11 April 2026
Beranda blog Halaman 42995

Prabowo Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-JK

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto membenarkan dirinya akan melakukan pertemuan dengan pimpinan MPR, di kediaman Soemitro Djojohadikoesoemo, orang tua Prabowo, di Jalan Kartanegara 4, Jakarta Selatan, Jumat (17/10).
“Iya nanti,” kata Prabowo yang bergegas meninggalkan awak media, untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.
Prabowo mengatakan, kedatangaan pimpinan MPR untuk memberikan undangan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK pada 20 Oktober nanti.
“Saya belum menerima undangan, katanya nanti  sore sebagai warga negara, sebagai anak bangsa kalau diundang wajib datang,” kata Prabowo.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Edhy Prabowo mengatakan bahwa pertemuan lembaga yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu akan dilangsungkan pada pukul 15.00 WIB sore ini.
“MPR akan bertemu di sini jam 3 (15.00 WIB) nanti,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

KPK Kembali Periksa Komisaris PT BJA

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan memeriksa tersangka komisaris PT Bukit Jonggol Asri, Kwee Cahyadi Kumala (KCK) terkait suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor, Jumat (17/10).
“Yang bersangkutan (Kwee Cahyadi Kumala) akan diperiksa sebagai tersangka,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di Kantonya, Jakarta, Jumat (17/10).
Seperti yang diberitakan, KCK diduga melakukan upaya untuk menghilangkan barang bukti dan berupaya untuk mempengaruhi saksi-saksi dipersidangan.
Atas kesalahannya itu, Cahyadi disangkakan pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau pasan 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dia juga disangkakan melanggar pasal 21 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001, karena melaukan upaya menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi-saksi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ini Dua Orang yang Jadi Perantara Pertemuan Jokowi-Prabowo

Jakarta, Aktual.co — Pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto hari ini, Jumat (17/10), dimotori oleh dua orang kader, yani Aria Bima dari PDI Perjuangan dan Edhy Prabowo dari Partai Gerindra.
Edhy mengatakan, Aria menghubungi dirinya dengan mengatakan kenapa Prabowo Subianto tidak mau bertemu dengan Joko Widodo selaku presiden terpilih.
“Ketika itu saya bilang ke mas Aria, gak ada undangannya kok. Saya bilang waktu itu bahwa kalau mau bertemu dengan pak Prabowo, beliau pasti mau,” kata Edhy kepada awak media, di kediaman orang tua Prabowo Subianto, di Jalan Kartanegara 4, Jakarta Selatan, hari ini.
Edhy pun lantas mengajak Aria menemui Prabowo yang ketika itu sedang berada di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).
“Ketemu kok, mas Aria pun saya temui di apartemen Dharmawangsa dengan pak Prabowo untuk membicarakan pertemuan (dengan Jokowi),” kata Edhy.
Ketika itu, kata Edhy, Aria mencari waktu yang tepat. Namun, dia langsung mengatakan bahwa jika memang mau melakukan pertemuan maka lebih cepat dilakukan.
“Pulang dari pertemuan (di apartemen) itu, mas Aria mengatakan akan bertemu dengan Jokowi untuk menyapaikan pesan, melakukan silaturahmi. Namun, tempat yang belum ditentukan,” kata dia.
Edhy mengatakan, jam 8 pagi tadi Aria memberi kabar bahwa pertemuan dilakukan di rumah orang tua Prabowo Subianto, di Jalan Kartanegara.
“Awalnya ada dua opsi, pertemuan dilakukan di rumah pak Prabowo di Hambalang. Tetapi, jam 8 pagi ini baru ditentukan tempat pertamuan di Kartanegara,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pesawat Delay, Manajer Lion Air Malah Ngajak Kelahi Penumpang

