7 April 2026
Beranda blog Halaman 42657

Menpora Diharapkan Bisa “Blusukan”

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekjen Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), Abdurrahim, mengharapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) baru, Imam Nahrawi “blusukan” melihat kondisi olahragawan di Tanah Air dan mencarikan solusinya.

“Agar Menpora yang baru bisa memberikan pencerahan bagi olahraga Indonesia, bisa mendengarkan keluhan-keluhan dan kehendak olahragawan,” kata Abdurrahim di Jakarta, Senin (27/10).

Abdurrahim berharap, Menpora segera mengumpulkan segenap pengurus besar olahraga untuk menanyakan langsung apa saja kendala dan permasalahan di lapangan, agar terjalin sinergi antara pemerintah dan pelaku olahraga.

Semoga pembinaan olahraga berjalan secara baik, teratur, dan berkesinambungan, katanya. Selain itu, mudah-mudahan dana dari pemerintah tidak tersendat supaya program latihan atlet berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menyebutkan bahwa kendala yang paling sering dihadapi adalah tersendatnya pencairan dana dari pemerintah sebagai penunjang kegiatan olahraga. Padahal, kata dia, hal tersebut berpengaruh pada pembinaan olahraga.

“Kalau dananya tersendat, pembinaan bisa terganggu, mau uji coba tapi dananya belum siap maka pembinaan akan terganggu, itu dampaknya besar bagi pembinaan itu sendiri,” kata dia.

Ia berharap Imam Nahrawi meneruskan kebiasaan Joko Widodo (kini Presiden) yang sewaktu menjadi Gubernur DKI Jakarta sering “blusukan”.

Menpora, katanya, perlu “blusukan”, khususnya dalam mempersiapkan tim untuk Sea Games 2015, dan tuan rumah Asian Games 2018.

“Harus seperti Jokowi, datang, melihat, dan kalau perlu tinjau langsung bagaimana aktivitasnya, tempatnya bagaimana, apa alat yang dipakai, begitu juga dengan yang lain,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Urusan Parkiran di Jakarta Diusulkan Dikelola Swasta

Jakarta, Aktual.co —Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengusulkan pengelolaan parkir di Jakarta diserahkan penanganannya ke swasta.
“Kalau diswastakan pemerintah provinsi tinggal narik retribusinya. Ngapain pemda mengurusnya. Apalagi kontribusinya jelas,” kata politisi Gerindra itu di Jakarta, Senin (27/10).
Jika parkir dikelola swasta dan mengalihkan ke parkir gedung, kata Taufik, maka penyiapan sarana dan prasarananya akan dilakukan pihak ketiga melalui survei untuk memastikan peluang usaha.
Sehingga Pemda tak perlu lagi memikirkan soal gedung atau lahannya. “Ini pasti akan lebih baik,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.
Terkait penertiban yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI instansi terhadap praktik parkir liar, menurutnya bisa dilakukan asal lahan parkirnya sudah disediakan.
“Masa larang parkir tapi nggak tahu parkirnya di mana. Harus dipahami bahwa ketika membawa kendaraan itu adalah bagian dari kebutuhan karena angkutan umum belum memadai,” katanya.
Apalagi, kata dia, warga naik angkutan umum karena terpaksa.
Sebelumnya, Pakar Perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengusulkan Pemerintah Provinsi DKI mengalihkan parkir sisi jalan ke parkir gedung seperti yang sudah dilakukan di sejumlah negara.
Model parkir ini selain memberikan kontribusi juga dapat mengatasi kemacetan lalu lintas yang salah satunya diakibatkan oleh parkir kendaraan di sisi jalan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rossi Gembira Bisa Naik Podium di Sirkuit Sepang

Jakarta, Aktual.co — Pebalap MotoGP dari tim Yamaha Moviestar, Valentino Rossi, mengungkapkan kegembiraannya setelah berhasil kembali naik podium di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (26/10).

“Sudah lama saya tidak naik podium di Malaysia. Tahun lalu saya frustasi karena kalah sepuluh detik dari posisi pertama. Meski hanya di tempat kedua, saya tidak peduli, ini kemenangan yang fantastis,” tutur pebalap berusia 33 tahun, seperti dilansir dari Crash.net, Senin (27/10).

Untuk diketahui, pengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP itu, terkahir kali bisa merasakan dinginnya ‘sampanye’ di atas podium di sirkuit Sepang, Malaysia, adalah pada 2010 silam. Tiga musim selanjutnya, Rossi praktis tidak pernah menyentuh podium di sirkuit yang mempunyai panjang 5.5 km.

Pada balapan tersebut, The Doctor (julukan Rossi) yang memulai lomba dari posisi ke-enam, berhasil merangsek hingga finis di posisi kedua di atas rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Namun, ketahanan fisik yang tidak semaksimal ketika muda, membuat dirinya harus rela disalip oleh pemegang juara dunia MotoGp 2014, Marc Marquez, pada lap ke-11. Meski begitu, Rossi tetap bangga dengan raihan yang telah dia capai.

