakan sampan atau perahu.  “Sejauh ini fasilitas jalan terputus,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (2/11).
Dijelaskannya, sampai saat ini warga ada yang sudah mengungsi dan ada juga yang pindah ke tempat familinya. Namun sejumlah warga juga memilih bertahan di rumah.
Sarman, seorang warga mengaku sudah lima hari ini memilih bertahan di rumah. “Lima hari, ini gak ngungsi, gimana lah, mau ngungsi anak saya sekolah, khawatir juga, kan jauh. Ini belum ada didatangi pemerintah dan bantuan juga belum ada,” tutur seorang warga yang memilih bertahan dirumahnya, Sarman.
Sementara itu, sebagian warga korban banjir yang memilih mengungsi akhirnya bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan seadanya di posko sementara. “Tidur di tenda ini malam, tidur seadanya, belum ada bantuan dari pemerintah, saya bersama anak dan keluarga lainnya. Rumah saya terendam banjir,” ujar Masniati, warga yang memilih mengungsi di posko pengungsian.
Menurut Masniati, warga menyesalkan masih minimnya perhatian pemerintah terhadap para pengungsi korban banjir. Di mana hingga kini belum ada bantuan logistik yang disalurkan.  
Sementara itu, kepala BPBD Asahan, Zulkarnain menuturkan untuk menanangi pengungsi korban banjir, pihaknya telah mendirikan sebanyak 4 tenda. 
“Ini didirikan 4 tenda, didirikan disekitar perbatasan dengan Sei Dua , kapasitas tenda sekitar 20 orang. Sampai sejauh ini belum ada warga yang dievakuasi, rencananya bakal dievakuasi,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain