7 April 2026
Beranda blog Halaman 42663

ICW Minta KPK Awasi Ketat Menteri Bertanda Merah

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo telah mengumumkan nama-nama menterinya yang akan menjalankan roda pemerintahan selama 5 tahun kedepan. Namun, diduga sebagian nama yang telah resmi diumumkan itu terindikasi kasus korupsi.
Menyoroti hal tersebut Indonesia Corruption Watch (ICW), meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memantau secara ekstra menteri yang diduga terkena cap stabilo oleh lembaga tersebut.
“KPK harus lebih ketat awasi menteri yang dapat nilai kuning dan merah,” kata Koordinator Badan Pekerja ICW Ade Irawan ketika dihubungi, Senin (27/10).
Dihubungi terpisah, Peneliti Hukum ICW Donal Fariz mengatakan, KPK perlu untuk mengklarifikasi dan membuka kepada publik mengenai daftar rekam jejak para menteri Jokowi.
Menurut dia, KPK harus menjelaskan berapa orang dari nama-nama menteri tersebut yang punya catatan merah dan kuning atau merah. Donal berpendapat hal ini harus dilakukan KPK agar tidak ada anggapan bahwa semua menteri tersebut seolah-olah sudah lolos dari daftar penelusuran KPK atau sudah dianggap baik oleh KPK.
Dia pun mengatakan, nama menteri yang dapat cap kuning dan merah itu perlu juga diungkap apakah dari 34 menteri itu, sudah semuanya melewati screening atau penelusuran yang dilakukan KPK. “Harus dipastikan juga apakah benar 34 menteri itu sudah melalui screening KPK,” kata dia.
Dia menduga, jangan sampai proses tersebut tidak semua dilakukan KPK. Kemudian dari screening tersebut dilihat pada menteri Jokowi apakah ada yang masuk dalam daftar kuning, dan apakah ada yang masuk dalam daftar merah. “Ini harus diungkap,” kata dia.
Dia mengatakan, dengan diungkapkannya hal ini kepada publik, para menteri tersebut bisa lebih berhati-hati nantinya karena mengetahui bahwa mereka sejak awal dipantau oleh KPK.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Zulkarnain membenarkan bahwa dari 34 Menteri yang dilantik Jokowi, ada Menteri yang bermasalah (bertanda merah dan kuning).

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Tak Cerminkan Revolusi Mental, Relawan: Kami Kecewa Komposisi Kabinet Jokowi!

Jakarta, Aktual.co — Sekitar 30 relawan pendukung Joko Widodo dalam Pilpres kemarin, mengaku kecewa dengan komposisi kabinet kerja yang dibentuk. Pasalnya, para menteri yang ditempatkaan tidak sesuai dengan cita-citaa revolusi mental yang didengungkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Demikian disampaikan para relawan melalui Ketua Komite Naasional Relawan Indonesia, Indro Tjahjono dalam acara pertemuan kilat relawan-relawan pengawal Revolusi Mental, di Jakarta Pusat, Senin (27/10).
“Kami sangat kecewa bahwa kabinet yang disusun merupakan kabinet yang kontra produktif terhadap revolusi mental dan perubahan-perubahan yang dibayangkan oleh relawan yang seharusnya pro rakyat, menteri bersih dan profesional,” ucap dia.
“Namun itu ternyata (menteri) tidak tercermin di kabinet kerja Jokowi,” tambahnya.
Ia juga menuturkan, menteri dari partai politik bukan menteri profesional, selain itu menteri yang terkena tanda merah oleh KPK pun tetap masuk dalam kabinet.
“Menteri seperti Rini Soemarno menteri yang terkena tanda merah oleh KPK. Lalu, adanya menteri mendadak, selundupan yang munculnya satu hingga dua jam sebelum pengumuman. Menteri itu di backing oleh kekuatan-kekuatan modal besar yang ingin menunggangi kabinet ini untuk kepentingan mereka,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

The Jakmania Padang Harap Persija Juara ISL Musim Depan

Jakarta, Aktual.co — Suporter klub Persija Jakarta, The Jakmania Padang, Sumatera Barat, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-empat.

Seperti dikutip dari laman The Jak Online, Senin (27/10), Salah satu klub ‘dedengkot’ yang telah malang melintang dikancah sepakbola Indonesia, Persija Jakarta, berhasil membuat banyak perantau asal Padang yang datang ke Jakarta, jatuh cinta dengan klub berjuluk Macan Kemayoran.

The Jakmania Padang adalah sebuah komunitas pendukung Persija Jakarta yang diisi oleh para perantau Minang (Padang), yang sedang pulang kampung, bahkan kini telah diisi putra minang yang bahkan belum mencicipi datang ke Jakarta.

Didirikan pada 26 Oktober 2010, Jak Padang menjadi wadah bagi pendukung Persija yang berjarak 600 mil dari kota asal klub Macan Kemayoran tersebut. Komunitas ini tercetus, ketika Persija Jakarta bertanding melawan PSPS Pekanbaru, yang diselenggarakan di Stadion H Agus Salim, Padang pada Minggu (26/9/2010) silam.

“Urang awak tasapo Persija” “Dari Bumi Andalas untuk Persija” dan beberapa slogan bersifat regionalis lainnya digunakan sebagai cara mengajak banyak Persija Lovers bergabung di komunitas yang masih berumur jagung ini.

Tidak mudah memang membangun komunitas suporter lokal yang memiliki jarak cukup jauh dari kota klubnya bernaung. Ditambah The Jak Padang berdiri di kota yang memiliki klub sepakbola yang dewasa ini menjadi klub yang di perhitungkan kiprahnya di liga Indonesia.

Layaknya fans-fans klub Eropa, komunitas ini lebih banyak menjadi suporter layar kaca. Begitu juga disaat pendukung klub asing yang hanya bisa mendukung lewat media elektronik, mendatangi cafe-cafe, hal seperti itu juga dilakukan oleh The Jakmania Padang.

“Diantara semua kegundahan, terdapat harapan dari kami, Klub kebanggaan kami dapat merengkuh piala juara itu sekali lagi. Janji kami untuk mengawal kota ini agar tetap ada yang bangga akan lambang monas yang menjadi ikon kita kebanggaan kita bersama,” ucap The Jakmania Padang.

Artikel ini ditulis oleh:

Danareksa Sekuritas: Investor Tunggu Langkah Nyata Kabinet Kerja Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Branch Manager PT Danareksa Sekuritas Semarang Melcy RS Makarawung mengatakan bahwa susunan kabinet Presiden Joko Widodo tidak memengaruhi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena investor masih menunggu program dan bagaimana kinerja para menteri baru.

“Untuk saat ini investor masih menunggu apa saja yang akan dilakukan oleh para menteri terpilih, investor belum mau buru-buru dalam menentukan langkah mereka pada pasar saham,” ujarnya di Semarang, Senin (27/10).

Melcy mengatakan, menutup perdagangan sesi I IHSG melemah 0,65 persen ke 5.040,12, sedangkan pada saat dibuka pada awal perdagangan Senin pagi itu, IHSG menguat 0,26 persen ke level 5.086,25.

“Pada dasarnya memang ada fluktuasi tetapi susunan kabinet bukan faktor pemicu terjadinya hal itu. Meski demikian sebagian investor tetap tertarik untuk mengikuti kondisi politik dalam negeri,” jelasnya.

Dalam hal ini, investor masih menunggu dan ingin membuktikan kinerja serta koordinasi yang dilakukan oleh para menteri terpilih.

“Mengenai pro dan kontra terkait menteri terpilih saya pikir tidak akan berpengaruh signifikan terhadap IHSG kita, yang penting adalah langkah yang mereka lakukan terkait ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya mengaku optimis dengan kenaikan IHSG yang ditargetkan bisa tembus level 6.000 pada tahun depan. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia yang cukup kuat dengan pasar yang potensial akan berdampak baik pada pasar saham dalam negeri.

“Dalam hal ini kinerja dari para menteri sangat berpengaruh terhadap hasil akhir kondisi ekonomi kita. Kalau memang penanganannya baik dan mereka terbukti berintegritas tinggi salah satunya tidak korupsi maka akan berdampak baik pada kondisi ekonomi kita,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan ekonomi global yang dihadapi pada tahun depan akan semakin besar. Oleh karena itu, diharapkan Presiden beserta para pembantunya dapat memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam Indonesia di antaranya tambang minyak, gas, dan perkebunan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Memang untuk saat ini IHSG masih di level 5.300, meski demikian dengan langkah yang tepat dari Pemerintah di antaranya meningkatkan sektor infrastruktur dan konstruksi maka akan semakin banyak investor yang masuk ke pasar Indonesia,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Pastikan Tindaklanjuti Menteri Jokowi Bertanda Merah

Jakarta, Aktual.co — Meski mengaku lupa telah menandai nama-nama pambantu Presiden Joko Widodo yang telah diberikan stabilo warna merah dan kuning, Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan menindaklanjuti pemberian warna-warna yang telah ditandai tersebut.
“Saya hitung-hitung itu jumlahnya hampir 80an semua. Jadi saya kesulitan mengingat yang mana yang saya berikan merah dan yang mana saya berikan tanda kuning. Tapi satu dua hari ke depan untuk menelisik kembali, mungkin bisa saya lakukan itu,” kata Ketua KPK Abraham Samad di kantor KPK, Senin (27/10).
Dia mengaku, saat ini belum melakukan pemeriksaan berkas terkait dengan pemberian warna kepada nama-nama pembantu presiden itu. Namun, kata dia, jika ada menteri yang sudah dilantik masuk dalam pemberian warna itu, makan dia berjanji akan membuka arsip KPK kembali untuk memeriksa mana saja yang telah diberi warna itu.
“Saya kurang ingat ada nama-nama yang kita beri catatan itu tetap dilantika atau enggak. Tapi seandainya saja anda memerlukan saya bisa membuka arsip KPK kembali.”
Ketika disinggung soal nama Rini Soemarno masuk daftar warna merah oleh KPK, lagi-lagi Samad mengaku lupa. Untuk itu, dia meminta agar diberikan waktu untuk membuka arsip KPK terkait dengan nama-nama menteri yang sudah diberi tanda merah dan kuning itu.
“Saya kurang ingat, karna itu saya harus memastikan. Karna ini menyangkut dengan hukum. Saya tidak bisa menerka-nerka. Oleh karena itu saya harus melihat ulang,” kata dia.
Dia pun memastikan, meski menteri yang telah diberi catatan atau tidak diberikan cacatan oleh KPK, menjamin bahwa orang yang tidak diberi catatan itu akan clear dari masalah. “Kan belum tentu seperti itu, karena untuk menentukan orang itu baik atau enggak, itu setelah kita melihat nanti setelah dia menduduki posisi itu. karna ada orang yang tidak tahan godaan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Dilma Rouseff Kembali Pimpin Brazil

Jakarta, Aktual.co — Presiden petahana sayap kiri Dilma Rouseff menangi pemilihan ulang Brazil pada Minggu (26/10) yang membagi ekonomi terbesar di Amerika Latin antara bagian utara yang miskin dan bagian selatan yang kaya.
Rousseff, presiden perempuan pertama Brasil, berhasil bersaing dan mengalahkan penantangnya yang merupakan simpatisan kanan-tengah Aecio Neves dengan sekitar tiga juta suara.
Dengan 99 persen suara yang telah dihitung Rouseff telah memenangkan perolehan suara sebanyak 51,52 persen dibandingkan dengan suara yang diperoleh Neves sebanyak 48,48 persen.
Rousseff juga mengungkapkan terima kasihnya di akun twitternya karena menjadi jelas dia telah menang.
Persaingan untuk memperebutkan kepemimpinan ekonomi terbesar ketujuh di dunia itu dilihat sebagai referendum semasa 12 tahun pemerintahan Partai Buruh (PT).
Partai buruh ini juga disenangi oleh massa dengan program sosial yang telah mengangkat jutaan orang dari kemiskinan, peningkatan upah dan membawa pengangguran ke rekor terendah 4,9 persen.
Tapi harapan itu memudar sejak Rousseff pertama menjabat sebagai presiden pada tahun 2010, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5 persen pada tahun itu.
Rouseff juga telah memimpin kenaikan inflasi dan resesi tahun ini, di tengah protes terhadap korupsi, catatan pengeluaran Piala Dunia dan pendidikan publik yang buruk, kesehatan dan transportasi.
Brasil yang ‘Setara’ Neves berjanji untuk bangkitkan kembali ekonomi dengan kebijakan yang ramah pasar sementara menjaga program-program sosial Partai Buruh.
Namun pendukung Rousseff menganggap ia akan memerintah untuk kelas atas dan pandangan itu tampaknya menjadi mayoritas.
Rousseff memberikan suara nya di Porto Alegre, kota bagian selatan di mana ia dibesarkan.
“Kami memberikan suara untuk Brasil yang lebih setara dengan kesempatan yang lebih banyak,” kata Rousseff.
Pada saat pemungutan suara, Neves memberi tanda V dengan jarinya untuk kemenangan, di Belo Horizonte, di mana ia menjabat dua periode sebagai gubernur negara bagian Minas Gerais, bersikeras bahwa “perubahan telah dimulai.” Meskipun dukungan untuk kebijakan sosialnya, Rousseff juga terpukul oleh skandal korupsi, terutama skema penggelapan multi-miliar dolar yang melibatkan puluhan politisi – terutama sekutunya – di perusahaan minyak milik negara raksasa Petrobras.

Berita Lain