“Kami membuat langkah yang fantastis dalam lomba. Saya akui bahwa kekurangan saya adalah pada ketahanan fisik. Tapi bagaimanapun, podium kedua adalah yang terbaik,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pria Rendah Hati Itu Kini Jadi Menteri di Kabinet Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Kalau ditanya, seberapa ramahnya Anies Baswedan? Silahkan Anda bertanya dengan tetangga-tetangga rumahnya di bilangan Jakarta Selatan.
Halaman rumah Anies yang berada di Jalan Lebak Bulus I, Jakarta Selatan, dijadikan arena bermain anak-anak usia TK dan Sekolah Dasar.
Belasan anak-anak sedang asyik bermain di halaman berumput hijau, menjelang pengumuman susunan kabinet.
“Kami tidak takut bermain di sini. Kenal kok dengan Pak Anies, orangnya baik,” kata murid kelas empat SD yang bermain di sana, Annisa (10).
Annisa mengaku Pak Anies, sapaannya pada Anies Baswedan, tidak marah jika dirinya dan teman-temanya bermain di halaman rumahnya. “Asal jangan berisik saja,” katanya.
Ia suka bermain di rumah Rektor Universitas Paramadina itu karena mempunyai halaman rumput hijau dan tak berpagar.
Bahkan tak jarang, anak-anak itu bermain dengan anak-anak Anies Baswedan di dalam rumah itu. Keempat anak Anies, yakni Mutiara, Mikail, Kaisar dan Ismail.
Pedagang yang kerap melintas di rumah Anies Baswedan, Maimunah (45), mengaku Anies Baswedan bukanlah orang yang sombong.
“Pak Anies membolehkan anak-anak bermain di rumahnya,” kata Maimunah.
Panji Pratama (27), seorang pengagum atau fans Anies Baswedan, mengaku gembira dengan penunjukan Anies Baswedan sebagai Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Presiden Joko Widodo.
“Beliau orangnya rendah hati. Tercermin dari tutur katanya yang santun,” ucap Panji.
Panji yang mantan jurnalis itu mengaku kagum dengan Anies Baswedan sejak 2004. Ketika itu, Anies tampil menjadi moderator debat capres.
“Pak Anies sosok yang cerdas dan tulus, serta menginspirasi lewat retorika dan gerakannya,” kata Panji.
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Begitu diamanatkan menjadi Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kabinet Kerja, keinginan utama Anies adalah meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pendidikan adalah hal mendasar. Kualitas manusia ditentukan oleh pendidikan, kesehatan dan kesejahteraannya,” ujar Anies.
Pendidikan, kata mantan juru bicara Joko Widodo-Jusuf Kalla saat pilpres itu, menjadi hal yang krusial pada masa depan. Apalagi ‘kita’ kini berada di era global.
“Karena itu kita dorong kualitasnya meningkat. Saat Indonesia merdeka, angka melek huruf lima persen, saat ini meningkat menjadi 95 persen,” ungkapnya.
Penggagas Indonesia Mengajar itu mengajak seluruh masyarakat terdidik untuk ikut serta memajukan pendidikan Indonesia.
“Pendidikan jangan dipandang hanya tanggung jawab negara, tapi juga moral setiap orang terdidik. Pendidikan masalah bersama. Jadi setiap orang terlibat,” ujar cucu pejuang kemerdekaan, Abdurrahman Baswedan itu.
Guru Kunci Utama Pemilik nama lengkap Anies Rasyid Baswedan itu mengatakan kualitas guru merupakan kunci utama pendidikan.
“Sehebat apa pun kurikulum dan gedung pendidikan, tapi yang menjadi kunci utamanya guru,” imbuhnya.
Anies menjabarkan kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Apa yang diberikan kepada anak-anak harus sesuai dengan tantangan zaman.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa kunci utama itu adalah guru. Kalau gurunya bermasalah, ya anak didiknya juga bermasalah.
Kemudian, kunci kualitas pendidikan yang kedua adalah kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah mempengaruhi kualitas sekolah itu.
“Antara guru dan kepala sekolah perlu mendapat perhatian yang lebih,” ucapnya singkat.
Anies Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969. Anak dari pasangan Rasyid Baswedan (Mantan Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia) dan Aliyah (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta.
Semenjak sekolah, Anies aktif di berbagai kegiatan organisasi dan ikut dalam pertukaran pelajar di luar negeri.
Anies menghabiskan masa kecil hingga sarjananya di Yogyakarta. Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, kemudian pascasarjana Kebijakan Publik Universitas Maryland, dan meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Northern Illinois.
Anies merupakan rektor termuda yang dilantik pada 2007. Saat itu, ia berusia 38 tahun.
Pria ramah itu juga mempelopori berbagai gerakan inspirasional yakni gerakan Indonesia Mengajar, Indonesia Menyala, Turun Tangan, dan Kelas Inspirasi.
Indonesia mengajar adalah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat selama satu tahun. Lalu, Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar.
Sementara Kelas Inspirasi adalah gerakan yang bertujuan untuk menginspirasi murid SD dengan cara mengundang profesional untuk berbagi cerita tentang profesi.
“Kalau Indonesia Mengajar adalah bagian dari cara melunasi janji kemerdekaan khususnya di bidang pendidikan, maka Gerakan Turun Tangan mengajak semua orang untuk mau repot-repot menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa,” jelasnya.
Majalah Foreign Policy mencatat Anies masuk dalam daftar intelektual publik dunia pada 2008. Ia merupakan satu-satunya figur dari Indonesia dan Asia Tenggara yang masuk dalam daftar 100 intelektual dunia.
Pada 2010, Royal Islamic Strategic Centre, Yordania menempatkan Anies Baswedan sebagai salah satu dari 500 orang di seluruh dunia yang dianggap sebagai muslim berpengaruh dunia.
Anies juga mengikuti konvensi Partai Demokrat untuk memperebutkan kursi calon presiden pada Pemilu 2014, namun kemudian kandas dan akhirnya mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 9 Juli lalu.
Dan kini, lelaki rendah hati itu pun terpilih menjadi dari kelompok profesional

Artikel ini ditulis oleh:

KPK: Penahanan Hadi Poernomo Tunggu 50 Persen

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Sampai saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi belum memacu lanjunya untuk menelisik keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat bekas Dirjen Pajak Hadi Poernomo sebagai tersangka. KPK seakan tak ada niat untuk segera menuntasakan kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA).
Meski Hadi sudah jadi tersangka atas kasus tersebut, namun dia masih bebas menghirup udara bebas. Ketua KPK Abraham Samad mengaku, menyadari hal tersebut. Dia berpendapat, pihaknya sampai saat ini terus mengebut pengumpulan berkas dan alat bukti lainnya.
“Kalau kita tak bisa menyelesaikan berkas sampai 50 persen, kita tak bisa menahannya. Tapi, kita pasti akan berikan kepastian nantinya. Tak ada kasus yang tidak mungkin diselesiakan. Kalau kasus sudah di KPK tak ada yang tidak ditahan,” kata Abraham di gedung KPK, Senin (27/10).
Dia mengatakan, pengumpulan berkas-berkas sampai saat ini belum mencapai 50 persen. Dia pun memastikan, jika berkas-berkas pendukung lainnya sudah terkumpul, maka KPK akan segera melakukan penahanan terhadap Hadi Poernomo.
Dia pun tak mau disebut lambat menangani kasus tersebut. Dia menilai, setiap kasus yang ditangani oleh KPK mempunya spesifikasi tertentu, sehingga KPK cukup memeras keringat untuk menangani kasus BCA tersebut. “Ini kan punya khas tertentu, kasus a dan b beda-beda, oleh karena itu ada yang memerlukan yang panjang, ada yang singkat,” kata dia.
Meski begitu, dia mengklaim kasus yang menjerat Hadi Poernomo itu tak rumit, hanya saja kata dia KPK memerlukan ketelitian dalam mengungkap pihak lain untuk menyusul Hadi Poernomo sebagai tersangka. Termasuk dengan pengumpulan data-data untuk mendukung keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. “Sebenarnya tak terlalu rumit, cuma memerlukan kecermatan, ketelitian. Itu kan relatif, kalau saya katakan susah anda menganggap gampang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Israel Beri Lampu Hijau Pembangunan Seribu Rumah di Yerusalem

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Israel telah memberikan lampu hijau untuk rencana pembangunan lebih dari 1.000 rumah untuk pemukim baru Yahudi di timur Yerusalem, wilayah Arab yang dicaploknya.
“Pemerintah telah memutuskan untuk memajukan rencana pembangunan lebih dari 1.000 unit rumah di Yerusalem — sekitar 400 di Har Homa dan sekitar 600 di Ramat Shlomo,” kata seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam bahasa Inggris., seperti yang dikutip dari AFP, Senin (27/10). 
Namun, pejabat itu tidak menjelaskan dan menolak untuk berkomentar tentang dampak politik dan diplomatik dari langkah tersebut, terutama saat masyarakat Palestina dan internasional sudah dibuat marah dengan masuknya para pemukim Yahudi belum lama ini ke Silwan, lingkungan di timur Yerusalem, di mana telah terjadi bentrokan hampir setiap malam selama berbulan-bulan.
“Tidak akan pernah ada waktu yang baik untuk melakukan hal-hal seperti itu, sekarang lebih dari sebelumnya saat Yerusalem terbakar,” kata pengawas organisasi Peace Now, Lior Amichai.
Dia mengatakan maksud sebenarnya dari pernyataan pejabat Israel itu masih belum jelas, apakah pemerintah Israel akan segera mengeluarkan tender konstruksi hunian atau hanya ingin mempercepat perencanaan pada tahap awal.
Hubungan antara Israel dan sekutu dekatnya, Amerika Serikat, telah menjadi semakin usang karena adanya kritik publik pejabat Israel terhadap kebijakan luar negeri AS dan peringatan dari pemerintahan Obama terhadap rencana Netanyahu untuk penyelesaian pembangunan pemukiman di Yerusalem.
Pejabat Israel juga menyebutkan bahwa rencana pembangunan akan “dimajukan untuk proyek-proyek infrastruktur di Tepi Barat yang akan mencakup jalan-jalan bagi rakyat Palestina”.

Berita Lain