8 April 2026
Beranda blog Halaman 42656

Indonesia Turunkan Lima Petenis di SEA Games Singapura

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Besar Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PB Pelti), akan menurunkan masng-masing lima petenis putra dan putri pada ajang SEA Games 2015 di Singapura.

“Kami coba tetap akan menurunkan lima atlet tenis putra-putri untuk ajang SEA Games di Singapura pada 2015 walaupun kuotanya hanya empat petenis,” kata Ketua Sub Pembinaan Prestasi PB Pelti yang juga Pelatih Tim Nasional Tenis, Roy Johanes Therik di Jakarta, ditulis Selasa (28/10).

Roy mengatakan pihaknya cukup heran atas surat keputusan dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) yang hanya memberikan jatah kuota empat petenis saja untuk mengikuti SEA Games.

“Nanti akan dibicarakan bersama Pengurus Besar agar Pelti tetap bisa menurunkan lima petenis Indonesia,” katanya.

Selain itu dia menjelaskan seharusnya untuk atlet Tenis yang akan diturunkan di “multi event” seperti Asian Games dan SEA Games harus menjadi tanggung jawab penuh dari pemerintah.

“Lebih baik atlet yang ikut berbagai kejuaraan dunia harusnya sering mengikuti ‘tryout’ ke luar dan ‘training camp’,” katanya.

Dia mengatakan perlunya “Training Camp” dan “Try Out” dapat memudahkan petenis dalam membaca kondisi kekuatan dan kelemahan lawan.

“Kalau ajang ‘multi event’ petenis harusnya mengikuti puluhan ‘tryout’ tapi kami disini untuk dapat satu kali ‘tryout’ saja susahnya bukan main sementara Thailand sudah 18 kali,” katanya.

Dia berharap dengan terpilihnya Menteri Pemuda dan Olah raga baru Imam Nahrowi dapat bekerja sama dan membantu semua Pengurus Besar cabang olah raga dan dapat membuat trobosan terbaru untuk kemajuan di Indonesia.

“Sebagai pimpinan tertinggi olah raga Indonesia maka dengan hal tersebut dapat mengajak perusahaan negara dan swasta untuk membantu serta mendukung olah raga Indonesia, kalau olah raga meningkat maka Indonesia bisa punya prestasi yang lebih baik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Dia Jaksa Agung Ideal Versi KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan sosok Jaksa Agung yang baru adalah figur yang profesional dan berintegritas tinggi. Jaksa Agung yang baru juga harus cepat menguasai masalah dan bisa memanage sumber daya manusia di kejaksaan.
Wakil Ketua KPK Zulkarnaen berharap, bahwa Jaksa Agung ke depan adalah sosok yang mempunyai kompetensi dan berintegritas.
“Mempunyai kompetensi dan kemampuan sehingga dapat melaksanakan tugas secara baik dan bagus. Selain itu mampu memanage SDM dan cepat menguasai permasalahan yang ada di kejaksaan,” kata Zulkarnaen di kantornya, Jakarta, Senin (27/10).
Dia mengatakan, selama ini banyak permasalahan mendasar yang belum terselesaikan di kejaksaan. Namun, saat disinggung permasalahan apa yang belum selesai di korps Adhiyaksa itu, Zulkarnaen, mengaku, biar nanti Jaksa Agung yang baru yang menyampaikannya.
“Kalau masalah itu tidak diselesaikan segera, akan berputar disitu-situ saja. Karena itu untuk menyelesaikan semua persoalan tersebut dibutuhkan sosok yang profesional namun berintegritas,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tentara Lebanon Kembali Kuasai Kawasan Tripoli

Jakarta, Aktual.co — Tentara Lebanon menguasai kembali satu kawasan di Tripoli Senin, tempat ribuan warga sipil telah melarikan diri dari pertempuran mematikan dengan para militan yang memerangi tentara di seantero kota itu selama tiga hari.
“Tentara mengendalikan sepenuhnya benteng Bab al-Tebbaneh setelah mereka bergerak ke distrik tersebut tanpa menemui perlawanan,” kata seorang juru bicara militer, seperti yang dikutip dari kantor berita AFP, Senin (27/10).
“Tentara telah menguasai Bab al-Tebbaneh,” kata jubir itu, seraya menambahkan bahwa para serdadu telah menahan 162 militan sejak Jumat.
Tentara mengeluarkan satu pernyataan yang menyerukan para militan yang masih kabur untuk menyerahkan diri.
Para serdadu melancarkan pencarian dari rumah ke rumah sementara mereka bergerak maju dan menyita beberapa senjata.
Ribuan warga sipil telah melarikan diri dari kawasan yang dihuni 100.000 orang pengikut Sunni selama masa tenang Ahad malam.
Sedikitnya lima warga sipil dan 11 serdadu tewas di Tripoli sejak para militan melancarkan serangan yang tak disangka-sangka di distrik pasar tengah Jumat.
Untuk pertama kali kekerasan yang mematikan telah melanda jantung kota kedua terbesar dan bersejarah itu di Lebanon, yang terkena imbas kekerasan dari perang saudara di Suriah, negara tetangganya, selama lebih tiga tahun.
Jalan-jalan sepi Senin, bahkan orang-orang yang berada di kawasan-kawasan yang jauh dari pertempuran sangat takut keluar rumah.
Kendaraan-kendaraan terbakar di ujung Bab al-Tebbaneh dan kebakaran yang melanda rumah-rumah dan toko-toko.
Suasana mencekam sepanjang malam sementara orang-orang dari semua usia meninggalkan kawasan tersebut.
Banyak wanita keluar rumah dengan mengenakan piyama, menangis ketika mereka dan para pria dicari oleh tentara dan pasukan intelejen.
Pria-pria membawa anak-anak dan orang tua yang terlalu lemah untuk berjalan.
Sekolah-sekolah dan universitas ditutup di Tripoli Senin akibat kekerasan tersebut.
Bentrokan-bentrokan di kota di pesisir itu sering terjadi antara militan Sunni yang bersimpati dengan pemberontak di Suriah dan warga pengikut Alawit yang setia dengan rezim Damaskus.
Tentara juga mendapat serangan oleh kelompok Sunni yang menudingnya berkolusi dengan Hizbullah, kelompok militan Syiah, dalam campur tangan di konflik Suriah di pihak rezim itu.

Boko Haram Manfaatkan Sandera Perempuan di Garis Depan

Jakarta, Aktual.co — Boko Haram memanfaatkan para perempuan muda yang mereka culik untuk kegiatan penyerangan di garis depan.
Pengamat Hak Asasi Manusia menyatakan hal itu berdasar keterangan puluhan mantan sandera yang mengalami pelecehan fisik dan kejiwaan ketika berada di tangan kelompok fanatik tersebut.
Kelompok Boko Haram diduga menculik 30 anak termasuk gadis-gadis yang termuda berusia 11 tahun di negara bagian Borno, pada akhir pekan.
Seminggu sebelumnya sekitar 40 perempuan dan gadis-gadis diculik dari daerah Adamawa di dekat Borno.
Kedua penculikan — dan kekerasan yang berlajt di barat laut Nigeria dan Kamerun utara — telah meragukan tuntutan pemerintah untuk mengadakan gencatan senjata untuk membebasan 219 siswi yang diculik sejak April.
Dalam laporan HAM, seorang peempuan berusia 19 yang ditawan selama tiga bulan tahun lalu dipaksa ikut serta dalam serangan-serangan Boko Haram, “Saya disuruh memegang peluru dan berbaring di rerumputan sementara mereka berjuang. Mereka akan datang kepada saya untuk meminta peluru tambahan ketika pertemputan berlangsung pada siang hari,” katanya.
“Ketika pasukan datang dan mulai menembaki kami, saya merasa sangat ketakutan. Para penyerang menyeret saya ketika melarikan diri ke pengkalan.” Dalam operasi lain, Dia mengatakan ia bertugas menyerahkan sebilah pisau untuk membunuh salah satu dari lima tahanan sipil yang dibawa ke markas untuk dihukum mati.
“Saya gemetar akibat kengerian dan mmebuat saya tidak dapat berbuat apa-apa. Istri pimpinan markas mengambil pisau dan menikam mati pria itu,” katanya.
Gelombang serangan bom bunuh diri oleh perempuan pada awal tahun ini menimbulkan spekulasi bahwa Boko Haram kemungkinan memanfaatkan perempuan dan gadis-gadis korban penculikan untuk melakukan penyerangan tersebut.
Namun belum ada bukti nyata untuk membuktikan apakah para penyerang itu adalah korban penculikan atau relawan yang melakukannya secara sukarela.

Artikel ini ditulis oleh:

Malaysia Setuju Pengunduran Jadwal BIMP-EAGA

Jakarta, Aktual.co — Tuan rumah Malaysia, menerima permintaan kontingen Sulawesi Selatan terkait pengunduran jadwal pelaksanaan BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina-East Asean Growth Area) VIII di Labuan Malaysia, 6-10 Desember 2014.