Jakarta, Aktual.co — Penumpang Maskapai Lion Air JT 552 Jakarta-Yogyakarta, Vidi Vici Baltlolone, tidak terima dengan penjelasan Direktur Operasional Daniel Putu terkait bantahan atas insiden di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (16/10).
“Penjelasan Direktur Operasional Lion Air di berita media online itu tidak benar dan tidak berdasarkan fakta. Dia (Daniel) membantah petugasnya mengajak berkelahi, faktanya memang mengajak berkelahi kok. Saya ada di situ dan melihat langsung kejadiannya,” kata Vidi di Yogyakarta, Jumat (17/10).
Vidi, salah satu penumpang yang dirugikan Lion Air, menyaksikan Manager on Duty bernama Dodi Andiyansyah berteriak dan menantang berkelahi kepada penumpang bernama Andre.
Kebohongan Daniel lainnya adalah pengakuan bahwa penerbangan yang seharusnya pukul 07.30 itu dimundurkan menjadi pukul 11.00 WIB.
Padahal, rombongan penumpang tersebut bisa ikut penerbangan berikutnya atas kebijakan Direktur Umum Edward Sirait yang dihubungi pada saat kejadian.
“Kalau memang dia (Daniel) bilang penerbangan kami delay ke jam 11.00, kenapa kami gagal ‘check-in’ yang jam 07.30? Malahan kami disuruh berangkat penerbangan besok paginya (Jumat),” jelasnya.
Kekecewaan tersebut muncul setelah Daniel Putu memberikan pernyataan ke media daring terkait pembelaan dan bantahan terhadap insiden memalukan yang dilakukan pihak Lion Air.
Dalam berita berjudul “Pihak Lion Air Bantah Petugasnya Ajak Berkelahi Penumpang”, Daniel membantah dan berbalik menuduh bahwa penumpang yang terlebih dulu mendorong petugas sehingga terjadi adu mulut.
“Daniel bilang sudah sesuai prosedur, apa mengajak berkelahi sudah menjadi prosedur Lion Air? Penumpang memang tidak senang dengan pelayanannya, tetapi tidak ada yang mendorong dan bersentuhan fisik, hanya adu mulut. Kalau berani, ayo kita sama-sama buka CCTV,” ujar Vidi.
Insiden tersebut terjadi Kamis pagi (16/10) ketika sejumlah penumpang ditolak oleh petugas untuk ‘check-in’ karena sistemnya sudah ditutup. Padahal, para penumpang sudah hadir di konter ‘check-in’ lebih dari satu jam sebelum penerbangan pukul 07.30 WIB.
Ketika para penumpang tersebut meminta dimasukkan ke penerbangan berikutnya, “ground staff” Lion Air malah menyuruh ikut ke penerbangan esok harinya (Jumat).
Padahal, di dalam pesawat penerbangan pukul 09.00 hari itu terdapat beberapa kursi kosong.

Artikel ini ditulis oleh:

Rusia Bantah Berbagi Informasi Dengan AS Soal ISIS

Jakarta, Aktual.co — Moskow membantah pernyataan Amerika Serikat bahwa pihaknya setuju untuk berbagi intelijen dengan Washington atas kelompok Negara Islam (IS), dan mengatakan pihaknya tidak memberikan bantuan tersebut tanpa Persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Pernyataan kementerian luar negeri Rusia bertentangan dengan deklarasi Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang dibuat setelah pertemuan di Paris, Selasa, dengan timpalannya dari Rusia Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.
“Moskow tidak akan bergabung dengan koalisi yang dibentuk tanpa dukungan dari Dewan Keamanan PBB, dan yang melanggar hukum internasional,” kata kementerian itu.
Ini menunjukkan bahwa komisi bilateral yang melibatkan Washington dan Moskow, yang bertujuan untuk membantu mengatasi terorisme telah dibatalkan oleh AS.
Moskow juga menambahkan bahwa pihaknya sudah memberikan bantuan yang signifikan untuk negara-negara termasuk Suriah dan Irak serta akan terus melakukannya.
Tampikan kepada Kerry tampaknya menggarisbawahi lagi keadaan penuh dari hubungan AS-Rusia, direndahkan oleh krisis Ukraina di mana pemberontak pro-Rusia memerangi pemerintah pro-Barat.
Kerry mengatakan pada Selasa bahwa ia dan Lavrov mencapai kesepakatan untuk mengintensifkan kerja sama intelijen sehubungan dengan ISIL (Negara Islam Irak dan Levant) dan tantangan kontra-terorisme yang lain.
Dia mengatakan Lavrov telah mengakui kesiapan mereka untuk membantu persenjataan, senjata, yang mereka lakukan itu sekarang, mereka sudah memberikan beberapa, dan juga berpotensi dengan pelatihan dan aspek sebagai penasihat.
AS telah memberlakukan sanksi terberat terhadap Moskow sejak akhir Perang Dingin atas dukungan kepada para pemberontak separatis di Ukraina.
Kedua belah pihak juga berselisih atas perang saudara di Suriah, di mana Moskow telah menjadi sekutu setia Presiden Bashar al-Assad.
Washington saat ini menjadi ujung tombak koalisi Barat dan negara-negara Arab yang melakukan kampanye udara melawan kelompok garis keras Negara Islam, yang juga disebut ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Artikel ini ditulis oleh:

Pelantikan Jokowi-JK, MPR Gelar Geladi Kotor Dua Hari

Jakarta, Aktual.co — Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), hari ini, Jumat (17/10), menggelar geladi kotor untuk proses pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, 20 Oktober nanti.
Menurut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, geladi kotor akan dilakukan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu.
“Minggu baru geladi bersih. Mana yang bagus mana yang kurang akan diperbaiki,” kata Zulkifli di gedung Parlemen, Jakarta.
Menurutnya, MPR melakukan geladi kotor agar proses pelantikan pada hari, Senin (20/10), berjalan lancar.
“Saya mau yang sempurna, jangan ada kesalahan,” kata dia.
Mantan Menteri Kehutanan itu mengatakan, akan hadir 1.200 tamu undangan. Di antaranya, kepala negara, utusan khusus, pimpinan partai politik dan lainnya.
“Tamu undangan sekitar 1.200, sembilan kepala negara, delapan utusan khusus. Itu yang sudah konfirmasi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain