9 April 2026
Beranda blog Halaman 43007

Keshi Dipecat Sebagai Pelatih Timnas Nigeria

Jakarta, Aktual.co — Federasi Sepakbola Nigeria (NFF), Kamis (16/10), memecat pelatih timnasnya, Stephen Keshi, meski timnya menang atas Sudan yang menjaga peluang mereka untuk mempertahankan gelar Afrika.

NFF mengatakan, setelah pertemuan darurat bahwa, mantan pelatih Shuaibu Amodu untuk sementara akan mengambil alih jabatan tersebut, sebelum seorang pelatih asing ditunjuk untuk mengisi posisi itu.

Tim Elang Super itu menduduki posisi juru kunci Grup A, pada kualifikasi untuk Piala Afrika tahun depan, setelah hanya meraih satu angka dari tiga pertandingan, namun kemenangan 3-1 atas Sudan di Abuja pada Rabu (15/10) mengangkat mereka ke peringkat ketiga.

Spekulasi mengenai masa depan Keshi (52) yang menolak untuk pergi sejak akhir putaran final Piala Dunia di Brazil pada Juli sudah merebak, di mana Nigeria hanya mencapai fase gugur pada kompetisi akbar empat tahunan itu.

Kontrak tiga tahun Keshi sudah habis setelah kembali dari Amerika Selatan, ketika ia kehilangan dukungan dari para pemainnya setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah pemain seperti Emmanuel Emenike, Peter Odemwingie, dan Ikechukwu Uche.

Rekornya adalah lima kekalahan, lima kali imbang, dan hanya satu kemenangan dari 11 pertandingan terakhirnya, yang semakin menambah rasa tidak puas dan tuntutan-tuntutan agar dirinya berhenti.

Dalam pernyataannya, NFF berkata bahwa Keshi dan staf kepelatihannya telah membawa Nigeria menuju “peraihan-peraihan kesuksesan” pada tiga tahun terakhir, dan menyebut sang pelatih dan para asistennya sebagai “pahlawan-pahlawan nasional yang sebenarnya.”

“Bagaimanapun, demi kepentingan sepak bola Nigeria dan hasrat untuk memastikan lolos ke putaran final Piala Afrika 2015, komite (eksekutif) memutuskan untuk membebas tugaskan mereka sesegera mungkin,” kata NFF, dikutip AFP.

Persetujuan bulan diberikan bagi konsorsium para pelatih, yang dipimpin oleh Amodu, untuk memimpin Nigeria pada pertandingan-pertandingan kualifikasi tersisa melawan Kongo dan Afrika Selatan “setelah itu seorang pelatih asing akan ditunjuk.” Amodu kembali ditunjuk empat tahun setelah ia dipecat dan diberhentikan dari memimpin negaranya untuk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Ini akan menjadi masa kerja kelimanya dengan Elang-elang Super, setelah pertama kali melatih tim itu pada 1994.

Pria 56 tahun itu akan didampingi pelatih EL Kanemi Warriors Salisu Yusuf, yang bekerja di bawah Samson Siasia bersama “The Flying Eagles” dan Elang-elang Super, dan Gbenga Ogunbuts dari Sharks.

Tugas mendesak mereka adalah mengamankan kemenangan melawan Kongo di Pointe Noire, untuk menjaga peluang dapat lolos ke Piala Afrika di Maroko pada Januari.

Nigeria memiliki empat angka dari jumlah pertandingan yang sama, sedangkan Nigeria menduduki urutan kedua dengan koleksi tujuh angka. Pemuncak klasemen grup Afrika Selatan akan melawat ke Nigeria untuk pertandingan kualifikasi terakhir bulan depan.

Pemecatan Keshi terjadi meski presiden NFF Amaju Pinnick berkata pada pekan ini bahwa asosiasi sepak bola tidak akan terburu-buru mengambil keputusan mengenai masa depan Keshi.

“Kami menginginkan orang-orang kami bersabar dan tidak mendesak federasi, untuk mengambil keputusan yang terburu-buru yang pada akhirnya akan merugikan,” ucapnya pada Senin.

Artikel ini ditulis oleh:

Remaja Oklahoma Bantai Seluruh Keluarga Demi Harta Warisan

Jakarta, Aktual.co — Seorang remaja mengaku kepada penyelidik ia telah membunuh kedua orang tua dan saudarinya yang berusia 17 tahun di rumah mereka di bagian selatan Oklahoma, karena sengketa uang dan berharap dapat menguasai seluruh harta keluarga.
Alan Hruby (19), yang pada Rabu dituntut melakukan tiga pembunuhan tingkat pertama, meyakini bahwa ia akan memperoleh keuntungan menguasai seluruh harta keluarga bila menjadi satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup.
Jaksa wilayah Duncan, Jason Hicks, akan mempertimbangkan hukuman mati bagi Hruby.
Hruby dituduh melakukan penembakan mematikan terhadap ayahnya, John Hruby (50), ibunya, Tinker Hruby(48), dan adiknya, Katherine (17), di rumah mereka yang berada di Duncan, Oklahoma, sekitar 70 mil sebelah selatan Oklahoma City, kata Hicks.
Pihak berwenang mengatakan bahwa Hruby mengakui ia melakukan pembunuhan keluarganya tersebut karena ayahnya, seorang penerbit mingguan Marlow Review di kota kecil di dekat Duncan, menghentikan uang sakunya dengan alasan ia tidak bisa mengendalikan pemakaian uang belanja.
Hicks mengatakan ayahnya melaporkan Hruby ke kepolisian setempat pada awal 2014, setelah anak muda itu berbelanja sebanyak USD5.000 memakai kartu kredit neneknya ketika bepergian ke Eropa.
Hruby dituduh menembak mati ibu dan adiknya pada Kamis lalu dengan senjata api yang diambil dari truk ayahnya, kemudian juga menembak ayahnya ketika pria itu pulang satu jam berselang, demikian catatan pengadilan.
Jenazah ketiga korban keluarga Hruby ditemukan oleh pengurus rumah pada Senin lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Maraknya Fenomena “Together But Alone”, Peran Ibu Jadi Kuncinya

Jakarta, Aktual.co — Canggihnya teknologi menjadikan manusia asyik dengan gadget dan dirinya sendiri. Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar tentang “Together but Alone”. Fenomena ini makin meningkat di keluarga seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. 
“Together but Alone” yaitu kondisi dimana sedang berkumpul dengan keluarga besar, ramai, tetapi kita asyik dengan kesibukan kita masing-masing seperti asik dengan ponsel atau gadgetnya. Itu adalah salah satu contoh yang paling banyak ditemui saat ini. Ada pula yang merasa tidak ada kedekatan atau kesamaan dalam emosional jika sedang berkumpul bersama keluarga. Ia memang ikut berkumpul bersama keluarga disekitarnya, tetapi secara emosional dan jiwa ia tidak ada rasa keterikatan dalam keluarga.
Jika itu terjadi, peran ibu lah yang seharusnya mulai bertindak. Ibu merupakan orang pertama yang lebih mengetahui apa yang dirasakan sang anak. Dengan cara mendekatinya dan menjadi pendengar yang baik lah kita sebagai ibu bisa mengetahui apa yang salah terhadap anak kita saat itu. 
Karena ibu mempunyai 5 peranan penting yaitu :1. Ibu sebagai “jantungnya” rumah2. Ibu sebagai “cahaya” dalam pembelajaran3. Ibu sebagai “guru sekaligus pembelajar”4. Ibu sebagai “sumber kreativitas”5. Ibu sebagai “koordinator” dalam kehidupan rumah tangga.
Kelima peranan tersebut sudah jelas yaitu peranan penting dalam sebuah keluarganya. Ibu sebagai penopang hubungan antara hubungan anak dengan sang Ayah, hubungan anak dengan saudara yang lainnya, hingga menghindari fenomenal Together But Alone tersebut.
Bagaiman jika sang anak selalu mengeluh terhadap ibunya yang selalu memarahinya?Fenomenal ini begitu banyak dialami hampir seluruh ibu di dunia. Sang anak selalu protes akan sikap sang ibu yang mungkin sering memarahi sang anak. Keduanya memiliki alasan yang jelas, sang ibu tidak mungkin memarahi anaknya jika tak ada alasan selain sang anak bandel.
Begitupun sang anak, ia tidak mungkin kesal terhadap omelan sang ibu jika ia memiliki alasan yang kuat untuk didengar terlebih dahulu. Anak adalah manusia biasa, ia pasti akan melakukan kesalahan, disinilah peranan ibu dibutuhkan olehnya.
“Ibu harus bisa meluangkan waktunya kepada anak, untuk mendengarkan ceritanya dan apa saja yang ia alami dalam sehari. Luangkanlah waktu walau hanya beberapa menit untuk mendengarkannya,” ungkap Efnie indrianie, M.Psi., Psikolog Anak, dalam acara “Ayiknya Bersama”, di Jakarta, Rabu (15/10). 
Ia melanjutkan, jadilah pendengar yang baik, walaupun mungkin kita sebagai ibu akan ada rasa kesal kepada anak jika kita tahu bahwa anak telah melakukan kesalahan. 
Boleh kesal, tapi sebelumnya kita sebagai ibu tetaplah pada posisinya, menjadi pendengar yang baik, lalu setelah itu barulah kita memberitahunya bahwa apa yang ia lakukan salah. 
Karena dalam masa pertumbuhannya anak akan mendengarkan orang terdekat yaitu ibu, jika ia sudah ada rasa kenyamanan untuk menceritakan keluh kesahnya, kemungkinan besar ia pun akan menuruti dan mengingat perkataan ibunya, yang mau mendengar dan menasehatinya. 
“Jika kita malah berbalik marah dan malah menekannya, anak akan semakin memendam kekesalan atau keluh kesahnya, dan dikhawatirkan menjadi anak yang terdidik dengan kebohongaan atau mencari jalan keluar negatif yang dikahawatirkan,” jelas Efnie.
Memang, dalam mendidik anak, ibu memiliki cara terbaiknya dalam hal mendidik anak-anaknya. Namun, tetaplah menjadi ibu yang senantiasa menjadi penopang keluarga, tempat anak-anaknya untuk berkeluh kesah dan meminta pendapat, agar ia tak merasa sendiri di lingkungan keluarganya. 
Yang paling utama, jadilah teman bagi anak-anak, dengan begitu, akan memudahkan ibu dalam mendidik dan mengarahkan anak-anak dengan baik. 

Besok, Pemimpin Rusia-Ukraina Bertemu di Milan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu rekannya Presiden Ukraina Petro Poroshenko di Milan Jumat.
Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, mengatakan, kedua pemimpin berada di tengah krisis keamanan terburuk di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, akan bertemu pada pukul 08.00 (06.00 GMT) di sela-sela pertemuan puncak para pemimpin Asia dan Eropa (ASEM).
“Pembicaraan juga akan dihadiri oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Francois Hollande, Perdana Menteri Inggris David Cameron dan para pejabat lainnya,” kata Renzi.
Renzi mengatakan, satu pernyataan akan dibuat untuk pers mengenai hasil pembicaraan.
Perdana menteri Italia, yang menjadi tuan rumah KTT ASEM karena Roma saat ini memegang kepresidenan bergilir Uni Eropa, akan bertemu Poroshenko pada Kamis malam dan mengadakan pembicaraan lebih lanjut dengan Putin pada Jumat sore.
Putin dan Poroshenko terakhir bertemu satu-satu pada Agustus di Belarus.
Mereka gagal menyetujui rencana perdamaian untuk Ukraina, tetapi mencapai kesepakatan pada awal September. Sejak itu mereka telah melakukan kontak telepon secara teratur.
Pertemuan Jumat akan terjadi dengan latar belakang gencatan senjata di Ukraina timur antara pasukan pemerintah dan pemberontak pro-Moskow, yang umumnya telah diselenggarakan meskipun banyak terjadi pelanggaran.

Roby: Kalau Komit Pemberantasan Korupsi, Jokowi Mesti Tambah Anggaran KPK

Jakarta, Aktual.co — Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roby Arya, berharap Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendatang mampu mengakomodir kebutuhan KPK.  Menurutnya, saat ini yang menjadi kebutuhan pokok bagi KPK adalah penambahan anggaran dan penyidik.
Akomodir itu pun, menjadi sebuah ujian bagi Jokowi apakah berkomitmen dalam pemberantasan korupsi.
“Jadi pemerintahan selanjutnya, kalau punya komitmen dalam pemberantasan korupsi yang harus dilakukan adalah nambahpenyidik dan anggaran,” ujar dia, ketika dihubungi, Kamis (16/10).
Ia pun menyatakan, kalau terpilih nanti akan mencoba meyakinkan Jokowi agar mau mengabulkan kebutuhan pokok tersebut.
“Indikator sebuah pemerintahan itu mendukung pemberantasan korupsisalah satunya dengan memberikan anggaran dan SDM yang memadai. Kalau keduanya terbatas bagaimana bekerjan maksimal?,” ujar Roby.
Terlebih sambung dia, untuk urusan penyidik KPK, dimana hal itu harus diutamakan. Pasalnya,  akibat kekurangan personel penyidik tersebut berimbas pada pandangan bahwa KPK tebang pilih dalam memproses sebuah kasus.
“Ya mudah-mudahan kita lihat saja nanti pemerintahan yang baru akan nambah penyidik atau tidak,” Tutupnya
Dua nama yang akan diserahkan Presiden SBY ke DPR yakni, Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata. Busyro sendiri merupakan calon incumben, sementara Robby adalah Kepala Bidang Hubungan Internasional Sekretariat Kabinet.
Kedua nama ini, menyingkirkan empat orang lain dalam tes wawancara capim KPK yaitu mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah I Wayan Sudirta,  jurnalis dan advokat Ahmad Taufik, dosen hukum Universitas Pelita Harapan Jamin Ginting dan spesialis perencanaan dan anggaran Biro Rencana Keuangan KPK Subagio.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Rudi Bantah Terima Suap Artha Meris

Jakarta, Aktual.co — Bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini, membantah pernah meminta dan menerima suap dari pemilik PT Kaltim Parna Industri, Artha Meris Simbolon, sebesar USD 522,500 terkait pengajuan rekomendasi penurunan formulasi harga gas amoniak.
“Saya tekanan disidang saya, saya tidak pernah memberikan atau menjanjikan sesuatu, sekali pun menyuap,” kata Rudi saat bersaksi dalam sidang Meris, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (15/10).
Dia pun tetap berkilah, bahwa pernah menjanjikan apapun kepada Meris melalui pelatih golf pribadinya, Deviardi alias Ardi. Dia mengatakan tidak pernah meminta uang kepada Meris, tidak pernah berkomunikasi dengan Meris, tidak pernah melihat uang maupun menerima uang dari Meris secara langsung atau dititipkan ke Deviardi.
“Saya pun tidak pernah menjanjikan apapun kepada saudara Artha Meris, dan saudara Artha Meris ini pada saat persidangan tersebut menyatakan tidak pernah meminta janji kepada saya dan ‎tidak pernah berhubungan dengan saya,” kata dia.
Rudi rupanya masih beralibi tidak pernah membikin Deviardi menjadi orang kepercayaannya. Tetapi, kesaksian Rudi justru berlawanan dengan isi Berita Acara Pemeriksaannya sebagai saksi dibacaka jaksa dalam sidang.
Dalam BAP, Rudi mengakui pernah bertemu muka dan berbincang sesaat dengan Meris dalam acara pengumuman pemenang lelang distribusi bahan bakar minyak bersubsidi kepada nelayan. Dia juga secara tidak langsung mempercayakan Deviardi sebagai tangan kanannya, lantaran Meris mengeluh sangat sulit berbincang langsung dengan Rudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu
Nebby

Berita Lain