Sekretaris BIMP-EAGA Sulsel, Nukhrawi Nawir, mengatakan dengan pengunduran ini membuat pihaknya bisa fokus menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja di Jawa Timur, 6-10 Desember 2014.

“Saya sudah menerima email dari pihak penyelenggara terkait pengunduran jadwal BIMP-EAGA. Kami dari Indonesia khususnya Sulsel tentu bisa bernafas lega karena bisa lebih fokus menghadapi PON Remaja di Jawa Timur,” jelasnya di Makassar, Sulsel, Senin (27/10).

Meskipun pihak penyelenggara sudah menyetujui usulan penundaan, kata dia, tapi pihak penyelenggara belum merilis jadwal baru. Panitia masih akan membahasnya bersama seluruh peserta yang direncanakan awal November 2014.

Penundaan ini tentu menjadi harapan seluruh peserta BIMP-EAGA dari Indonesia bagian Timur yakni Kalimantan, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

“Kita kembali diundang mengikuti rapat bersama untuk penentuan jadwal terbaru. Kami tentu bersyukur dan mengapresiasi keputusan penyelenggara yang tetap mengutamakan faktor persahabatan dalam kegiatan ini,” katanya.

Kontingen Sulsel sebelumnya telah mengajukan surat permintaan pengunduran jadwal BIMP-EAGA 2014 karena bertepatan dengan pelaksanan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I 2014.

Menurut dia, jika tetap dilaksanakan sesuai jadwal awal, maka tentu akan menggangu konsentrasi tim atau provinsi yang berada di Timur Indonesia.

Sesuai rencana awal, Kontingen Sulsel akan mengikuti tujuh dari 10 cabang olahraga yang dipertandingkan. Pengurus BIMP-EAGA Sulsel juga mengaku sudah memiliki anggaran untuk tampil pada ajang tersebut.

Tujuh cabang yang akan diikuti itu yakni pencak silat, atletik, sepak takraw, futsal, voli pasir, panahan, serta bulu tangkis. Sementara tiga cabang yang tidak diikuti masing-masing sepak bola, basket dan boling.

Khusus cabang olahraga yang tidak akan diikuti, kata dia, berdasarkan sejumlah pertimbangan diantaranya kesiapan atlet dan persoalan kebutuhan anggaran yang cukup besar. Kontingen Sulsel tidak memiliki atlet boling, sedangan basket dan sepak bola memang ada namun terkendala anggaran yang besar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemilu Ukraina, Kelompok Nasionalis Radikal Ditinggalkan Pemilih

Jakarta, Aktual.co — Pemilihan anggota parlemen Ukraina menunjukkan adanya pergeseran dukungan dari kelompok pro-Rusia dan Nasionalis Radikal yang berpindah ke kelompok Moderat yang cenderung menggabungkan ekonomi pasar dan nilai-nilai konservatif Eropa Timur.
Kemenangan pada hari yang menegangkan tersebut diraih oleh Blok Presiden Petro Poroshenko dan kelompok Barisan Nasionalis Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk.
Presiden pro-Barat dan Perdana Menteri nasionalis Ukraina, yang dipercaya menjadi pemberi pinjaman dana kepada negara-negara di dunia seperti IMF sedang dihadapkan pada sisa masa jabatan yang penuh masalah.
Beberapa analis mengatakan bahwa terdapat sebuah kemungkinan, dimana kelompok tersebut dapat memenuhi suara yang diperlukan untuk kemudian membentuk pemerintahanya.
“Para pemilih masih mempercayai kepemimpinan saat ini,” kata Volodymyr Fesenko dari lembaga penelitian politik Penta di Kiev.
“Tapi para pemilih ingin mereka bekerja sama dan tidak saling berseteru.” Pemilu tersebut diwarnai dengan partisipasi partai-partai baru seperti partai yang beraliran konservatif dan relijius yang hanya dikenal di Ukraina.
Tapi para ekstremis seperti kelompok sektor kanan, yang menganggap Kremlin sebuah organisasi fasis, gagal menggapai ambang batas lima persen yang proporsional untuk memasukkan perwakilannya ke parlemen.
Beberapa pendukung sayap kanan berhasil menghalangi Partai Komunis pro-Rusia meraih kursi di Ukraina untuk pertama kali sejak partai ini didirikan Lenin hampir satu abad yang lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain