5 April 2026
Beranda blog Halaman 42676

Usai Dilantik PDIP Tentukan Nasib Puan

Jakarta, Aktual.co — Setelah ditunjuk sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani belum memberikan kepastian apakah dirinya akan melepas jabatannya sebagai Ketua DPP PDIP.
“Kita lihat nanti,” kata Puan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (27/10).
Dia mengaku setelah pelantikan akan ada rapat internal PDIP untuk membahas AD/ART. Rapat salah satunya akan membahas posisinya di PDIP.
“Nanti sesudah ini ada rapat internal PDIP untuk membahas AD/ART. Soal mekanisme posisi saya yang pasti saya akan siap menjalankan amanah untuk membantu pemerintahan bersama presiden dan wapres,” kata Puan.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi mensyaratkan menterinya melepas jabatannya sebagai petinggi partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Politisi Demokrat Nilai Kabinet Jokowi-JK Kurang Ideal

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy mengatakan, susunan Kabinet Kerja Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), dinilai kurang ideal. Menurutnya, formasi menteri yang ditunjuk Jokowi tidak mengakomodir seruan dan tuntutan publik, sehingga adakah jaminan tidak terjadi kegaduhan.
“Dengan keadaan semacam ini, apakah kabinet akan diyakini bekerja efektif dan pemerintahan bisa berjalan tenang tanpa gaduh? Terus terang kami sangsi,” nilai ungkap Farhan dalam layanan pesan singkat, Jakarta, Senin (27/10).
Farhan menilai, sejak hiruk pikuk politik di parlemen mengemuka, Jokowi nampak panik sehingga mengubah haluan skenario kabinet ramping dan janji tidak ada jatah kuris menteri asal partai politik.
“Gertakan parlemenlah yang kami kira membuat ciut nyali Jokowi. Begitu pula mungkin desakan ketua umum PDI Perjuangan sebagai pengusung utama, sehingga nama bermasalah masih masuk (kabinet),” kata Farhan.
Meski demikian, satu hal yang masih diharapkan, apakah ada di antara menteri-menteri Jokowi-JK yang punya keberanian membuat terobosan dan mengambil resiko demi kepentingan rakyat?
“Mari kita tuggu aksi mereka dengan tetap memberi dukungan dan masukan yang konstruktif,” imbau Farhan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tjahjo Kumolo Mundur Dari Jabatan Sekjen PDIP

Jakarta, Aktual.co — Setelah ditunjuk dan akan segera dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memilih mundur dari jabatan Sekjen PDI Perjuangan. Dia pun mengaku akan fokus kerja di Kemendagri. 
“Secepatnya saya sebagai Sekjen partai akan lapor kepada Ibu Ketua Umum (Megawati). Karena arahan presiden kan harus fokus kerja,” kata Tjahjo, Senin (27/10).
Menurut Tjahjo siapa pengganti Sekjen sepenuhnya diserahkan kepada Ketua Umum Megawati. Tjahjo mengaku belum tahu siapa nama Sekjen yang baru.
“Penunjukan Plt Sekjen, oleh ibu ketua umum, karena awal tahun depan kan sudah kongres,” kata dia. (Baca: Pramono Anung Gantikan Tjahjo Kumolo Sebagai Sekjen PDIP)
Sebelumnya,  Setelah ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri oleh Presiden Joko Widodo, politikus senior yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan Tajahjo Kumolo dipastikan mundur dari jabatannya.
Hal itu dikatakan oleh juru bicara PDIP Eva Kusuma Sundari, saat dihubungi, Minggu (26/10).
Menurut Eva, posisi Sekjen yang sebelumnya diduduki Tjahjo akan digantikan oleh Wasekjen PDIP Pramono Anung, yang juga bekas Wakil Ketua DPR RI itu.
“Pak Sekjen (Tjahjo) mundur, digantikan sama Pak Pramono (Anung),” kata dia.
Sedangkan Wasekjen PDI Perjuangan Pramono Anung buka suara soal dirinya tak terpilih menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Menurutnya, dirinya sejak minggu lalu sudah tahu tak menjadi menteri.
“Teman-teman yang baik, saya mengetahui tidak menjadi menteri pada hari Kamis karena ada penugasan lainnya dari Mbak Mega (Ketum PDIP Megawati) dan saya menerimanya, thanks,” tulis Pramono di twitter-nya @pramonoanung, Minggu (26/10).
Namun dirinya tak menjelaskan tugas apa yang akan dipikulnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Timor Leste Berhentikan Hakim Asing

Jakarta, Aktual.co — Semua hakim dan penasehat hukum asing yang sekarang bekerja dalam sistem peradilan di Timor Leste diberhentikan. 
Mengutip laman Australia Plus, Senin (27/10), diwartakan bahwa keputusan tersebut diambil dalam sidang tertutup parlemen pada hari Jum’at (24/10). dalam laman berita tersebut, pemberhentian hakim dan penasehat hukum asing ini diambil di tengah keprihatinan terkait penanganan perseteruan Timor Leste dengan perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di laut Timor.
Diketahui, ConocoPhillips, menggugat pembayaran pajak USD 360 juta, dan di pengadilan Dili, keputusan mengenai hal ini tidak berpihak ke pemerintah Timor Leste.
“Ada beberapa masalah dalam keputusan yang sudah ada tidak sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Joao Goncalves, mantan menteri pemerintah yang bekerja di kantor perdana menteri Xanana Gusmao.
Hal itulah yang menyebabkan , pemerintah melakukan kritik bagaimana jaksa menangani kasus ini dan mengatakan bahwa pengadilan tidak mengerti sistem perpajakan negeri tersebut.
Goncalves mengatakan resolusi itu pantas dilakukan. “Tentu saja, ini adalah hak pemerintah dan parlemen nasional untuk melakukannya.” kata Goncalves.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Puan Tiba di Istana Negara Sendirian

Jakarta, Aktual.co — Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani tiba di Istana Negara jelang pelantikan sebagai menteri oleh Presiden Jokowi.
Dia datang sendirian tak didampingi oleh Ibunya, Megawati Soekarnoputri dan juga keluarganya.
“Keluarga nanti hadir, Ibu (Mega) juga kemungkinan hadir,” kata Puan di Istana, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (27/10).

Artikel ini ditulis oleh:

Politikus PKS Kritisi Menteri Berlatar Belakang Pengusaha

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI dari fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsy mengkritisi susunan kabinet Presiden Joko Widodo terkait menteri yang berlatar belakang pengusaha.
Menurutnya, menteri berlatar belakang pengusaha berisiko konflik kepentingan. Karena itu harus diantisipasi dengan baik.
“Sebagai menteri mereka hanya sebagai pengelola yang terikat dengan berbagai peraturan perundang-undangan. Memang sebaiknya mereka diberikan waktu untuk menunjukkan kemampuan dan hasil kerjanya, terlalu dini bila menilai mereka saat ini,” kata Aboe Bakar di gedung Parlemen, Jakarta, Senin (27/10).
Hal lain yang menurut Aboe Bakar aneh adalah susunan kabinet yang sama dengan pemerintahan sebelumnya. Janji Presiden Jokowi saat kampanye adalah membentuk kabinet yang ramping. 
“Tapi tidak terealisasi. Bila memang menjanjikan kabinet yang ramping, seharusnya jumlah menteri kan lebih sedikit dari pada kabinet sebelumnya,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain