4 April 2026
Beranda blog Halaman 43048

Festival Film Pendek Jadi Ajang Apresiasi Kreator Muda

Jakarta, Aktual.co — Festival Film Pendek yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Forum Film Bandung menjadi ajang apresiasi bagi kreator muda film pendek.
“Fesival Film Pendek di Jabar untuk memberi ruang bagi komunitas film, kini banyak kreator muda. Tahun ini kita apresiasi mereka,” kata Kepala Bidang Seni dan Film Disbudpar Jabar, Edi Suswandi, di Bandung, Rabu (15/10).
Ia mencontohkan di Garut ada komunitas yang pernah meraih penghargaan di Jerman, namun luput dari apresiasi di Tanah air. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi dengan mengangkat potensi para pegiat film pendek agar lebih dikenal.
Ia mengharapkan melalui kerja sama dengan Forum Film Bandung, FFP menjadi “adik” Festival Film Bandung meski lingkupnya masih di wilayah Jabar.
Fasilitas lain yang akan diupayakan Dibudpar Jabar, kata dia, dengan mengusulkan ke Pemprov Jabar agar mendirikan bioskop yang khusus memutar film pendek.
“Film pendek bukan barang baru, tapi belum banyak dikenal masyarakat. Nah itu yang perlu dievaluasi, agar ke depan bisa setingkat film-film pada umumnya,” lanjut Edi.
Meskipun baru melangkah secara awal bersinergi dengan Festival Film Bandung, ia optimistis ke depan akan menjadi langkah besar dan bisa diikuti oleh daerah lainnya.
Edi mengungkapkan melalui FFP juga sekaligus bisa mengangkat budaya Jabar, termasuk kearifan lokal, sebagaimana konsep awal FFP merupakan sosialisasi budaya Jawa Barat yang dibuat dalam “frame” film.
“Contohnya melalui film pendek bisa mengenal topeng cirebon serta bisa bentuk dokumentasi atau cerita,” imbuhnya.
Ketua Panitia FFP III/2014 Agus Safari menyebutkan enam unsur penilaian film-film yang yang dapat penghargaan, yaitu film terbaik, sutradara, penata kamera, penata musik, penata gambar, dan film favorit.
“Untuk film pendek kami tidak ada penghargaan bagi aktris dan aktor. Pada film pendek susah menilai untuk pemeran karena sangat sedikit ruang bagi pemeran, sehubungan durasi setiap film hanya 10 menit, jadi sulit untuk menilai,” katanya.
Hingga 1 Oktober 2014 sudah terdaftar 56 karya film pendek yang masuk ke panitia untuk selanjutnya diseleksi menjadi 10 film, kemudian lima film pendek terbaik masuk nominasi yang pemenangnya diumumkan pada malam penganugerahan pada 28 Oktober 2014.
“Pengumuman pemenang penghargaan akan dilakukan di Bandung, 28 Oktober 2014,” terang Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

FPI Desak DPRD Gunakan Hak Interpelasi, Ahok: Silahkan Saja

Jakarta, Aktual.co —Front Pembela Islam (FPI) akan menggunakan cara konstitusi dalam upaya melengserkan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Dikatakan pendiri FPI Habib Rizieq Shihab, mereka berencana menjadikan tanggal 10 November sebagai momentum untuk melengserkan Ahok.
Yakni melakukan gerakan sejuta umat dengan mengumpulkan tanda tangan dari warga  yang mendukung pelengseran Ahok di mushola-mushola dan tabligh akbar.
Karena menurutnya Ahok tidak memenuhi syarat yang tertuang dalam UU No. 32 Tahun 2004 dan No. 23 tahun 2014, yang menyatakan bahwa seorang gubernur harus dapat menjaga norma agama, norma budaya sebagai kearifan lokal.
Selain itu Rizieq juga menilai Ahok tidak dapat menjaga stabilitas politik dalam menjaga kenyaman dan keamanan sebagaimana.
“Sehingga sudah seharusnya DPRD dengan menggunakan hak interpelasi dan hak angket,” ujar Habib Rizieq, di Jakarta, Selasa (14/10) kemarin.
Ditemui di lokasi berbeda, menanggapi rencana FPI tersebut Wagub Ahok mengaku tidak bisa melarang. 
Kata dia rencana FPI yang akan menggunakan jalur konstitusi untuk melengserkannya, merupakan hak mereka sebagai bagian dari warga DKI.
“Saya kan cuma taat pada konstitusi. FPI juga bagian dari warga DKI. Kita sebagai orang tua ya akan mengayomi. Tapi kalau mereka ngga sepakat ya mau bilang apa. Kita kan taat konstitusi,” ujar Ahok, Selasa (14/10) kemarin.
Ahok mengaku tidak khawatir akan banyaknya massa yang akan dikerahkan dalam aksi pelengseran tersebut. Dia juga tidak akan melakukan persiapan khusus.
“Ya kita cuekin saja. Biasa-biasa saja. Ya silahkan saja kalau mereka mau melengserkan saya. Lagipula kan ngga semua anggota DPRD mau melengserkan. Teman-teman saya semua di DPRD,” ujar Ahok.

Artikel ini ditulis oleh:

Pecinta Film Korea Jangan Lewatkan Acara Festival Film Ini, Gratis!

Jakarta, Aktual.co —  Menonton film, tidak hanya sebatas sebagai hiburan belaka. Namun, melalui film kita bisa mengenal kebudayaan suatu negara. Maka, tidak mengherankan, kalau film dijadikan sebagai ajang promosi budaya ke negara lain. 
Film dan drama Korea yang belakangan ini banyak diminati oleh wanita-wanita di tanah air. Melihat hal itu, Korean Indonesia Film Festival 2014 bertujuan untuk memperkenalkan budaya dua Negara melalui film, yaitu film Korea dan film Indonesia. 
Korean Indonesia Film Festival 2014 bekerjasama dengan blitzmegaplex, akan dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, yaitu Mr. Cho Tai-Young, Kamis, 23 Oktober 2014 diblitzmegaplex Grand Indonesia.
Setelah itu dilanjutkan oleh film terbaru arahan sutradara Lee Do-Yoon “The Confession”, yang akan juga dihadiri oleh salah satu pemeran film tersebut Lee Kwang-Soo, yang namanya sudah sangat terkenal atas perannya lewat Running Man.
Bagi Anda yang berminat untuk menyaksikan film Korea ini, akan hadir mulai tanggal 23 hingga 28 Oktober 2014, berlokasi di, blitzmegaplex Pacific Place Jakarta, blitzmegaplex Teras Kota Tangerang, blitzmegaplex Bekasi Cyber Park, blitzmegaplex Miko Mall Bandung, dan blitzmegaplex Kepri Mall Batam.
Selama  tanggal 23 hingga 28 Oktober 2014, para penonton akan dimanjakan oleh permainan genre dari 15 film yang diputar. Film Indonesia sebanyak 4 film, dan 11 film Korea
Penonton dapat menikmati suasana tegang dari film The Confession, Snowpiercer, No Tears for the Dead, A Werewolf Boy, The Target, atau menarik pelajaran kepahlawanan dan petualangan dari film Roaring Currents dan 5 CM.
Suasana drama yang menyentuh hati bisa dinikmati melalui film Mr.Go, The Spy, 9 Summers 10 Autumn, Habibie & Ainun serta film Sang Penari. Penonton juga bisa menikmati suasana lucu dan haru lewat film Miss Granny, Secretly Greatly. Untuk keluarga,Korea Indonesia Film Festival 2014 juga akan menyajikan film Pororo: The Racing Adventure.
Festival film ini bisa Anda nikmati secara gratis, dan penonton juga bisa memilih lokasi yang diinginkan serta bisa memilih film yang mau ditonton. Tiketnya bisa Anda ambil mulai Kamis, 16 Oktober 2014 di masing-masing lokasi blitzmegaplex seperti yang dicantumkan di atas. Dikutip dari laman berita wanita, Rabu (14/10). 

Batal Tambah Komisi, Ketua DPR: Ruangan Terbatas

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI Setya Novanto menjelaskan soal batalnya penambahan komisi yang sempat diwacanakan oleh para pimpinan fraksi, khususnya dari anggota Koalisi Merah Putih (KMP).
Menurut Setya, keterbatasan jumlah ruangan menjadi salah satu kendala DPR tidak dapat menambah jumlah komisi.
“Ya karena sekarang yang kita pikirkan sarana prasarana, kedua SDM, ketiga masalah ruangan. Saya sudah perintahkan Sekjen saya untuk evaluasi berhari-hari lihat ruangan (itu) jadi persoalan,” kata Setya Novanto di gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/10).
Setya yang juga bendahara umum Partai Golkar itu mengatakan, meski ada perubahan postur kementerian sebagai mitra kerja komisi yang disiapkan Jokowi-JK, namun tak akan mengubah jumlah komisi yang sudah ditetapkan.
“‎Pemerintah akan umumkan yaitu Menko ada 4, satunya maritim, kedua masalah berkaitan pendidikan dibagi dua, perdagangan jadi satu dengan perindustrian. Untuk itu dengan 11 komisi kita akan sesuaikan mudah-mudahan semuanya sama dan sesuai dengan yang direncanakan pemerintah,” kata dia.
Menurut mantan Anggota Komisi III DPR RI itu, sekalipun benar-benar ada perubahan kementerian yang memaksa menambah beban kerja komisi, maka penyesuaiannya akan dilakukan berdasarkan rapat pimpinan DPR dan pimpinan fraksi.
“Kita akan lakukan pendekatan terus, yang penting komisi tetap 11. Perkembangannya kita lihat. Kita akan selalu rundingkan dengan pimpinan fraksi lain,” kata Setya.

Artikel ini ditulis oleh:

Majalah Aktual Edisi 26

[pdfjs-viewer url=/epapers/121455majalah-aktual-edisi-26.pdf viewer_width=100% viewer_height=700px fullscreen=true download=true print=true openfile=false]
DOWNLOAD PDF

Kata Peneliti, Perbaikan Gizi Bisa Turunkan Angka Penderita TB

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia dapat menurunkan angka penderita tuberkulosis (TB), penyakit menular yang mematikan, melalui perbaikan lingkungan dan perbaikan gizi, kata peneliti kesehatan Lukman Hakim Tarigan di Jakarta, Rabu (15/10).
“Pengalaman negara-negara lain menunjukkan bahwa sebelum obat TB ditemukan, angka penderita penyakit TB dapat diturunkan secara bermakna dengan perbaikan lingkungan (permukiman) dan perbaikan gizi,” ujar dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu.
Selain dapat dicegah, tambahnya, saat ini TB dapat disembuhkan dengan obat yang tersedia.
Di Indonesia obat untuk penyembuhan TB telah tersedia, dan disediakan secara cuma-cuma oleh Kementerian Kesehatan.
“Namun, sejauh ini penyakit TB masih menyebar di seluruh Indonesia, dan penderitanya banyak yang tidak terselamatkan” lanjutnya.
Lukman menambahkan Global TB memperkirakan sekitar 460.000 penyakit TB baru terjadi setiap tahun di Indonesia. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari empat negara penyumbang penyakit TB terbesar di dunia setelah India, Tiongkok dan Afrika Selatan.
Capaian keberhasilan pengobatan sekitar 90 persen dari yang berobat, dan penemuan kasus dini sekitar 82 persen belum efektif menurunkan kejadian penyakit TB di Indonesia.
Jumlah kasus baru yang tinggi, lanjutnya, ternyata terjadi setiap tahun di Indonesia, yang menunjukkan proses penyebaran atau infeksi masih terjadi pada masyarakat. Terjadinya proses infeksi ini tentunya tidak lepas dari kelemahan program pemerintah itu sendiri.
Bila angka perkiraan kejadian TB lebih kecil dari yang sebenarnya, menurut dia, akan ada sejumlah penyakit TB tidak terdeteksi (ditemukan) yang mengakibatkan jumlah penyakit TB yang tidak terobati juga meningkat.
Kasus-kasus seperti ini akan menjadi sumber penularan terselubung di masyarakat.
“Strategi dengan mengandalkan keberhasilan pengobatan berdasarkan penemuan kasus yang berbasis kepada perkiraan tentunya perlu ditinjau ulang karena angka tersebut dapat saja tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Memperhatikan kondisi itu, tampaknya pemerintah perlu melakukan evaluasi program yang dilaksanakan selama ini,” katanya.
Faktor lain yang dapat menyebabkan bertahannya jumlah penyakit TB di masyarakat adalah banyaknya penduduk tinggal di hunian yang padat yang berdampak kepada peningkatan proses penularan penyakit TB serta gizi yang buruk.
Gizi yang buruk menyebabkan daya tahan tubuh turun yang pada akhirnya mempermudah terjadinya penyakit TB.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain